-
Annisa Rahmatia posted
Nama: Annisa Rahmatia
Nim: A1J120006
Kelas: B (Permata Forkkom)
UAS EVOLUSISejarah dan Perkembangan Evolusi
Evolusi berasal dari Bahasa latin “evolve” yang artinya “membentang”, Yang kemudian bahasa ini diserap dalam bahasa inggris menjadi evolution yang berarti perkembangan secara bertahap. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia evolusi adalah perubahan ( pertumbuhan dan perkembangan ) secara berangsur – angsur dan perlahan-lahan atau sedikit demi sedikiit. Sehingga, evolusi juga dapat diartikan sebagai perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam waktu yang sangat lama. Dalam kajian biologi evolusi diartikan sebagai perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan-perubahan ini dapat disebabkan oleh tiga proses utama, yakni variasi, reproduksi, dan seleksi. Evolusi dapat terjadi Ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi. Perubahan yang terjadi pada kromosom dan gen merupakan materi dasar dari evolusi, isolasi biasanya menyebabkan munculnya spesies baru dan seleksi alam oleh adanya perbedaan reproduksi dan mutasi. Hal ini dapat dilihat dalam evolusi yang terjadi pada manusia dari masa ke masa. Evolusi juga mengemukakan bahwa semua jenis makhluk hidup sebenarnya berasal dari makhluk terendah. Evolusipun sampai kini masih beerlangsung, bahkan lebih cepat prosesnya dibandingkan pada masa purba. Evolusi pada akhirnya adalah suatu proses penciptaan keanekaragaman makhluk hidup. Bukti terbaik untuk evolusi dalah adanya keanekaragaman dari waktu kewaktu, spesies baru beerkembang dari spesies yang ada melalui spesiasi, dan spesies lain punah, menghasilkan perubahan yang teerus menerus yang dalam dunia biologi dicerminkan dalam rekaman fosil. Evolusi sebagai perubahan berangsur dan perlahan terbagi menjadi beberapa macam, yaitu evolusi geologi, evolusi astronomi, evolusi biologi, dan evolusi budaya. Menurut Teilhard de chardin proses evolusi dibedakan menjadi tiga tahap yaitu tahap geosfer, dimana tahap ini merupakan tahap pra-hidup yang berarti tahap perubahan yang terutama menyangkut perubahan tata surya. Kemudian tahap biosfer dimana tahap ini merupakan tahap munculnya manusia. Selanjutnya tahap neosfer yang merupakan tahap penting dalam makhluk hidup, karena pada tahap ini menghubungkan keanekaragaman kehidupan dengan mekanisme penyebab alaminya. Gagasan tentang evolusi biologi sudah ada sejak zaman dahulu, khususnya diantara ahli filasafat yunsni deperti Anaximander dan epicurus serta ahli filsafat india seperti Patanjali. Namun, teori evolusi ilmiah belum mapan sampai abad ke 18 dan 19. Pemahaman modern tentang evolusi didasarkan pada teori seleksi alam, yang pertama kali dokemukakan oleh Charles Darwin dan Alfred russel Wallace pada tahun 1859, dan dipopulerkan di dalam buku Darwin The Origin Of Species pada tahun 1859. Berikut beberapa tokoh yang berperan dalam pengembangan teori evolusi yaitu arsistoteles ( teori statis ), menurut Aristoteles semua bentuk kehidupan dapat disusun dalam suatu skala atau tangga denga tingkat kerumitan yang semakin tinggi. Di dalam prosesnya Aristoteles mengorganisasikan makhluk hidup dalam suatu hirarki seperti tangga, dengan tumbuhan ditempatkan dibagian bawah, hewan ditempatkan paling atas. Pada masa itu diyakini bahwa spesies itu bersifat permanen ( fixisme ) dimana organisme – organisme satu spesies adalah identik, tidak sempurnah dan tidak berkembang. Ilmu pengetahuan belum berkembang, sehingga penciptaan ( kreasionisme ) merupakan satu – satunya jawaban. Selamjutnya carolus Linnaeus ( penggagas taksonomi ) adalah pemikir pertama yang jauh lagi mencoba untuk menggolongkan makhluk hidup. Beliau mengembangkan sistem dua bagian atau Binomial untuk menamai organisme menurut genus dan spesies. Linnaeus mengelompokan spesies berdasarkan tingkat kemiripan. Spesies yang mirip satu sama lain dikelompokkan ke