• Profile picture of Rizka Habibah

    Rizka Habibah posted

    3 years, 1 month ago

    EVOLUSI MANUSIA

    Sebuah essai oleh Rizka Habibah, mahasiswa semester 6 kelas 6B dengan NIM 2224200046

    Ilmu biologi merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang morfologi, anatomi, fisiologi, evolusi dan sebagainya. Ilmu biologi juga menelaah makhluk hidup dari dalam janin sampai tubuh yang sudah tidak bernyawa. Ada salah satu cabang dari biologi yang saat ini masih menimbulkan perdebatan oleh para ilmuan dan masyarakat sekitar yaitu kajian evolusi. Adanya evolusi sebagai ilmu seringkali dipertanyakan oleh sebagian orang. Kajian evolusi selalu dikaitakan dengan pendapat Charles Darwin yang dianggap memiliki kelemahan. Teori evolusi Darwin sampai saat ini selalu mendapat kritikan dan penolakan – penolakan dari berbagai ahli dan ilmuwan. Berdasrkan pandangan dari agama, Teori Evolusi terkait dengan keyakinan bahwa Tuhan adalah pencipta makhluk hidup, sementara Teori Evolusi menyangkal terjadinya fenomena tersebut dan menggantikan dengan konsep evolusi. Oleh karena itu, penulis memilih materi evolusi manusia yang memang masih sering dipertanyakan dan diperdebatkan berdasarkan pandangan Darwin dan agama islam.

    Teori evolusi yang dicetus oleh Darwin menimbulkan kegemaran yang luar biasa di dunia Barat seabad yang lalu karena teori tersebut bertentangan sama sekali dengan kisah penciptaan manusia dan alam semesta yang dianut oleh masyarakat pada saat itu. Teori evolusi Kontroversial itu diuraikan oleh Darwin dalam On the Origin of Spesies by Means of Natural Selection pada tahun 1859, disusul kemudian dengan The Descent of Man and Selection in Relation Sex yang terdiri dari dua jilid pada tahun 1871. Jangka waktu dua belas tahun sejak terbitnya The Origin of Spesies, para ilmuwan hampir semua telah sepakat mendukung teori evolusi, sedangkan para agamawan dengan keras tetap menentangnya. Darwin berpendapat bahwa manusia berasal dari makhluk-makhluk yang lebih rendah derajatnya manusia, lalu berevolusi sampai bentuknya seperti sekarang, sedang para agamawan berkeyakinan bahwa Nabi Adam adalah manusia pertama yang langsung dicipta Tuhan dalam bentuk seperti sekarang tanpa melalui evolusi.
    Namun seiring dengan perjalanan waktu teori evolusi mengalami penyempurnaan atau modifikasi hingga sampai saat ini. Seperti halnya teori evolusi Darwin menjadi teori evolusi sintesis modern. Teori tersebut hingga sampai saat ini menjadi populer dikalangan masyarakat umum. Didalam gagasan teori evolusinya yang Darwin jelaskan dalam bukunya The On the Origin of Species terdapat dua pokok gagasan yang Darwin jelaskan dalam bukunya tersebut. Pertama adalah spesies-spesies yang ada sekarang ini merupakan keturunan dari spesies moyangnya. Diedisi pertama bukunya, Darwin tidak menggunakan kata evolusi. Darwin menyebutnya modifikasi keturunan (descent with modifcation). Gagasan utama yang kedua adalah seleksi alam sebagai mekanisme modifikasi keturunan.

    Darwin mengemukakan pernyataannya bahwa manusia dan kera berasal dari satu nenek moyang yang sama dalam bukunya The Descent of Man yang terbit tahun 1971. Sejak saat itu, para pengikut Darwin telah berusaha untuk memperkuat kebenaran pernyataan tersebut. Tetapi, walaupun telah melakukan berbagai penelitian, pernyataan “evolusi manusia” belum pernah dilandasi oleh penemuan ilmiah yang nyata, khususnya di bidang fosil. Kalangan masyarakat awam adalah yang umumnya tidak mengetahui kenyataan ini, dan menganggap pernyataan evolusi manusia didukung oleh berbagai bukti kuat. Anggapan yang salah tersebut terjadi karena masalah ini seringkali dibahas di media masa dan disampaikan sebagai fakta yang telah terbukti. Tetapi mereka yang benar-benar ahli di bidang ini mengetahui bahwa kisah “evolusi manusia” tidak memiliki dasar ilmiah

    Teori Darwin yang menyatakan bahwa semua makhluk hidup bersaing di alam ini melalui seleksi alam, membuat semua manusia terutama ras-ras tertentu merasa terancam. Sejak teori ini dihembuskan, sejak itu pula secara signifikan manusia semakin berlomba untuk dapat bertahan dengan berbagai cara, terutama melalui peperangan. Pernyataan Darwin mendukung bahwa manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk yang mirip kera. Selama proses evolusi yang diduga telah dimulai dari 5 atau 6 juta tahun yang lalu, dinyatakan bahwa terdapat beberapa bentuk peralihan antara manusia modern dan nenek moyangnya yang ditetapkan menjadi empat kelompok dasar sebagai berikut:
    1. Australophithecines (berbagai bentuk yang termasuk dalam genus Australophitecus)
    2. Homo habilis
    3. Homo erectus
    4. Homo sapiens

    Para evolusionis menggolongkan tahapan selanjutnya dari evolusi manusia sebagai genus Homo, yaitu “manusia.” Menurut pernyataan evolusionis, makhluk hidup dalam kelompok Homo lebih berkembang daripada Australopithecus, dan tidak begitu berbeda dengan manusia modern. Manusia modern saat ini, yaitu spesies Homo sapiens, dikatakan telah terbentuk pada tahapan evolusi paling akhir dari genus Homo ini. Fosil seperti “Manusia Jawa,” “Manusia Peking,” dan “Lucy,” yang muncul dalam media dari waktu ke waktu dan bisa ditemukan dalam media publikasi dan buku acuan evolusionis, digolongkan ke dalam salah satu dari empat kelompok di atas. Setiap pengelompokan ini juga dianggap bercabang menjadi spesies dan sub-spesies, mungkin juga. Beberapa bentuk peralihan yang diusulkan dulunya, seperti Ramapithecus, harus dikeluarkan dari rekaan pohon kekerabatan manusia setelah disadari bahwa mereka hanyalah kera biasa.
    Lebih jauh lagi, Homo sapiens neanderthalensis (manusia Neanderthal) dan Homo sapiens sapiens (manusia moderen) juga dengan jelas hidup bersamaan. Hal ini sepertinya menunjukkan ketidakabsahan pernyataan bahwa yang satu merupakan nenek moyang bagi yang lain. Pada dasarnya, semua penemuan dan penelitian ilmiah telah mengungkap bahwa rekaman fosil tidak menunjukkan suatu proses evolusi seperti yang diusulkan para evolusionis. Fosil-fosil, yang dinyatakan sebagai nenek moyang manusia oleh evolusionis, sebenarnya bisa milik ras lain manusia atau milik spesies kera.

    Kaum Muslim masih menyikapi Teori Evolusi dengan sikap menolak, mengoreksi atau menerimanya sebagai faktual. Di kalangan intelektual Muslim tidak ada reaksi yang keempat, sebagaimana dicatat oleh Ian G. Barbour. Menurut Barbour, terdapat empat tipologi dalam respons umat Kristen terhadap Teori Evolusi, yakni Tradisionalisme, Modernisme, Liberalisme dan Naturalisme. Yang jelas-jelas tampak dan mudah ditemui di dunia Islam adalah corak pertama dan kedua, yakni Kreasionis dan Apologetis. Di akhir abad ke-20 ini, tentu saja, Harun Yahya merupakan eksponen paling terkenal di barisan tipe pertama. Tokoh yang nama aslinya adalah Adnan Oktar ini adalah fenomena unik, selain karena pengaruhnya sangat besar di berbagai belahan dunia Islam, namun dia dikenal sebagai sosok yang kontroversial. Pengaruh besar Harun Yahya ini karena dia menampilkan kritik-kritik terhadap Teori Evolusi dalam bahasa popular.

    Dalam menyerang teori evolusi Darwin, Harun Yahya menyatakan bahwa mutasi dan seleksi alam tidak mungkin menghasilkan spesies baru. Menurut mereka, idak ada mutasi menguntungkan, semua mutasi hanya menghasilkan cacat pada makhluk hidup yang mengalaminya. Padahal ada mutasi yang bisa meningkatkan kelestarian (mutasi ‘menguntungkan’), seperti timbulnya kekebalan pada bakteri, kemampuan mencerna laktosa pada sebagian manusia, dan lain-lain
    Harun Yahya juga menentang kemiripan antara kera dengan manusia. Terlepas dari kemiripan tampilan ini, ada perbedaan sangat besar an-tara manusia dan kera. Berdasarkan tingkat kesadarannya, kera adalah hewan yang tidak berbeda dengan kuda atau anjing. Sedangkan manusia adalah makhluk sadar, berkeinginan kuat dan dapat berpikir, berbicara, mengerti, memutuskan, dan menilai. Semua sifat ini merupakan fungsi jiwa yang dimiliki manusia. Jiwa merupakan perbedaan paling penting yang jauh memisahkan manusia dari makhluk-makhluk lain. Tak ada satu pun kemiripan fisik yang dapat menutup jurang lebar di antara manusia dan makhluk hidup lainnya. Di alam ini, satusatunya makhluk hidup yang mempunyai jiwa adalah manusia.
    Logika serupa berlaku juga pada seluruh hipotesis yang diusulkan oleh evolusionis. Misalnya, tidak ada bukti paleontologis maupun secara pembenaran fisika, kimia, biologi atau logika yang membuktikan bahwa ikan beralih dari air ke darat dan menjadi hewan darat. Akan tetapi, jika seseorang membuat pernyataan bahwa ikan merangkak ke darat dan berubah menjadi reptil, maka dia pun harus menerima keberadaan Pencipta yang mampu membuat apa pun yang dikehendaki-Nya dengan hanya mengatakan “jadilah”. Penjelasan lain untuk keajaiban semacam itu berarti penyangkalan diri dan pelanggaran atas prinsip-prinsip akal sehat.

