-
Triana Yuni Lestari posted
Nama : Triana Yuni Lestari
NIM : 2224200090
Kelas : 6C
Ujian Akhir SemesterBUKTI-BUKTI EVOLUSI
Evolusi merupakan suatu perubahan yang terjadi dalam kehidupan yang terjadi dari generasi sebelumnya ke generasi selanjutnya yang di turunkan dari nenek moyang maupun leluhur terdahulu. Dalam ilmu evolusi, mempelajari tentang perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar dalam kurun waktu yang lama dengan menyesuaikan waktu dan tempat. Sehingga evolusi ini erat kaitannya dengan makhluk hidup dari waktu lampau hingga waktu sekarang yang didukung dengan adanya sejumlah data yang menunjukkan terjadinya evolusi. Adapun sejumlah data yang dapat mendukung terjadinya evolusi yaitu penemuan fosil makhluk hidup baik flora maupun faunanya. Sehingga melalui fosil tersebut dapat di ketahui bahwa terdapat kehidupan di masa lampau. Akan tetapi hasil fosil tersebut tidak dapat memberikan data yang falid kertait kejadian atau peristiwa secara spesifik yang terjadi di masa lampau. Fosil – fosil tersebut di temukan oleh para ahli yang kemudian di teliti untuk mengetahui jenis serta usia dari fosil tersebut. Oleh karena itu, melalui matri evolusi ini kita dapat mengetahui peristiwa yang terjadi di kehidupan sebelumnya dengan adanya hasil fosil yang di temukan.
Para ahli menggunakan bukti-bukti sebagai petunjuk evolusi dengan tujuan akhir ingin mencari jawaban tentang fenomena alam, sebagaimana yang terdapat dalam buku “On The Origin Species” karya Charles Darwin. Sebenarnya rambu-rambu untuk mencari bukti telah ada dalam buku Darwin, sedangkan petunjuk adalah rambu-rambu untuk memperoleh bukti, dengan
alasan bahwa pendekatan monodisipliner tidak dapat dijangkau atau dilihat dan fosil bukti tidak dapat dipakai bukti dan kurang kuat. Hal ini karena fosil merupakan benda mati yang sudah tidak utuh dan lengkap, sehingga interpretasi para ahli sangat dituntut ketajamannya. Apalagi perilaku organisme yang telah memfosil sulit sekali diinterpretasi.
Pada zaman dahulu para ilmuan mencari asal mula pertama di bumi sehingga para ilmuan-ilmuan mengemukakan pendapat yang berbeda-beda baik dari segi Al Qur’an maupun dari segi ilmu barat salah satunya adalah Darwin mengemukakan mekanisme, bahwa satu spesies dapat berubah menjadi spesies lain. Pengikut Darwin-isme menganggap mekanisme Darwin sebagai acuan bahwa manusia adalah keturunan kera. edangkan para ilmuan menduduki posisi tertentu karena sasarannya adalah rekayasa reproduksi. Bahkan banyak perbedaan para pakar ilmuan tentang asal usul manusia itu sendiri sehingga membuat kita bingung dari mana asal manusia yang sebenarnya. Untuk dapat mendukung penemuan – penemuan dalam ilmu evolusi ini, di perlukan metode pendekatan tertentu yang dapat mendukung penemuan tersebut. Metode pendekatan tertenu yang dapat di gunakan yaitu misalnya dengan mempelajari terkait struktur organisme, ciri – ciri dari penemuan yang terlihat baik dari yang primitive hingga dalam bentuk yang sekarang. Dalam perjalanan ilmu evolusi dari awal hingga saat ini telah mengalami beberapa tahapan yang dilalui, yaitu:
1. Terdapat upaya yang di lakukan dengan tujuan untuk dapat menjelaskan fakta yang terjadi sehingga dapat mengetahui teori evolusi yang berkembang dari waktu ke waktu.
2. Dalam teori evolusi tidak bertentngna dengan ilmu agama maupun dengan teori evolusi yang menjelaskan beberapa proses serta peristiwa (fenomena) yang akurat.
