-
Alfira Laila Nurfadillah posted
Nama : Alfira Laila Nurfadillah
NIM : 2224200049
Kelas : 6B Pendidikan Biologi
UAS EvolusiInsight tentang Materi Sejarah Evolusi dan Perkembangan Teori Evolusi.
Dunia biologi mengalami perkembangan dan mencapai masa keemasan yaitu pada saat seorang naturalis asal inggris bernama Charles Darwin menerbitkan buku On The Origin of Spesies by Means of Natural Selection pada tanggal 24 November 1859 yang mana buku ini berisi tentang adanya evolusi dan berbagai kasusnya. Darwin juga menjelaskan tentang topik-topik biolofi seperti keanekaragaan organisme, asal usul organisme dan kekerabatan, kemiripan, penyebaran geografis, dan adaptasi organisme dengan habitatnya. Oleh karena itu dengan adanya buku yang diterbitkan oleh Darwin ini menjadi sejarah dalam dunia evolusi. Namun, evolusi bukan diperkenalkan oleh Darwin tetapi oleh Thales (636-546 SM) dan Anaximander (611-547 SM) yang mengadakan penelitian tentang asal usus dari biota laut serta evolusi kehidupannya. Phytagoras, Xantus, dan Empedocles juga mengadakan perbincangan terkait hal yang sama di tulisan mereka.
Evolusi berasal dari kata dalam bahasa latin yang artinya “membuka golongan”. Kemudian kata ini diserap ke dalam bahas inggris yaitu evolution yang artinya perkembangan secara bertahap. Makna evolusi diartikan oleh Januch (1973) yaitu sebagai penurunan sifat melalui modifikasi. Lasker (1976) menyebutkan bahwa evolusi adalah ‘perubahan-perubahan dalam pengayaan sifat keturunan dengan modifikasi yang berkelanjutan melalui tahapan waktu’ Campbell (2003) juga merumuskan bahwa evolusi adalah ‘suatu proses yang telah mengubah bentuk kehidupan di atas bumi sejak dibentuknya yang paling awal sampai membentuk keanekaragaman yang sangat luas seperti apa yang ditemukan sekarang ini’. Dari beberapa rumusan pengertian mengenai evolusi dapat disimpulkan bahwa evolusi adalah perubahan bertahap pada rentang waktu yang sangat panjang. Setelah perkembangan teori genetik, evolusi diartikan sebagai perubahan-perubahan dalam frekuensi gen antara populasi leluhur dengan populasi keturunannya.
Pandangan mengenai evolusi menurut agama dan ahli lain juga sangat menarik untuk dipelajari, termasuk pandangan evolusi yang dikemukakan oleh Darwin. Berdasarkan bukunya, Darwin menjadi salah satu penentang pandangan ilmiah yang berlaku saat itu dan sangat menggemparkan kebudayaan barat dimana pandanganya tentang kehidupan sangat konvensional yaitu menyatakan bahwa bumi baru berumur beberapa tahun saja sehingga pandangan ini menantang pandangan dunia. Selain itu, filsuf Yunani menyakini bahwa evolusi kehidupan berlangsung secara bertahap dan berbagai ilmuwan lainnya yang mencetuskan pandangannya mengenai evolusi.
