-
Yusnina posted
NAMA : YUSNINA
NIM : A1J120034
KELAS : A (PERMATA FORKOM)
UAS EVOLUSIEVOLUSI HEWAN VERTEBRATA
Vertebrata adalah kelompok hewan terkenal yang mencakup mamalia, burung, reptil, amfibi, dan ikan. Ciri khas vertebrata adalah tulang punggungnya, ciri anatomis yang pertama kali muncul dalam catatan fosil sekitar 500 juta tahun yang lalu selama periode Ordovisium . Berikut adalah berbagai kelompok vertebrata dalam urutan evolusinya.
A. Ikan Tanpa Rahang (Agnatha)
Vertebrata pertama adalah ikan tanpa rahang. Hewan mirip ikan ini memiliki lempengan tulang keras yang menutupi tubuhnya, dan seperti namanya, mereka tidak memiliki rahang. Selain itu, ikan purba ini tidak memiliki sirip berpasangan. Ikan tanpa rahang diperkirakan mengandalkan filter-feeding untuk menangkap makanan mereka, dan kemungkinan besar akan menyedot air dan kotoran dari dasar laut ke dalam mulutnya, melepaskan air dan limbah melalui insangnya. Ikan tanpa rahang yang hidup selama periode Ordovisium semuanya punah pada akhir periode Devonian . Meskipun masih ada beberapa spesies ikan yang tidak memiliki rahang (seperti lamprey, dan hagfish), spesies tanpa rahang modern ini bukanlah penyintas langsung dari Kelas Agnatha, melainkan sepupu jauh dari ikan bertulang rawan.
a. Kelas Agnatha
Sebagai contoh untuk kelas ini adalah subkelas Cyclostomata. Cyclostomata pada umumnya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.
1. Tubuh bulat panjang atau silindris, pada bagian ekornya berbentuk pipih. Bagian sirip punggung disokong oleh tulang rawan yang bentuknya, seperti jari-jari, kulit biasanya lunak dan licin karena mengandung kelenjar mukosa yang bersel satu atau uniseluler, tidak bersisik, dan tidak mempunyai sirip yang berpasangan.
2. Mulut atau biasa disebut cavum oris terletak ventro-anterior yang merupakan mulut penghisap, pada tepi mulut dilengkapi dengan tentakel dan pada bagian median terdapat sebuah rongga hidung.
3. Pada bagian dorso-posterior dari ekor terdapat sirip, mata terdapat sepasang, bentuknya besar terletak di sebelah lateral yang diliputi oleh lapisan kulit yang transparan dan di belakangnya terdapat celah-celah insang yang bentuknya bulat. Selanjutnya pada bagian tengah dari kedua sisi kanan dan kiri terdapat saluran yang berisi saluran indra peraba, saluran ini memanjang sampai bagian ekor.B. Ikan Bertulang (Osteichthyes)
Ikan bertulang pertama kali muncul pada akhir periode Silur. Mayoritas ikan modern termasuk dalam kelompok ini. (Perhatikan bahwa beberapa skema klasifikasi mengenali Kelas Actinopterygii daripada Osteichthyes.) Ikan bertulang terbagi menjadi dua kelompok: satu yang berevolusi menjadi ikan modern dan satu lagi yang berevolusi menjadi lungfish, ikan bersirip lobus, dan ikan bersirip berdaging. Ikan bersirip berdaging memunculkan amfibi. Kelas Osteichthyes, Jenis-jenis ikan yang termasuk dalam kelompok ini adalah ikan-ikan yang sudah mempunyai tulang sejati. Pada umumnya, kelompok osteichthyes, tubuhnya ber-sceleton tulang sejati, terbungkus oleh kulit yang dilengkapi dengan sisik, mempunyai bentuk mirip, seperti torpedo, bergerak atau berenang dengan menggunakan sirip dan bernapas dengan insang. Jumlah sisik untuk setiap individu selalu tetap, apabila ikannya tumbuh menjadi besar maka diikuti pula oleh pertumbuhan sisiknya. Pertumbuhan sisik pada ikan umumnya dipengaruhi oleh musim, dengan menghitung annulus, yaitu lingkaran pertumbuhan pada tubuh berupa garis radier yang jelas pada daerah yang beriklim subtropis, sedangkan pada musim-musim dingin pertumbuhan dari sisik radier hampir jelas terlihat. Berdasarkan lingkaran-lingkaran sisik, sebetulnya umur ikan dapat ditentukan dengan jalan menghitung lingkaran tumbuh pada sisik. Tetapi ada juga beberapa jenis ikan yang tidak mempunyai sisik, seperti ikan lele, ikan belut, ikan keting, dan sebagainya, umumnya pada ikan-ikan tersebut mempunyai lapisan mukus atau lendir yang lebih tebal daripada ikan yang bersisik, selain itu juga ada jenis ikan yang kulitnya dilengkapi dengan duri-duri contohnya pada ikan buntal. Di antara sisik-sisik lateral bagian kiri maupun kanan di sepanjang tubuh ikan terdapat saluran yang menembus sisik, biasanya berisi lendir dan ujung-ujung syaraf bebas, saluran tersebut biasanya disebut sebagai gurat sisi atau linea lateralis merupakan alat indra keenam.C. Amfibi (Amfibi)
Amfibi adalah vertebrata pertama yang menjelajah ke darat. Amfibi awal mempertahankan banyak karakteristik mirip ikan tetapi terdiversifikasi selama periode Karbon . Mereka tetap dekat dengan air, bagaimanapun, membutuhkan lingkungan yang lembab untuk menjaga kulit mereka tetap lembab dan menghasilkan telur seperti ikan yang tidak memiliki lapisan pelindung yang keras. Selain itu, amfibi menjalani fase larva yang seluruhnya akuatik; hanya hewan dewasa yang mampu bertahan hidup di habitat darat. Sebetulnya amphibia berasal dari kata amphi, artinya rangkap dan bios artinya kehidupan. Jadi, dapat dikatakan bahwa amphibia adalah hewan yang hidup melalui dua fase kehidupan, yaitu fase kehidupan di dalam air, keadaan ini pada umumnya disebut fase larva atau dalam istilah yang lebih populer disebut berudu. Kemudian, setelah fase di air selesai dilanjutkan fase kehidupan di darat. Hewan yang sudah dewasa mempunyai columna vertebralis dan dilengkapi pula adanya extremitas (anggota badan) dengan jari-jari atau disebut digiti yang bentuknya berbeda-beda, sedangkan kulit bentuknya lembut dan tidak mempunyai sisik ataupun rambut. Akan tetapi, kriteria semacam ini sering tidak dapat digunakan untuk species tertentu. Ada beberapa spesies yang mengalami modifikasi, bahkan ada pula yang tidak mengalami fase larva di dalam air dan sebaliknya ada beberapa jenis hewan dewasa yang tetap bertahan di dalam kehidupan air, contohnya Xyophus sp. Untuk membahas materi ini diambil contoh jenis katak (Rana sp.) yang mewakili kelas amphibia. Katak (Rana sp.) Tinjauan Umum Morfologi Katak, tubuh katak bentuknya hampir serupa pada masing-masing anggota katak, bentuknya menjadi lebih pendek. Hal ini disebabkan katak tidak mempunyai bagian ekor yang biasa disebut cauda. Dalam pembahasan ini dapat ditegaskan bahwa hewan-hewan yang hidup berenang dalam air tidak satu pun bagian leher yang jelas atau batas antara daerah caput (kepala) dan truncus (badan) tidak jelas. Bagian caput ujungnya tumpul, tanpa dilengkapi dengan moncong yang menonjol, pada bagian ini juga memiliki rima oris (mulut) yang bentuknya lebar biasanya berfungsi untuk memasukkan makanan. Pada bagian dorsal dari moncong terdapat sepasang nares atau lubang hidung yang kecil dan berfungsi dalam pernapasan. Sepasang mata atau disebut juga organon visus yang bulat ukurannya cukup besar dan bentuknya bulat menonjol. Organon visus atau mata dilengkapi juga dengan alat-alat, seperti:
a. palpebra superior, yaitu berupa lipatan kulit tebal pada bagian tepi atas dari mata;
b. palpebra inferior, yaitu berupa lipatan kulit tebal pada bagian tepi bawah dari mata;
c. membrana nictitans adalah berupa lipatan kulit yang tipis dan transparan terletak pada bagian tepi bawah mata, ini dapat ditarik hingga dapat menutupi seluruh permukaan mata.
