Profile Photo

Nurindah PurbasariOffline

    • Profile picture of Nurindah Purbasari

      Nurindah Purbasari posted

      2 years, 10 months ago

      Nama : Nurindah Purbasari
      NIM : 2224200111
      Kelas : 6-B

      Bukti-bukti Evolusi

      Evolusi merupakan perubahan generasi ke generasi yang menurunkan sifat yang berbeda dari nenek moyangnya dan berlangsung dalam waktu yang lama. Reproduksi seksual memiliki peran yang sangat penting dalam evolusi. Selain itu evolusi juga berkaitan dengan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan dan terjadinya peristiwa natural selection. Evolusi, juga sebagai cabang Biologi dalam rumpun Sains, merupakan ilmu yang mempelajari mengenai perubahan yang terjadi secara berangsur-angsur menuju kesesuaian dengan waktu dan tempat. Sebagai ilmu pengetahuan, kajian evolusi didasarkan atas data keanekaragaman dan keseragaman makhluk hidup dalam tingkat komunitas, dan dalam perkembangan selanjutnya didukung oleh data-data penemuan fosil, sehingga tidak pernah dapat menerangkan dengan lengkap apa yang pernah terjadi di masa lalu. Hal inilah yang kemudian oleh para penentang paham evolusi digunakan sebagai dasar penolakan mereka. Terlebih lagi jika penentang itu berasal dari tokoh agama, mereka melawan paham evolusi dengan tetap menunjukkan apa yang telah tersurat dalam kitab suci mereka. Maka Untuk lebih menetralisir (memperlunak) agar pertentangan tidak lebih meruncing paham evolusi sering juga disebut sebagai Hipotesis Evolusi, yang kebenarannya masih perlu diuji lebih lanjut.
      Dalam terjadinya evolusi terdapat bukti-bukti, evolusi biologi meninggalkan tanda-tanda yang bisa diamati, yang merupakan bukti pengaruh pada kehidupan di masa lalu dan sekarang. Berikut beberapa bukti terjadinya evolusi di dunia ini:
      – Bukti Paleontologi
      Paleontologi merupakan ilmu yang mempelajari fosil. Fosil yaitu replika atau
      peningkatan bersejarah organisme dari masa lalu, yang mengalami mineralisasi di
      dalam batuan. Pada fosil telah ditemukan, hal tersebut menimbulkan keingintahuan manusia paling tidak sejak zaman Yunani kuno. Kecuali beberapa saja, fosil bukan merupakan sisa-sisa organisasi yang masih hidup sekarang di bumi ini. Kadang-kadang dikatakan adanya serangkaian penciptaan khusus yang diikuti bencana alam yang memusnahkan organisme di seluruh dunia.
      Suksesi bentuk fosil sesuai dengan apa yang diketahui dari bukti lain.
      Sebagai contoh, bukti dari cabang biokimia, biologi molekuler, dan biologi sel menempatkan prokariota sebagai nenek moyang semua kehidupan dan memperkirakan bahwa bakteri mendahului semua kehidupan eukariota dalam catatan fosil. Memang, fosil tertua yang diketahui adalah prokariota. Contoh lain penampakan kronologis dari kelas-kelas hewan vertebrata yang berbeda-beda dalam catatan fosil. Fosil ikan adalah yang paling tua dari semua vertebrata lain, disusul kemudian oleh amfibi, diikuti oleh reptilia, kemudian burung dan mamalia. Urutan ini sesuai dengan sejarah keturunan vertebrata sebagaimana diungkapkan oleh banyak jenis bukti yang lain. Sebaliknya, ide bahwa semua spesies diciptakan satu demi satu pada waktu yang hampir sama seharusnya kelas vertebrata muncul pada catatan fosil dalam bebatuan dengan umur yang sama, ternyata berlawanan dengan apa yang sesungguhnya diamati oleh para ahli paleontologi.
      Pandangan Darwin mengenai kehidupan juga memperkirakan bahwa transisi evolusioner harus meninggalkan tanda-tanda dalam catatan fosil. Para ahli paleontologi telah menemukan banyak bentuk transisi yang menghubungkan fosil
      yang lebih tua dengan spesies modern. Sebagai contoh, serangkaian fosil mendokumentasikan perubahan bentuk dan ukuran tengkorak yang terjadi ketika mamalia berevolusi dari reptil. Hampir setiap tahun, ahli paleontologi menemukan kaitan atau hubungan penting lainnya antara bentuk modern dengan nenek moyangnya. Beberapa tahun belakangan ini misalnya, para peneliti sudah menemukan paus yang telah menjadi fosil yang menghubungkan mamalia air ini dengan leluhurnya yang hidup di daratan.
      Fosil peralihan (transisi) menghubungkan masa lalu dan masa sekarang.Paus berkembang dari nenek moyang yang di darat, suatu transisi evolusioner yang meninggalkan banyak tanda, termasuk bukti-bukti fosil. Para ahli paleontologi yang melakukan penggalian di Mesir dan Pakistan berhasil mengidentifikasi paus yang sudah punah yang memiliki tungkai belakang. Ditunjukkan di sini adalah tulang kaki Basilosaurus yang sudah menjadi fosil, salah satu dari paus kuno itu. Paus tersebut sudah menjadi hewan air yang tidak lagi menggunakan kakinya untuk menyokong badannya dan untuk berjalan. Tulang kaki fosil paus yang lebih tua yang bernama Ambulocetus lebih kuat dan kokoh. Ambulocetus mungkin merupakan hewan amfibi, yang hidupnya di darat dan air.