    Teori evolusi menurut Harun Yahya adalah bahwa setiap organisme, termasuk manusia, dihasilkan sepenuhnya oleh Allah dan tidak diciptakan oleh evolusi. Yahya percaya bahwa alam semesta adalah hasil dari desain Allah dan berpegang pada ketentuan-ketentuan kreatif-Nya. Ia juga menolak ide kapal pesiar perjalanan waktu atau Lamarckianisme, yang mengklaim bahwa karakteristik organisme diturunkan ke anak-anak berdasarkan pengalaman organisme tersebut. Selain itu, teori evolusi menurut Harun Yahya menolak Darwinsme, yang berpendapat bahwa proses seleksi alami yang kompleks memungkinkan organisme mengalami perubahan jangka panjang yang melahirkan spesies baru. Yakin bahwa perubahan jangka pendek yang dialami oleh seluruh organisme tidak dapat dikumpulkan menjadi spesies baru. Dia juga menentang ide bahwa genetika mendukung teori evolusi, mengutip perbedaan antara tingkat intraspesifik sebagai bukti bahwa evolusi tidak mungkin terjadi.

    Berdasarkan pendapat dari Darwin dan Harun Yahya tentang evolusi manusia dapat disimpulkan bahwa Darwin menjelaskan tentang evolusi makhluk hidup terjadi melalui mutasi dan seleksi alam. Setiap makhluk hidup bersaing dalam lingkungannya untuk tetap hidup dan melestarikan populasinya. Di sisi lain, teori tersebut menunjukan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup sebelumnya, yang saya nilai menjadi sisi imajinatif yang ditawarkan oleh Darwin sendiri. Darwin pula menyimpulkan bahwa manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk hidup mirip kera, yang dijelaskan berawal dari species Pilopithecus yang berevolusi hingga menjadi Homo Sapiens. Teori ini memberi perspektif imajinatif terhadap asal-usul manusia. Pula menyimpulkan bahwa manusia dan kera berhubungan sebagai suatu keturunan yang sama dari satu spesies. Tetapi, teori evolusi manusia Darwin menurut saya kurang sesuai dengan pemahaman agama yang jelas menyebutkan bahwa manusia adalah satu spesies utuh dari awal penciptaannya. Tidak mungkin ada hubungan kekerabatan yang terjalin antara dua spesies; manusia dan kera.

    Dikarenakan cukup sulit memahami kajian evolusi manusia berdasarkan pendapat Darwin dan ahli islam yaitu Harun Yahya, maka penulis mencoba untuk studi literature dengan berbagai sumber seperti jurnal dan video yang ada di YouTube. Salah satu video yang disampaikan oleh cendikiawan ilmu al-quran dan mantan Menteri Agama Indonesia yaitu M.Quraish Shihab didalam podcast anaknya bernama Najwaa Shibab yang berisi sharing time tentang agama islam. Menurut Quraish Shihab tentang evolusi manusia beliau mengatakan bahwa di dalam Al-Qur’an menceritakan kejadian manusia tetapi dalam Al-Quran juga menceritakan sebelum terbentuknya manusia (Adam) sudah ada makhluk-makhluk lain dan tidak dijelaskan apa makhluk lainnya. Bisa jadi makhluk lain adalah manusia purba. Menurut A-Qur’an manusia pertama diciptakan dari tanah kemudian ada proses dan proses akhirnya dihembuskan ruh dan terbentuklah manusia dan mungkin itu disebut manusia modern. Namun, Al-Qur’an tidak menjelaskan apa yang terjadi setelah tanah terbentuk sebelum ditiupkan ruh. Bisa dikatakan ada suatu kejadian yang terjadi sebelumnya.

    Lalu ada yang mengatakan bahwa itu semua adalah teori Darwin . Namun, menurut Quraish, islam tidak membahas hal itu dan teori evolusi adalaah bidang ilmu. Jika ilmu dapat mmebuktikannya maka hal itu tidak bertentangan dengan Al-Qur’an. Hal ini karena Al-Qur’an hanya menjelaskan dari tanah lalu ditiupkan ruh. Jadi, kita bisa tolak teori Darwin sebagai ilmu atau menerima teori tersebut sebagai ilmu. Jangan libatkan agama islam dalam kebenaran teori ini. Banyak ulama islam yang percaya dan membenarkan hal itu. Salah satunya Ibnu Khaldun salah satunya yang menyebutkan ada proses dalam kejadian manusia tersebut, sampai dia mencapai apa yang diistilahkan ‘alamul qiladah’(kera).

    Setelah mendengar penjelasan dari Quraish Shihab tentang keberadaan nabi adam dan manusia purba, penulis menjadi lebih paham dan dapat memposisikan diri serta menjawab jika seuatu saat ditanya oleh murid tentang hal ini. Kedepannya penulis bercita-cita ingin menjado guru biologi tetapi jika saat menjelaskan materi evolusi manusia maka akan lebih sebagai muslim dan pendidik. Metode atau pendekatan yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut
    1. Mempelajari sejarah manusia: Pendekatan ini membantu siswa memahami asal-usul manusia dengan menganalisis fakta dan dokumen sejarah yang menyelidiki kemunculan dan perkembangan manusia.
    2. Menganalisa fisik manusia: Siswa dapat menganalisis hubungan antara fitur-fitur anatomik manusia dengan aspek lain dari lingkungan tertentu berdasarkan teori evolusi.
    3. Mempelajari sifat genetik manusia: Siswa dapat mempelajari sifat genetik manusia dan bagaimana hewan lain dapat mempengaruhinya dengan cara yang sama.
    4. Mempelajari kebudayaan manusia: Pendekatan ini menggunakan teori evolusi untuk menghubungkan perkembangan kebudayaan manusia dengan perubahan lingkungan.
    5. Pelajari sifat sosial manusia: Siswa dapat meneliti berbagai hubungan spesies dan menganalisis bagaimana interaksi antarmanusia mempengaruhi evolusi manusia.
    6. Pelajari kesesuaian evolusi dengan lingkungan: Pendekatan ini meneliti bagaimana orga

    Dalam memudahkan pemahaman siswa tentang ilmu evolusi dapat dengan kegiatan fieldtrip berupa pembelajaran lapangan melalui kunjungan situs pati ayam di Kudus. Bukti berbagai fosil purba seperti Gajah Purba (Stegodon trigonocephalus) memberikan gambaran bahwa kehidupan masa lalu telah mengalami evolusi. Proses pembelajaran perlu menguatkan bahwa fosil itu merupakan bukti ilmiah, yang telah dikaji secara ilmuan. Kedua pembelajaran menggunakan sumber-sumber literatur mutakhir dengan memberikan penjelasan arti evolusi dalam perspektif ontologi dengan diantaranya buku biologi Campbell dkk dalam edisi 7 dan 8, kemudian tren kajian evolusi yang ditulis oleh John C Avise dengan judul Molecular Markers, Natural History And Evolution. Hal utama yang perlu diperkenalkan bahwa kehadiran evolusi itu tidak berdiri sendiri dalam satuan ilmu, melainkan memiliki keterkaitan dengan kajian molekuler sebagai penanda hubungan antar makhluk hidup.

    Berdasarkan tulisan tentang evolusi manusia menurut teori Darwin dan pandangan islam serta Al-Qur’an dapat disimpulkan bahwa semua pendapat yang disampaikan oleh seseorang dari hasil penelitian itu dapat dikatakan benar sebagai ilmu pengetahuan. Kita tidak bisa menolak teori Darwin atas nama Al-Qur’an tetapi bisa tolak atas nama ilmu pengetahuan. Sebaliknya, jangan menrimanya atas Al-Qur’an tapi terimalah sebagai ilmu pengetahuan. Adapaun value kehidupan yang dapat diambil dari tulisan ini adalah penulis dapat lebih bersyukur tentang bagaimana sang pencipta Allah menciptakan hal ini semua. Dari tulisan ini juga dapat menambah wawasan yang sebelumnya memang masih rancu mengenai nabi adam dan manusia purba sehingga sekarang sudah paham tentang konsep evolusi manusia

Media

Group logo of Evolusi
Evolusi
Public Group