Teori – teori evolusi yang terjadi tidak lepas dari seorang ilmuwan yang tentunya terlibat dalam penemuan – penemuan seblumnya. Charles Darwin merupakn seorng ilmuwan yang telat terlibat dalam ilmu evolusi dengan beberapa temuan beliau seperti dasar-dasar ilmiah dari teori evolusi yang terbukti mampu menghadapi proses pengujian secara ilmiah. Adapun konep utama dari teori Darwin yaitu dengan peristiwa seleksi alam secara ilmiah yang dapat menjelaskan terjadinya perisriwa / fenomena dari teori evolusi. Evolusi biologi meninggalkan tanda-tanda yang dapat diamati, yang merupakan bukti pengaruh pada kehidupan di masa lalu dan sekarang. Pada bagian ini, kita akan mencoba membahas secara ringkas beberapa tanda-tanda evolusi. Pembahasan yang mendalam akan Anda temukan pada modul-modul berikutnya. Salah satu materi evolusi yang akan di bahas yaitu terkait dengan bukti – bukti evolusi dari masa lampau hingga sekarang. Melalui bukti – bukti evolusi, dapat membuktikan adanya fosil – fosil terdahulu. Sehingga pada materi ini akan membahas sedikit terkait beberapa tanda-tanda evolusi.A. Bukti dari Paleontologi
Paleontologi merupakan cabang ilmu evolusi yang mempelajari tentang fosil. Fosil – fosil terdahulu menjadi peninggalan bersejarah yang mengalami perubahan mineralisasi dalam bebatuan. Sehingga melalui fosil tersebut manusia saat ini mengetahui adanya kehidupan dari zaman Yunani kuno. Menurut pandangan Charles Darwin kehidupan sudah ada sejak berabad – abad lalu dengan memperkirakan bahwa transisi evolusioner teleh meninggalkan sebuah tanda dalam catatan fosil. Para ahli Paleontologi juga telah menemukan banyak transisi yang berhubunngan dengan fosil yang berusia lebih tua dengan spesies modern saat ini. Sebagai contohh yaitu pada bentuk tengkorak pada hewan yang mengalami perubbahan ketika berevolusi. Oleh karena itu, hamper setiap tahun para ahli Paleontologi dapat menemukan hubungan yang berkaitan dengan bentuk fosil saat ini (modern) dengan nenek moyang terdahulu. Salah satu contoh dari perubahan transisi / perubahan yang terjadi misalnya pada seekor paus yang mengalami perubahan dari zaman nenek moyang hingga sekarang.
Suksesi bentuk fosil sesuai dengan apa yang diketahui dari bukti lain. Sebagai contoh, bukti dari cabang biokimia, biologi molekuler, dan biologi sel menempatkan prokariota sebagai nenek moyang semua kehidupan dan memperkirakan bahwa bakteri mendahului semua kehidupan eukariota dalam catatan fosil. Memang, fosil tertua yang diketahui adalah prokariota. Contoh lain penampakan kronologis dari kelas-kelas hewan vertebrata yang berbeda-beda dalam catatan fosil. Fosil ikan adalah yang paling tua dari semua vertebrata lain, disusul kemudian oleh amfibia, diikuti oleh reptilia, kemudian burung dan mamalia. Urutan ini sesuai dengan sejarah keturunan vertebrata sebagaimana diungkapkan oleh banyak jenis bukti yang lain. Sebaliknya, ide bahwa semua spesies diciptakan satu demi satu pada waktu yang hampir sama seharusnya kelas vertebrata muncul pada catatan fosil dalam bebatuan dengan umur yang sama, ternyata berlawanan dengan apa yang sesungguhnya diamati oleh para ahli paleontologi.
Fosil peralihan (transisi) menghubungkan masa lalu dan masa sekarang. Paus berkembang dari nenek moyang yang di darat, suatu transisi evolusioner yang meninggalkan banyak tanda, termasuk bukti-bukti fosil. Para ahli paleontologi yang melakukan penggalian di Mesir dan Pakistan berhasil mengidentifikasi paus yang sudah punah yang memiliki tungkai belakang. Ditunjukkan di sini adalah tulang kaki Basilosaurus yang sudah menjadi fosil, salah satu dari paus kuno itu. Paus tersebut sudah menjadi hewan air yang tidak lagi menggunakan kakinya untuk menyokong badannya dan untuk berjalan. Tulang kaki fosil paus yang lebih tua yang bernama Ambulocetus lebih kuat dan kokoh. Ambulocetus mungkin merupakan hewan amfibia, yang hidup di darat dan di air.B. Bukti dari Taksonomi
Taksonomi merupakan sebuah cabang ilmu biologi yang berkaitan / berhubungan dengan penamaan / klasifikasi suatu spesies. Penamaan atau system klasifikasi makhluk hidup di temui oleh Carolus Linnaeus yang merupakan seorang ahli botani yang berasal dari Swedia. Carolus Linnaeus memiliki tujuan yang akan di capai yaitu untuk kemuliaan dan keagungan Tuhan. Akan tetapi, tujuannya itu tidak terwujud secara keseluruhan karena system taksonominya ternyata beribah menjadi titik fokus mengenai materi evousi. Dalam pengelompokannhya Carolus Linnaeus memakai suatu system yang dapat mengkategorikan suatu kelompok spesies yang semakin umum. Sehingga para ahli membuat keputusan dengan merefleksikan suatu geneologi yang bercabang dari pohon kehidupann sehingga pengelompokkan makhluk hidup yang berbeda dapat di hubungkan dengan turunan dari nenek moyangnya.
