• Profile picture of Nisah Afifah

    Nisah Afifah posted

    2 years, 10 months ago

    SEJARAH ILMU EVOLUSI

    Nama: Nisah Afifah
    NIM : 2224200015
    Kelas : 6B

    A. Pengertian Evolusi
    Evolusi adalah perubahan generasi ke generasi yang menurunkan sifat yang berbeda dari nenek moyangnya dan berlangsung dalam waktu yang lama. Evolusi, sebagai cabang Biologi dalam rumpun Sains, adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan yang terjadi secara berangsur-angsur menuju kesesuaian dengan waktu dan tempat. Sebagai imu pengetahuan, kajian evolusi didasarkan atas data keanekaragaman dan keseragaman makhluk hidup dalam tingkat komunitas, dan kemudian dalam perkembangan berikutnya didukung oleh datadata penemuan fosil, sehingga tidak pernah dapat menerangkan dengan lengkap apa yang pernah terjadi pada masa lampau. Hal inilah yang kemudian oleh para penentang paham evolusi digunakan sebagai dasar penolakan mereka. Terlebih lagi jika penentang itu berasal dari tokoh agama, mereka melawan paham evolusi dengan tetap menunjukkan apa yang telah tersurat dalam kitab suci mereka. Makauntuk lebih menetralisasi (memperlunak) agar pertentangan tidak lebih meruncing paham evolusi sering juga disebut sebagai Hipotesis Evolusi, yang kebenarannya masih perlu diuji lebih lanjut.
    Evolusi dapat dipelajari dengan metode pendekatan tertentu. Misal : mempelajari struktur organisme yang masih berkerabat, mengaitkan perubahan ciri-ciri yang masih bisa dilacak, kemudian mempelajari proses evolusi dari suatu kelompok secara utuh, dari bentuk yang primitif sampai bentuk yang terlihat sekarang. Berdasarkan hal ini, maka setiap organisme, yang ada sekarang dan pernah ada, mempunyai nenek moyang (ansestor) yang berlainan dalam hubungan kekerabatan pada suatu masa tertentu, meskipun jika dilacak ke belakang sampai pada masa awal kehidupan, semua memang berawal dari satu moyang asal.
    Selama perjalanan teori evolusi, sejak pertama kali digagas sampai sekarang, telah mengalami tahapan-tahapan penting. Pada hakekatnya apa yang telah digagas dan dikembangkan oleh para pakar evolusi itu selalu menampilkan pemikiran yang bersifat :
    – Sebagai upaya untuk menjelaskan fakta-fakta dan memadukannya dengan konsep esensial dalam teori evolusi, sehingga teori evolusi terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu demikian juga dengan konsepkonsepnya.
    – Teori evolusi tidak bertentangan dengan agama manapun di dunia Teori evolusi modern dapat menjelaskan proses-proses yang terjadi/ mungkin terjadi pada masa lampau, meskipun sebagian masih bersifat hipotetik, namun selalu didasarkan pada fakta (fenomena) dan asumsi-asumsi yang kuat.
    Meskipun teori evolusi selalu diasosiasikan dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusioner telah berakar sejak zaman Aristoteles. Darwin adalah ilmuwan pertama peletak dasar-dasar ilmiah teori evolusi, karena telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini. Konsep utama teori Darwin mengenai evolusi adalah tentang seleksi alam yang dianggap oleh mayoritas komunitas sains sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.
    B. Teori – Teori Evolusi
    1. Teori Evolusi Menurut Islam
    Darwin dalam bukunya On The Origin of Species yang terbit di Inggris tahun 1959 M, berusaha mengetengahkan sebuah teori mengenai asal-usul species melalui seleksi alam. Darwin berusaha menemukan mekanisme, bhawa satu species dapat berubah menjadi species lain. Pengikut Darwin yang paling ekstrim menjadi Darwinisme itu, menganggap mekanisme Darwin sebagai acuan bahwa manusia adalah keturunan kera. Atas Darwinisme tersebut, P.P. Grasse dalam bukunya L’homme Accusation (manusia sebagai tertuduh) berusaha mencari bukti kebenaran Darwinisme dan pengikut-pengikutnya, melalui penelitian secara teliti
    dan mengumpulakn pemdapat para tentang perbedaan antara monyet dan kera perbedaan antara kera dan siamang, perbedaan siamang dan gorila, dan perbedaan gorila dengan manusia, baik secara fisiologi anatomis, maupun biologis. Akhirnya, P.P. Grasse menyimpulkan bahwa manusia dan kera berbeda. Dengan kata lain, pendapat Darwin, bahwa manusia merupakan keturunan kera itu tidak terbukti.
