Profile Photo

Anggita Wulan PurnamaOffline

    • Profile picture of Anggita Wulan Purnama

      Anggita Wulan Purnama posted

      • 3 years, 3 months ago

      Nama : Anggita Wulan Purnama
      NIM : 2224200029
      Kelas : 6A
      Ujian Akhir Semester Evolusi

      Materi : Evolusi Protista
      Dalam membahas materi ini, tentunya ada alasan ketertarikan. Karena Protista bukanlah mikroorganisme yang tercakup dalam tumbuhan, hewan ataupun jamur, Protista merupakan mikroorganisme tersendiri dengan ciri eukariotik, memiliki membrane inti sel, reticulum endoplasma, badan golgi dan mitokondria. Sebelum membahas lebih jauh mengenai evolusi Protista, kita membahas evolusi terlebih dahulu. Evolusi adalah perubahan seiring waktu dalam warisan genetik suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. evolusi proses yang menghasilkan keragaman hayati dan perubahan dalam spesies sepanjang sejarah kehidupan di Bumi. Evolusi terjadi karena selesi alam. Seleksi alam terjadi ketika individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan dalam suatu lingkungan tertentu memiliki peluang yang lebih besar untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Sehingga sifat-sifat yang tidak bisa bertahan hidup akan lebih sering diturunkan ke generasi berikutnya, sedangkan sifat-sifat yang kurang menguntungkan akan kurang umum atau bahkan hilang dari populasi. Secara keseluruhan, evolusi adalah prinsip dasar dalam biologi yang menjelaskan bagaimana keanekaragaman hayati berkembang seiring waktu dan bagaimana spesies beradaptasi dengan lingkungan mereka. Awal kemunculan Protista yaitu sekitar dua milyar tahun yang lalu yang dibuktikan pada fosil prekambrian. Semua jenis Protista adalah eukariotik. Protista sangat berbeda dengan prokariotik, karena Protista memiliki inti sel yang terbungkus membrane, mitokondria, kloroplas, sistem endomembrane, dan sitoskeleton. Dasar bukti yang membuktikannya adanya evolusi Protista yaitu ditandai dengan kloroplas dan mitokondria yang diduga evolusi bakteri prokariotik yang bergabung secara endosimbiorik. Baik mitokondria ataupun kloroplas memiliki genom yang terdiri dari molekul DNA sirkuler, RNA dan ribosom. Adanya revolusi oksigen dianggap menjadi perubahan kehidupan dibumi karena mengakibatkan Protista anaerob menjadi musnah karena tidak mampu beradaptasi dengan habitat aerob, beradaptasi tetap menjadi anaerob namun hidup di lumpur, dan bersimbiosis dengan prokariot yan lain yang membentuk kehidupan baru sebagai sel eukariotik atau yang dikenal sebagai protista
      Hipotesis yang umum yaitu hipotesis endosymbiosis yang mendukung evolusi ini. Hipotesis endosymbiosis mengatakan bahwa evolusi sel eukariotik melibatkan sel nenek moyang yang saling bebas. Para simbion nenek moyang masuk ke sel inang sebagai makanan yang tidak bisa dicerna yang bekerjasama disebut endosymbiosis. Telah dilakukan eksperimental hipotesis endosymbiosis yang menghasilkan bahwa mitokondria dan kloroplas ditemukan dalam sel eukariotik ternyata mempunyai genom tersendiri yang berbentuk sirkular sebgaiaman halnya pada prokariotik dan juga mempunyai mesin sintesis protein yang terpisah dari inti, namun asal usul struktur pergerakan eukariotik masih sulit dibuktikan. Hipotesis endosymbiosis juga belum bisa membuktikan asal usul inti sel. Kekunoan beberapa jenis protista, bagaimanapun, telah cukup. Rhodophytes (ganggang merah) mungkin telah muncul sejak 1,9 miliar tahun yang lalu, di Prakambrium, meskipun sebagian besar fosil mereka berasal dari periode geologi yang lebih baru. Radiolaria dan berbagai protista ganggang hijau juga memiliki asal-usul di akhir Prakambrium (1,2 miliar hingga 1,3 miliar tahun lalu). Foraminifera, dinoflagellata, haptofit, dan beberapa ganggang coklat (phaeophyta) berasal dari pertengahan Era Paleozoikum (sekitar 300 juta hingga 400 juta tahun yang lalu). Perwakilan dari berbagai jenis protista, termasuk diatom yang ada di mana-mana , telah ditemukan sebagai fosil dari periode Era Mesozoikum (100 juta hingga 200 juta tahun lalu). Untuk sebagian besar abad ke-20, kemungkinan hubungan timbal balik filogenetik antara protista diselidiki terutama