-
Nurul Azmina posted
Nama : Nurul Azmina
Semester/Kelas : 6/A
NIM : 2224200033
Materi : Sejarah dan Perkembangan EvolusiEvolusi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah perubahan (pertumbuhan dan perkembangan) secara berangsur-angsur dan perlahan-lahan atau sedikit demi sedikit. Dengan kata lain, evolusi dapat diartikan sebagai perubahan dengan perlahan-lahan. Evolusi merupakan kata yang berasal dari bahasa latin yang artinya ”membuka gulungan” atau ”membuka lapisan” yang kemudian bahasa itu diserap menjadi bahasa inggris yaitu evolution yang artinya perkembangan secara bertahap. Evolusi adalah teori dalam biologi yang membuktikan bahwa makhluk hidup yang tinggal di bumi berasal dari jenis-jenis yang sudah ada sebelumnya. Dalam biologi, evolusi merupakan cabang ilmu yang mempelajari mengenai perubahan-perubahan yang terjadi secara berangsur-angsur menuju kesesuaian dengan waktu dan tempat yang berada di sekitar. Perubahan generasi ke generasi pada teori evolusi menurunkan sifat yang berbeda dari nenek moyang yang berlangsung dalam waktu ke waktu. Sebagai ilmu pengetahuan, kajian evolusi didasarkan oleh keanekaragaman dan keseragaman makhluk hidup dalam tingkat komunitas, yang kemudian dalam perkembangan berikutnya didukung oleh data-data penemuan fosil. Evolusi menerangkan bahwa spesies makhluk hidup akan berubah dari waktu ke waktu yaitu dari zaman kuno hingga modern. Perubahan spesies ini tentunya didukung oleh waktu dan keadaan atau kondisi alam, di mana setiap spesies akan selalu beradapatasi dengan lingkungan untuk mempertahankan hidupnya.
Teori evolusi identik dengan Charles Darwin. Ketika ia berusia 22 tahun, ia melakukan ekspedisi bersama dengan HMS Beagle menggunakan kapal inggris berlayar ke seluruh dunia. Ekspedisi Charles Darwin ke seluruh dunia menghabiskan waktu sekitar 5 tahun. Ketika berlayar dan melakukan perjalanan yang panjang, Darwin mengobservasi keanekaragaman hayati berdasarkan bentuknya dan yang didapatkan adalah sebagai berikut.
• Observasi 1: Individu dalam populasi memiliki karakteristik bervariasi yang sifatnya dapat diturunkan.
• Observasi 2: Organisme memproduksi keturunan lebih daripada daya dukung lingkungan
• Inferensi 1: Individu yang sesuai dengan lingkungannya akan memproduksi keturunannya lebih banyak daripada individu lain.
• Inferensi 2: Seiring waktu, sifat yang menguntungkan akan terakumulasi dalam populasiDari hasil observasi, Darwin menyimpulkan bahwa organisme itu mampu beradaptasi terhadap lingkungannya. Selain itu, Darwin juga menyimpulkan bahwa setiap organisme mampu meneruskan atau mewariskan sifat unggul yang dimilikinya kepada keturunannyamelalui proses reproduksi. Kesimpulan Darwin ini dibuat dengan 2 kata kunci yaitu seleksi alam (natural selection) dan adaptasi (adaptation). Dari pengamatan dan observasi Darwin,organisme itu dapat beradaptasi dan berkembang dengan sendirinya dengan kemampuannya seiring berjalannya waktu. Seleksi alam oleh Darwin diajukan untuk menerapkan mekanisme perubahan evousioner di mana langkah mekanisme tersebut dipaparkan sebgaia berikut.
• Anggota populasi memiliki variasi sifat yang akan melewati proses seleksi alam (keadaan lingkungan yang tidak menunjang).
• Anggota populasi yang mampu bertahan hidup (beradaptasi) akan mampu melakukan reproduksi dengan membawa sifat unggul daripada individu lain.
• Seiring berjalan waktu, proporsi sifat yang menguntungkan (mampu beradaptasi) akan meningkat dalam populasi dan yang tidak memiliki sifat tersebut akan musnah.
