telaah artikel jurnal tentang jaring makanan (food web) di ekosistem akuatik

NAMA : ARSYA PUTRI NURSYADA

NIM : 2224220041

KELAS : 3A

JURNAL 1

Judul jurnal : Pemanfaatan ekosistem hutan mangrove sebagai habitat untuk biota laut

Penulis : Enni Halimatusa’diyah, Syahro Raihan Tika, Rizki Putri Ananda, Nur Afifah Suwanda, Aldi Suhendra, Ika Julpia, May Sarah Tanjung, City Qurnia Sari Pohan, Sarah Hulu, Putri Fatmaya, dan Pooja Hujaibah

Nama jurnal : JURNAL BIOSENSE

Tahun, halaman : 2022, 131-143

URL : https://ejournal.unibabwi.ac.id/index.php/BIOSENSE/article/view/2345/1503

  1. JUDUL

Judul dari jurnal tersebut merupakan judul yang sangat jelas dan tidak ambigu. Melalui judul tersebut sudah diberikan bayangan menganai pembahasan dari penelitian yang akan dilakukan. Namun pada judul belum dimuat maupun ditulis mengenai tahun ataupun lokasi dari penelitian tersebut.

  1. PENDAHULUAN

Melalui pendahuluan, peneliti menyampaikan ataupun membahas mengenai teori-teori yang relevan dengan penelitian yang berasal dari sumber-sumber yang jelas dan terpercaya sehingga memundahkan untuk memberi pemahaman awal kepada para pembaca. Teori-teori tersebut pun sangat jelas dan detail, yaitu membahas mengenai pengertian umum hitan Mangrove dan habitat dari beberapa biota laut. Namun peneliti belum mencantumkan atau menuliskan mengenai mengapa masalah tersebut perlu diteliti.

  1. TUJUAN

Pada jurnal ini, tujuan dari peneliti yaitu untuk enganalisis  secara  terkait  pemanfaatan  ekosistem  hutan mangrove  sebagai  habitat  untuk  biota  laut.  Pada  penelitian  hanya  dilakukan  melalui kajian kepustakaan sebagai batasan peneliti

  1. METODE PENELITIAN

Peneliti melakukan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan kajian pustaka. Dimana peneliti ini mengkaji beberapa sumber yang relevan seperti skripsi, jundal berindeks sinta dan lain sebaginya berdasarkan judul yang telah dirumuskan oleh penulis untuk menabahkan ilmu pengetahuan.

  1. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pada hasil dan pembahasan peneliti mencantumkan pemanfaatan ekosistem hutan mangrove, sebagai berikut :

  • Organisme laut yang menempati ekosistem hutan mangrove adalah crustacea dan molusca gastropoda merupakan contoh daro molusca, sedangkan brachyura contoh dari crustacea
  • Biota laut    yang    menjadi sorotan  disini  adalah  spesies kepiting.   Berdasarkan   studi lapangan  di  hutan  mangrove cilacap ditemukan 12 spesies kepitin  dari  3    Famli i tersebut   diantaranya   adalah Portunidae,   Grapsidae,   dan Ocypodidae.

Pada pembhasan diatas tersebut peneliti memproses konservasi hutan mangrove dibeberapa sumber terpercaya dan didapatkan manfaat-manfaat dari hutan mangrove seperti didalam tabel. Menurut peneliti Adapun  fungsi  lain  dari  mangrove  ini  adalah  untuk  tempat  mencari  makan, perlindungan  dari  predator,  pemijahan,  tempat  bertelur,  dan  lain  sebagainya.  Pada pulau  pramuka  terdapat  beberapa  biota  aquatic  seperti  Gastropoda,  Molusca,  dan Rhizophora.   Pada   jenis   Gastropoda   lebih   banyak   ditemukan Littorinidae dan Potamididae. Selain itu juga ditemukan berbagai macam biota aquatic lainnya seperti udang, udangan,  juvenile  kan,  dan  ikan  cendro. Ada  berbagai macam  biota  laut  yang  menjadi  fokus  penelitian.  Biota-biota  laut  tentu  memerlukan rumah  atau  yang  bisa  disebut  dengan  habitat  untuk  melangsungkan  kelangsungan hidup,  seperti  tempat  perlindungan,  bertelur,  dan  lain  sebagainya.  Hutan  mangrove cocok sebagai habitat biota laut.