Teori evolusi itu memaparkan tentang proses perubahan pada makhluk hidup yang menyimpang dari struktur awal dalam jumlah yang banyak dan beranekaragam sehingga menyebabkan terjadinya dua kemungkinan yaitu makhluk hidup akan bertahan (tidak punah) dan makhluk hidup yang gagal berubah atau berevolusi sehingga tidak dapat bertahan hidup (punah). Pemahaman modern mengani evolusi didasarkan pada teori selesi alam yang pertama kali diperkanlkan oleh Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace pada tahun 1858 dan dipopulerkan oleh buku yang dibuat oleh Darwin dengan nama The Origin of Species. Pada tahun 1930, para ilmuwan mengkombinasikan seleksi alam Dawin dengan teori hereditas Mendelian untuk membentuk sintesis evlusi modern yang dikenal dengan :Neo-Dawinism”. Berikut ini beberapa perkembangan mengenai teori evolusi yang beredar di kalngan para ilmuwan dan masyarakat :
1. Aristoteles (Teori Statis)
Berdasarkan teori yang dirumuskan oleh Aristoteles ini bahwa setiap spesies mempunyai wujud yang unik dan dapat digolongkan berdasarkan karakteristiknya. Dalam prosesnya, Aristoteles mengelompokkan makhluk hidup dalam suatu hirarti yang berbentuk tangga dimana tumbuhan ada pada bagian terbawah dan manusia teratas. Pada masa itu dinyakini bahwa spesies itu bersifat permanen yang mana satu spesies adalah identik, sempurna dan tidak berkembang. Kelainan yang ada pada suatu sesies ini adalah hukuman dan manusia pasrah sehingga kreasionisme (penciptaan) adalah jawaban dari perbedaan ini.2. Carolus Linnaeus (Penggagas Taksonomi)
Menurut Carolus Linnaes (1707-1798) yang merupakan seorang ilmuwan yang mengagaskan penggolongan makluk hidup dan mengembangkan sistem Binomial untuk menamai suatu organisme berdasarkan genus dan spesiesnya. Apabila ada spesies yang mirip maka akan dikelompokka menjadi genus yang sama, genus yang sama akan dikelompokkan menjadi famili yang sama dan seterusnya. Sistem pengklasifikasian biologi modern ini menunjukkan bahwa seluruh dunia kehidupan dapat diatur dalam hirarki yang dapat digambarkan dalam bentuk diagram untuk menunjukkan silsilah keluarga.3. James Hutton (Teori Gradualisme)
James Hutton (1795) yang merupakan seorang ahli geologi Skotlandia menjelaskan mengenai sifat dan ciri geologis Bumi dengan menggunakan teori gradualisme dan menganggap bahwa perubahan mendalam dan nyata dari bumi ini adalah produk kumulatif dari proses yang berlangsung sangat lambat dan terus menerus.4. Thomas Malthus (Pertumbuhan Populasi vs Persediaan Makanan)
Menurut Malthus (1766-1834) ini yang merupakan seorang ahli ekonomi politik dan terkenal ketika pada tahyn 1798 menerbitkan essay dengan judul “The Principle of Population as it affects the Future Improvement of Society” yang isinya membahas keraguan tentang apakah suatu bangsa dapat menjangkau titik dimana hukum tidak lagi diperlukan dan setiap orang dapat hidup rukun dan harmonis. Menurutnya diperlukan perjuangan yang keras untuk mempertahankan eksistensi manusia, karena potensi pertumbuhan populasi manusia seperti deret geometri sedangkan kemampuan untuk menyediakan makanan dan sumber daya lainnya seperti deret aritmatik.5. Jean Baptiste de Lamarck (Teori Dinamis)
Lamarck merupakan naturalis Prancis yang mencetuskan model komprehensif mengenai perubahan makhluk hidup akibat berjalannya waktu sebagai dampak dari pengaruh lingkungan. Lamarck mengadakan penelitian dengan mengklasifikasikan cacing, laba-laba, moluska, dan makluk yang tidak memiliki tulang. Lamarck mengungkapkan bahwa terdapat kesamaan dari heran yang dipelajarinya termasuk perkembangan rekaman fosil yang menyebabkan Lamarck berfikir bahwa kehidupan itu tidak tetap tetapi dipengaruhi oleh lingkungan. Ketika lingkungan berubah maka organisme harus mengubah prilakunya untuk bertahan hidup.
Lamarck mempublikasikan teori evolusinya pada tahun 1809 pada saat ia mengepalai koleksi invertebrata di Museum Sejarah Alam di Paris. Dengan membandingkan spesies masa kini dengan bentuk fosilnya, Lamarck dapat melihat beberapa garis keturunan dan masing masing memberikan urutan kronolis dari fosil yang lebih tua hinga fosil yang lebih muda menuju ke spesies modern. Lamarck juga menyakini bahwa spesies dapat menaiki anak tangga menjadi spesies yang lebih kompleks dan anak tangga yang menempati posisi paling bawah adalah organisme mikroskopis yang dihasilka sevata spontan dari bahan bahn yang tidak hidup dan spesies yang menempati posisi paling atas tumbuhan dan hewan.6. Charles Lyel (Teori Uniformitarianisme)
Menurut ini berkaitan dengan teori Hutton tentang gradualisme yang menyatakan bahwa proses geologis masih belum berubah sepanjang sejarah bumi ini sehingga gaya yang bekerja dalam membentuk ciri geologis bumi sama besarnya dengan gaya di masa silam.7. Charles Darwin (Teori Evolusi)
Darwin menjadi salah satu naturalis Inggris yang cukup terkenal sebagai pencetus teori evolusi. Pada 27 Desember 1831-2 Oktober 1836, Darwin meneliti berbagai jenis hewan dan tumbuhan serta menggambar da menulis apa yang dilihatnya. Setelah itu, Darwin berlayar ke Kepulauan Galapagos selama 2 bulan dan melakukan pengamatan terhadap berbagai jenis hewan dikepulauan itu. Dengan melakukan pengamatan tersebut kemudian darwin menerbitkan buku berjudul “On the Origin of Species by means of Natural Selection” buku ini menyajikan bukti kehidupan yang telah berevolusi sepanjang sejarah serta mekanisme yang menyebabkan evolusi adalah seleksi alam.
Dalam sejarah sains pasti sudah banyak sekali teori mengenai evolusi yang beredar dan sangat kontroversial baik di kalangan ilmuwan maupun masyarakat yang cukup menarik untuk dipelajari dan dibahas. Teori evolusi sangat penting untuk dipelajari oleh kalangan akademisi seperti pendidik ataupun mahasiswa untuk mengetahui bagaimana sains dan ilmuwan bekerja. Dengan mengetahui materi tentang sejarah dan perkembangan teori evolusi maka sebagai bekal untuk kalangan akademisi dalam mempelajari ilmu sains lainnya seperti botani, zoologi, mikrobiologi dan sebagainya. Apabila pemahaman akan teori evolusi ini rendah maka ilmu pengetahuan lainnya akan sulit untuk diitegrasikan dan dipahami lebih lanjut. Pemahaman akan evolusi dan perkembangan evolusi juga dapat pahami oleh masyarakat biasanya yang memiliki cara berpikir kritis untuk memahami pengetahuan baru yakni terkait evolusi karena evolusi memiliki kedudukan tersendiri di dalam dunia pendidikan di negara kita karena sering muncul sebagai materi IPA baik di SMP maupun SMA. Walaupun teori evolusi banyak yang tidak setuju karena bertentangan dengan nilai agama di negara ini, tetapi ilmu evolusi ini dapat dijadikan sebagai titik awal yang bagus untuk menunjukkan perbedaan antara agama atau sains sehingga tidak perlu untuk diperdebatkan. Seseorang yang telah mempelajari evolusi juga akan cenderung lebih kebal akan teori konspirasi lainnya karena sudah dapat mengetahui tentang bagaimana sains bekerja sehingga akan memiliki kemampuan berfikir yang cukup tinggi untuk menanggapi teori yang beredar. Untuk itu materi mengenai sejarah evolusi dan perkembangan teori evolusi ini cukup menarik untuk dibahas.Dalam belajar mengenai materi evolusi dan perkembangan teori evolusi ini cukup sulit untuk dipelajari karena konsep evolusi sendiri bersifat abstrak sehingga diperlukan kemampuan berfikir kritis tingkat tinggi untuk memahaminya. Selain itu, definisi evolusi dan teori dari ilmuwan juga cukup banyak dan sulit dimengerti sehingga penuturannya mengundang kontroversi dari berbagai pihak karena ilmuwan sendiri mencetuskannya berdasarkan pandangannya masing-masing sehingga banyak terjadi kesalahpahaman saat mempelajarinya. Saat mempelajari evolusi juga dibutuhkan pembelajaran yang terus menerus karena perkembangan sains dari tahun ketahun terus mengalami perubahan dan adaptasi.
Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala yang terjadi saat pembelajari materi evolusi dan perkembangan teori evolusi ini adalah dengan membaca berbagai literatur terpencaya yang membahas materi tersebut, sering mencari tahu terkait perkembangan dunia evolusi yang ada saat ini dari berbagai media seperti artikel, surat kabar, ataupun jurnal terbaru untuk memperkaya pengetahuan mengenai dunia evolusi, mencari informasi terkait tempat-tempat yang berkaitan dengan evolusi serta mencari guru atau pendidik yang kompeten pada bidang ahlinya yaitu evolusi agar tidak terjadi miskonsepsi dan mencoba untuk menerima pengetahuan yang baru dengan pemikiran yang terbuka. Upaya lain yang dapat saya lakukan dalam mempelajari materi evolusi dan teori perkembangan evolusi ini adalah dengan melakuka observasi langsung mendatangi museum-museum yang mengkaji ilmu evolusi atau bukti evolusi seperti fosil dan lain sebagainya sehingga dengan melihat bukti evolusi secara langsung diharapkan minat untuk mengenal evolusi lebih tinggi lagi. Selain itu, dengan menghubungkan konsep evolusi dengan kehidupan sehari-hari memudahkan untuk cepat mengingat konsep dasar evolusi.
