T

REVIEW JURNAL

Tugas : Ekologi Umum

Kelompok Reviewer  7 : Aulia Natasya  (2224220051)

Faizah Budi Rahayu   (2224220060)

Shofi Aulia Rahma     (2224220053)

Dwifta Fuji Maharani (2224220097)

 

 Judul Artikel  : Produktivitas Sekunder Famili Crambidae di Sungai Cigambreng, Desa Tapos, Bogor.

Nama Penulis : Arif Nurcahyanto, Ahyar Pulungan, Didit Abdillah, Muhammad Irfan Afif, Mursalin Ishak, Grin Tommy Panggabean, Rizky Regina Kawirian, Chichilia Q. A. Rahman dan Majariana Krisanti.

Nama Jurnal : Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis

Tahun dan Halaman : 14 April 2020 dan 8—13

Tujuan Penelitian     : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis Ordo Lepidoptera yang terdapat di perairan Sungai Cigambreng dan produktivitas sekundernya.

Hipotesis Penelitian : Hipotesis pada jurnal tersebut adalah bahwa produktivitas sekunder famili Crambidae di Sungai Cigambreng dipengaruhi oleh kondisi fisik dan kimia perairan, seperti lebar badan sungai, lebar sungai, kedalaman sungai, arus sungai, nilai DO, dan suhu perairan.

Subjek Penelitian : Subjek yang ada di jurnal tersebut adalah produktivitas sekunder famili Crambidae di Sungai Cigambreng, Desa Tapos, Bogor. Penelitian ini mencakup analisis produktivitas sekunder famili Crambidae, pengaruh kondisi fisik dan kimia perairan terhadap pola distribusi serangga air, serta korelasi antara kondisi lingkungan dengan pola distribusi serangga air. Selain itu, jurnal ini juga membahas parameter fisik dan kimia yang mempengaruhi pola distribusi serangga air, seperti lebar sungai, lebar badan sungai, kedalaman, arus, suhu, DO, BOD 5, dan pH.

Populasi dan Sampel : Populasi yang terdapat pada jurnal tersebut adalah famili Crambidae, yang merupakan ordo Lepidoptera (kupu-kupu dan ngengat). Selama empat kali pengamatan, kelimpahan Ordo Lepidoptera ini berkisar antara 100 ind/m2 sampai 422 ind/m2. Kelimpahan tertinggi didapatkan pada pengamatan pertama dan kelimpahan terendah didapatkan pada pengamatan ke tiga.

Metode Pengambilan sampel : Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan sumber di 3 sub stasiun untuk masing-masing stasiun pengambilan contoh. Contoh kemudian dimasukkan dalam botol contoh dan diawetkan dengan formalin 4%. Selain contoh makroavertebrata, parameter fisika dan kimia seperti lebar sungai, lebar badan sungai, kedalaman, arus, suhu, DO, BOD 5 dan pH juga diukur.

Metode Penelitian : Metode penelitian pada jurnal tersebut mencakup pengambilan contoh makroavertebrata dan parameter fisika dan kimia perairan di Sungai Cigambreng, analisis produktivitas sekunder famili Crambidae menggunakan metode frekuensi-ukuran, dan penentuan korelasi antara kondisi lingkungan dengan pola distribusi serangga air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi fisik dan kimia perairan terhadap produktivitas sekunder famili Crambidae di Sungai Cigambreng.

Hasil dan Pembahasan : 