dengan mikroskop elektron . Karakteristik ultrastruktur serupa yang ditunjukkan oleh organisme yang tampaknya beragam menyebabkan perubahan besar dalam sistematika subkingdom Protista. Informasi filogenetik disimpulkan dari organel mikrofibrilar dan mikrotubular yang terkait dengan badan basal (kinetosom) dari semua protista berflagel dan bersilia, mastigonemes, atau “rambut” flagela, ditemukan di banyak flagela, terutama protista alga, konfigurasi krista yang dibentuk oleh pelipatan membran dalam mitokondria; karakteristik plastida, termasuk jumlah selaput atau selubung yang mengelilinginya; sistem sitoskeletal mikrotubular tidak terkait langsung dengan silia dan flagella, ekstrusom, dan dinding sel dan dinding dan membran berbagai spora, kista, tes, dan loricae.
      Protista adalah kelompok organisme eukariotik yang tidak termasuk dalam kelompok hewan, tumbuhan atau jamur (fungi). Protista terdiri dari banyak organisme yang berbeda, termasuk beberapa kelompok yang pernah disebut kerajaan terpisah, seperti protozoa, alga, dan jamur lendir. Tetapi ketika sistem klasifikasi berubah dan lebih banyak informasi tersedia, banyak anggota protista dipindahkan ke kelompok lain.
      Berikut adalah beberapa kelompok protista yang umum dikenal, Protozoa: Kelompok ini terdiri dari organisme uniseluler yang heterotrofik (bergantung pada organisme lain untuk makanannya) dan biasanya bergerak dengan pseudopoda (alur motil), flagela (flagellata) , atau silia (rambut getar). . Contoh protozoa termasuk amoeba, paramecium, dan trypanosome. Kemudia Alga adalah sekelompok protista milik kerajaan Plantae. Mereka adalah organisme fotosintesis yang dapat berupa uniseluler atau multiseluler. Alga ditemukan di air tawar dan laut dan termasuk ganggang hijau, ganggang merah, dan ganggang coklat. Contoh alga yang terkenal adalah Spirogyra, Chlamydomonas, dan rumput laut.. Jamur Lendir: Jamur lendir adalah kelompok protista yang unik dan kompleks. Mereka terdiri dari organisme dengan berbagai tahap pertumbuhan dan reproduksi. Jamur lendir terdiri dari dua kelompok utama, Acrasiomycota dan Myxomycota. Mereka hidup di tanah atau bahan organik dan memiliki kemampuan bergerak secara amoeboid untuk mencari makanan. Dinoflagellata: Dinoflagellata adalah kelompok protista yang hidup terutama di lingkungan perairan. Mereka memiliki dua sayap terpisah dan dapat bergerak dengan gerakan garis mereka. Beberapa dinoflagellata menghasilkan cahaya yang menimbulkan efek kilat di laut pada malam hari. Beberapa dinoflagellata juga dapat menyebabkan ganggang mekar atau “pasang merah” yang dapat berbahaya bagi organisme laut lainnya. Foraminifera: Foraminifera adalah kelompok protista yang memiliki cangkang berongga dan bentuk kerangka. Mereka biasanya hidup di laut dan banyak fosil foraminifera telah ditemukan di sedimen laut. Foraminifera sering digunakan sebagai indikator dalam studi paleontologi dan paleoekologi.
      Jenis jenis protozoa yang dikelompokkan berdasarkan alat geraknya dibagi menjadi empat, yaitu :
      1. Rhizopoda
      Rhizopoda adalah protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia atau kaki semu/akar. Kaki semu tersebut berasal dari sitoplasma yang menjulur. Selain sebagai alat gerak, pseudopodia juga berfungsi sebagai alat untuk memangsa makanan. Beberapa jenis rhizopoda memiliki cangkang yang terbuat dari kalsium karbonat dan silika.
      2. Ciliata
      Menggunakan silia atau rambut getar sebagai alat geraknya. Silia terdapat di seluruh permukaan sel dan berfungsi sebagai alat bantu untuk menggerakkan makanan ke sitostoma (mulut pada sel). Ciliata dapat hidup di perairan air tawar maupun air asin.
      3. Flagellata
      Flagellata bergerak dengan menggunakan flagel atau bulu cambuk. Flagela itu merupakan tonjolan pada sel yang berbentuk panjang sehingga mirip dengan cambuk. Anggota flagelata ini dapat memiliki hanya satu atau beberapa flagela sekaligus.
      4. Sporozoa
      Sporozoa adalah protozoa yang tidak memiliki alat gerak. Semua jenis sporozoa hidup sebagai parasit di tubuh hewan dan manusia. Sporozoa mengandung organel kompleks yang membantunya dapat menempel pada inangnya.