Pada bagian dekat sebelah caudal dari organ mata terdapat bagian yang membulat yang berupa kulit disebut membrana tympani. Organ ini merupakan bagian dari alat pendengaran dan tidak dimiliki oleh kelompok ikan. Bagian truncus atau badan dari katak bentuknya pendek. Adapun lubang cloaca terletak di bagian terakhir dari badan. Seperti pada jenis hewan vertebrata terrestrial yang lain, tubuh katak mempunyai dua pasang extremitas, yaitu sepasang extremitas anterior yang bentuknya pendek, tetapi mempunyai bagian-bagian yang jelas karena dilengkapi dengan adanya persendian. Adapun bagian-bagian extremitas anteriornya, adalah:
a. brachium (lengan atas);
b. antebrachium (lengan bawah);
c. manus (telapak tangan);
d. carpus (pergelangan tangan) yang dilengkapi dengan metacarpus dan phalangus atau digiti, yaitu merupakan jari-jari yang jumlahnya masing- masing ada 5 buah. Di antara jari-jari biasanya terdapat selaput yang berfungsi untuk berenang dan disebut webs (selaput renang). Kemudian, pada bagian belakang terdapat extremitas posterior yang bentuknya lebih besar, bila dibandingkan dengan extremitas anterior. Adapun bagian-bagian dari extremitas posterior, adalah:
a. femur (paha);
b. crus (betis);
c. pes (telapak kaki) yang terdiri atas metatarsus dan phalangus atau jari-jari disebut juga sebagai digiti yang jumlahnya 5 buah.D. Reptil (Reptilia)
Reptil muncul selama periode Karbon dan dengan cepat mengambil alih sebagai bentuk dominan vertebrata darat. Reptil membebaskan diri dari habitat air di mana amfibi tidak. Reptil mengembangkan telur bercangkang keras yang dapat diletakkan di lahan kering. Mereka memiliki kulit kering yang terdiri dari sisik yang berfungsi sebagai pelindung dan membantu mempertahankan kelembapan. Reptil mengembangkan kaki yang lebih besar dan lebih kuat daripada amfibi. Penempatan kaki reptil di bawah tubuh (bukan di samping seperti pada amfibi) memungkinkan mobilitas yang lebih besar. Reptilia adalah kelompok hewan yang hidupnya bergerak dengan cara merayap, oleh karena itu disebut juga sebagai hewan melata. Reptilia juga merupakan sekelompok hewan dari vertebrata yang tempat hidupnya menyesuaikan di tempat kering sehingga proses penandukan kulit atau disebut proses cornificatio dimaksudkan untuk menjaga agar tidak banyak kehilangan cairan tubuh. Kelas reptilia yang masih ada sekarang terbagi menjadi 4 ordo, yang masing-masing adalah sebagai berikut.