Proses seleksi alam pada teori evolusi menjadi salah satu konsep atau proses beerlangsunya perubahan yang dialami oleh organisme terhadap lingkungan yang berubah setiap waktu. Organisme yang bertahan akan mewariskan sifatnya ke keturunanya dan akan terus berkembang ketika reproduksi terjadi, tetapi sebaliknya apabila organisme itu tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan, maka organisme akan punah dan dapat menghentikan sifatnya atau tidak dapat diwariskan ke keturunannya. Teori Darwin tentang pemikiran evolusi makhluk hidup berdasarkan pengamatan yang ia lakukan yang kemudian dianalisa sehingga muncul konsep-konsep adaptasi dan seleksi alam. Pemikiran Darwin tidak langsung sepenuhnya diterima, melainkan dikaji terlebih dahulu hingga sekitar tahun 1940 teori Darwin ini diterima sepenuhnya. Teori evolusi Darwin dijadikan produk pengkajian fenomena alam secara ilmiah sampai pernyataan bahwa sains pada hakikatnya adalah proses dan produk di mana produk sains merupakan hasil dari proses sains itu sendiri muncul. Tahapan Darwin dalam mengamati dan mengobservasi makhluk hidup tentunya tidak sellau berjalan dengan mulus, banyak hambatan yang terjadi pada proses pengkajiannya hingga berhasil membuktikan bagaimana teori evolusi berlangsung.
On The Origin of Species yang merupakan buku terbitan Inggris pada tahun 1959 milik Dawin menceritakan asal-usul Darwin menyatakan teori evolusi. Mekanisme perubahan spesies menjadi spesies lain dikaji oleh Darwin dengan usaha semaksimal mungkin. Pengikut Darwin yaitu Darwinisme menganggap mekanisme Darwin sebagai acuan mereka bahwa manusia berasal dari keturunan kera. Atas Darwinisme tersebut, P.P. Grasse dalam bukunya L’homme Accusation (manusia sebagai tertuduh) berusaha mencari bukti kebenaran Darwinisme dan pengikut-pengikutnya, melalui penelitian secara teliti dan mengumpulakn pemdapat para tentang perbedaan antara monyet dan kera perbedaan antara kera dan siamang, perbedaan siamang dan gorila, dan perbedaan gorila dengan manusia, baik secara fisiologi anatomis, maupun biologis. Akhirnya, P.P. Grasse menyimpulkan bahwa manusia dan kera berbeda. Dengan kata lain, pendapat Darwin, bahwa manusia merupakan keturunan kera itu tidak terbukti. Pada masa pra Darwin, teori evolusi organik memperkirakan bahwa sejak kehidupan muncul di bumi, telah terjadi suatu proses berkesinambungan. Organisme yang hidup berasal dari bentuk-bentuk sebelumnya. Variasi-variasi yang besar adalah sabagai hasil respons makhluk hidup terhadap perubahan lingkungan. Teori Darwin merupakan teori yang paling populer dengan segala kajiannya karena ia mengobservasi sendiri apa yang sebenarnya terjadi di lapangan di mana ia sudah berada di lapangan dan berlayar selama 5 tahun. Darwin memiliki pengetahuan dan pengalaman yang cukup untuk membuktikan bagaimana teori evolusi bekerja.
Ada beberapa tahap sejarah mengenai teori evolusi yang dimulai dengan masa pra Darwin. Masa pra Darwin sendiri digolongkan menjadi 2 tahapan yang diantaranya :
1. Masa fikisme
Adapun konsep-konsep yang berkembang pada saat masa fikisme yaitu:• Sampai abad ke-18, paham yang berkembang adalah bahwa organisme adalah sebagai ciptaan Tuhan, sehingga dalam bahasan Biologi tentang 8 “Asal-usul Kehidupan” disebut sebagai Teori Ciptaan Khusus (The Special Creation). Leewenhoek, meskipun dengan eksperimen yang menemukan Paraemecium dari potongan jerami yang direndam air selama 7 hari (sesuai dengan kitab Kejadian, saat Tuhan menciptakan dunia dan seisinya), menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda tak hidup, yang disebutnya dengan konsep generatio spontanea.
• Adanya kelainan atau cacat tubuh adalah sebagai kutukan, jadi bukanlah sebagai perubahan makhluk hidup yang dilatarbelakangi oleh seleksi alam maupun perubahan genetik (mutasi) makhluk hidup.
Pemikiran yang mulai berbeda dengan teori Ciptaan Khusus kemudian mulai digagas oleh beberapa orang ahli, seperti :
• Linnaeus mengelompokkan organisme berdasarkan kesamaan alat reproduksinya, dan manusia dimasukkan ke dalam kelompok kera (kera = Primata tidak berekor, monyet = Primata berekor).
• Buffon menyatakan bahwa hewan-hewan bersifat plastis. Variasi-variasi kecil yang dihasilkan lingkungan akan berakumulasi membentuk perbedaanperbedaan yang lebih besar. Setiap hewan pada jalur tipe-tipe hewan, berubah dari moyangnya yang keadaanya lebih sederhana.
