-
Lizawarni posted
NAMA : LIZAWARNI
NIM : A1J120054
KELAS : B FORKOM UHO
MATA KULIAH : EVOLUSI
MAHASISWA : SEMESTER 6Evolusi Manusia
Evousi berarti proses kompleks pewarisan sifat organisme yang berubah dari generasi ke generasi dalam kurun waktu jutaan tahun. Evolusi secara umum tidak dapat lepas dari kehidupan masa lampau. Hal yang saat ini merupakan hasil proses dari masa lampau. Evolusi juga berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini di sebabkan oleh kombinasi tiga proses utama. Variasi, reproduksi dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini di bawah oleh gen yang di wariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat di peroleh dari perubahan gen akibat mutasi atau akibat transfer gen antar populasi dan antar spesies, pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga di hasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langkah dalam suatu populasi. Faktanya evolusi ini sering kali digunakan oleh para ilmuwan untuk merujuk pada data-data eksperimen ataupun pengamatan objektif yang dapat diferivikasi. Fakta juga dapat digunakan secara lebih luas untuk merujuk pada hipotesis apapun yang memiliki bukti-bukti yang sangat banyak dan kuat. Perbedaan morfologi evolusi manusia dengan evolusi lainnya adalah pertama, makhluk hidup bervariasi dan beberapa variasi tersebut dapat di turunkan. Tidak ada dua individu yang sama persis dalam suatu spesies kecuali kembar identik). Kedua, setiap populasi cenderung bertambah banyak, karena setiap makhluk hidup mampu berkembangbiak. Untuk berkembangbiak perlu adanya makanan yang cukup dan jumlah individu yang dilahirkan lebih banyak daripada jumlah individu yang bertahan hidup. Ketiga, kenyataan menunjukkan bahwa pertambahan populasi tidak berjalan terus menerus. Ke empat, individu-individu berkompetisi untuk memperoleh sumber daya agar mampu bertahan hidup. Ke lima, sifat-sifat yang diwariskan milik beberapa individu membuat mereka dapat bertahan hidup dan bereproduksi pada keadaan lingkunga tertentu. Ke enam, akibat dari seleksi lingkungan tersebut, hanya individu yang adaptif terhadap lingkungan yang dapat hidup dan menurunkan sifat adaptif tersebut. Seleksi alam akhirnya akan mengubah sifat dalam populasi, bukan menghasilkan spesies baru. Alasan saya menulis materi ini, karena keingintauan saya tentang evolusi manusia, sehingga mendorong saya untuk menulis materi ini.
Manusia berasal dari makhluk akuatik mirip ikan dan mengalami proses evolusi. Evolusi ini biasa terjadi karena berdasarkan metafisika alam. Maksudnya metafisika alam dapat merubah organisme dan habitatnya dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks. Kehidupan manusia ini berasal dari lumpur hitam yang mendapat sinar dari matahari dan berubah menjadi makhluk hidup, yang mana evolusi terjadi dengan dimulainya makhluk hidup yang sederhana kemudian berkembang sempurna dan akhirnya menjadi beraneka ragam seperti sekarang ini. Evolusi manusia terjadi juga karena bagian dari fungsional terhadap stimulasi yang di wariskan. Ada beberapa pengaruh evolusi terhadap lingkungan yaitu : lingkungan mempunyai pengaruh pada ciri-ciri dan sifat-sifat yang diwariskan. Ciri dan sifat yang terbentuk akan di wariskan kepada keturunannya. Organ yang sering digunakan akan berkembang dan tumbuh membesar, sedangkan organ yang tidak digunakan akan mengalami pemendekan atau penyusutan, bahkan akan menghilang. Slah stau contoh evolusi manusia adalah faktor dalam, faktor gen, faktor genetika. Dimana, pada setiap makhluk hidup pasti memiliki substansi gen pada kromosom. Perubahan pada gen atau genetika pada mekhluk tersebut akan berakibat pada terjadinya perubahan sifat atau organisme tersebut.
Teori ini sangat penting di pelajari agar kita dapat mengetahui evolusi manusia yang terjadi pada zaman purba hingga ke zaman yang sekarang ini. Dimana, banyak sekali perubahan yang terjadi, sehingga mendorong saya untuk mencari tahu tentang evolusi manusia tersebut secara yang lebih luasnya lagi sebagai wawasan pengetahuan saya.