Taksonomi merupakan suatu penemuan yang tidak dapat mgnukuhkan keturunan yang telah ada. Sehingga melalui taksonomi bukti – bukti evolusi sudah di pastikan tidak mungkin keliru. Taksonomi merupakan penemuan manusia dengan sendirinya taksonomi tidak dapat mengukuhkan keturunan yang sama. Akan tetapi, bersama dengan buktibukti yang lain, implikasi taksonomi pada evolusi tidak mungkin keliru. Analisis genetik misalnya, membeberkan bahwa spesies singa dan harimau merupakan kerabat yang sangat dekat dengan latar belakang hereditas yang mirip kekerabatan dari genus yang sama untuk suatu ordo/ lebih dekat jika dibandingkan dengan ordo yang berbeda.C. Bukti dari Anatomi Perbandingan
Pewarisan dengan modifikasi sangat jelas terlihat pada kemiripan anatomi antara spesies yang dikelompokkan ke dalam kategori taksonomi yang sama. Sebagai contoh elemen kerangka yang sama menyusun tungkai depan manusia, kadal, kucing, paus, kelelawar, katak dan burung. Meskipun tungkai tersebut memiliki fungsi yang sangat berbeda.
Suatu kemiripan yang di turunkan oleh leluhur kita dengan ciri khusus di sebut dengan hemologi. Di mana hemologi merupakan anatomi perbandingan konsisten yang di dukung dengan adanya bukti – bukti yang dapat memberikan suatu kapasitas yang dapat di modifikasi ketika kita telah mengemban suatu fungsi baru. Salah satu contoh yang dapat di lihat dari anatomi perbandingan yaitu perubahan yang terjadi pada struktur anatomi ekor yang mengalami perubahan di karenakan oleh proses yang terjadi akibat dari perkembangan embrio sehingga dapat mempengaruhi fungsi organisme tersebut. Sehingga melalui perbandinga anatomi ini kita dapat membedakan bentuk struktur anatomi dari makhluk hidup. Kemiripan dalam ciri khusus yang dihasilkan dari leluhur yang sama disebut homologi, dan tanda-tanda anatomis seperti itu disebut dengan struktur homolog.
Anatomi perbandingan konsisten dengan bukti-bukti lain dalam memberikan bukti bahwa evolusi adalah suatu proses pemodelan ulang di mana struktur leluhur yang berfungsi dalam suatu kapasitas dimodifikasi ketika mereka mengemban fungsi baru. Pada tingkat dasar, organ vestigial tampaknya bisa mendukung konsep “use dan disuse” yang dikemukakan oleh Lamarck, tetapi sebagaimana telah kita bahas, pengaruh penggunaan struktur tubuh oleh suatu individu tidak diwariskan ke keturunan individu tersebut. Sebaliknya, organ vestigial merupakan bukti evolusi melalui seleksi alam.Tubuh akan merugi harus terus menyediakan darah, zat-zat makanan, dan ruang bagi organ yang tidak lagi memiliki fungsi penting, maka seleksi alam cenderung menguntungkan individu yang memiliki organ tersebut dalam bentuk tereduksi, dengan demikian cenderung akan menghilangkan struktur yang tidak berfungsi lagi.D. Bukti dari Embrio Perbandingan
Salah satu bukti dari embriologi perbandingan yaitu memiliki hubungan kekerabatan yang telah mengalami tahapan / proses yang sama dalam perkembangan embrionya. Bukti dari embriologi contohnya yaitu pada vertebrata yang mengalami evolusi dengan struktur embrionya yang di modifikasi untuk fungsi – fungsi tertentu. Pada embriologi perbandingan sering kali membentuk hemologi pada beberapa sturktur tubuh yang dapat berubah sedemikian hingga memiliki bentuk yang berkembang secara lengkap.
Diilhami oleh prinsip Darwinian mengenai pewarisan yang dimodifikasi, ahli embriologi pada akhir abad ke-19 mengemukakan pandangan yang ekstrim “ontogeni merupakan ikhtisar filogeni”. Pendapat ini menganggap bahwa perkembangan organisme individu, atau ontogeni, merupakan ulangan sejarah evolusioner spesies, atau filogeni. Teori rekapitulasi ini adalah suatu pernyataan yang berlebihan. Meskipun semua vertebrata memiliki banyak ciri perkembangan embrio yang sama, tidak benar kalau mamalia pertama-tama mengalami tahap perkembangan ikan kemudian tahap amfibia dan seterusnya. Ontogeni dapat memberikan petunjuk untuk filogeni, tetapi penting untuk diingat bahwa semua tahapan perkembangan itu bisa berubah sepanjang rentetan proses evolusi yang Panjang.E. Bukti dari Biokimia dan Serologi Perbandingan
Pada studi anatomi telah menemukan macam – macam organisme yang berasal dari hemologi biokimia, sehingga persamaan biokimia organisme hidup adalah salah satu ciri yang mencolok dari kehidupan. Persamaan tersebut dapat terlihat dengan adanya evolusi di antara beberapa spesies sehingga jika hal tersebut di cerminkan dari dalam DNA & protein yang memiliki urutan monomer yang sesuai dengan Salinan nenek moyang terdahulu. Jika ada dua paragraph panjang yang sama hanya beda satu atau dua huruf di beberapa tempat, tentunya kita akan mengatakan bahwa paragraph itu berasal dari sumber yang sama. Teori Darwin yang mendukung pada teori biokimia dan serologi perbandingan ini yaitu semua bentuk kehidupan saling berhubungn hingga ke tingkat tertentu melalui cabang – cabang keturunan dari organisme yang paling awal.
Di ilhami oleh prinsip Darwinian mengenai pewarisan yang dimodifikasi, ahli embriologi pada akhir abad ke-19 mengemukakan pandangan yang ekstrim “ontogeni merupakan ikhtisar filogeni”. Pendapat ini menganggap bahwa perkembangan organisme individu, atau ontogeni, merupakan ulangan sejarah evolusioner spesies, atau filogeni. Teori rekapitulasi ini adalah suatu pernyataan yang berlebihan. Meskipun semua vertebrata memiliki banyak ciri perkembangan embrio yang sama, tidak benar kalau mamalia pertama – tama mengalami tahap perkembangan ikan kemudian tahap amfibia dan seterusnya. Ontogeni dapat memberikan petunjuk untuk filogeni, tetapi penting untuk di ingat bahwa semua tahapan perkembangan itu bisa berubah sepanjang rentetan proses evolusi yang panjang.F. Bukti dari Fisiologi Perbandingan
Fisiologi adalah ilmu dari cabang biologi yang mempelajari fungsi dari alatalat tubuh. Ada faktor tak terkendali dalam membuat hubungan evolusioner dengan cara mengevaluasi tingkat kemiripan. Ternyata tidak semua tingkat kemiripan diwariskan dari nenek moyang yang sama. Spesies dari cabang evolusi yang berbeda bisa saja pada kenyataannya mirip satu sama lainnya jika mereka memiliki peranan lingkungan yang mirip dan seleksi alam telah membentuk adaptasi yang analog. Hal seperti ini di sebut sebagai evolusi konvergensi, dan kemiripan akibat konvergensi di sebut dengan analogi. Sirip depan dan ekor ikan hiu dengan sirip depan dan ekor paus misalnya, adalah organ renang analog yang berevolusi secara independen dan di bangun dari struktur yang berbeda secara keseluruhan. Evolusi konvergen juga menghasilkan kemiripan analog antara marsupial Australia tertentu dengan hewan berplasenta yang mirip dan telah berevolusi secara independen pada benua lain.Melalui materi ini di harapkan para pembaca yang dapat memahami, mengetahui serta dapat mempelajari sedikit materi tentang evolusi sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Materi evolusi memiliki fungsi yang bermanfaat bagi masyarakat, karena berkat adanya ilmu evolusi ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat mengenai adanya kehidupan makhluk hidup di masa lampau dengan di dukung adanya bukti – bukti yang dapat memperkuat pemahamann terkait evolusi.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group