Walaupun materi mengenai evolusi ini cukup sulit untuk dipahami, namun ada beberapa upaya yang dapat dilakukan seorang pendidik dalam menyampaikan materi yang berkaitan dengan evolusi salah satunya adalah menggunakan media pembelajaran yang tepat. Penggunaan media pembelajaran pada materi evolusi ini juga sangat membantu guru dalam menunjukkan bukti secara langsung di depan mata siswa dan memudahkan siswa dalam memahami materi misalnya dengan membawa media interaktif bukti evolusi. Selain itu, untuk memudahkan pengetahuan pada materi evolusi juga pendidik dapat menyampaikan materinya dengan konsep dasarnya sehingga peserta didik dapat memahami materi berdasarkan konsep yang diajarkan pendidik. Selain itu, pendidik juga dapat melakukan pembelajaran secara langsung atau studi lapangan untuk membuat peserta didik menjadi lebih tahu secara mendalam mengenai materi tersebut. Pendekatan lain yang dapat dilakukan adalah pendekatan interaktif, pendekatan berbasis bukti, dan pendekatan komparatif dengan membandingkan teori satu dengan lainnya sehingga membuat siswa lebih aktif dalam mengumplkan informasi serta dapat juga mengadakan sebuah bimbingan khusus terhadap materi yang belum dipahami agar tidak terjadi miskonsepsi. Pemahaman akan konsep evolusi juga dapat diupayakan oleh pendidikan dengan memberikan referensi buku bacaan yang cocok yang mudah dipahami oleh peserta didik serta melengkapi sarana dan prasarana penunjang pembelajaran evolusi di sekolah.
Kesimpulannya bahwa evolusi adalah perubahan bertahap pada rentang waktu yang sangat panjang. Setelah perkembangan teori genetik, evolusi diartikan sebagai perubahan-perubahan dalam frekuensi gen antara populasi leluhur dengan populasi keturunannya. Dalam perkembangan dunia sains, teori evolusi juga berkembang cukup pesat sehingga banyak ilmuwan dan naturalis yang menkaji mengenai evolusi dan yang paling terkenal adalah teori yang diungkapkan oleh Darwin. Namun, dalam perkembangnya teori evolusi juga banyak dikemukakan oleh para ilmuwan diantara Aristoteles, Carolus Linnaeus, James Hutton, Thomas Malthus, Jean Baptiste de Lamarck, Charles Lyel, dan Charles Darwin dimana masing-masing ilmuwan dan naturalis ini memiliki pandangannya masing-masing seputar evolusi. Dari banyaknya teori evolusi ini maka diperlukan cara yang tepat dalam memahami materi evolusi agar tidak terjadi miskonsespsi sehingga diperlukan upaya yang keras dalam mempelajarinya. Sebagai pendidik yakni guru, dosen, tutor atau lainnya, pengetahuan akan evolusi ini sangat penting yang menunjang pengetahuan mengenai cabang ilmu sains lainnya dan tameng dalam menerima teori lain.
Setelah mempelajari evolusi ini, value kehidupan yang didapatkan setelah mempelajari materi evolusi dan perkembangan evolusi ini adalah evolusi dapat dijadikan sebagai bekal untuk menghadapi teori lainnya sehingga dapat mengetahui mana teori sains dan mana yang bukan. Selain itu, sudah banyak penelitian yang mengkaji teori evolusi yang cukup membantu dalam berbagai bidang kehidupan terutama bidang kesehatan yang membahas mengenai kelainan organ tubuh. Dengan mempelajari evolusi juga kita menjadi lebih menjaga keberagaman makhluk hidup dan melestarikannya agar tidak punah. Teori evolusi juga sangat berguna untuk mengevaluasi ancaman tanaman rekayasa genetika dan teknologi seleksi buatan. Dengan pemahaman mengenai evolusi juga menjadi dasar untuk bertanggung jawab terhadap keberlangsungan alam demi terciptanya kehidupan yang makmur dan harmonis.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group