Tantangan mempelajari evolusi bagi saya adalah ketidaknyamanan yang disebabkan oleh memegang elemen pengetahuan yang saling bertantangan. Salah satu yang menantang kemungkinan evolusi manusia menurut saya adalah Disonansi Kognitif, yang dimana Disonansi Kognitif adalah salah satu teori yang paling berpengaruh dan di pelajari secara ekstensif dalam psikologi social. Sudah diketahui bahwa ketidaknyamanan ini biasanya diselesaikan dengan mendevaluasi dan membuang sepotong pengetahuan yang bertentangan. Diketahui juga bahwa kesadaran Disonansi Kognitif tidak diperlukan untuk tindakan mengurangi konflik, dan tindakan ini seringkali cepat dan kadang juga sesaat. Disonansi Kognitif sangat jelas ketika teori ilmiah baru di kembangkan. Butuh beberapa saat untuk menerima pengetahuan baru. Namun, saya ingin menekankan bahwa unsur pengetahuan duniawi yang bermanfaatpun harus berbeda dari pengetahuan bawaan yang diberikan oleh evolusi atau dari pengetahuan yang ada yang diperoleh melalui pengalaman. Kalau tidak, pengetahuan baru tidak akan dibutuhkan. Agar pengetahuan baru bermanfaat, maka harus bertentangan dengan pengetahuan yang ada sampai batas tertentu. Disini ada satu pertanyaan yaitu Bisakah pengetahuan baru saling melengkapi dan bukannya bertentangan? Nah, jawabannya bahwa pengetahuan baru tidak datang entah dari mana, pengetahuan tumbuh dengan analog serta timbulnya berbagai macam pertanyaan sehingga kadang menggeser secara sedikit demi sedikit tentang evolusi ini, dengan diferensiasi pengetahuan sebelumnya menggunakan apa yang sudah ada. Tentangan ini adalah alasan dari beberapa hukum empiris ; hukum zipf, hukum kekuatan, dan hukum pareto. Misalnya, menurut hukum zipf frekuensi suatu kata berbanding terbalik dengan peringkat statistiknya. Alsannya mengapa sama karena pengetahuan baru muncul dengan memodifikasi pengetahuan sebelumnya, pasti selalu ada konflik di antara keduanya. Karena konflik antara pengetahuan baru dan teori Disonansi Kognitif sebelumnya menunjukkan bahwa pengetahuan baru harus di buang. Proses penyelesaian Disonansi Kognitif dengan membuang kontradiksi ini biasanya cepat, sementara Disonansi Kognitif dan pengetahuan baru dibuang sebelum kegunaannya ditetapkan.
Pendapat saya tentang evolusi ini adalah perubahan sifat (karakteristik) dari makhluk hidup, yang timbul akibat perubahan genetik. Perubahan genetik ini timbul sebagai hasil seleksi alam, mutasi atau adanya aliran gen dari populasi lain. Seiring perkembangan ilmu pengetahuan makhluk hidup memiliki sifat yang berubah dan berkembang. Karena asal usul dari berbagai jenis makhluk hidup tersebutlah yang menimbulkan banyak perubahan. Faktor utama pendorong evolusi makhluk hidup adalah seleksi alam (natural selection). Seleksi alam adalah prinsip dalam teori evolusi yang menyatakkan bahwa makhluk hidup yang paling bisa beradaptasi dengan lingkungannya akan bisa bertahan hidup, berkembang biak dan mewariskan sifat unggul keturunannya, sementara makhluk hidup yang tidak bisa bertahan hidup akan punah. Variasi berupa sifat unggul yang menguntungkan kemudian di wariskan secara alami dari generasi ke generasi, yang akhirnya membantu terjadinya evolusi pada organisme yang beradaptasi dengan baik. Nah, proses evolusi oleh seleksi alam inilah terjadi karena adanya perubahan frekuensi gen dari satu generasi ke generasi berikutnya, yang terakumulasi sepanjang waktu dan generasi ini melalui banyak materi genetik (DNA dan RNA) yang mewariskan sifat individu induk kepada individu anakan.