    Manusia tersusun dari dua undur, yakni tubuh kasar dan roh halus. Dengan tubuhnya, manusia dapat bergerak dan merasakan segala sesuatu. menurut Dr. M. Utsman Najati, kata roh dalam Al-Qur’an mempunyai berbagai arti. Arti roh yang terdapat dalam ayat Al-Qur’an yang menguraikan penciptaan Adam a.s, adalah roh ciptaan Allah yang membuat manusia siap untuk mempunyai sifat yang luhur dan mengikuti kebenaran. Ia adalah unsur tinggi yang di dalamnya terkandung kesiapan untuk merelasikan hal-hal yang paling luhur dan sifat-sifat yang paling suci, hal ini membuat manusia siap untuk merencanakan garis-garis yang harus diikutinya dan menyempurnakan kemanusiannya dengan bersumber pada nilai hakiki. Dengan demikian, terjawablah pertanyaan tentang bagaimana manusia berkembang sehingga memiliki daya dan keagungan rohani yang membedakannya dengan makhluk lain.
    C. Teori Evolusi menurut perseptif barat sekuler
    Pemikiran-pemikiran evolusi tentang nenek moyang bersama dan transmutasi spesies telah ada paling tidak sejak abad ke-6 SM ketika hal ini dijelaskan secara rinci oleh seorang filsuf Yunani, Anaximander. Beberapa orang dengan pemikiran yang sama meliputi Empedocles, Lucretius, biologiawan Arab Al Jahiz, filsuf Persia Ibnu Miskawaih, Ikhwan As-Shafa, dan filsuf Cina Zhuangzi.
    Pada masa pra Darwin, teori evolusi organik memperkirakan bahwa sejak kehidupan muncul di bumi, telah terjadi suatu proses berkesinambungan. Organisme yang hidup berasal dari bentuk-bentuk sebelumnya. Variasi-variasi yang besar adalah sabagai hasil respons makhluk hidup terhadap perubahan lingkungan. Respons ini berupa perubahan struktur dan fungsi tubuh makhluk individu hidup yang kemudian dilangsungkan kepada generasi selanjutnya melalui suatu proses pewarisan sifat yang telah mengalami perubahan itu.
    Masa praDarwin dapat digolongkan menjadi dua tahapan, yaitu :
    a. Masa Fiksisme (Aristoteles, Plato, Leeuwenhoek, Cuvier, Linnaeus, Buffon, Hooke, dll), yang pemikirannya memiliki kedekatan dengan mitos, sehingga pendapatnya juga lebih bercorak sebagai fiksi ilmiah. Konsep-konsep utama yang berkembang masa itu :
    • Sampai abad ke-18, paham yang berkembang adalah bahwa organisme adalah sebagai ciptaan Tuhan, sehingga dalam bahasan Biologi tentang “Asal-usul Kehidupan” disebut sebagai Teori Ciptaan Khusus (The Special Creation). Leewenhoek, meskipun dengan eksperimen yang menemukan Paraemecium dari potongan jerami yang direndam air selama 7 hari (sesuai dengan kitab Kejadian, saat Tuhan menciptakan dunia dan seisinya), menyatakan bahwa kehidupan berasal dari benda tak hidup, yang disebutnya dengan konsep generatio spontanea.
    • Adanya kelainan atau cacat tubuh adalah sebagai kutukan, jadi bukanlah sebagai perubahan makhluk hidup yang dilatarbelakangi oleh seleksi alam maupun perubahan genetik (mutasi) makhluk hidup.
    2. Masa Adaptasi & Transformasi (Hutton, Malthus, Lamarck, Lyell dll.)
    Konsep-konsep yang berkembang pada tahapan ini adalah : Semua ahli yang menyatakan teori evolusi masa ini didasarkan atas adanya perbedaan antara makhluk satu dengan lainnya. Erasmus Darwin, yang tiada lain kakek Charles Robert Darwin, dalam bukunya “Zoonomia” menyatakan bahwa kehidupan itu berasal dari asal mula yang sama. Respons fungsional yang dimiliki oleh individu makhluk hidup akan diwariskan kepada keturunannya.
    a. Lamarck
    Lamarck, adalah biologiwan Perancis yang dikenal karena pendapatnya dalam teori tentang evolusi kehidupan. Dia menyatakan bahwa perbedaan- antar individu terjadi karena kebiasaan atau latihan-latihan yang dilakukan individu tersebut. Hal yang diperoleh melalui latihan dapat diturunkan kepada anaknya. Contoh yang dikemukakan adalah leher jerapah. Hewan ini memiliki leher yang panjang karena mulut di kepala selalu digunakan untuk meraih daun-daun pakannya yang semakin tinggi.
    b. Charles Lyell
    Charles Lyell mengemukakan adanya evolusi geologi. Teori ini berbicaramengenai perubahan ketinggian tanah, sedimen yang dibawa oleh air, perubahan partikel dan perubahan iklim. Dalam teori ini, organisme-organisme yang ada dianggap sebagai turunan hasil modifikasi spesies-spesies lain yang hidup di masa geologi sebelumnya.
    c. Malthus
    Malthus menyatakan bahwa kenaikan produksi bahan makanan seperti fungsi deret hitung, sedangkan kenaikan jumlah penduduk (populasi) menurut fungsideret ukur. Karena pertumbuhan makanan tidak sebanding dengan pertumbuhan populasi, maka setiap individu makhluk hidup harus berjuang untuk mendapatkan makan sebagai prasyarat untuk mempertahankan hidup.
