TUGAS KULIAH TELAAH JURNAL BERTEMA JARING MAKANAN (FOOD WEB) DI EKOSISTEM TERESTRIAL

Nama : Aulia Natasya

NIM : 2224220051

Kelas : 3 B

Tema : Jaring Makanan di Ekosistem Terestrial

  • Jurnal Pertama

Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa penelitian jaring makanan tanah sangat beragam selama beberapa tahun terakhir dan ada kebutuhan untuk sintesis di berbagai dimensinya, termasuk metodologi, disiplin ilmu, skala spatiotemporal, dan tingkat trofik. Dimasukkannya keanekaragaman hayati tanah dan jaring makanan tanah dalam model biogeokimia skala besar sangat penting, karena komposisi komunitas mikroba dapat menjadi prediktor kuat proses dekomposisi pada skala regional dan global. Ada potensi penerapan jaring makanan tanah dalam bioindikasi, solusi berbasis alam, dan memahami efek perubahan iklim dan penggunaan lahan pada tanah. Namun, ada kebutuhan untuk pengembangan model jaring makanan tanah mekanistik yang menghubungkan keputusan manajemen dan pendorong perubahan global dengan jaring makanan tanah dan fungsi ekosistem. Integrasi jaring makanan tanah dalam model biogeokimia dan validasi upaya ini masih belum ada, dan sintesis studi observasional dengan eksperimen dan pemodelan teoretis sangat dibutuhkan.

Daftar Pustaka 

Potapov, A., Zoe, L., Robert, B. Stefan, G. (2023). Multiple dimensions of soil food-web research: History and Prospects. European Journal of Soil Biology. 117 : 1—10.

  • Jurnal Ke-dua

Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa struktur jaring makanan nematoda tanah mempengaruhi aliran energi di dalam ekosistem. Total fluks karbon dan fluks karbon melalui saluran energi yang berbeda berkorelasi positif dengan indeks struktur nematoda, indeks kematangan, dan indeks keragaman genus. Keragaman kelompok trofik dan kemiringan spektrum ukuran komunitas nematoda tidak menunjukkan korelasi yang signifikan dengan fluks karbon. Studi ini menunjukkan bahwa komunitas tanah yang matang dan kompleks mendukung fluks energi tinggi melintasi jaring makanan tanah.

Fluks karbon melalui jaring makanan nematoda bervariasi di antara ekosistem yang berbeda, dengan fluks tertinggi di hutan sekunder dan terendah di padang rumput. Lahan pertanian memiliki fluks karbon yang lebih tinggi daripada padang rumput-semak. Proporsi relatif saluran energi bakteri, jamur, dan herbivora berbeda di antara ekosistem. Keseragaman aliran energi tertinggi di hutan sekunder dan terendah di lahan pertanian.

Integrasi jaring makanan tanah dalam model biogeokimia dan validasi upaya ini masih belum ada. Ada kebutuhan untuk sintesis di berbagai dimensi penelitian jaring makanan tanah, termasuk metodologi, disiplin ilmu, skala spatiotemporal, dan tingkat trofik. Dimasukkannya keanekaragaman hayati tanah dan jaring makanan tanah dalam model biogeokimia skala besar sangat penting untuk memahami proses ekosistem.

Daftar Pustaka

Zheng, H., Dandan, G. Yiqun, Z. & Jie, Z. (2023). Energy Flow Aceoss Soil Food Webs of Different Ecosystems: Food Webs With Complex Structures Support Higher Energy Flux. Geoderma. 439 : 1—6.

  • Jurnal ke-3

Kesimpulan dari jurnal ini adalah bahwa kompleksitas habitat, khususnya di hutan bakau, memainkan peran penting dalam membentuk struktur jaring makanan dan mempromosikan keanekaragaman hayati. Studi ini menemukan bahwa peningkatan kompleksitas habitat, ditunjukkan oleh faktor-faktor seperti jumlah pohon, tutupan daun, dan kepadatan pneumatofor, menyebabkan jaring makanan yang lebih beragam, kompleks, dan kuat. Metrik jaring makanan, seperti kekayaan spesies dan kepadatan tautan, berkorelasi positif dengan kompleksitas habitat, menyoroti pentingnya spesies dasar dalam mendukung jaring makanan yang kompleks. Studi ini menekankan perlunya konservasi dan pengelolaan spesies pondasi, seperti hutan bakau, lamun, dan terumbu karang, untuk mencegah hilangnya keanekaragaman hayati terkait dan kompleksitas trofik. Penelitian menunjukkan bahwa metrik jaring makanan adalah alat yang berguna untuk mendeteksi perubahan kompleksitas trofik dalam kaitannya dengan kompleksitas habitat, memberikan wawasan untuk konservasi dan pengelolaan ekosistem.

Daftar Pustaka

Nauta, J., Carlijn, L., Robin, L., Marjolijn, J. A. C., Annieke, B., Leon, P. M. L., Hanneke, V. L., Sieuwnath, N., & Laura, L. G. (2023). Habitat Complexity Drives Food Web Structure Along a Dynamic Mangrove  Coast.  Marine Pollution Bulletin. 196 : 1—8.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *