-
Lailatun Nisfiyah posted
Nama : Lailatun Nisfiyah
NIM : 2224200097
Kelas : 6A
UAS EVOLUSITeori evolusi pada dasarnya merupakan suatu materi yang membahas mengenai perkembangan atau perubahan secara bertahap dalam rentang waktu yang cukup lama. Evolusi sendiri memiliki definisi sebagai proses perubahan yang terjadi secara bertahap dalam rentang waktu yang panjang. Teori mengenai evolusi merupakan suatu sintesis yang secara harfiah merupakan penggabungan antara teori yang dikemukakan oleh Darwin dan juga Mendel, sehingga teori evolusi yang dipelajari saat ininmerupan teori evolusi sintesis modern. Evolusi yang secara jelas membahas mengenai peroses dalam penciptaan makhluk hidup dibuktikan dengan adanya keanekaragaman organisme hidup, banyaknya karkateristik dan spesies, dan adanya pola dalam hierarki keanekaragaman.
Evolusi sendiri terbagi menjadi dua macam. Evolusi yang pertama yaitu bahwa adanya fakta mengenai makhluk hidup yang berubah dan dapat bertahan sehingga tidak mengalami kepunahan merupakan evolusi progressif. Sedangkan bagi makhluk hidup yang mengalami perubahan namun tidak dapat bertahan dan mengalami kepunahan merupakan bagaian dari evolusi regresif. Evolusi dalam biologi dapat diketahui melalui berbagai macam tanda yang bisa diamati sebagai bukti nyata bahwa adanya pengaruh pada kehidupan di masa lalu terhadap kehidupan masa kini. Bukti pertama adanya evolusi dapat dilihat melalui fosil yang dipelajari melalui ilmu paleontologi. Evolusi yang terjadi pada vertebrata dan invertebrata melalui proses yang cukup panjang dan dalam waktu yang tidak singkat.
Evolusi vertebrata dimulai dengan munculnya organisme laut awal yang memiliki ciri yang menjadi ciri khas hewan vertebrata modern. Fosil terrtua dari hewan vertebrata adalah Conodonts, yang hidup sekitar 530 juta tahun yang lalu. Conodonts adalah organisme kecil dengan gigi-gigi kecil yang digunakan untuk makan. Asal-usul hewan vertebrata dapat ditelusuri kembali ke zaman Prakambrium, dengan evolusi dari organisme laut awal menjadi ikan bertulang rawan, kemudian menjadi ikan bertulang sejati dan akhirnya berkembang menjadi beberapa kelompok hewan vertebrata yang ada saat ini. Hewan vertebrata juga mengalami evolusi. Evolusi vertebrata dimulai deri evolusi Chordata. Chordata mengalami evolusi membentuk tulang belakang. Selanjutnya hewan bertulang belakang disebut vertebrata. Vertebrata paling primitive tidak memiliki rahang. Selanjutnya hewan tersebut terus berevolusi sebagai bentuk adaptasinya. Kelas pertama yang muncul adalah pisces. Selanjutnya pisces berevolusi sehingga muncul amphibi. Amphibi adalah vertebrata pertama yang mampu hidup di darat. Selanjutnya amphibi berevolusi sehingga muncul reptil. Muncul reptile bersayap sebagai nenek moyang aves. Dan setelah itu muncul mamalia sebagai hewan yang memiliki kelenjar susu.
Munculnya hewan multisel terjadi dalam peristiwa yang di kenal sebagai ledakan kambrium. Asal muasal kehidupan multisel dari sekelompok organisme kolonial didasarkan pada asumsi tentang bagaimana embrio berkembang dan kesamaan di dalam struktur molekulnya. Menurut evolusionis, karena organisme ini terus berkembang, mereka menginvasi daratan. Persaingan sumber daya, baik di laut maupun di darat, menyebabkan berbagai macam bagian tubuh berkembang. Organisme bersel tunggal konon mulai membentuk koloni. Koloni menawarkan organisme ini keuntungan yang tidak diketahui. Jadi, seleksi alam menyebabkan semakin banyak koloni. Seiring berjalannya waktu, organisme kolonial ini mulai mengembangkan sel-sel khusus dan kemudian membentuk bola dengan lekukan yang dapat menelan sesuatu dan memanfaatkan sumber makanan baru. Memanfaatkan sumber makanan baru ini mengadah pada lebih banyak kemajuan, dan akhirnya ada ribuan bentuk kehidupan invertebrata yang terbentuk berenang di laut purba. Evolusi avertebrata dimulai dari nenek moyang berupa protista yang hidup di laut. Ketika itu evolusi biologis berlangsung semakin cepat dibandingkan dengan evolusi biologis pertamakali. Protista bercabang tiga, dimulai dari filum Porifera, filum Cnidaria, dan filum Platyhelminthes.Plathyhelminthes bercabang tiga, cabang pertama bercabang tiga lagi menjadi filum Mollusca, filum Annelida, dan filum Arthropoda. Cabang kedua menjadi filum ematoda. Sedangkan cabang ketiga menjadi dua filum yaitu Echinodermata dan filum Chordata. Dari evolusi invertebrata dapat diketahui bahwa evolusi invertebrata berasal dari nenek moyang berupa Echinodermata. Echinodermata akan berkembang menjadi Echinodermata modern yang ada sekarang ini, misalnya bintang laut, bulu babi, Hemichordata, Chordata primitif seperti Tunicata dan lanceleolatus.