dalam genus yang sama, genus yang mirip dikelompokkan pada famili yang sama dan seterusnya. Bagi Linnaeus, pengelompokkan spesies yang mirip dalam satu kelompok tidak mengimplikasikan adanya pertalian keluarga menurut garis evolusi, tetapi seabad kemudian sistem taksonominya ternyata menjadi titik fokus pendapat Darwin tentang evolusi. Sistem klasifikasi biologi modern, menunjukkan bahwa seluruh dunia kehidupan dapat diatur dalam hierarki yang apabila digambarkan dalam bentuk diagram, menyerupai silsilah. Setelah Linnaeus, para naturalis sering menanggap bahwa makhluk hidup saling ‘berkerabat’ namun mereka belum tahu apa penyebabnya. Kemudian James Hutton (Teori Gradualisme) pada tahun 1795 James Hutton ahli geolodi Skotlandia menjelaskan sifat dan ciri geologis Bumi dengan teori gradualisme (secara bertahap), yang menganggap bahwa perubahan mendalam dan nyata dari ciri dan sifat geologis Bumi merupakan produk kumulatif proses yang berlangsung lambat namun berlangsung terus menerus. Misalnya tebing terbentuk oleh sungai yang memotong bebatuan. Selanjutnya Thomas Malthus (Pertumbuhan Populasi versus Persediaan Makanan) Thomas Malthus ( 1766 – 1834 ) mempunyai tempat khusus dalam sejarah biologi, meskipun dia bukan ahli biologi tetapi seorang ahli ekonomi politik. Malthus menjadi terkenal pada tahun 1798 ketika dia menerbitkan sebuah essay yang berjudul “The Principle of Population as it affects the Future Improvement of Society”. Di dalamnya, Malthus mengangkat keraguan- keraguan tentang apakah suatu bangsa bisa menjangkau suatu titik di mana hukum tidak lagi diperlukan, dan setiap orang hidup dengan makmur dan harmonis. Menurut Malthus diperlukan perjuangan yang keras untuk mempertahankan eksistensi manusia, karena potensi pertumbuhan populasi manusia seperti deret geometri sedangkan kemempuan untuk menyediakan makanan dan sumber daya lainnya seperti deret atitmetik. Jean Baptiste de Lamarck (Teori Dinamis) Ilmuwan pertama yang mengajukan suatu model komprehensif tentang terjadinya perubahan terhadap makhluk hidup seiring dengan waktu sebagai akibat dari pengaruh lingkungan. Ide pokok Lamarck adalah bahwa bagian-bagian tubuh yang lebih banyak digunakan untuk menghadapi lingkungan akan menjadi lebih besar dan kuat, sedangkan bagian-bagian tubuh yang tidak digunakan (disuse) akan mengalami penurunan. Modifikasi yang didapatkan oleh suatu organisme selama masa hidupnya dapat diturunkan kepada keturunannya. Jadi, penekanan teori Lamarck adalah bahwa adaptasi terhadap lingkungan merupakan produk utama evolusi. Charles Darwin (Teori Evolusi, Seleksi Alam), Darwin menerbitkan buku “On the Origin of Species by means of Natural Selection”, yang menyajikan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa kehidupan telah berevolusi sepanjang sejarahnya dan bahwa mekanisme yang menyebabkan terjadinya evolusi adalah seleksi alam. Gregor Johann Mendel (Teori Genetika) Hasil penyelidikan Mendel menjadi dasar ilmu genetika. Walaupun sebagian besar ilmuwan Biologi dapat diyakinkan Darwin bahwa spesies merupakan hasil evolusi, namun ada permasalahan mengenai ide seleksi alam sebagai mekanisme evolusi. Ada kekurangan dalam penjelasan Darwin, yaitu pemahaman pewarisan yang dapat menjelaskan bagaimana variasi acak muncul dalam suatu populasi. Padahal Gregor Mendel dan Charles Darwin hidup pada masa yang sama, namun tidak ada yang dapat melihat dan menyadari bahwa Mendel telah menemukan prinsip dasar pewarisan yang sudah pasti dapat menyelesaikan permasalahan Darwin dan memberikan kredibilitas terhadap seleksi alam. Evolusi Modern (Neo-Darwinisme) Sintesis evolusi modern mengacu pada satu set gagasan dari beberapa spesialis biologi yang bersama-sama membentuk suatu teori evolus komprehensif yang diterima oleh mayoritas ahli biologi. Sintesis modern menguraikan evolusi sebagai suatu perubahan di dalam frekuensi alel dalam suatu populasi dari satu generasi ke generasi berikutnya. Teori ini sekarang menjadi pusat prinsip pengaturan dari biologi modern, yang berhubungan secara langsung dengan topik-topik seperti asal-usul resistensi antibiotika pada bakteri, sosialitas pada serangga, dan keanekaragaman hayati dari kehidupan di Bumi. Pengembangan terbaru yang paling penting dalam biologi evolusi adalah meningkatnya pemahaman dan kemajuan genetika. Jika menurut Darwin mekanisme evolusi itu terjadi karena seleksi alam, maka menurut Sintesis Modern, evolusi terjadi tidak hanya karena seleksi alam tetapi juga disebabkan oleh pergeseran genetik (genetic drift), aliran gen (gene flow), mutasi, dan perkawinan tidak acak. Prinsip-prinsip evolusi diantaranya yaitu Pada satu waktu evolusi terjadi lebih cepat dari yang lainnya. Bentuk baru muncul dan bentuk lama punah. Laju kecepatan evolusi tidak sama pada organisme yang berbeda. Spesies baru bukan merupakan bentuk yang paling sempurna tapi bentuk yang sudah terspesialisasi. Evolusi tidak selalu dari yang sederhana ke kompleks. Evolusi terjadi dalam populasi bukan dalam individu.
Materi ini sangat penting untuk dipelajari karena didalamnya membahas tentang sejarah dari asal usul terbentuknya makhluk hidup serta keterkaitan genetik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lain, yang dimana pengetahuan ini sangat bermanfaat untuk dimasa yang akan mendatang. Selain itu, setelah mempelajari materi ini, peserta didik dapat mengetahui perkembangan dari teori-teori evolusi yang telah ada sebelumnya. kemudian materi ini berbicara tentang sejarah yang berarti kisah apa yang ditinggalkan oleh manusia sebelumnya yang demikian sejarah mengandung lingkup waktu, lingkup ruang, penjelasan tentang susunan masa lampau hingga masa kini, yang dalam materi ini juga membahas tentang perkembangan dari masa ke masa yang menekankan pada evolusi manusia, tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya. Melalui materi ini juga peserta didik dapat mempelajari dan mengatahui serta menambah wawasan mengenai prinsip – prinsip terjadinya evolusi, serta beberapa tokoh yang berperan dalam pengembangan teori evolusi itu sendiri. Selain itu, materi ini juga penting untuk dipelajari karena didalamnya menjelaskan tentang bagaimana mekanisme peerkembangan evolusi. Yang menyatakan bahwa Evolusi terjadi ketika ada perubahan di dalam struktur genetika dari suatu populasi. Untuk memahami bagaimana suatu populasi berubah, para ahli biologi mempelajari jenis dan jumlah gen dari suatu populasi. Kumpulan gen (gene pool) adalah seluruh alela dari seluruh gen yang terdapat dalam seluruh individu dari suatu populasi pada suatu periode tertentu. Proporsi relatif alela dalam suatu populasi dinyatakan dengan frekuensi alela. Struktur genetik suatu populasi ditentukan oleh frekuensi alel dan genotipnya. Menurut teorema Hardy-Weinberg”frekuensi alel dan genotip dalam kumpulan gen suatu populasi tetap konstan selama beberapa generasi kecuali kalau ada yang bertindak sebagai agen lain selain rekombinasi seksual”. Teorema Hardy-Weinberg menjelaskan suatu kumpulan gen yang berada dalam suatu kesetimbangan, yaitu suatu populasi yang tidak berevolusi. Nilai kesetimbangan dari frekuensi alel dan genotip yang dihitung berdasarkan persamaan Hardy-Weinberg memberikan dasar untuk melacak struktur genetik suatu populasi selama beberapa generasi. Jika frekuensi alel atau genotipnya menyimpang dari nilai yang diharapkan dari kesetimbangan Hardy-Weinberg, maka populasi tersebut dinyatakan sedang berevolusi. Dengan demikian, definisi evolusi pada tingkat populasi dapat dinyatakan sebagai ”perubahan frekuensi alel atau genotip populasi dari generasi ke generasi” atau ”perubahan dalam struktur genetik populasi”. Karena perubahan dalam suatu kumpulan gen itu adalah evolusi dalam skala terkecil, maka keadaan ini secara khusus disebut sebagai mikroevolusi.