• Cuvier menyatakan bahwa tipe-tipe baru spesies terbentuk setelah ada bencana. Setiap spesies tercipta secara terpisah. Georges Cuvier percaya bahwa bencana dan malapeteka yang terjadi di muka bumi akan mengikis kehidupan yang ada. Dalam setiap peristiwa bencana, selalu ada satu wilayah yang terhindar dari bencana. Kehidupan yang tersisa akan menyebar ke wilayah-wilayah lainnya. Cuvier meyakini bahwa ada kehidupan yang telah mengalami kepunahan.2. Masa adaptasi dan transformasi
Para ahli menyatakan teori evolusi masa ini didasarkan atas adanya perbedaan antara makhluk satu dengan lainnya. Erasmus Darwin, yang merupakan kakek Charles Robert Darwin, dalam bukunya “Zoonomia” menyatakan bahwa 9 kehidupan itu berasal dari asal mula yang sama. Respons fungsional yang dimiliki oleh individu makhluk hidup akan diwariskan kepada keturunannya.
• Lamarck
Lamarck, seorang biologiwan Perancis yang dikenal karena pendapatnya dalam teori tentang evolusi kehidupan. Dia menyatakan bahwa perbedaan antar individu terjadi karena kebiasaan atau latihan-latihan yang dilakukan individu tersebut. Hal yang diperoleh melalui latihan dapat diturunkan kepada anaknya. Contohnya leher jerapah. Hewan ini memiliki leher yang panjang karena mulut di kepala selalu digunakan untuk meraih daun-daun pakannya yang semakin tinggi. Lamarck dikenal sebagai penggagas suatu bentuk teori evolusi kehidupan, yang kemudian dikenal sebagai Lamarckisme. Ia percaya akan adanya perubahan linear pada makhluk hidup dari bentuk tersederhana menuju bentuk yang lebih canggih. Walaupun demikian, ia mendasarkan pada pendapat yang telah berlaku sejak masa kuno yang menyatakan bahwa setiap spesies sudah ada sejak penciptaan kehidupan. Pemikiran ini bertentangan dengan banyak pendapat sarjana Perancis sezamannya, yang lebih condong pada perkembangan spesies. Ketika itu dinyatakan bahwa spesies-spesies terbentuk dalam perkembangan proses kehidupan, tidak “langsung jadi” begitu saja. Perubahan yang terjadi pada spesies adalah sebagai akibat respons mmakhluk hidup terhadap lingkungan (adaptasi). Anggota tubuh yang terlatih akan menguat, sementara yang tidak terpakai akan melemah dan tereduksi. Hasil adaptasi (sedikit demi sedikit) ini lalu diwariskan secara turun-temurun kepada anaknya dan berlanjut ke geneari-generasi selanjutnya Semenjak Charles Darwin dan Alfred Wallace mengemukakan teori mereka, teori Lamarck sering kali disitir untuk menyanggah pendapat Darwinisme tentang seleksi alam. Pertentangan pemikiran ini baru tuntas setelah cabang ilmu Genetika semakin dikenal orang pada abad ke-20. Konsep-konsep genetika banyak memberi dukungan pada Darwinisme. Para pendukung materialisme, pemikiran yang berkembang pesat di akhir abad ke-19, menganggap Lamarckisme sesuai dengan ideologi mereka, dan melahirkan Neo-Lamarckisme. Kaum ini menolak teori evolusi Darwin, mengadopsi Lamarckisme.
• Charles Lyell
Charles Lyell mengemukakan mengenai adanya evolusi geologi. Teori ini berbicara mengenai perubahan ketinggian tanah, endapan yang dibawa oleh air, perubahan partikel dan perubahan iklim. Dalam teori ini, organisme-organisme yang ada dianggap sebagai turunan hasil modifikasi spesies-spesies lain yang hidup di masa geologi sebelumnya.
• Malthus
Malthus menyatakan bahwa kenaikan produksi bahan makanan seperti fungsi deret hitung, sedangkan kenaikan jumlah penduduk (populasi) menurut fungsideret ukur. Karena pertumbuhan makanan tidak sebanding dengan pertumbuhan populasi, maka setiap individu makhluk hidup harus berjuang untuk mendapatkan makan sebagai prasyarat untuk mempertahankan hidup.Secara garis besar ada beberapa kategori evolusi, yakni:
• Evolusi progresif, adalah evolusi yang mengarah pada kemungkinan populasi suatu spesies dapat bertahan hidup.
