-
Wida Putri Pramudita posted
SEJARAH TEORI EVOLUSI
Oleh Wida Putri Pramudita (2224200043) Mahasiswa Semester 6 Kelas BEvolusi adalah perubahan generasi ke generasi yang menurunkan sifat yang berbeda dari nenek moyangnya dan berlangsung dalam waktu yang lama. Evolusi, sebagai cabang Biologi dalam rumpun Sains, adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan yang terjadi secara berangsur-angsur menuju kesesuaian dengan waktu dan tempat. Sebagai imu pengetahuan, kajian evolusi didasarkan atas data keanekaragaman dan keseragaman makhluk hidup dalam tingkat komunitas, dan kemudian dalam perkembangan berikutnya didukung oleh datadata penemuan fosil, sehingga tidak pernah dapat menerangkan dengan lengkap apa yang pernah terjadi pada masa lampau.
Evolusi dapat dipelajari dengan metode pendekatan tertentu. Misal : mempelajari struktur organisme yang masih berkerabat, mengaitkan perubahan ciri-ciri yang masih bisa dilacak, kemudian mempelajari proses evolusi dari suatu kelompok secara utuh, dari bentuk yang primitif sampai bentuk yang terlihat sekarang. Berdasarkan hal ini, maka setiap organisme, yang ada sekarang dan pernah ada, mempunyai nenek moyang (ansestor) yang berlainan dalam hubungan tiga kekerabatan pada suatu masa tertentu, meskipun jika dilacak ke belakang sampai pada masa awal kehidupan, semua memang berawal dari satu moyang asal.
Selama perjalanan teori evolusi, sejak pertama kali digagas sampai sekarang, telah mengalami tahapan-tahapan penting. Pada hakekatnya apa yang telah digagas dan dikembangkan oleh para pakar evolusi itu selalu menampilkan pemikiran yang bersifat sebagai upaya untuk menjelaskan fakta-fakta dan memadukannya dengan konsep esensial dalam teori evolusi, sehingga teori evolusi terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu demikian juga dengan konsep-konsepnya. Teori evolusi tidak bertentangan dengan agama manapun di dunia Teori evolusi modern dapat menjelaskan proses-proses yang terjadi/ mungkin terjadi pada masa lampau, meskipun sebagian masih bersifat hipotetik, namun selalu didasarkan pada fakta (fenomena) dan asumsi-asumsi yang kuat.
Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Darwin adalah ilmuwan pertama peletak dasar-dasar ilmiah teori evolusi, karena telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini. Konsep utama teori Darwin mengenai evolusi adalah tentang seleksi alam yang dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.
Teori evolusi menururt Islam dalam buku Darwin yang berjudul On The Origin of Species yang terbit di Inggris tahun 1959 M, berusaha mengetengahkan sebuah teori mengenai asal-usul species melalui seleksi alam. Darwin berusaha menemukan mekanisme, bhawa satu species dapat berubah menjadi species lain. Pengikut Darwin yang paling ekstrim menjadi Darwinisme itu, menganggap mekanisme Darwin sebagai acuan bahwa manusia adalah keturunan kera. Atas Darwinisme tersebut, P.P. Grasse dalam bukunya L’homme Accusation (manusia sebagai tertuduh) berusaha mencari bukti kebenaran Darwinisme dan pengikut-pengikutnya, melalui penelitian secara teliti dan mengumpulakn pemdapat para tentang perbedaan antara monyet dan kera perbedaan antara kera dan siamang, perbedaan siamang dan gorila, dan perbedaan gorila dengan manusia, baik secara fisiologi anatomis, maupun biologis. Akhirnya, P.P. Grasse menyimpulkan bahwa manusia dan kera berbeda. Dengan kata lain, pendapat Darwin, bahwa manusia merupakan keturunan kera itu tidak terbukti. Akhirnya Al-Qur’anlah yang mampu memberikan jawaban atas pertanyaan, “dari manusia berasal?” “Bagaimana manusia diciptakan?” “Bagaimana ia berkembang sehingga memiliki daya dan keagungan rohani, yang membedakannya dengan makhluk lain?” Sejak 14 abad yang lalu, Al-Qur’an telah menegaskan bahwa manusia bukanlah keturunan kera.
Manusia pertama (Adam) diciptakan dari tanah. Manusia terdiri atas materi dan roh, diciptakan dari tanah kemudia menjadi lumpur hitam yang diberi petunjuk lalu menjadi tanah kering seperti tembikar dan disempurnakan bentuknya. Allah meniupkan roh (ciptaanNya), maka terjadilah Adam. Dengan pencitpaan seperti itu, manusia dibedakan dari seluruh makhluk lainnya. Manusia memiliki kesamaan dengan hewan dalam sebagian besar karakteristik, dorongan emosi untuk mempertahankan diri, serta kemampuan untuk memahami dan belajar. Namun, ia berbeda dengan hewan dari karakteristik rohnya yang membuatnya cenderung mencari Allah dan menyembahnya. Manusia tersusun dari dua undur, yakni tubuh kasar dan roh halus. Dengan tubuhnya, manusia dapat bergerak dan merasakan segala sesuatu. menurut Dr. M. Utsman Najati, kata roh dalam Al-Qur’an mempunyai berbagai arti. Arti roh yang terdapat dalam ayat Al-Qur’an yang menguraikan penciptaan Adam a.s, adalah roh ciptaan Allah yang membuat manusia siap untuk mempunyai sifat yang luhur dan mengikuti kebenaran. Ia adalah unsur tinggi yang di dalamnya terkandung kesiapan untuk merelasikan hal-hal yang paling luhur dan sifat-sifat yang paling suci, hal ini membuat manusia siap untuk merencanakan garis-garis yang harus diikutinya dan menyempurnakan kemanusiannya dengan bersumber pada nilai hakiki. Dengan demikian, terjawablah pertanyaan tentang bagaimana manusia berkembang sehingga memiliki daya dan keagungan rohani yang membedakannya dengan makhluk lain.
Pada teori evolusi menururt perspektif barat sekuler, Pemikiran-pemikiran evolusi tentang nenek moyang bersama dan transmutasi spesies telah ada paling tidak sejak abad ke-6 SM ketika hal ini dijelaskan secara rinci oleh seorang filsuf Yunani, Anaximander. Pada masa pra Darwin, teori evolusi organik memperkirakan bahwa sejak kehidupan muncul di bumi, telah terjadi suatu proses berkesinambungan. Organisme yang hidup berasal dari bentuk-bentuk sebelumnya. Variasi-variasi yang besar adalah sabagai hasil respons makhluk hidup terhadap perubahan lingkungan. Respons ini berupa perubahan struktur dan fungsi tubuh makhluk individu hidup yang kemudian dilangsungkan kepada generasi selanjutnya melalui suatu proses pewarisan sifat yang telah mengalami perubahan itu. Sampai abad ke-18, paham yang berkembang adalah bahwa organisme adalah sebagai ciptaan Tuhan, sehingga dalam bahasan Biologi tentang “Asal-usul Kehidupan” disebut sebagai Teori Ciptaan Khusus (The Special Creation). Leewenhoek, meskipun dengan eksperimen yang menemukan Paraemecium dari potongan jerami yang direndam air selama 7 hari (sesuai dengan kitab Kejadian, saat Tuhan menciptakan dunia dan seisinya), menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda tak hidup, yang disebutnya dengan konsep generatio spontanea.
Pemikiran yang mulai berbeda dengan teori Ciptaan Khusus kemudian mulai digagas oleh beberapa orang ahli, seperti : Linnaeus mengelompokkan organisme berdasarkan kesamaan alat reproduksinya, dan manusia dimasukkan ke dalam kelompok kera (kera = Primata tidak berekor, monyet = Primata berekor). Buffon menyatakan bahwa hewan-hewan bersifat plastis. Variasi-variasi kecil yang dihasilkan lingkungan akan berakumulasi membentuk perbedaanperbedaan yang lebih besar. Setiap hewan pada jalur tipe-tipe hewan, berubah dari moyangnya yang keadaanya lebih sederhana. Cuvier menyatakan bahwa tipe-tipe baru spesies terbentuk setelah ada bencana. Setiap spesies tercipta secara terpisah. Georges Cuvier percaya bahwa bencana dan malapeteka yang terjadi di muka bumi akan mengikis kehidupan yang ada. Dalam setiap peristiwa bencana, selalu ada satu wilayah yang terhindar dari bencana. Kehidupan yang tersisa akan menyebar ke wilayah-wilayah lainnya. Cuvier meyakini bahwa ada kehidupan yang telah mengalami kepunahan.
Konsep-konsep yang berkembang pada tahapan masa adaptasi dan transformasi didasarkan atas adanya perbedaan antara makhluk satu dengan lainnya. Erasmus Darwin, yang tiada lain kakek Charles Robert Darwin, dalam bukunya “Zoonomia” menyatakan bahwa 9 kehidupan itu berasal dari asal mula yang sama. Respons fungsional yang dimiliki oleh individu makhluk hidup akan diwariskan kepada keturunannya. Lamarck, adalah biologiwan Perancis yang dikenal karena pendapatnya dalam teori tentang evolusi kehidupan. Dia menyatakan bahwa perbedaan- antar individu terjadi karena kebiasaan atau latihan-latihan yang dilakukan individu tersebut. Hal yang diperoleh melalui latihan dapat diturunkan kepada anaknya. Contoh yang dikemukakan adalah leher jerapah. Hewan ini memiliki leher yang panjang karena mulut di kepala selalu digunakan untuk meraih daun-daun pakannya yang semakin tinggi. Lamarck dikenal sebagai penggagas suatu bentuk teori evolusi kehidupan, yang kemudian dikenal sebagai Lamarckisme. Ia percaya akan adanya perubahan linear pada makhluk hidup dari bentuk tersederhana menuju bentuk yang lebih canggih. Walaupun demikian, ia mendasarkan pada pendapat yang telah berlaku sejak masa kuno yang menyatakan bahwa setiap spesies sudah ada sejak penciptaan kehidupan. Pemikiran ini bertentangan dengan banyak pendapat sarjana Perancis sezamannya, yang lebih condong pada perkembangan spesies. Ketika itu dinyatakan bahwa spesies-spesies terbentuk dalam perkembangan proses kehidupan, tidak “langsung jadi” begitu saja. Perubahan yang terjadi pada spesies adalah sebagai akibat respons mmakhluk hidup terhadap lingkungan (adaptasi). Anggota tubuh yang terlatih akan menguat, sementara yang tidak terpakai akan melemah dan tereduksi.
Charles Lyell mengemukakan adanya evolusi geologi. Teori ini berbicara mengenai perubahan ketinggian tanah, sedimen yang dibawa oleh air, perubahan partikel dan perubahan iklim. Dalam teori ini, organisme-organisme yang ada dianggap sebagai turunan hasil modifikasi spesies-spesies lain yang hidup di masa geologi sebelumnya.
Malthus menyatakan bahwa kenaikan produksi bahan makanan seperti fungsi deret hitung, sedangkan kenaikan jumlah penduduk (populasi) menurut fungsideret ukur. Karena pertumbuhan makanan tidak sebanding dengan pertumbuhan populasi, maka setiap individu makhluk hidup harus berjuang untuk mendapatkan makan sebagai prasyarat untuk mempertahankan hidup.
Dokumentasi fakta-fakta terjadinya evolusi dilakukan oleh cabang biologi yang dinamakan biologi evolusioner. Cabang ini juga mengembangkan dan menguji teori-teori yang menjelaskan penyebab evolusi. Kajian catatan fosil dan keanekaragaman hayati organisme-organisme hidup telah meyakinkan para ilmuwan pada pertengahan abad ke-19 bahwa spesies berubah dari waktu ke waktu. Namun, mekanisme yang mendorong perubahan ini tetap tidaklah jelas sampai pada publikasi tahun 1859 oleh Charles Darwin, On the Origin of Species yang menjelaskan dengan detail teori evolusi melalui seleksi alam. Karya Darwin dengan segera diikuti oleh penerimaan teori evolusi dalam komunitas ilmiah.
Alasan saya mengapa memilih materi mengenai sejarah teori-teori evolusi yakni karena dalam mempelajari evolusi asal-usul makhluk hidup dibutuhkan pemahaman terakait dasar awal mula sejarah perkembangan evolusi ini yang dapat diketahui dari beberapa teori-teori dari para ilmuan. Walaupun teori evolusi dari para ahli bertentangan dengan penganut agama, namun dari segi sience tidak ada salahnya dalam mengetahui perkembangan evolusi menurut para ahli dalam rangka menjadi ilmu baru dan pandangan baru yang dapat dipelajari lebih lanjut.
Kendala yang dihadapi saat mempelajari teori evolusi ini adalah konsep-konsep evolusi yang abstrak dan kompleks yang menjadi kendala dalam memahami materi ini. Teori evolusi yang begitu beragam dari para ilmuan, dimana sejarah teori evolusi pun akan berubah sering perkembangan zaman. Penelitian terbaru dari para ahli pun masih berupa hipotesis yang membuat dalam mempelajari ilmu evolusi menjadi sangat sulit. Upaya yang dilakukan dalam mengatasi kendala tersebut dengan membaca dan memahai konsep teori sejarah perkembangan evolusi dari para ahli dengan runtut dari awal pencetus teori pertama sampai teori terakhir yang banyak diyakini teorinya.
Metode atau pendekatan yang akan saya lakukan jika saya menjadi seorang guru dalam memberikan penjelasan mengenai sejarah teori evolusi ini dengan cara menampilkan video animasi berupa story telling dari teori para ahli agar para peserta didik mendapatkan gambaran mengenai teori evolusi yang ada. Saya merasa dengan menampilkan video animasi peserta didik akan lebih tertarik dan akan lebih mudah dalam memahami konsep sejarah teori evolusi. Story telling yang disajikan akan menceritakan secara detail bagaimana teori evolusi dari para ahli disertai dengan gambar penunjang. Biasanya, dalam mempelajari teori evolusi karena dianggap sebagai dasar, para pendidik hanya menyampaikan dengan singkat dan dengan metode ceramah yang menurut saya kurang efektif. Karena teori evolusi ini dasar dari rangkaian materi evolusi maka peserta didik harus dibekali dahulu dengan konsep dasarnya yakni sejarah teori perkembangan evolusi menururt para ahli. Jika konsep dasarnya sudah dikuasai oleh peserta didik maka peserta didik akan siap dalam mepelajari materi evolusi selanjutnya yang lebih kompleks lagi. Maka saran serta solusi yang saya berikan yakni dengan memaksimalkan pemahaman peserta didik pada materi dasar pada kasus ini yakni dalam mempelajari materi dari sejarah teori perkembangan evolusi dengan metode atau pendekatan dengan menampilkan video animasi story telling yang menceritakan rangkaian teori dari para ahli dan sejarah perkembangan evolusi yang terjadi.
Kesimpulan yang dapat diambil dalam mempelajari teori evolusi dari para ahli yakni teori tersebut pasti akan bersinggungan dengan ilmu agama yang diyakini namun teori dari para ahli ini tidak lain berupa dari penelitian yang sifatnya masih hipotesis yang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan baru akan dapat ditolak hipotesis tersebut. Dalam konsep sejarah teori perkembangan evolusi Al-Quran dapat memberikan jawaban dari segala pertanyaan mengenai asal-usul manusia di ciptakan. Manusia diciptakan lebih sempurna dari mahluk yang lainnya perlu kita ketahui dari mana asal usul kita, agar kita menyadari dari mana asal kita, untuk apa kita diciptakan ke bumi yang seluas ini. Tentunya dengan mengetahui semua itu, kita sebagai manusia akan lebih menjalankan semua tugas dan kewajiban kita dan sadar bahwa hanya kepada-Nya lah kita akan kembali. Tetapi terdapat suatu kesan bahwa persepsi barat tidak sama dengan teori AlQur’an, padahal sukses tidaknya penelitian tersebut ditentukan oleh akal dan wahyu sehingga apabila keduanya dipadukan akan mencapai sebuah kebenaran. Namun, bukan berarti teori perkembangan evolusi dari para ahli tidak patut untuk dipelajari. Teori evolusi dari para ahli perlu dipelajari dalam rangka untuk mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan dari masa lampau dimana para ahli tersebut mengemukakan teorinya dari waktu ke waktu mengenai perembangan evolusi ini. Teori-teori dari para hali ini juga berasal dari data-data yang ditemukan walaupun data tersebut tidak pernah lengkap karena sangat kompleks untk mengetahui perkembangan evolusi ini. Teori-teori perkembangan evolusi dari para ahli tersebut perlu dipelajari sebagai bahan referensi dan ilmu pengetahuan bagi para pelajar.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group