Sebelum membahas Saran saya agar evolusi ini menarik di pelajari, terlebih dahulu saya mengungkapakan alasan perlunya pembelajaran evolusi baik di tingkatan siswa/siswi atau pun mahasiswa yaitu : (1) untuk menambah ilmu pengetahuan, khususnya pada bidang sejarah, paaentologi, arkeologi, biologi molekuler, biologi secara umum, geografi dan lain sebagainya. Mampu meningkatkan ilmu pengetahuan tentang evolusi sehingga pelajar mampu memahami konsep teori dan mekanisme terjadinya evolusi. (2) pembelajaran evolusi mampu membuat pelajar berpikir kritis karena pembelajaran evolusi dapat dibelajarkan dengan cara proses ilmiah yaitu berkaitan dengan berpikir kritis yaitu pelajar belajar untuk menguji ide-ide mereka dengan melakukan pengamatan dan menggunakan konsep metode ilmiah yang mampu mengembangkan kemampuan bernalar dan berpikir sistematis. Pembelajaran yang dilakukan secara metode ilmiah akan membuat pelajar secara aktif telah berpikir kritis untuk menyelesaikan masalah yang sedang di hadapi dengan alasan dan bukti yang jelas. (3) pembelajaran evolusi ini dapat membangun karakter pelajar. Salah satu contohnya evolusi dapat diajarkan melalui team quiz. Metode team quiz ini mampu membuat pelajar melakukan persaingan akademis dan kompetensi antar kelompok sehingga di harapkan pelajar mampu membentuk karakter. Seperti karakter tanggung jawab, disiplin, komunikatif, dan meningkatkan hasil belajarnya. (4) pembelajaran evolusi dapat meningkatkan kemampuan menganalisis pada pelajar karena soal-soal yang di gunakan pada materi evolusi dapat menggunakan assesment yang baik. Assesment mempunyai peran penting dalam pembelajaran. Assesment merupakan bagian penting dalam pembelajaran dan pembelajaran yang baik di sertai dengan assesment yang baik pula dan assesment merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan pembelajaran oleh karena itu, assesment dapat diintegrasikan dalam buku ajar. Karena buku ajar merupakan salah satu sumber yang di gunakan dalam pembelajaran. Assesment yang dapat digunakan adalah assesment autentik dengan berbagai variasi misalnya, untuk kerja, analisis artike, latihan tertulis, pertanyaan terbuka, dan lain-lain. Sehingga dapat melatih kemampuan analisis pada pelajar. Nah, kemudian saran saya agar evolusi ini lebih menarik untuk di pelajari yaitu (1) pembelajaran dengan menggunakan Tutorial Tuton (tutorial online) yang mana tutorial online merupakan program layanan bantuan mengajar dengan memanfaatkan jaringan internet, sehingga memungkinkan proses pembelajaran jarak jauh di desain lebih komunikatif dan interaktif. Alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran adalah membuat peta konsep dari materi evolusi. Peta konsep merupakan skema yang di gunakan untuk menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi. Proposisi-proposisi merupakan dua atau lebih konsep-konsep yang di hubungkan oleh kata-kata dalam suatu unik semantik. Peta konsep merupakan salah satu teknik evaluasi yang dapat di gunakan untuk mengukur pemahaman pelajar pada konsep-konsep yang telah di pelajarinya. (2) melalui model Cooperative Script yaitu pembelajaran dengan metode Cooperative Script merupakan metode pembelajaran yang menuntut pelajar untuk beraktivitas sendiri, aktif, kreatif, evektif dan menyenangkan. Metode ini mampu menemukan sendiri suatu konsep atau mampu memecahkan suatu masalah sendiri, sehingga meningkatkan pemahaman lebih cepat tentang belajar koperatif (Cooperative Learning) kemudian pembelajaran ini memerlukan pendekatan pengajaran melalui penggunaan kelompok kecil sehingga pelajar dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan belajar yang telah diberikan. Kesimpulannya bahwa hasil belajar dengan menggunakan Cooperative Script pada bahasan evolusi dapat meningkatkan secara nyata. (3) menerapkan assesment autentik, dimana assesment merupakan penilaian. Dengan menggunakan bentuk assesment autentik pada materi evolusi dapat bervariasi antara lain; dengan menggunakan penilaian tunjuk kerja (performance assesment), latihan tertulis dengan pertanyaan pemecahan masalah pada tingkat