• Evolusi regresif, ini merupakan evolusi yang mengarah pada kemungkinan populasi suatu spesies menjadi punah.
• Evolusi divergenevolusi konvergen, adalah perubahan pada organ yang berbeda pada spesies-spesies yang memiliki hubungan kekerabatan jauh menuju kesamaan fungsi organ tersebut. Itu merupakan perubahan dari satu spesies menjadi banyak spesies baru.Menurut Teilhard de Chardin proses evolusi dibedakan menjadi 3 tahap, seperti berikut.
• Tahap Geosfer atau tahap pra-hidup, merupakan tahap perubahan yang poinnya menyangkut mengenai perubahan tata surya.
• Tahap Biosfer, dijelaskan bahwa pada tahap geosfer yang menjadi masalah adalah adanya “loncatan” dari materi tak hidup menjadi materi hidup, maka pada tahap biosfer ini yang menjadi poin permasalahan adalah “loncatan” munculnya manusia.
• Tahap Nesosfer, tahap ini merupakan tahapan bahwa manusia terjadi evolusi kesadaran batin yang semakin maju. Dengan cara menghubungkan keanekaragaman kehidupan dengan mekanisme penyebab alaminya, Darwin memberikan suatu dasar ilmiah yang jelas bagi ilmu biologi. Sebagaimana yang dikatakan Darwin dalam alinea penutup bukunya The Origin of Spesies, “Ada keagungan dalam kehidupan dilihat dari sudut pandang ini”.Ketika saya menjadi sorang guru atau tutor, saya akan memberikan materi mengenai sejarah dan perkembangan evolusi dengan berbagai cara, diantaranya : Saya akan mencoba untuk peserta didik mencari sendiri sumber literature mengenai sejarah dan perkembangan evolusi. Kemudian, nantinya peserta didik akan mendemonstrasikan apa yang mereka pelajari. Setelah mendemonstrasikan, pastilah banyak perbedaan apa yang disampaikan oleh peserta didik satu dengan yang lainnya. Selanjutnya peserta didik diminta menganalisis apa perbedaan yang muncul mengenai materi demonstrasi tersebut. Setelah menemukan apa saja perbedaan, baru kami mendiskusikan mengenai kebenarannya.
Kesulitan dan hambatan dalam mempelajari materi sejarah dan perkembangan evolusi ini adalah mengenai tahapan-tahapan sejarah dari awal hingga akhir. Sejarah dan perkembangan evolusi tentunya menyatakan bahwa evolusi ini berubah dari waktu ke waktu, tetapi banyak ahli yang menyatakan faktornya berbeda-beda. Proses dari mereka menyatakan pendapatnya yang masih saya belum paham karenaa jarang sekali studi literaur yang menuliskan tahun mereka berpendapat, sehingga masih belum terperinci mempelajari sub materi ini. Saya mencoba untuk mencari berbagai sumber literature yang mungkin bisa menjadi bahan acuan saya dalam penulisan ini dan memahami betul bagaimana perkembangan evolusi dari waktu ke waktu. Saran dan solusi lain yang mungkin kita dapat sharing dengan teman-teman yang lebih berfokus dengan sejarah misalnya dengan mahasiswa pendidikan sejarah. Mempelajari sesuatu tidak hanya dapat dilakukan dengan diri sendiri tetapi kita bisa bersosialisasi dengan teman-teman dengan jurusan lain untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih. Kita juga harus bisa mencoba mencari studi literature dengan berbagai cara, seperti mencari pada e-modul atau bahkan buku-buku sejarah yang mengkhususkan mengenai teori evolusi.
Setelah mempelajari sejarah dan perkembangan evolusi, disimpulkan bahwa materi ini cukup penting dipelajari. Hal ini karena sejarah dan perkembangan evolusi ada kaitannya dengan diri kita sendiri. Bagaimana dan dari mana sebenarnya makhluk hidup berasal. Alasan-alasan mengapa muncul makhluk hidup ini dan makhluk hidup itu, mengapa mereka berbeda. Materi ini sangat menarik untuk dipelajari karena dengan ini mempelajarinya, kita dapat mengetahui bahwa pada zaman dahulu ada orang yang mencari tahu bagaimana proses evolusi pada makhluk hidup. Dalam kehidupan dan kaitannya dengan materi ini, kita harus bisa lebih bersyukur bahwa kita tidak hidup sendiri, melainkan banyak organisme lain yang hidup berdampingan. Kita dapat berinteraksi dan bersosialisasi. Walaupun berbeda dengan makhluk lain, tetapi kita harus bisa menyayangi mereka.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group