a. Ordo Chelonia
Sebagai contoh ordo ini adalah penyu dan kura-kura. Chelonia bentuk tubuhnya relatif lebih pendek dan melebar biasanya dilengkapi juga dengan dua pasang kaki yang bersifat pentadactil artinya terdiri atas lima jari-jari dengan kuku-kuku yang kuat. Bentuk kaki pada kura-kura yang hidup di laut telah mengalami modifikasi, menjadi menyerupai sirip sehingga bentuknya mirip, seperti dayung. Pada mulut tidak terdapat gigi, bentuk rahang tertutup oleh paruh yang tajam yang terbentuk dari bahan tanduk, lubang pelepasannya terletak di bagian ventral badan dan berupa celah yang panjang. Hewan-hewan dalam kelompok Chelonia mempunyai ciri khas, yaitu adanya kulit keras yang menutupi bagian dorsal tubuhnya, bagian kulit itu disebut carapax, sedangkan pada bagian ventral disebut plastron. Kulit keras ini biasanya terdiri atas lapisan tulang yang diselubungi oleh bahan tanduk yang mempunyai bentuk dan susunan hampir sama pada sebagian besar jenis- jenisnya. b. Ordo Rhynchocephalia
b. Ordo rhynchocephalia
hanya memiliki satu jenis saja, yaitu Sphenodon punctatum yang hidup di New Zealand, oleh sebab itu hewan tersebut sering disebut sebagai fosil hidup. Hal ini juga karena hewan ini hanya satu-satunya dari ordo rhynchocephalia dan sifatnya masih primitif terutama struktur tubuhnya sehingga hewan ini dikatakan sebagai hewan yang tertua yang dikenal sekarang.
c. Ordo Squamata
Hewan yang termasuk dalam ordo ini adalah kadal dan ular, hewan ini diduga masih satu nenek moyang dengan Sphenodon punctatum. Kulit ular dan kadal pada umumnya diliputi oleh lapisan squama epidermal yang bentuknya sudah menanduk, tetapi kadang-kadang di bagian bawahnya disokong oleh lamina dermalis yang menulang.
E. Burung (Aves)
Suatu saat selama periode Jurasik awal , dua kelompok reptil memperoleh kemampuan untuk terbang; salah satu dari kelompok ini kemudian melahirkan burung. Burung mengembangkan berbagai adaptasi, seperti bulu, tulang berongga, dan berdarah panas yang memungkinkan untuk terbang. Aves adalah bangsa unggas atau bangsa burung. Hewan ini paling mudah dikenal oleh manusia karena terdapat atau hidup di mana-mana. Bangsa burung umumnya aktif di siang hari dan bentuknya sangat menarik karena burung tubuhnya ditutupi oleh bulu-bulu yang indah. Mempunyai dua pasang anggota badan atau extremitas. Extremitas anterior jumlahnya sepasang, tetapi sudah mengalami modifikasi menjadi sayap, sedangkan extremitas posterior bentuknya disesuaikan dengan kebiasaan burung untuk hinggap di pohon dan untuk berenang yang biasanya dilengkapi dengan selaput renang (web), setiap kaki memiliki 4 jari dan dilengkapi dengan cakar yang dibungkus oleh kulit yang menanduk dan sedikit mempunyai sisik. Bentuk luar tubuh burung mempunyai bagian-bagian sebagai berikut.
a. Tubuh terdiri atas caput atau bagian kepala, collum atau cervix yang biasa disebut sebagai leher yang bentuknya panjang, mudah digerakkan ke berbagai arah dilindungi oleh bulu-bulu halus.
b. Mulut mempunyai rostrum atau paruh yang dibangun oleh maxilla pada bagian atas dan mandibulla pada bagian bawah.
c. Pada bagian atas paruh terdapat lubang hidung yang terdiri atas nares interna pada sebelah dalam dan nares externa terletak di sebelah luar.
d. Pada basis rostrum atau paruh bagian atas terdapat suatu tonjolan kulit yang lunak yang disebut dengan cerome.
e. Mata atau organon visus, dikelilingi oleh kulit yang berbulu mempunyai ukuran yang cukup besar terletak di sebelah lateral dari kepala, dan mata dilengkapi oleh iris yang berwarna agak Jingga ke merah-merahan. Selain itu pada mata juga terdapat pupil yang bentuknya relatif besar bila dibandingkan dengan besarnya mata. Sedangkan membrana nictitans terdapat pada bagian sudut medial mata yang biasanya dapat ditarik menutupi mata.