kognitif, analisis, evaluatif, dan sin-tesis, kemeudian penilaian proyek, penilaian berupa analisis kritis artikel, jawaban pertanyaan terbuka yang merupakan jawaban yang diberikan secara luas oleh pelajar sehingga mengungkapkan kedalaman pemahamannya terhadap materi yang di pertanyakan, pembuatan essay yang menunjukkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Kesimpulannya bahwa assesment autentik yang digunakan pada uji kualitatif dapat digunakan dalam pembelajaran materi evolusi untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi bagi pelajar. (4) menggunakan metode team quiz, dimana team quiz merupakan salah satu teknik pembelajaran dengan memainkan topik-topik yang di ajarkan kepada pelajar yang di bagi dalam beberapa kelompok. Penerapan teknik pembelajaran team quiz membuat pelajar mampu berkompetensi di bidang akademis, kompetisi kelompok akan membuat mahasiswa bertanggung jawab dalam kuis cepat, disiplin waktu dan mengikuti tata tertib diskusi serta komunikatif. (5) menggunakan metode group investigation. Metode GI merupakan salah satu pembelajaran kooperatif yang mempunyai karakteristik pelajar di ajak melakukan investigasi khususnya dapat di terapkan untuk menemukan konsep petunjuk adanya evolusi. Angkah awal pelajar dengan bimbingan pendidik menentukkan anggota masing-masing kelompok, langkah kedua menentukkan topic, langkah ketiga mencari literatur sendiri yang relevan, langkah keempat menyiapkan laporan, langkah terakhir mempresentasikan hasil temuan mereka dalam kelompok di depan teman-temannya. Sementara itu pendidik hanya sebagai fasilitator dan menambahkan kalau ada jawaban kelompok yang kurang tepat. Melalui metode GI, materi tentang teori evolusi akan lebih bermakna karena pelajar terlibat langsung dalam menyusun materi yang akan di pelajari, sehingga memiliki pengetahuan kognitif yang dapat tersimpan secara sistematis dan terarah dalam pikiran pelajar. Selain meningkatkan pengetahuan kognitif, metode GI ini juga dapat membangun keterampilan kooperatif pelajar, sehingga dapat berpikir kritis dan kreatif terkait dengan bahan ajar, yang di harapkan dapat di terapkan pada situasi lain dalam kehidupan sehari-hari. Kesimpuannya bahwa, penerapan metode GI dapat meningkatkan hasil belajar pelajar pada pokok bahasan evolusi, dapat di lihat dari hasil tes belajar pemahaman pelajar tentang materi evolusi. (6) menggunakan metode Discovery learning, yang mana metode ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang lebih menekankan pada ditemukannya konsep atau prinsip yang sebelumnya tidak di ketahui. Aplikasi model pembelajaran discovery learning adalah pendidik berperan sebagai pembimbing dengan memberikan kesempatan kepada pelajar untuk belajar secara aktif. Pendidik harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar pelajar sesuai dengan tujuan, sehingga pendidik hanya berperan sebagai fasilitator. Penerapan pembelajaran model discovery learning ini dalam pembelajaran mata kuliah biologi dilakukan pendidik dengan cara menyampaikan materi secara singkat. Kemudian pendidik melakukan diskusi kelompok membahas materi tentang teori evolusi. Lalu pada akhir pembelajaran pendidik memberikan soal dalam bentuk pilihan ganda dan uraian. Kesimpulannya bahwa metode discovery learning dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang di tunjukkan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa, dengan rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran penemuan discovery learning sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar. Berikut adalah saran dari saya mengenai model pembelajaran yang menarik dalam pembelajaran evolusi.
Vallue kehidupan yang dapat di petik dalam pembelajaran evolusi adalah tata cara kita agar mampu mengetahui secara luas tentang evolusi manusia yang menjadi dasar bagaimana seseorang berperilaku dengan orang yang di sekitarnya seperti menghargai kebaikan, menghargai bentuk fosil-fosil yang di temukan di alam dan memperluas hal-hal baru yang ditemukan, agar bisa tumbuh berkembang secara pesat.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group