    D. Pemisahan Pangea, Terjadinya Kepulauan Indonesia Dan Bukti Biografi
    1. Pemisahan Pangea menjadi Laurasia dan Gondwana
    Sekitar 250 juta tahun yang lalu (jtl), tujuh benua yang ada pada saat ini (Asia, Australia, Afrika, Eropa, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan Antartika) berada dalam satu benua besar yang disebut Pangea atau Pangaea dan dikelilingi oleh satu samudera besar yang disebut Samudera Phantalassa. Kata “Pangea” berasal dari bahasa Yunani Kuno pan (semua, seluruh) dan gaia (daratan, bumi).
    Kata “Pangea” muncul pertama kali dalam sebuah buku berjudul Die Entstehung der Kontinente und Ozeane (Asal Mula Benua dan Samudera) edisi tahun 1920 oleh Alfred Wegner, seorang ilmuwan geofisika asal Jerman. Dalam teorinya tentang “Pergeseran / Perpindahan Benua” (Continental Drift), beliau berpendapat bahwa pada awalnya semua benua yang ada saat ini berasal dari sebuah benua yang sangat besar, yang dikenal dengan Super Continent (Benua Super).
    Namun, adanya arus konveksi di bagian mantel menyebabkan lapisan kerak bumi di atasnya bergerak secara perlahan. Hal ini menyebabkan bagian kerak tersebut terpecah-pecah dan membentuk suatu lempeng atau kerak yang lebih kecil dan menyebabkan Pangea terpisah menjadi beberapa bagian, seperti Laurasia dan Gondwana. Pergerakan lempeng atau kerak bumi juga menyebabkan gempa bumi; pembentukan gunung berapi dan/atau pegunungan; dan pembentukan kepulauan Proses pemecahan Pangea menjadi Laurasia dan Gondwana dimulai sekitar 200 juta sampai sekitar 135 juta tahun yang lalu. Para ilmuwan percaya, bahwa pecahnya Pangea disebabkan oleh adanya arus konveksi di mantel yang menggerakan kerak bumi di atasnya dan akhirnya memisahkan Laurasia dan Gondwana. Laurasia terdiri dari Benua Amerika Utara, Asia dan Eropa, serta pulau Greenland yang ada saat ini. Sementara, Gondwana terdiri dari Benua Amerika Selatan, Australia, Afrika, Antartika, serta India dan pulau Madagaskar yang ada saat ini.
    3. Sejarah Terjadinya Kepulauan Indonesia
    Ada beberapa teori tentang terbentuknya Kepulauan Indonesia, yaitu :
    1) Indonesia muncul dari dasar laut (1960-an)
    Indonesia berasal dari paparan Sunda yang bersatu dengan Asia dan paparan Sahul yang bersatu dengan Australia. Teori ini ditunjang oleh adanya jenis Flora/Fauna Asia dan Australia (Sudargo, 2019). Secara geologi, Paparan Sunda adalah landas kontinen perpanjangan lempeng benua Eurasia di Asia Tenggara. Massa daratan utama antara lain Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Madura, Bali, dan pulau-pulau kecil di sekitarya dan laut di sekitarnya, seperti Laut Jawa, Selat Malaka, Selat Karimata, Teluk Siam dan bagian selatan Laut Cina Selatan. Bukti bahwa pulau-pulau Sunda Besar pernah bersatu dengan benua Asia adalah sebaran jenis mamalia Asia seperti beberapa jenis kera, gajah, macan dan harimau yang ditemukan di benua Asia, Sumatera, Jawa, dan Bali; serta adanya Orangutan patut di Sumatera dan Kalimantan. Paparan ini terbentuk dampak aktivitas vulkanik beribu-ribu tahun dan erosi massa benua Asia, serta terbentuknya konsolidasi runtuhan batu di pesisir seiring naik dan turunnya permukaan laut. Bukti pernah adanya sistem sungai yang mempersatukan pulau-pulau Sunda Besar dan benua Asia adalah ditemukannya bebagai spesies ikan air tawar Asia Tenggara di bermacam pulau yang sekarang terpisah oleh laut, misalnya ikan mas, gurame, dan ikan gabus.
    2.) Indonesia sebagian berasal dari Gondwana dan sebagian berasal dari Laurasia.
    Sulawesi merupakan daerah peralihan (1980-an)
    Secara zoogeografi, Indonesia dipisahkan oleh garis Wallace, garis ini memisahkan bagian barat (Oriental region; Indo-malayan sub region) dan bagian timur (Australian region; Austro-malayan subregion). garis ini terletak antara pulau Bali dan pulau Lombok di selatan dan antara pulau Borneo dan pulau Sulawesi di Utara.
    3.) Biogeografi
    Biogeografi merupakan ilmu yang mempelajari tentang pola distribusi organisme seiring dengan perubahan dan waktu. Studi tentang penyebaran spesies menunjukkan, spesies-spesies berasal dari suatu tempat, namun selanjutnya menyebar ke berbagai daerah. Organisme tersebut kemudian mengadakan diferensiasi menjadi subspesies baru dan spesies yang cocok terhadap daerah yang ditempatinya. Terdapat beberapa prinsip dasar yang digunakan untuk menjelaskan peyebaran organisme tersebut, khususnya hewan dan tumbuhan.