      Jika berbicara mengenai struktur sel, Struktur Sel Protista dapat memiliki struktur sel yang beragam. Beberapa protista, seperti alga, memiliki sel-sel yang mirip dengan tumbuhan, dengan dinding sel dan kloroplas untuk fotosintesis. Sementara itu, protozoa memiliki struktur sel yang lebih mirip dengan hewan, dengan organel seperti vakuola kontraktil dan bulu getar (cilia atau flagela) untuk bergerak. Pada Mode Nutrisi nya Protista dapat memiliki berbagai mode nutrisi. Beberapa alga dan protista lainnya melakukan fotosintesis dan menghasilkan makanannya sendiri menggunakan energi matahari. Ada juga protista yang heterotrof, yang mendapatkan nutrisi mereka dengan menyerap bahan organik atau dengan menjadi parasit pada organisme lain. Habitat Protista dapat ditemukan di berbagai habitat. Beberapa hidup di air tawar, seperti kolam atau sungai, sedangkan yang lain hidup di laut. Ada juga protista yang hidup di tanah dan organisme air yang hidup sebagai parasit pada hewan atau manusia. Repro duksi Protista dapat bereproduksi secara aseksual maupun seksual. Reproduksi aseksual terjadi melalui pembelahan sel atau pembentukan tunas, sementara reproduksi seksual melibatkan pertukaran materi genetik antara individu-individu yang berbeda. Diversitas Protista mencakup berbagai kelompok organisme yang sangat beragam. Ini termasuk alga, seperti alga hijau, cokelat, atau merah, yang memiliki berbagai bentuk dan ukuran. Selain itu, protozoa, seperti amoeba, paramecium, dan euglena, juga termasuk dalam protista. Peran Ekologis Protista memainkan peran penting dalam ekosistem. Alga, misalnya, berperan sebagai produsen utama dalam rantai makanan dan menghasilkan oksigen melalui fotosintesis. Protozoa dapat berperan sebagai pemangsa dan dekomposer, serta membantu menjaga keseimbangan ekosistem.Studi tentang protista terus berkembang dan kompleksitas kelompok ini masih menjadi subjek penelitian. Para ilmuwan menggunakan pendekatan molekuler, morfologi, dan karakteristik lainnya untuk mengklasifikasikan protista ke dalam kelompok-kelompok yang lebih terperinci dan memahami hubungan evolusioner di antara mereka. Protista merupakan kelompok organisme yang penting dalam ekosistem dan menjadi fokus penelitian untuk memahami asal usul dan keragaman kehidupan di Bumi.
      Alasan saya membahas mengenai materi Protista ini karena saya penasaran mengenai evolusi Protista. Perubahan perubahan yang terjadi di muka bumi terlebih lagi makhlk hidup dapat menjadi penguatan dalam mempelajari evolusi dan mempelejari materi biologi kehidupan karena sudah mengetahui dasar nya. Saat sudah mengetahui dasarnya dapat memperkuat bukti keilmiahan dan asal mula yang kita akan pelajari. Selain itu, Protista juga memiliki banyak peran dan manfaat dalam peran ekosistem dimana Protista ini sebagai produdsen, sebagai alga uniseluler melaukan fotosintesis dan menghasilkan oksigen serta menjadi dasar rantai maanan. Berperan juga sebagai konsumen dalam rantai makanan sebagai protozoa yang memakan bakteri dan organisme lainnya. Protista juga berperan dalam siklus nutrisi dan penguraian materi orgnaik. Sedangkan potensi kegunaannya untuk manusia sebagai bahan dasar produksi pakan ikan, bahan pangan, biofenul, dan produk produk kosmetik. Sebagai indicator kualitas air pula.
      Namun, selain ketertarikan ada tantangan yang dihadapi, yaitu saat mempelajarinya sulitnya sumber literature yang menjelaskan secara terperinci dan membuat pemahaman saya mengerti. Sehingga saya harus berulang kali membaca dan menggabungkan dari beberapa literature. Beberapa alasan bahwa bioogi memang yang sulit didukung dengan banyaknya pnelitian yang menyatakan bahwa materi biologi sering dipandang sulit, luas dan abstrak. Sehingga harus membutuhkan pemahaman yang lebih dan pengajaran yang professional karena banyaknya istilah terlebih lagi dalam pengelompokkan protista. Upaya nya yaitu contoh dapat melalui analogi, pembuatan mind maps, dll.