      – Bukti Taksonomi
      Taksonomi merupakan cabang dari biologi yang berhubungan dengan penamaan dan klasifikasi spesies yang didasarkan pada skema yang lebih formal. Skema tersebut diantaranya yaitu dari tingkatan klasifikasi yang bermacam-macam, setiap tingkatan lebih luas cakupannya dibandingkan dengan tingkatan yang di bawahnya. Sistem taksonomi ini dipelopori oleh Carolus Linnaeus, beliau merupakan seorang ahli botani Swedia. Beliau bekerja dengan mencari keseragaman di antara keanekaragaman pada makhluk hidup. Tujuan utama dari Linnaeus yaitu “untuk kemuliaan dan keagungan Tuhan”. Namun ironisnya, seabad kemudian sistem taksonominya ternyata menjadi titik fokus pendapat Darwin mengenai evolusi.
      Linnaeus menggunakan suatu sistem untuk mengelompokkan spesies yang mirip ke dalam jenjang suatu kategori yang semakin umum. Sebagai contoh, misalnya spesies yang mirip dikategorikan ke dalam genus yang sama, genus yang mirip dikelompokkan kedalam famili yang sama dan selanjutnya. Berikut urutan klasifikasi yang digunakan untuk penamaan suatu spesies:
      Kingdom > filum > kelas > ordo > famili > genus > spesies.

      Bagi para ahli evolusi, skema Linnaeus tersebut merefleksikan genealogi bercabang dari pohon kehidupan, yaitu dengan organisme pada level taksonomik yang berbeda dihubungkan melalui turunan dari nenek moyang yang sama. Spesies yang mempunyai sifat dan ciri yang sama, contohnya singa dan harimau ternyata memiliki hubungan yang erat dan ternyata garis keturunan nenek moyangnya sama. Jika bisa mengakui singa dan harimau lebih erat hubungan kekerabatannya dibandingkan antara singa dan kambing, maka kita telah mengakui bahwa evolusi sudah meninggalkan tanda dalam bentuk derajat kekerabatan yang berbeda di antara spesies modern.
      Taksonomi yaitu penemuan manusia dengan sendirinya taksonomi tidak bisa mengukuhkan keturunan yang sama. Namun, bersama dengan bukti-bukti yang lain, implikasi taksonomi pada evolusi tidak mungkin keliru. Analisis genetik contohnya, membeberkan bahwa spesies singa dan harimau merupakan kerabat yang sangat dekat dengan latar belakang hereditas yang mirip kekerabatan dari genus yang sama untuk suatu ordo/ lebih dekat jika dibandingkan dengan ordo yang berbeda.

      – Bukti Embriologi Perbandingan
      Organisme yang mempunyai hubungan kekerabatan yang dekat akan mengalami
      tahapan yang sama dalam perkembangan embrionya. Sebagai contoh, yaitu semua embrio vertebrata akan mengalami suatu tahapan di mana mereka memiliki kantung insang dan rongga tulang belakang. Pada tahapan perkembangan ini, ikan, salamander, kura-kura, ayam, babi, sapi, kelinci, manusia dan semua vertebrata lain lebih banyak kesamaannya dari perbedaannya. Pada perkembangan selanjutnya menjadi semakin bervariasi, akhirnya akan memiliki ciri khas dari kelasnya.
      Hewan-hewan dengan daur hidupnya yang dimulai dari zigot, menunjukkan adanya persamaan perkembangan zigot sampai pada fase-fase tertentu. Misalnya saja, perkembangan zigot dari ikan (Pisces), amfibi (Amphibia), reptil (Reptil), burung (Aves), dan hewan menyusui (Mammalia) yang dimulai dengan pembelahan zigot menjadi dua, kemudian menjadi empat, lalu menjadi delapan. Inilah yang disebut dengan fase pembelahan. Pada fase ini materi bahan pertumbuhan mulai dibagi-bagi.
      Lalu disusul dengan fase gastrulasi, dimana terjadinya pemindahan dari materi yang sudah dibagi-bagi ke tempat-tempat tertentu. Fase selanjutnya yaitu fase diferensiasi, yaitu fase terjadinya diferensiasi dari materi-materi menurut fungsinya. Perbedaan telur-telur hewan yang termasuk vertebrata adalah dalam hal banyak atau sedikitnya mengandung kuning telur (yolk). Mulai terjadinya embrio sampai satu fase tertentu terdapat persamaan-persamaan pada semua golongan hewan tersebut, tetapi pada perkembangan terakhir, menunjukkan bentuk yang menyerupai induknya. Pada embrio ayam, mula-mula akan dibentuk notokhor, sistem saraf dorsal dan somit, kemudian organ-organ paruh seperti paruh dan sayap, dan terakhir embrio itu menyerupai bentuk induknya.
      Pada ikan contohnya, kantung insang berkembang menjadi insang; pada vertebrata darat, struktur embrio tersebut akan dimodifikasi untuk fungsi-fungsi lain, seperti saluran eustachius yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan pada manusia. Embriologi perbandingan seringkali membentuk homologi pada beberapa struktur, seperti kantung insang, yang menjadi sedemikian berubah pada perkembangan selanjutnya sehingga asal mulanya yang sama tidak lagi terlihat dengan jelas saat membandingkan dengan bentuknya yang telah berkembang secara lengkap.

      – Bukti Anatomi Perbandingan
      Pewarisan dengan modifikasi sangat jelas terlihat pada kemiripan anatomi antara spesies yang dikelompokkan ke dalam kategori taksonomi yang sama. Sebagai contohnya yaitu elemen kerangka yang sama menyusun tungkai depan manusia, kadal, kucing, paus, kelelawar, katak dan burung. Meskipun tungkai tersebut memiliki fungsi yang sangat berbeda.
      Tentunya, cara terbaik untuk membangun infrastruktur sayap kelelawar bukan merupakan cara terbaik untuk membangun sirip paus. Perbedaan anatomi seperti itu tidak masuk akal jika struktur tersebut secara unik direkayasa dan tidak saling berhubungan. Suatu penjelasan yang lebihmungkin adalah kemiripan tungkai depan ini akibat diturunkannya semua
      vertebrata dari suatu leluhur yang sama. Tungkai depan, sirip, dan lengan dari
      vertebrata yang berbeda adalah variasi dari pokok struktur dasar yang sama.
      Akibat fungsi yang berbeda pada setiap spesies, maka struktur dasarnya
      dimodifikasi.
      Kemiripan pada ciri khusus yang dihasilkan dari leluhur yang sama disebut homologi, dan tanda-tanda anatomis seperti itu disebut dengan struktur homolog. Anatomi perbandingan konsisten dengan bukti-bukti lain dalam memberikan bukti bahwa evolusi adalah suatu proses pemodelan ulang di mana struktur leluhur yang berfungsi dalam suatu kapasitas dimodifikasi ketika mereka mengemban fungsi baru.
      Beberapa struktur homolog yang lebih menarik adalah organ vestigial (organ sisa yang tidak berguna lagi), yaitu struktur dengan arti penting yang kecil, jika ada, bagi organisme tersebut. Organ vestigial yaitu sisa-sisa historis dari struktur yang memiliki fungsi penting pada leluhurnya. Sebagai contoh, paus masa kini tidak memiliki tungkai belakang tetapi memiliki sisa tulang pelvis dari kaki leluhur daratnya yang berkaki empat.
      Pada tingkat dasar, organ vestigial tampaknya bisa mendukung konsep
      “use dan disuse” yang dikemukakan oleh Lamarck, tetapi sebagaimana telah
      kita bahas, pengaruh penggunaan struktur tubuh oleh suatu individu tidak
      diwariskan ke keturunan individu tersebut. Sebaliknya, organ vestigial
      merupakan bukti evolusi melalui seleksi alam.
      Tubuh akan merugi harus terus menyediakan darah, zat-zat makanan, dan ruang bagi organ yang tidak lagi memiliki fungsi penting, maka seleksi alam cenderung menguntungkan individu yang memiliki organ tersebut dalam bentuk tereduksi, dengan demikian cenderung akan menghilangkan struktur yang tidak berfungsi lagi. Akhirnya perubahan struktur (seperti adaptasi ekor sebagai suatu struktur pendorong utama dan reduksi tungkai belakang pada paus) melibatkan pola ekspresi gen selama perkembangan embrio. Karena berbagai proses yang terjadi pada perkembangan embrio mempengaruhi fungsi organisme dewasa, maka organisme itu sendiri merupakan pokok dari proses seleksi alam. Organ vestigial mewakili perubahan dalam perkembangan embrio organisme yang ditempa atau dibentuk oleh seleksi alam.

      – Bukti Biokimia dan Serologi Perbandingan
      Studi anatomi perbandingan memperlihatkan adanya homologi anatomi,demikian juga studi biokimia dari macam-macam organisme sudah mengungkapkan homologi biokimia. Persamaan biokimia organisme hidup yaitu satu ciri yang mencolok dari kehidupan. Hubungan evolusi di antara spesies dicerminkan dalam DNA dan proteinnya (gen dan produk gen). Jika terdapat dua spesies mempunyai pustaka gen dan protein dengan urutan monomer yang sangat bersesuaian, urutan itu disalin pasti dari nenek moyang yang sama. Jika ada dua paragraf panjang yang sama hanya beda satu atau dua huruf di beberapa tempat, tentunya kita akan mengatakan bahwa paragraf itu berasal dari sumber yang sama.
      Biologi molekular yaitu pendukung Darwin yang paling berani, bahwa semua bentuk kehidupan saling berhubungan sampai tingkat tertentu melalui cabang-cabang keturunan dari organisme yang paling awal. Selain itu, organisme yang secara taksonomi berbeda jauh seperti manusia dan bakteri, memiliki beberapa protein yang sama.
      Kekerabatan antara berbagai jenis makhluk hidup dapat diuji secara biokimia. Salah Satu percobaan biokimia yang dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kekerabatan berbagai organisme adalah uji presipitin oleh Natael. Dasar percobaan ini adalah adanya presipitin atau endapan pada suatu reaksi antigen-antibodi. Banyak sedikitnya endapan yang terbentuk dapat digunakan untuk menentukan jauh dekatnya kekerabatan antara suatu organisme yang satu dengan organisme yang lainnya. Percobaan tersebut adalah sebagai berikut : kelinci disuntik dengan serum manusia berulang kali. Selang beberapa waktu kemudian, serum kelinci diambil dan dianalisis. Ternyata telah mengandung zat anti ini terbentuk karena adanya antigen yang masuk, yaitu serum darah manusia.Serum kelinci yang telah mengandung zat anti disuntikkan ke dalam berbagai jenis makhluk hidup, berturut-turut manusia, gorila, orang utan, babon, kucing, anjing, banteng, dan lain-lain. Selang beberapa waktu, darah manusia dan hewan-hewan yang disuntik dengan serum kelinci dianalisis ternyata mengandung presipitin yang berbeda-beda kadarnya. Banyaknya endapan ditentukan oleh jauh dekatnya kerabat antara kelinci dengan makhluk makhluk tersebut. Makin jauh kekerabatannya makin banyak presipitinnya.

      – Bukti Fisiologi Perbandingan
      Fisiologi merupakan ilmu dari cabang biologi yang mempelajari mengenai fungsi dari alat-alat tubuh. Terdapat faktor yang tak terkendali dalam membuat hubungan evolusioner dengan cara mengevaluasi tingkat kemiripan. Ternyata tidak semua tingkat kemiripan diwariskan dari nenek moyang yang sama. Spesies dari cabang evolusi yang berbeda bisa saja pada kenyataannya mirip satu sama lainnya jika mereka mempunyai peranan lingkungan yang mirip dan seleksi alam telah membentuk adaptasi yang analog. Hal seperti ini disebut dengan sebagai evolusi konvergensi, dan kemiripan akibat konvergensi disebut dengan analogi.
      Sebagai contoh, sirip depan dan ekor ikan hiu dengan sirip depan dan ekor paus misalnya, adalah organ renang analog yang berevolusi secara independen dan dibangun dari struktur yang berbeda secara keseluruhan. Evolusi konvergen juga menghasilkan kemiripan analog antara marsupial Australia tertentu dengan hewan berplasenta yang mirip dan telah berevolusi secara independen pada benua lain.

    Media

    Group logo of Evolusi
    Evolusi
    Public Group