  • Hasil

Kondisi fisika-kimia perairan sungai Cigambreng dapat  dilihat pada Tabel 1. Pada saat pengamatan, tercatat lebar badan sungai berkisar antara 5,4 m sampai dengan 11,6 m dan lebar sungai berkisar antara 3,2 m sampai dengan 6,8 m. Kedalaman sungai berkisar antara 11 cm sampai dengan 31 cm. Arus di di sungai Cigambreng berkisar antara 0,3 sampai dengan 1,1 m/s. Nilai DO pada perairan sungai berkisar antara 5,2 mg/L sampai dengan 8,5 mg/L. Suhu berkisar antara 22,3 – 23,5 oC. Nilai pH berkisar antara 7,4 – 7,74 dan BOD5 berkisar antara 1,1 mg/L sampai dengan 3,2 mg/L. Secara umum, tidak ada perbedaan kondisi fisika kimia perairan di Sungai Cigambreng selama waktu pengamatan.Jenis Famili Crambidae yang ditemukan terdiri  dari dua genus yaitu Petrophila sp. dan Elophila sp. Selama empat kali pengamatan, kelimpahan Ordo Lepidoptera ini berkisar antara 100 ind/m2 sampai 422 ind/m2 Kelimpahan tertinggi didapatkan pada pengamatan pertama dan kelimpahan terendah didapatkan pada pengamatan ke tiga. Produktivitas sekunder larva Famili Crambiadae dianalisis dengan menggunakan frekuendi-ukuran. Selain produktivitas selama satu bulan, disajikan pula data biomassa dan ratio kohort P/B. Hasil perhitungan secara lebih rinci disampaikan pada Tabel 2. Produktivitas selama satu bulan untuk larva Crambidae di Sungai Cigambreng adalah 47,7915 g/m2/bulan. Biomassa dalam satu bulan untuk larva Crambidae di bulan Oktober adalah 14,9669 g/m2. P/B kohort selama satu bulan untuk larva Crambidae bernilai 3,1931.

  • Pembahasan

Penyebaran komunitas makroavertebrata dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya. Parameter fisik dan kimia sangat mempengaruhi pola distribusi serangga air karena beberapa spesies sangat rentan terhadap polusi sementara yang lain mungkin lebih toleran terhadap kerusakan lingkungan (Mohammed et al. 2012). Selain itu, morfologi habitat juga sangat mempengaruhi distribusi spasial dari makroavertebrata sungai (Pastuchova et al. 2010; Sheldon & Walker 1998).Keberadaan Famili Crambidae (Ordo Lepidoptera) di perairan sungai sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik sungai. Sungai Cigambreng merupakan perairan sungai yang sudah terbuka, namun masih berbatu dan dangkal. Menurut river continuum concept, pada tipe sungai ini, sumber makanan sudah berupa autochtonou dimana sumber bahan organik berasal dari produktivitas primer organisme autotrof.

Kesimpulan : Ordo Lepidoptera yang ditemukan di Sungai Cigambreng pada bulan Oktober 2019 terdiri dari Famili Crambidae dengan dua spesies yaitu Petrophila sp. dan Elophila sp. Produktivitas sekunder Famili Crambidae di perairan Sungai Cigambreng selama satu bulan sebesar 47,7915 g/m2/bln, biomassa yang terbentuk sebesar 14,9669 g/m2 dan P/B ratio sebesar 3,1931.

Keunggulan : Jurnal tersebut memiliki keunggulan dalam mengevaluasi produktivitas sekunder famili Crambidae di Sungai Cigambreng, Desa Tapos, Bogor. Hasil penelitian memberikan wawasan penting untuk pengelolaan ekosistem perairan Sungai Cigambreng. Selain itu, jurnal ini juga memberikan pemahaman yang cukup baik tentang pengaruh kondisi fisik sungai terhadap keberadaan famili Crambidae dan produktivitas sekundernya. Nilai P/B ratio yang disajikan dalam jurnal ini juga memberikan kontribusi penting dalam memahami konsep produktivitas sekunder. Dengan demikian, jurnal ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemahaman tentang ekosistem perairan dan pengelolaannya.

Kekurangan : Jurnal ini tidak memiliki pembahasan rinci mengenai potensi keterbatasan metode penelitian yang digunakan, seperti metode ukuran-frekuensi untuk menganalisis produktivitas sekunder. Selain itu, penelitian ini dapat memperoleh manfaat dari analisis yang lebih komprehensif mengenai potensi bias dan ketidakpastian yang terkait dengan metode ukuran-frekuensi, serta diskusi mengenai dampak potensial waktu perkembangan organisme terhadap keakuratan estimasi produktivitas. Selain itu, jurnal ini tidak membahas secara mendalam potensi implikasi temuan tersebut terhadap pengelolaan dan konservasi ekosistem Sungai Cigambreng. Aspek-aspek ini dapat meningkatkan kekuatan dan penerapan temuan penelitian secara keseluruhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *