-
Neneng Nuraliah posted
Evolusi Manusia
Oleh: Neneng Nuraliah
Semester: 6
Kelas: BSejarah yang membawa kehidupan ke masa sekarang. Dari hal-hal yang mikro sampai yang makro. Dari kehidupan yang masih terbatas hingga kehidupan yang sudah canggih. Sejarah yang membawa perubahan. Perubahan yang saat ini di rasakan atas pengalaman dan pengetahuan serta implementasi dari orang-orang dahulu, yang terus di kembangkan terus menerus sampai masa sekarang di zaman teknologi yang sudah menyebar di seluruh dunia. Sejarah adalah ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadian-kejadian di masa lampau. Sejarah adalah kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan manusia, yaitu menyangkut perubahan yang nyata di dalam kehidupan manusia. Dalam sains juga mempelajari terkait perubahan-perubahan yang terjadi yang di dukung oleh bukti-bukti peninggalan dan para ahli yang mengemukakan teori-teori. Teori-teori tersebut kita kenal dengan teori evolusi. Evolusi merupakan perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam waktu yang sangat lama. Evolusi bersal dari bahasa latin yakni Evolvo yang artinya membentang. Pengertian tentang konsep evolusi dapat timbul baik secara alam maupun secara logika dari pengertian tentang genetika. Evolusi dalam kajian biologi berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya.Perubahan-perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi, reproduksi, dan seleksi.
Konsep ini muncul bukan dari sejarah melainkan dikemukakan berdasarkan pada hasil-hasil penelitian serta pengamatan terhadap persamaan dan perbedaan dalam struktur dan fungsi dari berbagai bagian dunia, diantaranya adalah hasil penelitian dan pengamatan Charles Darwin. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi. Perubahan yang terjadi pada kromosom dan gen merupakan materi dasar dari evolusi, isolasi biasanya menyebabkan munculnya spesies baru dan seleksi alam oleh adanya perbedaan reproduksi dan mutasi. Evolusi juga mengemukakan bahwa semua jenis makluk hidup sebenarnya berasal dari makluk terendah. Sesuai dengan peredaran zaman dan perubahan geologi-astronomi terjadi perubahan berangsur pada makluk hidup sampai kini. Berdasarkan pemikiran evolusi, manusia digolongkan sebagai hewan. Hewan sendiri mengalami tingkat perkembangan dan bentuk seperti makluk terendah, mulai dari virus, bakteri, protozoa, cacing, ikan sampai pada mamalia. Evolusi pun sampai kini masih berlangsung. Bahkan lebih cepat prosesnya dibanding pada masa purba. Evolusi sebagai perubahan berangsur dan perlahan terbagi menjadi beberapa macam, yaitu evolusi geologi, evolusi astronomi, evolusi biologi dan evolusi budaya. Ditinjau dari bagian yang mengalami perubahan, evolusi dapat dibedakan menjadi evolusi kosmik dan evolusi organik. Disamping itu ada istilah lain yang dikenal dengan evolusi geologis.
budaya manusia telah mengembangkan penjelasan mereka sendiri tentang asal usul dunia dan manusia serta makhluk hidup lainnya. Banyak tokoh-tokoh yang menyumbangkan pemikiran tentang teori evolusi. Seperti Aristoteles, Plato, Jean Baptise de Lamarck, Charles Robert Darwin, Alfred Russel Wallace, maupun August Weisman.
• Plato (427-347 SM) Plato menyatakan percaya pada dunia, yakni dunia yang ideal dan abadi serta dunia maya (khayal) yang tidak sempurna. Kedua dunia tersebut dapat dipahami dengan menggunakan indera manusia. Dikatakan evolusi akan mengubah dunia yang organismenya sudah ideal dan beradaptasi sempurna dengan lingkungan.
• Aristoteles (384-322 SM) Aristoteles menganut teori skala alami. Dikutip situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), teori yang disampaikan Aristoteles membahas bahwa semua bentuk kehidupan disusun menurut suatu skala atau tangga yang kompleksitasnya meningkat ke atas. Menurutnya, setiap bentuk kehidupan makhluk hidup mempunyai suatu tangga dengan anak tangga masing-masing yang ada pada tingkatan yang berbeda.