    Alasan memilih materi “Sejarah Ilmu Evolusi”

    Karena materi ini merupakan sebuah materi yang mempelajari sebuah kisah masa lampau perjalanan tentang evolusi di bumi ini dari nenek moyang sampai sekarang, seperti pada evolusi makhluk hidup yaitu evolusi manusai, hewan, tumbuhan, protista, dll. Materi ini diperlukan dalam kehidupan Pendidikan pengetahuan karena banyak mempelajari dasar-dasar dan berbagai pra anggapan yang terdapat dalam ilmu sejarah, sorang ahli sejarah dapat memahami perbedaan-perbedaan yang terdapat dalam berbagai spesialisasi dalam ilmu sejarah khusunya pada sejarah evolusi. Dalam materi sejarah ini dapat mengetahui peristiwa dan kejadian di masa lampau.

    Metode pengajar yang dipilih
    1. Model Pembelajaran Picture and Picture
    Model pembelajaran picture and picture adalah suatu model belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan/diurutkan menjadi urutan logis. Model Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi factor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar.
    Kelebihannya:
    a. Materi yang diajarkan lebih terarah karena pada awal pembelajaran guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai dan materi secara singkat terlebih dahulu.
    b. Siswa lebih cepat menangkap materi ajar karena guru menunjukkan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari.
    c. Dapat meningkat daya nalar atau daya pikir siswa karena siswa disuruh guru untuk menganalisa gambar yang ada.
    2. Numbered Heads Together
    Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antar siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan pembelajaran. Para siswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi pelajaran yang telah ditentukan. Tujuan dibentuknya kelompok kooperatif adalah untuk memberikan kesempatan kepada siswa agar dapat terlibat secara aktif dalam proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan belajar. Dalam hal ini sebagian besar aktifitas pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari materi pelajaran serta berdiskusi untuk memecahkan masalah.

Media

Group logo of Evolusi
Evolusi
Public Group