  1. PEMBAHASAN TEMUAN HASIL PENELITIAN
  • Kelebihan : jurnal ini sudah sangat baik yang dimana terdapat variable-variabel yang dianggap penting untuk menggambarkan secara terperinci. Jumlah tabel sudah sangat memenuhi sistematika penulisan.
  • Kekurangan : lebih memperhatikan tanda baca, simbol-simbol dan tidak adanya grafik ntuk memperlihatkan seberapa banyaknya pemanfaatan hutan mangrove pada biota-biota laut

Referensi :

Halimatusa’diyah, E., Tika, S. R., Ananda, R. P., Suwanda, N. A., Suhendra, A., Julpia, I., Tanjung, M. S., Pohan, C. Q. S., Hulu, S., Fatmaya, P. & Hujaibah, P (2022) Pemanfaatan ekosistem hutan mangrove sebagai habitat untuk biota laut. JURNAL BIOSENSE, 5(2) : 131-143

 

JURNAL 2

Judul jurnal : Struktur Komunitas Gastrpoda Pada Ekosistem Lamun Di Perairan Gangga Minahasa Utara

Penulis : Gorga R. Sitanggang., Jety K. Rangan., Ruddy D., Moningkey., Jans D. J. Lalita, Joshian N. W. Schaduw

Nama jurnal : JURNAL ILMIAH PLATAX

Tahun, halaman : 2022, 304-313

URL : https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/platax/article/download/35937/34117

  1. JUDUL JURNAL

Judul jurnal yang akan saya telaah yaitu “Struktur Komunitas Gastrpoda Pada Ekosistem Lamun Di Perairan Gangga Minahasa Utara” Dari judul tersebut sudah sangat jelas dan tidak ambigu. Dari judul yang menulis ambil ruang lingkup yang lebih kecil agar lebih mudah saat meneliti, dari judul sudah baik karena penulis menyertakan lokasi yang akan diletili.

  1. PENDAHULUAN

Melalui pendahuluan penulis menjelaskan secara umum tentang Gastropoda yang membahas teori-terosi yang relevan dengan penelitian yang berasal dari sumber-sumber yang jelas dan terpercaya sehingga memberikan pemahaman awal kepada para penbaca jurnal. Pada teori-teori tersebut pun sudah sangat jelas dandetail, yaitu membahas tentang Gastropoda secara umum, habitat dari Gastropoda, anatomi dari Gastropoda

  1. TUJUAN

Dari tujuan yang terlampir pada jurnal, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis-jenis Gastropoda di Ekosistem lamun diperairan desa Gangga I, Kabupaten Minahasa Utara melalui kepadatan spesies, kepadatan relatif, keanekaragaman dan dominansi diperairan Ddesa Ganggga I kabupaten Minahasa Utara

  1. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang dipaparkan oleh penulis di dalam jurnal sudah sangat baik, karena pada jurnal tertera jelas lokasi dalam pengambilan sampe, penentuan titik lokasi penelitian, cara pengambilan sampel Gastropoda, analisis data, kepadatan spesies, indeks keanekaragaman hingga indeks dominasi Gastropoda.

  1. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dan pembahasan dari penelitian membahas mengenai hasil analisis kepadatan jenis gastropoda, diperoleh nilai kepadatan jenis pada masing-masing titik, yaitu pada titik 1 sebesar 1,67 ind/m², titik 2 sebesar 1,43 ind/m², dan titik 3 sebesar 1,20 ind/m², diagram kepadatan spesies T1,T2 dan T3 dapat dilihat pada Gambar 2. Berdasarkan hasil analisis kepadatan jenis, titik dengan nilai kepadatan tertinggi terdapat pada titik 1, sedangkan titik 3 memiliki nilai kepadatan terendah. Rendahnya kepadatan gastropoda pada ketiga titik diasumsikan dipengaruhi oleh faktor fisika kimia, aktivitas perikanan masyarakat sekitar dan substrat perairan yang kurang mendukung. Menurut Hawkes (1978), menyatakan bahwa sedimen dasar merupakan faktor yang berpengaruh langsung terhadap komposisi, distribusi, dan kelimpahan jenis, karena jenis substrat dasar erat hubungannya dengan kandungan oksigen dan ketersediaan nutrien yang terdukung di dalamnya.