• Jean Baptise de Lamarck (1744-1829) Pada teori evolusi Lamarck ada dua gagasan utama, yakni:Memiliki dua gagasan mengenai evolusi. Gagasan pertama berkaitan dengan bagian tubuh yang digunakan dan tidak digunakan oleh makhluk hidup. Melalui gagasannya ini, ia menganggap bahwa bagian tubuh yang terus-menerus dipakai makhluk hidup dalam menghadapi lingkungan tertentu akan menjadi lebih besar dan lebih kuat dibandingkan anggota tubuh yang jarang digunakan. Sementara anggota tubuh yang jarang digunakan akan mengalami kemunduran. Gagasan kedua Lamarck berkaitan dengan pewarisan sifat atau ciri-ciri yang diperoleh makhluk hidup dalam beradaptasi dengan lingkungannya. Pewarisan sifat atau ciri-ciri inilah yang memodifikasi organisme yang diperolehnya selama hidupnya. Contohnya, jerapah yang disebut berleher pendek, tapi karena lehernya terus menerus menjulur untuk mendapatkan daun di pohon yang tinggi, leher jerapah mulai menjadi panjang. Leher panjang inilah yang diwariskan ke semua keturunannya.
• Charles Robert Darwin (1809-1882) Darwin menilai bahwa evolusi terjadi melalui proses seleksi alam. Makhluk hidup yang mampu menyesuaikan diri dengan alam dapat bertahan hidup. Sementara makhluk hidup yang tidak dapat menyesuaikanm diri dengan alam tidak akan bertahan hidup atau mati. Darwin merupakan pelopor teori modern. Teori tentang evolusi merupakan pengamatannya ketika berlayar dengan kapal Beagle ke kepulauan Galapagos. Melalui pengamatan dan kajian yang mendalam, akhirnya Darwin mengemukakan teori evolusinya lewat buku berjudul On The Origin of Species by Means of Natural Selection (Asal Mula Spesies yang Terjadi Melalui Seleksi Alam). Buku tersebut diterbitkan pada 24 November 1859. Ada dua teori yang ada di dalam buku Darwin, yakni spesies-spesies yang hidup sekarang ini berasal dari spesies-spesies yang hidup dimasa lalu. Lalu seleksi alam merupakan penyebab evolusi adaptif.
• Alfred Russel Wallace (1823-1913) Teori evolusi Russel Wallace merupakan mengembangkan suatu teori seleksi alam yang dikemukan oleh Charles Darwin. Pemikiran Russel Wallace didapat dari hasil ekspedisi di Malaysia, kemudian Borneo (Kalimantan), Sulawesi, dan Maluku. Hasilnya menunjukan bahwa fauna di Indonesia Barat berbeda dengan Indonesia Timur. Wallace dan Darwin, berpendapat awaknya jerapah memiliki variasi leher, ada yang panjang dan pendek. Hasilnya seleksi alam lebih menguntungkan jerapah yang berleher panjang. Karena bisa menjangkau daun yang tinggi, bisa bertahan hidup. Bagi jerapah yang berleher pendek tidak bisa. Jerapah yang punya leher panjang diwariskan pada keturunnya.
• August Weismann – Pada teori August Weismann bahwa perubahan sel-sel tubuh akibat pengaruh lingkungan tidak diwariskan pada keturunannya. Evolusi menyangkut pewarisan gen-gen lewat sel-sel kelamin. Ini bermakna jika evolusi berkaitan dengan gejala seleksi alam pada faktor-faktor genetik. Weismann membuktikan teorinya dengan memakai tikus. Di mana mengawinkan dua tikus yang masing-masing ekornya dipotong. Selanjutnya anak-anak tikus yang sudah dewasa dipotong ekornya dan dikawinkan dengan sesamanya. Hasilnya anak-anak tikus berekor. Ia melakukan percobaan tersebut hingga 21 generasi tikus dan hasilnya sama.
Evolusi didorong oleh dua mekanisme utama, yaitu seleksi alam dan hanyutan genetik. Seleksi alam merupakan sebuah proses yang menyebabkan sifat terwaris yang berguna untuk keberlangsungan hidup dan reproduksi organisme menjadi lebih umum dalam suatu populasi dan sebaliknya, sifat yang merugikan menjadi lebih berkurang. Hal ini terjadi karena individu dengan sifat-sifat yang menguntungkan lebih berpeluang besar bereproduksi, sehingga lebih banyak individu pada generasi selanjutnya yang mewarisi sifat-sifat yang menguntungkan ini. Setelah beberapa generasi, adaptasi terjadi melalui kombinasi perubahan kecil sifat yang terjadi secara terus menerus dan acak ini dengan seleksi alam. Sementara itu, hanyutan genetik merupakan sebuah proses bebas yang menghasilkan perubahan acak pada frekuensi sifat suatu populasi. Di dalam manusia terdapat naluri yang berada di dasar diri kita yang dapat digali melalui berbagai pendekatan. Hanyutan genetik dihasilkan oleh probabilitas apakah suatu sifat akan diwariskan ketika suatu individu bertahan hidup dan bereproduksi. Walaupun perubahan yang dihasilkan oleh hanyutan dan seleksi alam kecil, perubahan ini akan berakumulasi dan menyebabkan perubahan yang substansial pada organisme. Proses ini mencapai puncaknya dengan menghasilkan spesies yang baru.
sebenarnya, kemiripan antara organisme yang satu dengan organisme yang lain mensugestikan bahwa semua spesies yang kita kenal berasal dari nenek moyang yang sama melalui proses divergen yang terjadi secara perlahan ini. Selanjutnya ada lima prinsip evolusi yaitu :
• Spesies baru bukan merupakan bentuk dari yang paling sempurna yang langsung hidup, tetapi berasal dari bentuk sederhana yang belum terspesialisasi.
• Evolusi tidak selalu dari yang sederhana ke kompleks, ternyata banyak contoh ”evolusi regresif” yaitu dari bentuk kompleks menuju bentuk sederhana. Sebagai contoh adalah kasuari diturunkan dari burung bersayap yang dapat terbang kemudian berkembang menjadi kasuari yang tidak bersayap dan tidak dapat terbang.
• Pada suatu saat evolusi terjadi lebih cepat dari yang lainnya. Bentuk-bentuk baru muncul dan bentuk lama punah.
• Laju kecepatan evolusi tidak berlangsung sama pada tiap-tiap organisme yang berbeda. Umumnya evolusi mula-mula berlangsung cepat pada saat spesies baru muncul dan kemudian diperlambat apabila kelompoknya terbentuk.
• Evolusi terjadi dalam populasi bukan dalam individu, oleh proses mutasi, reproduksi diferensial dan seleksi alam.Bukti bahwa hewan primata berkaitan dengan manusia yaitu dari genetiknya. DNA antara manusia dan primata dapat mencapai kemiripan hingga 97%. Namun, bukan berarti manusia dianggap berasal dari kera, ya. Fakta tersebut hanya bisa melacak bahwa manusia dan primata mungkin memiliki nenek moyang yang sama. Sebenarnya, informasi mengenai manusia yang berevolusi dari kera muncul karena teori evolusi manusia menurut Charles Darwin. Dalam buku “The Origin of Species” yang mengemukakan tentang teori evolusi ditulis oleh Charles Darwin, menyimpulkan semua makhluk hidup berasal dari nenek moyang yang sama (common ancestor) dan berhubungan antara satu sama lainnya. Menurut Darwin dalam buku tersebut, proses mutasi genetik dari nenek moyang yang sama mengakibatkan terjadinya proses evolusi dan munculnya berbagai spesies baru. Darwin membayangkan evolusi manusia seperti pohon. Batang pohon yang tunggal dan akarnya merupakan nenek moyang makhluk hidup. Sedangkan ranting dan daun pohon menjadi spesies baru yang lahir karena proses mutasi genetik. Proses mutasi genetik tersebut dapat terjadi karena seleksi alam dalam waktu yang lama. Dari seleksi alam itu, Darwin kemudian membagi proses evolusi menjadi mikroevolusi dan makroevolusi. Mikroevolusi adalah perubahan yang terjadi pada spesies dengan cara kecil. Misalnya, perubahan warna atau ukuran pada suatu populasi selama beberapa generasi. Sementara makroevolusi adalah perubahan karena seleksi alam yang mampu menciptakan spesies yang baru. Misalnya, perubahan dinosaurus menjadi burung, mamalia amfibi menjadi ikan paus, dan nenek moyang kera menjadi manusia.
Dari berbagai penjelasan evolusi yang menjadi pembelajaran bagi kita, di samping itu juga banyaknya perdebatan yang cukup ramai. Evolusi sampai saat ini masih menjadi perdebatan di berbagai kalangan. Pangkal teori evolusi adalah pengamatan fakta dan bukti berupa fosil yang umumnya tidak utuh dengan jumlah yang sangat sedikit yang kemudian direkonstruksi. Proses rekonstruksi harus dibantu dengan penentuan umur geologis, yang kemudian diikuti penentuan kedudukan taksonomik dari individu hasil rekonstruksi itu. Berbagai kendala dan perbedaan kemampuan para pakar evolusi dalam merekonstruksi fosil sebagai bukti evolusi mengakibatkan interpretasi yang berbeda-beda di kalangan para ahli dalam memaknai fosil. Perbedaan ini yang menyebabkan terjadinya konflik opini tentang teori evolusi. Pandangan-pandangan pro dan kontra terhadap teori evolusi sampai saat ini masih terjadi dan menyebar di kalangan ilmuwan, akademisi, pemuka agama hingga masyarakat awam. Interpretasi yang berbeda-beda terhadap teori evolusi muncul akibat perbedaan sudut pandang dalam memahami teori evolusi. Penjelasan evolusi makhluk hidup dari sudut pandang filsafat dan agama saat ini dipandang sebagai sesuatu hal yang bertentangan dengan teori evolusi biologi.
Berbagai perdebatan mengenai teori evolusi manusia berpengaruh terhadap pembelajaran di sekolah maupun banyak-pertanyaan-pertanyaan dari orang luar. Dan dalam mengkaji atau mempelajari terkait evolusi yang sangat Panjang, perlu di pelajari secara bertahap agar lebih dalam memahami dan selain teori yang di pelajari di Jurusan Biologi, sepertinya di butuhkannya juga belajar secara pembuktian seperti ke tempat-tempat bersejarah yang menjadi patokan para peneliti dalam mengemukakan dalam evolusi dan bahkan museum yang di dalamnya terdapat peninggalan-peninggalan yang dalam menjadi penguat terhadap teori-teori dari evolusi yang di pelajari. Dan dengan terjun lanjung juga, di harapkan dapat belajar lebih paham dan tidak terpaku pada teori.
Evolusi yang cukup banyak perbimbingan dari berbagai kalangan dengan teori yang yang komplek juga menjadi banyak pertanyaan dari berbagai sumber dan kadang bertentangan. Evolusi perlu di pelajari lebih dalam yang di Dukungan dengan hal-hal yang realistis dan dapat menyelaraskan antara sudut sains maupun yang masih jadi perbincangan yaitu dari agama. Dalam belajar evolusi juga di butuhkannya sarana prasarana yang mendukung agar mahasiswa biologi dapat dengan lebih dalam belajar dan meminimalisir miskonsepsi-miskonsepsi nantinya.
Belajar evolusi memang harus berpandangan luas. Kuat dari segi teori dan logis dalam memahami. Agar tidak berbenturan dengan hal-hal lain yang banyaknya pandangan-pandangan. Referensi yang sangat di butuhkan, ketekunan dalam memahami dan terus mencari pengetahuan di manapun, kapanpun dan dengan siapapun sebagai perluasan wawasan dan dapat menjadi perbandingan kita untuk belajar dan implementasi nanti setelah jadi guru di masa yang akan datang dengan perubahan dan zaman yang mungkin berangsur-angsur berbeda juga. Semoga dengan belajar evolusi manusia ini dapat menambah wawasan mahasiswa dengan baik dan dapat di pahami lebih jauh nantinya. Menurut Saya sangat menarik dalam belajar evolusi ini karena kita jadi lebih tertantang dalam mencari tahu dan banyak baca untuk lebih memahami teori-teori yang di pelajari dari berbagai referensi.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group