Alasan memilih materi evolusi hewan vertebrata dan invertebrata karena vertebrata dan invertebrata memiliki sejarah evolusi yang panjang dan menarik. Mempelajari evolusi kedua kelompok ini memungkinkan untuk melihat bagaimana organisme ini berevolusi dari nenek moyang mereka hingga bentuk-bentuk yang dikenal saat ini. Melalui pemahaman ini, dapat melacak sejarah dan perubahan dalam keragaman hayati di Bumi. Studi evolusi vertebrata dan invertebrata didasarkan pada bukti fosil yang ditemukan. Fosil-fosil ini memberikan catatan sejarah tentang organisme yang telah punah dan organisme yang masih ada hingga saat ini. Melalui analisis fosil, dapat mempelajari hubungan evolusioner antara spesies dan perubahan morfologi yang terjadi selama jutaan tahun. Vertebrata dan invertebrata menunjukkan keragaman adaptasi yang luar biasa. Mempelajari evolusi kedua kelompok ini memungkinkan untuk memahami bagaimana organisme ini telah mengembangkan berbagai adaptasi fisik, perilaku, dan fisiologis dalam merespons lingkungan mereka. Hal ini memberikan wawasan tentang kemampuan organisme untuk berubah dan beradaptasi seiring waktu. tudi evolusi vertebrata dan invertebrata memiliki keterkaitan yang kuat dengan berbagai bidang ilmu pengetahuan lainnya, seperti paleontologi, genetika, biologi evolusi, dan ekologi. Penelitian evolusi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas tentang proses-proses evolusi dan mengungkapkan aspek-aspek fundamental dalam kehidupan dan perubahan organisme. Studi evolusi vertebrata dan invertebrata berhubungan langsung dengan pemahaman tentang asal-usul kehidupan di Bumi. Melalui pemahaman tentang proses evolusi ini, dapat mendapatkan wawasan tentang bagaimana kehidupan telah berkembang dari organisme paling sederhana hingga organisme yang kompleks seperti vertebrata dan invertebrata. Mempelajari evolusi vertebrata dan invertebrata memberikan pemahaman yang mendalam tentang sejarah evolusi kehidupan di bumi, adaptasi organisme terhadap perubahan lingkungan, dan peran penting yang dimainkan oleh hewan-hewan ini dalam ekosistem.
Adanya perubahan morfologi dan anatomi pada akhirnya akan berpengaruh terhadap bentuk evolusi yang dihasilkan. Jika dirunut berdasarkan sejarah, maka para ahli paleontologi menemukan fosil invertrbrata yang dianggap terlihat sama dengan cephalochordata di Columbia, memiliki usia 545 juta tahun atau memiliki usia 50 tahun lebih tua dibandingkan dengan fosil vertebrata tertua. Temuan tersebut pun pada akhirnya menimbulkan kemungkinan bahwa vertebrata dan invertebrata terlah berevolusi dari leluhur sesil yang sama melalui paedogenesis.