  • Kepadatan relatif

Analisis terhadap kepadatan relatif pada titik I-III diperoleh nilai tertinggi pada spesies Nassarius albescens dengan nilai sebesar 0,17% sedangkan nilai terendah pada spesies Xenoturris millepunctata sebesar 0,02%. Diagram kepadatan relatif T1, T2 dan T3 dapat dilihat pada Gambar 3-5. Berdasarkan hasil nilai kepadatan relatif jenis dari seluruh titik pengamatan, spesies dengan nilai persentase tertinggi ada pada titik III, yaitu spesies Nassarius albescens dengan nilai sebesar 0,17% dan spesies dengan nilai persentase terendah ada pada titik I, yaitu spesies Xenoturris millepunctata dengan nilai sebesar 0,02%. Dengan ini dapat disimpulkan, bahwa kepadatan jenis maupun kepadatan relatif jenis sangat dipengaruhi oleh jenis substrat dan pengaruh lingkungan dari dalam maupun luar

  • Indeks keanekaragaman

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman tertinggi dari ketiga titik terdapat pada titik I yaitu sebesar 3,25, sedangkan yang terendah terdapat pada titik III yaitu sebesar 2,44

Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener memperlihatkan nilai yang bervariasi dari setiap titik pengamatan, yaitu dari keanekaragaman rendah (H’< 2,0), sedang (2,0 < H’ ≤ 3,0) dan tinggi (H’ > 3,0). Nilai indeks keanekaragaman yang termasuk kriteria tinggi terdapat pada titik I sebesar 3,25, sedangkan nilai keanekaragaman yang termasuk kriteria sedang terdapat pada titik I dan II sebesar 2,78 dan 2,42. Keanekaragaman Gastropoda pada Ekosistem Lamun Desa Gangga I pada titik I cenderung tinggi, hal ini dipengaruhi oleh faktor fisika kimia dan substrat perairan yang mendukung. Meratanya jumlah individu untuk setiap spesies berhubungan dengan baiknya pola adaptasi masingmasing spesies, seperti tersedianya berbagai tipe substrat, makanan dan kondisi lingkungan.

  • Indeks dominasi

Nilai indeks dominansi yang diperoleh dari analisis di Ekosistem lamun perairan desa Gangga, Kabupaten Minahasa Utara yaitu C = 0.09 sampai 0.12. Nilai tertinggi terdapat pada transek III sedangkan untuk nilai terendah terdapat pada transek I. Hasil yang diperoleh menggambarkan bahwa di ekosistem lamun perairan desa Gangga, Kabupaten Minahasa Utara memiliki nilai indeks dominansi di bawah 0,5 berarti tidak terdapat jenis tertentu yang dominan. Diagram indeks dominansi dapat dilihat pada Gambar 7.

  • Kondisi lingkungan perairan

Perairan desa Gangga I, Kabupaten Minahasa Utara adalah daerah perairan landai yang memiliki ekosistem lamun cukup luas dengan substrat berpasir. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan terhadap faktor-faktor fisika dan dengan menggunakan alat ukur Salino Refraktometer, Termometer, dan kertas pH.

  1. PEMBAHASAN TEMUAN HASIL PENELITIAN
  • Kelebihan : jurnal ini sudah sangat baik yang dimana terdapat variable-variabel yang dianggap penting untuk menggambarkan secara terperinci. Jumlah tabel sudah sangat memenuhi sistematika penulisan serta mengkombinasikan antara grafik dan tabel.
  • Kekurangan : lebih memperhatikan tanda baca dan simbol-simbol

Referensi :

Sitangggung, G. R., Rangan, J. K., Moningkey,R. D., Lalita, J. D. J., Joshian, N. & Schaduw (2021) Struktur Komunitas Gastrpoda Pada Ekosistem Lamun Di Perairan Gangga Minahasa Utara. JURNAL ILMIAH PLATAX, 9(2) : 304-313