      Adapun yang akan saya sampaikan berupa, pengenalan awal berupa Protista dengan memberikan pemahaman apa itu Protista, menjelaskan bahwa Protista dengan ciri nya, kemudian asal usul Protista, disinilah poinnya menjelaskan darimana protita berasal, perubahan yang terjadi karena Protista erupakan kelompok yang paling primitive, kemudian membahas bagaimana perkembangan Protista itu terjadi perkembangan kelompok organel, kemudian bagaiama bereproduksi,, menjelaskan dengan aseksual dan seksual. Dengan berdiskusi mengenai hal ini dapat mengetahui Protista antara kelompknya. Mengadakannya studi kasus menyertakan studi kasus yang menarik seperti euglena, amoeba paramecium dan dinoflagellata.
      Jika saya menjadi pendidik saya akan melakukan:
      1. Memberi sumber bacaan yang tidak hanya dari buku saja, melainkan eksplorasi dari berbagai sumber, mengingat evolusi membutuhkan dari banyak bacaan
      2. Menyediakan video pembelajaran supaya peserta didik dapat melihat bagaimana perubahan yang terjadi beserta ciri cirinya
      3. Belajar mengutarakan melalui ide piker dengan mind maps supaya dapat memahami
      4. Memberi tugas proyek, setelah apa yang dipahami daan ditonton dapat diaplikasikan dan dituangkan menjadi penugasan proyek
      5. Menggunakan pendekatan TPACK (Technological Pedagogical and Content Knowledege)
      6. Menggunakan model pembelajaran Project Based Learning
      7. Menyajikan hasi proyek dengan menggunkakan lisan
      8. Melakukan kunjungan study tour ke tempat tmepat berjsejarah misalnya museum
      9. Laboratorium untuk melakukan pengamatan secara langsung menggunakan alat bantu melihat Protista dan mengetahui struktur struktur padaa Protista.
      10. Mengaitkan dengan kehidupan sehari hari, kaitannya dengan perkembangan dan peranan yang dihasilkan dari evolusi.
      11. Memberikan contoh konret dan mengajarkan bukti bukti evolusi ynag meliputi fossil perubahan masa lalu dan masa kini
      12. Mengunakan metode ilmiah dengan bereksperimen, mengumpulkan data dan mengambil kesimpulan
      13. Melibatkan peserta didik untuk melakukan pengamatan, misalnya dalam menyusun pohon filogenik Protista
      14. Mendorong peserta didik untuk diskusi dan berargumens atu sama lain supaya dapat pembelajaran sebaya, dengan menghargai pendapat peserta didik dapat memacu peserta didik percaya diri dan rasa ingin tahu lebih tinggi
      15. Menciptakan lingkungan yang inklusif dan mennghargai pendapat peserta didik
      16. Mengembangkan modul evolusi yang tercipta supaya peserta didik dapat bekerja secara mandiri dirumah dan pendidik hanya sebagai fasilitator
      Kesimpulan yang dapat diambil adalah, di muka bumi ini pasti adanya Kesimpulan evolusi protista dapat dirangkum sebagai berikut: Protista adalah kelompok organisme eukariotik yang paling primitif dan beragam. Mereka mencakup berbagai jenis organisme seperti alga uniseluler, protozoa, dan slime mold. Protista merupakan kelompok organisme yang penting dalam sejarah evolusi karena dianggap sebagai nenek moyang dari semua organisme eukariotik yang ada saat ini. Evolusi protista terjadi selama miliaran tahun dan menghasilkan beragam bentuk dan adaptasi. Mereka mengalami perubahan dalam ukuran, struktur sel, metabolisme, dan siklus hidup. Perkembangan protista mencakup evolusi seluler, di mana mereka mengembangkan organel seperti nukleus dan mitokondria, yang kemudian menjadi karakteristik sel eukariotik. Evolusi protista juga mencakup perkembangan dalam kehidupan berkoloni. Beberapa protista mulai membentuk koloni untuk meningkatkan keberhasilan reproduksi dan perlindungan terhadap predator. Beberapa kelompok protista, seperti alga uniseluler, mengalami perkembangan menjadi organisme multiseluler yang lebih kompleks, membentuk kerajaan tumbuhan dan hewan. Kesimpulan tersebut mencerminkan pentingnya protista dalam evolusi kehidupan dan kemampuan mereka untuk menghasilkan berbagai bentuk dan adaptasi yang kita lihat di dunia organisme eukariotik saat ini.

    Media

    Group logo of Evolusi
    Evolusi
    Public Group