Dalam mempelajari materi evolusi terdapat beberpa tantangan dimana, evolusi merupakan ilmu yang abstrak sehingga cukup sulit untuk dipahami dan dapat menyebabkan banyak terjadi miskonsepsi. Miskonsepsi dapat disebabkan karena sumber belajar yang digunakan oleh peserta didik dan pendidik tidak mampu memberikan informasi yang tepat dan lengkap terhadap konsep evolusi. Selain itu, beberapa konsep yang ada di ilmu evolusi sampai saat ini masih ada yang menjadi perdebatan, misalnya timbulnya pendapat bahwa manusia berasal dari seekor kera yang telah berevolusi sedemikian rupa sampai menjadi bentuk manusia saat ini. Tetapi hal ini masih terus menjadi perdebatan karena belum ditemukannya fosil manusia yang berbentuk setengah manusia dan setengah kera yang dianggap sulit untuk menjelaskan urutan evolusi manusia, dimana fosil tersebut dianggap sangat penting dan diperlukan untuk menjadi bukti bahwa manusia memang berevolusi dari sekor kera. Kesalahpahaman konsep juga dapat disebabkan oleh informasi dari internet. Terkadang peserta didik mencari informasi melalui blogspot atau website yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan informasinya belum tentu bersifat ilmiah. Ketidaktepatan informasi dari internet dapat menimbulkan miskonsepsi dari peserta didik karena informasi yang ditulis oleh penulis dalam Upaya menggiring opini pembaca untuk mengikuti pemikiran penulis. Untuk menghindari terjadinya miskonsepsi antara pendidik dengan peserta didik, sebaiknya materi dalam evolusi dikemas dalam bentuk ilustrasi gambar dan video sehingga peserta didik dapat lebih menalar tentang apa yang sedang dijelaskan yang dapat menyebabkan proses pembelajaran menjaadi lebih interaktif dan menyenangkan. Selain miskonsepsi, tantangan dalam mempelajari evolusi yaitu kurangnya informasi yang dibutuhkan peserta didik untuk lebih memahami konsep evolusi. Kurangnya informasi peserta didik dalam memahami konsep yaitu disebabkan karena rendahnya minat baca peserta didik untuk memahami konsep evolusi yang dikarenakan kurangnya rasa ingin tahu sehingga peserta didik jarang untuk membaca dan mencari informasi. Hal ini dapat diatasi dengan cara pendidik dapat memberi tambahan informasi mengenai konsep evolusi yang belum dipahami oleh peserta didik dan pendidik dapat memberikan konfirmasi mengenai informasi yang salah ataupun kurang tepat yang didapatkan oleh peserta didik. Selain itu, pendidik juga berperan penting dalam mengubah pandangan peserta didik mengenai ilmu evolusi.
Menurut saya, mempelajari materi evolusi sangat menyenangkan. Karena kita dapat mengetahui asal usul terbentuknya manusia dari sudut pandang sains, dimana pandangan evolusi dari sudut pandang ilmu sains erat kaitannya denga nasal – usul terbentuknya kehidupan dari sudut pandang ilmu agama. kemudian kita juga dapat mempelajari teori-teori yang menyatakan tentang asal-usul berbagai jenis tumbuhan dan hewan dimana dalam teori evolusi dikatakan bahwa berbagai jenis tumbuhan, hewan, dan makhluk hidup lainnya yang ada dimuka bumi berasal dari jenis lain yang sudah ada sebelumnya. Teori evolusi juga sangat menarik untuk dipelajari karena teori evolusi menjelaskan bagaiman terjadinya proses perubahan pada makhluk hidup yang menyimpang dari strktur awal dalam jumlah yang banyak dan beraneka ragam sehingga kemudian menyebabkan terjadinya dua kemungkinan. Pertama, makhluk hidup yang berubah akan mampu bertahan dan tidak punah atau disebut juga dengan istilah evolusi progresif. Sedangkan kemungkinan kedua adakah makhluk hidup yang berubah atau berevolusi tadi gagal bertahan hidup dan akhirnya punah atau disebut dengan intilah evolusi regresif. Melalui evolusi peserta didik juga mampu memahami dan menambah wawasan terkain prinsip – prinsip terjadinya evolusi serta tokoh – tokoh yang berperan dalam pengembangan teori evolusi itu sendiri.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group