 

JURNAL 3

Judul jurnal :Gastropoda di Perairan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma sp) Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang

Penulis : Rahmatullah Djunaid & Henny Setiawati

Nama jurnal : Jurnal Bionature

Tahun, halaman : 2018, 35-45

URL : https://ojs.unm.ac.id/bionature/article/view/5528/5770

  1. JUDUL

Judul yang digunakan oleh peneliti sudah sangat jelas dan tidak ambigu. Melalui judul sudah diberikan gambaran mengenai pembahasan dari peneliti yang dilakukan. Dan sudah tertera pula lokasi yang akan diteliti

  1. PENDAHULUAN

Pada pendahuluan, peneliti menyampaikan ataupun membahas mengenai teori-teori umu yang relevan dengan penelitian yang berasal dari sumber-sumber yang jelas dan dapat diyakini kebenarannya sehingga memeberikan pemahaman awal kpada para pembaca. Teori-teori tersebut pun sangat jelas dan terperinci, yaitu membahas mengenai kelompok-kelompok hewan akuatik, kondisi rumput laut yang hidup diperairan yang terdapat Gastropoda, faktor lingkungan dan koponen biotik dan abiotik.

  1. TUJUAN

Pada jurnal ini, peneliti tidak menuliskan tujuan dari pengamatan yang dilakukan sehingga tidak jelas apa yang akan dicapai dalam pengamatan ini.

  1. METODE PENELITIAN

Peneliti membagikan beberapa step dalam metode penelitian, sebagai berikut :

  • Jenis penelitian

Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan purposive sampling dengan teknik jelajah bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis Gastropoda yang hidup bersama di lokasi perairan budidaya rumput laut (Eucheuma sp) kemudian dideskripsikan.

  • Waktu dan lokasi penelitian

Penelitian ini dilaksanakanpada tanggal 20 Februari – 21 Maret 2019. Lokasi penelitian berada di perairan budidaya rumput laut di Dusun Sabbamparu Desa Tasiwalie Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang.

  • Populasi dan sampel

Populasi adalah seluruh jenis Gastropoda yang hidup bersama di lokasi perairan budidaya rumput laut yang ada di Desa Tasiwalie Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang dan sampel adalah jenis-jenis Gastrpoda yang berhasil ditemukan di lokasi perairan budidaya rumput laut di Desa Tasiwalie Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang.

  1. HASIL DAN PEMBAHASAN

Kondisi abiotik sangat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup spesies yang ada di lokasi perairan budidaya rumput laut Desa Tasiwalie.Secara umum, parameter lingkungan di kawasan perairan budidaya rumput laut Desa Tasiwalie berada pada kondisi normal.

Sampel yang berhasil ditemukan pada keseluruhan titik yaitu titik A, B, C dan D sebanyak 312 sampel Gastropoda dengan 9 spesies yaitu Telecospium telecospium (Keong bakau), Cerithidea cingulata (Siput sedut), Terebralia sulcata (Siput laut), Terebralia palustris (Siput laut), Faunus ater (Siput hitam), Rhinoclavis vertagus (Siput bor), Strombus microurceus (Kaloloy ubun), Nerita insculpta (Siput nerita) dan Monodonta labio (Siput monodonta). Jenis Gastropoda yang ditemukan tersebar di empat titik pengambilan sampel

  1. PEMBAHASAN TEMUAN HASIL PENELITIAN
  • Kelebihan : jurnal ini sudah sangat baik yang dimana munculka variabel-variabel yang dianggap penting. Jumlah tabel yang memenuhi sistemakika penulisan. Bentuk tabel terbuka dengan kepala tabel dan penjelasan tabel yang jelas. Menjelaskan secara padat dan kongkret mengenai spesies Gastropoda yang terdapat pada rumput laut
  • Kekurangan : kekurangan dari jurnal ini yaitu tidak menuliskan tujuan dari penelitian yang dilakukan dan lebih diperhatikan kembali untuk tanda bacanya.

Referensi :

Djunaid, R. & Setiawati, H. (2018) Gastropoda di Perairan Budidaya Rumput Laut (Eucheuma sp) Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Jurnal Bionature, 19(1) : 35-45

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *