TUGAS KULIAH TELAAH DAN SIMPULKAN 3 JURNAL

Nama: Silva Ayu Samilah

Kelas: 3B

NIM: 2224220013

 

Identitas jurnal 1

Judul jurnal: Aplikasi Berbagai Jenis Pupuk terhadap Serangga Terrestrial dan Pertumbuhan       Tanaman Padi Hitam

Volume: Soilrens, Volume 21 (1): 44-48

Tahun: 2023

Penulis: Vira, K.D., Reynaldi, Toto, S., Santika, S., Lindung, T.P., Rika, M

Kesimpulan:

Berdasarkan pada penelitian sebelumnya Hadi (2015), kelimpahan serangga lebih tinggi pada pengelolaan sawah organik dibandingkan dengan sawah konvensional. Hal ini mempengaruhi keanekaragaman serangga dan berkaitan dengan pola interaksi serta rantai makan. Tanaman juga memiliki peran dalam memengaruhi prilaku, kelimpahan, dan keanekaragaman serangga, yang merupakan bagian dari kompleksitas interaksi ekosistem. Data menunjukkan bahwa kelimpahan serangga pada perlakuan kompos gulma siam dan pupuk kohe sapi berbeda nyata dengan kontrol dan NPK, namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan ampas bungkil mimba. Adapun kelimpahan serangga herbivor pada perlakuan pupuk ampas bungkil mimba tidak berbeda nyata dengan perlakuan kontrol dan NPK. Kelimpahan musuh alami pada perlakuan kompos gulma siam tidak berbeda nyata dengan perlakuan ampas bungkil mimba, pupuk kohe sapi dan NPK kecuali dengan control lebih lanjut, pada kelimpahan serangga netral pada perlakuan ampas bungkil mimba berbeda dengan semua perlakuan kecuali dengan NPK. Serangga herbivora mendominasi, tetapi keterkaitannya dengan serangga lain dalam ekosistem, seperti predator, parasitoid, dekomposer, dan polinator, memiliki dampak baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mengendalikan populasi serangga herbivora. Paragraf tersebut menyimpulkan bahwa ada peningkatan kelimpahan serangga pada perlakuan menggunakan pupuk kompos gulma siam, pupuk ampas bungkil mimba, dan pupuk kohe sapi jika dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Selain itu, ditemukan bahwa perlakuan dengan kompos gulma siam menunjukkan korelasi yang lebih kuat antara jumlah herbivor dan musuh alami secara keseluruhan dibandingkan dengan perlakuan lainnya. –

 

Daftar Pustaka: Vira, K.D., Reynaldi, Toto, S., Santika, S., Lindung, T.P., Rika, M. (2023). Aplikasi Berbagai Jenis Pupuk terhadap Serangga Terrestrial dan Pertumbuhan Tanaman Padi Hitam. Soilrens, Volume 21 (1): 44-48

 

 

Identitas jurnal 2

Judul jurnal: Pola Hubungan Feedin Guilds Antara Tipe Habtat dan Keanekaragaman Spesies Burung di Lahan Reklamasi dan Revegetasi Pasca Tambang Batu Bara

Volume: Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol.6 (2): 95-106

Tahun: 2020

Penulis: Sri, S.

Kesimpulan:

Usaha pertambangan, terutama batu bara, cenderung memanfaatkan kawasan hutan sebagai area konsesinya. Kegiatan pertambangan secara makro dapat menyebabkan dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati, khususnya menyebabkan kehilangan biodiversitas dalam kawasan hutan yang dimanfaatkan. Oleh karena itu, setelah selesai ditambang, perusahaan diwajibkan untuk melakukan reklamasi dan revegetasi guna memulihkan kondisi ekosistem, terutama jika lahan konsesinya merupakan kawasan hutan, dengan fokus pada pengembalian fungsinya sebagai habitat biodiversitas, termasuk burung, melalui pemilihan spesies vegetasi yang tepat dalam proses restorasi ekologi. Lahan bekas tambang yang direklamasi dan direvegetasi dengan tumbuhan tertentu membentuk tipe habitat yang memiliki keterkaitan fungsional dengan keanekaragaman spesies burung. Tumbuhan seperti akasia, sengon, dan trembesi bersama-sama dengan tumbuhan bawah membentuk berbagai tipe habitat, dan diperkirakan memiliki pola hubungan fungsional yang berbeda dengan spesies burung, baik dalam pola hubungan jaringan makanan maupun rantai makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis pola hubungan rantai makanan antara tipe habitat dan keanekaragaman spesies burung di lahan reklamasi dan revegetasi pasca tambang batu bara. Hasilnya diharapkan dapat menjadi acuan untuk memahami hubungan antara vegetasi tanaman bawah dan pokok dengan spesies burung dalam konteks rantai makanan dan peran vegetasi sebagai produsen. Keragaman spesies burung yang mendiami area reklamasi dan revegetasi pasca tambang dipengaruhi oleh keragaman tumbuhan bawah dan pokoknya. Hubungan feeding guild dan rantai makanan di dalam berbagai tipe habitat memainkan peran penting dalam membangun ekosistem yang kompleks dan berfungsi. Keberhasilan restorasi ekosistem dapat diindikasikan oleh kehadiran spesies burung Carnivore, dan perkembangan suksesi hingga tahun ke-5 menunjukkan bahwa burung masih menggunakan habitat reklamasi untuk mencari makan.