Teori evolusi vertebrata dan invertebrata merupakan bagian dari ilmu biologi. Ilmu biologi sendiri secara definitif merupakan ilmu yang didalamnya memuat materi yang berhubungan dengan makhluk hidup, baik mengenai evolusi makhluk hidup, segala hal yang membutuhkan makhluk hidup, dan hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Berdasarkan definisi tersebut, maka dapat diketahui bahwa biologi sebagai payung ilmu yang mewadahi teori evolusi makhluk hidup yang didalamnya termasuk vertebrata dan invertebrata memiliki peran penting dalam kehidupan manusia di dalam berbagai bidang, jika dikaitkan dengan hubungan antara manusia dengan pencipta, maka urgensi mempelajari biologi khusunya mengenai materi evolusi vertebrata dan invertebrata dapat menjadi ajang bagi individu lebih menyadari kembali kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dalam menciptakan makhluk hidup baik manusia, hewan, dan tumbuhan. Jika ditelaah berdasarkan sisi ilmiah, maka urgensi mempelajari teori evolusi hewan vertebrata dan invertebrata dapat memupuk sikap ilmiah yang secara lebih lanjut mendorong individu untuk memiliki rasa penasaran dalam melakukan riset dan melakukan percobaan untuk menguji hipotesis pada percobaan-percobaan terdahulu.Jika ditelaah dari sudut pandang praktis, maka mempelajari biologi khususnya teori mengenai evolusi vertebrata dan invertebrata dapat memperkaya pengetahuan individu dalam mengetahui makhluk hidup mulai dari yang berukuran sangat kecil hingga berukuran besar dengan keaadaan yang sederhana dan kompleks berdasarkan perkembangan evolusinya secara ilmiah dari masa ke masa. Namun, dalam mempelajari teori evolusi vertebrata dan invertebrate tentu tidak mudah. Terdapat beberapa tantangan yang dihadapi dalam mempelajari materi mengenai evolusi vertebrata dan invertebrate yang membuat individu mengalami kesulitan.
Tantangan pertama yaitu secara praktis mempelajari materi evolusi vertebrata dan invertebrate dapat diartikan sebagai pembelajaran yang berkaitan dengan sejarah makhluk hidup yang termasuk kedalam vertebrata dan invertebrate. Kesan mempelajari sejarah sudah tergambar dalam diri siswa atau siswi bahkan mahasiswa bahwa sejarah merupakan suatu materi yang membosankan. Hal tersebut disebabkan oleh kompleksitas materi yang tidak cukup jika hanya dipelajari dalam waktu singkat saja. Namun, membutuhkan waktu yang panjang untuk mempelajari materi dan setiap perkembangan dalam materi tersebut. Tantangan kedua yaitu sulitnya memahami materi yang ada. Materi evolusi vertebrata dan invertebrate memuat perkembangan yang cukup kompleks dari masa ke masa, hal tersebut membuat individu yang mempelajari akan menemukan berbagai kesulitan dalam memahami materi karena adanya pembabakan proses perkembangan dalam evolusi vertebrata dan invertebrate dengan istilah-istilah ilmiah yang cukup menantang untuk dipahami. Kompleksitas materi tersebut tentu akan menjadi hambatan bagi individu dalam mempelajari materi evolusi vertebrata dan invertebrate yang dapat memicu lamban nya pemahaman yang mereka terima.
Berdasarkan tantangan tersebut, tentu perlu adanya pemecah masalah agar mempemudah individu dalam mempelajari materi evolusi vertebrata dan invertebrate. Saran yang dapat diberikan dalam menghadapi tantangan tersebut yaitu dengan mencari media pembelajaran lain yang lebih efektif, menarik, dan efisien agar pembelajaran materi evolusi vertebrata dan invertebrate tidak terkesan monoton dan berorientasi terhadap hapalan dari evolusi yang terjadi. Perkembangan teknologi di masa sekarang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan media pembelajaran yang lebih menarik. Adapun media yang dapat dimanfaatkan cukup beragam. Pemanfaatan papan tulis, bulletin board, gambar, peta, grafik, film, internet, menjadi beberapa contoh media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara lebih lanjut guna menghindari kejenuhan akibat materi yang bersifat text book dan sulit dipahami. Cara-cara modern dengan memanfaatkan media pembelajaran yang telah disebutkan diatas, dapat memberikan kesan dan suasana baru bagi individu yang sedang mempelajari materi mengenai evolusi vertebrata dan inverterbata.
Berdasarkan saran tersebut, maka solusi yang paling tepat dalam menghadapi tantagan adalah dengan membuat kelompok belajar yang terdiri dari 3 atau 4 orang kemudian diberikan tugas untuk membuat pembabakan waktu mengenai peristiwa evolusi vertebrata dan invertebrate dalam media pembelajaran seperti bulletin board dan mempersilahkan siswa/I hingga tingkatan mahasiswa/I untuk berkreasi dalam merangkum materi tersebut kedalam bulletin board. Hal tersebut menjadi solusi yang efektif karena dengan mempersilahkan inidvidu atau kelompok membuat project mengenai materi yang dipelajari, akan membuat individu/ kelompok tersebut mau tidak mau untuk meneksplorasi mengenai materi.Pada proses eksplorasi ini maka, individu akan secara langsung mempejari materi tersebut. Solusi yang paling aplikatif lainnya yaitu memafaatan media online seperti youtube untuk menampilkan proses evolusi vertebrata dan invertebrate dalam bentuk video, sehingga tidak menimbulkan kejenuhan. Solusi lainnya yaitu dengan membuat kunjungan secara khusus ke museum biologi yang didalamnya terdapat koleksi yang menceritakan evolusi vertebrata dna invertebrate. Kunjungan ke museum ini, diharapkan dapat menjadi ajang individu dan kelompok untuk “release” kejenuhan dalam mempelajari materi vertebrata dan invertebrate dalam ruangan kelas. Kunjungan museum juga dapat memberikan gambaran bagi individu untuk mengetahui bagaimana evolusi terjadi khusunya dari sudut pandang ukuran makhluk hidup itu sendiri.
Pemarapan-pemaparan yang telah dijelaskan diatas, memiliki kesimpulan bahwa dalam mempelajari ilmu biologi khususnya materi mangenai evolusi vertebrata dan invertebrate terdapat hikmah atau nilai kehidupan yang dapat dipetik dari proses pembelajaran tersebut. Adapun hikmah atau nilai kehidupan yang paling nyata yaitu sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, maka kita dapat mengetahui kebesaran-Nya dari adanya perubahan zaman dari masa ke masa yang turun merubah morfologi dan anatomi vertebrata dan invertebrate yang dapat menambah ilmu pengetahuan manusia.
Berdasarkan pemaparan diatas maka dapat disimpulkan bahwa dalam mempelajari materi mengenai evolusi vertebrata dan invertebrata terdapat nilai-nilai yang juga dapat membentuk karakter individu atau kelompok yang mempelajarinya. Nilai pertama yaitu berkaitan dengan nilai religius individu. Artinya melalui materi evolusi verterbata dan invertebrata akan membuat individu lebih memahami nilai ketuhanan dalam ajaran agama masing-masing dalam mengimani ke-Esa-an Tuhan dalam menciptakan makhluk hidup.
Nilai kedua yaitu peduli sosial. Nilai ini berkaitan dengan niat individu dan praktek yang dilakukan untuk menjaga makhluk hidup baik vertebrata dan invertebrata tidak mengalami kepunahan dengan membantu menjaga habitat mereka. Nilai ketiga yaitu peduli lingkungan. Nilai ini berkaitan dengan tindakan individu yang akan berhati-hati dalam meanfaatkan lingkugan dan berupaya untuk emncegah terjadinya lerusakan lingkungan dan adanya upaya untuk memperbaiki lingkungan alam yang rusak dengan memperbaiki hal-hal kecil terlebih dahulu. Nilai tersebut memiliki maksud bahwa manusia harus menyadari bahwa lingkungan sekitar merupakan tempat bagi makhluk hidup lainnya hidup dan berkembang biak.
Daftar Pustaka
Falcone, C. (2022). Evolution of astrocytes: From invertebrates to vertebrates. Frontiers in Cell and Developmental Biology, 10.
Nengsih, R. (2016). Peranan Pembelajaran Biologi Dalam Membangun Karakter Cinta Kepada Allah Swt Serta Mensyukuri Nikmatnya Biology Learning Role in Building Character and Love To God Almighty Grateful for the Joy. Cahaya Pendidikan, 2(1), 60–69.
Rani, M. P. K., & Moro, H. K. E. P. (2019). Analisis kebutuhan media pembelajaran pada materi evolusi untuk peserta didik SMA kelas XII. Prosiding Symbion (Symposium on Biology Education), Prodi Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Ahmad Dahlan, 1(1), 166–172.
Taib, E. N., & Masri, M. (2020). Pengintegrasian Nilai Karakter Dalam Pembelajaran Biologi Pada Sekolah Menengah Atas Di Takengon Dan Lhokseumawe. JURNAL ILMIAH DIDAKTIKA: Media Ilmiah Pendidikan Dan Pengajaran, 20(2), 225.
Wisacita, M. (2020). Tantangan dan Peluang Proses Pembelajaran Biologi Di SMA Negeri 1 Polanharjo Klaten Dalam Masa dan Pasca Pandemic Covid-19. Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana, 611–619.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group