f. Pada bagian belakang di bawah kedua pasang mata atau di sebelah dorso- caudal dari mata terdapat porus acusticus externus atau lubang telinga luar, sedang membrana tympani terdapat di bagian dalamnya yang berfungsi untuk menangkap getaran suara.
g. Truncus atau badan ditumbuhi oleh bulu-bulu yang biasanya memiliki warna yang indah, cauda atau ekor bentuknya pendek biasanya dikenal dengan uropygium. Bulu-bulu yang menutupi ekor disebut rectrices. Pada uropygium pada bagian dorsal terdapat kelenjar minyak yang disebut glandulla uropygealis yang berfungsi untuk meminyaki bulu-bulu agar tetap mengkilap.
h. Bangsa burung dalam melakukan gerakan terutama pada waktu terbang dilakukan dengan menggunakan sayap dan bila berjalan dengan menggunakan kaki. Selain itu cauda atau ekor berfungsi sebagai pengemudi pada waktu terbang.
F. Kelas Mamalia
Mamalia adalah merupakan kelompok hewan yang paling tinggi derajatnya dalam golongan hewan. Hewan pada kelompok mamalia mempunyai glandula mammae yang menghasilkan air susu, untuk diberikan kepada anaknya. Hewan- hewan yang termasuk dalam kelompok ini, antara lain tikus, kelelawar, kucing, kera, ikan paus, kuda, kijang, sapi, kerbau, dan lain-lain. Termasuk juga manusia atau Homo sapiens. Pada manusia menarik untuk dipelajari terutama karena susunan, bentuk dan fungsi struktur tubuhnya. Pada mamalia umumnya bagian-bagian tubuhnya dapat dibedakan dengan nyata, seperti caput atau kepala, truncus atau badan dan cauda atau bagian ekor. Antara caput dengan truncus atau badan dihubungkan dengan jelas oleh leher. Khususnya pada manusia tidak terdapat dari porus acusticus externa atau umumnya disebut lubang telinga luar yang kemudian masuk ke organ pendengaran. Bagian truncus atau badan dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu thorax atau bagian dada, abdomen atau bagian perut, dorsum atau dorsal adalah bagian punggung, glutea adalah bagian pantat dan bagian pireneum, yaitu daerah sempit antara lubang anus dan urogenitalis. Pada permukaan ventral di bagian kanan dan kiri dari linea median terletak glandula mamae. Adapun di bagian belakang dari truncus terdapat ekor dan anus yang terletak di sebelah ventral dasar cauda atau ekor.
Periode ini adalah periode di mana berbagai kelompok hewan mengalami diversifikasi yang sangat cepat. Fosil yang paling primitif adalah fosil dari Haikouella yang mirip dengan lancelet. Namun, hewan ini juga memiliki karakteristik Vertebrata (walaupun belum termasuk Vertebrata), yaitu otak yang telah berkembang, mata berukuran kecil, dan segmen-segmen otot pada tubuh, akan tetapi hewan ini tidak mempunyai tengkorak kepala dan organ-organ telinga. Dimana dari penjelasan sebelumya dapat diketahui bahwa Hewan verterbrata juga mengalami evolusi Evolusi vertebrata dimulai dari evolusi Chordata Chordata mengalami evolusi membentuk tulang belakang Selanjutnya hewan bertulang belakang disebut Vertebrata. Vertebrata paling primitive tidak memiliki rahang. Selanjutnya hewan tersebut terus berevolusi sebagai bentuk adaptasinya. Kelas pertama yang muncul adalah Pisces Selanjutnya Pisces berevolusi sehingga muncul Amphibi Amphibi adalah Vertebrata pertama yang mampu hidup di darat Selanjutnya Amphibi berevolusi sehingga muncul Reptil. Muncul pula reptile bersayap sebagai nenek moyang Aves khirnya muncul mamalia.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group