 

Daftar Pustaka: Sri,S . (2020). Pola Hubungan Feedin Guilds Antara Tipe Habtat dan Keanekaragaman Spesies Burung di Lahan Reklamasi dan Revegetasi Pasca Tambang Batu Bara. Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol.6 (2): 95-106

 

 

 

 

Identitas jurnal 3

Judul jurnal: Pemanfaatan Ekosistem Hutan Mangrove Sebagai Habitat Untuk Biota Laut

Volume: Jurnal Biologi Tropis, Volume 17 (2): 51-56

Tahun: 2017

Penulis: Enni, H.D., Syahro, R.T., Rizki P.A., Nur, A.S etall

Kesimpulan:

Ekosistem mangrove memiliki peran ekologis yang sangat penting sebagai mata rantai makanan di perairan. Fungsi hutan mangrove tidak hanya terbatas pada menyediakan pangan bagi biota aquatik, tetapi juga menciptakan lingkungan yang kondusif, berkontribusi pada keseimbangan siklus biologi, dan memberikan perlindungan bagi berbagai jenis biota laut dalam berbagai tahap kehidupannya. Selain itu, ekosistem mangrove menjadi habitat bagi berbagai jenis ikan, kepiting, dan kerang-kerangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dalam konteks ekologis, dapat disimpulkan bahwa jenis moluska yang mendiami hutan mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan rantai makanan di kawasan tersebut. Selain menjadi pemangsa detritus, moluska, khususnya jenis Telebraria palustris dan beberapa jenis moluska lainnya, turut berkontribusi dalam merobek atau memperkecil serasah yang baru jatuh. Proses ini tidak hanya menjadikan mereka sebagai penganan, tetapi juga memiliki dampak positif terhadap percepatan dekomposisi serasah. Pentingnya perilaku moluska, terutama dalam memecah atau menghancurkan serasah mangrove untuk konsumsi, dapat dilihat dari sisi lain, yaitu dalam mempercepat proses dekomposisi melalui aktivitas mikroorganisme. Dengan demikian, mereka tidak hanya berperan sebagai konsumen, tetapi juga sebagai agen yang memfasilitasi proses ekologis yang mendukung keberlanjutan lingkungan mangrove. Selain moluska, fauna lain seperti kepiting juga memiliki kontribusi besar dalam ekosistem mangrove. Kepiting tidak hanya membantu dalam proses dekomposisi, tetapi juga berperan dalam penyebaran seedling mangrove. Kepiting ini melakukan aktivitas menarik propagul ke dalam lubang tempat persembunyiannya atau pada tempat yang berair. Dampak positif dari aktivitas kepiting ini sangat terlihat dalam distribusi dan pertumbuhan seedling dari jenis mangrove seperti Rhizophora sp, Bruguiera sp., dan Ceriops sp., terutama di daerah yang mengalami konversi hutan mangrove. Berdasarkan hasil studi dengan metode deskriptif dan studi literatur, dapat diambil kesimpulan bahwa ekosistem hutan mangrove bukan hanya sekadar habitat bagi berbagai organisme laut, tetapi juga memiliki peran kunci dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Moluska, terutama Gastropoda yang didominasi oleh keluarga Potamidae dan Ellobiidae, bersama dengan krustasea, terutama Brachyura, membentuk komponen utama dalam struktur ekosistem ini. Beberapa jenis hewan yang mendiami hutan mangrove juga memiliki nilai ekonomi, seperti Terebralia palustris, Telescopium telescopium (Gastropoda), Anadara kuno, Coaxans polymesoda, Ostrea cucullata (Bivalvia), dan Scylla serrate, S. olivacea, Portunus pelagicus, Epixanthus dentatus, Labnanium politum (Crustacea). Dengan demikian, perlindungan dan pelestarian hutan mangrove menjadi suatu keharusan tidak hanya untuk menjaga keberlanjutan ekosistem ini tetapi juga untuk memastikan nilai ekologis dan ekonomis yang dimilikinya.

Daftar Pustaka: Enni, H.D., Syahro, R.T., Rizki P.A., Nur, A.S etall. (2017). Jurnal Biologi Tropis, Volume 17 (2): 51-56

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *