• Profile picture of Imroati Lathifa

    Imroati Lathifa posted

    • 3 years, 3 months ago

    UAS Evolusi-Klasifikasi Makhluk Hidup
    Nama: Imroati Lathifa
    NIM: 2224200035
    Kelas: 6A
    Semester: 6

    Materi yang dipilih untuk tugas mata kuliah Evolusi adalah klasifikasi makhluk hidup. Mengapa mengambil materi tersebut, karena makhluk hidup di alam semesta ini terbilang sangat banyak dan bervariasi. Makhluk hidup yang bertempat tinggal di darat dan lautan, terdapat persamaan dan juga perbedaannya. Materi ini sangat menarik untuk dibahas karena salah satunya adalah dengan adanya klasifikasi, makhluk hidup akan sangat mudah dikelompokkan dan membantu kita untuk mengetahui hubungan kekerabatan diantara makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya.
    Klasifikasi makhluk hidup adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengelompokkan makhluk hidup. Prinsip mendasar klasifikasi adalah adanya perbedaan dan persamaan setiap makhluk hidup. Klasifikasi makhluk hidup dapat ditentukan dengan melihat ciri-ciri makhluk hidup yang paling umum hingga yang paling spesifik atau khusus pada setiap makluk hidup. Persamaan dan perbedaannya dapat dilihat dari ciri morfologi, anatomi, dan biokimianya.
    Ciri morfologi adalah ciri yang terlihat dari luar, seperti morfologi bulu yang terdapat pada kucing. Sedangkan ciri anatomi adalah struktur yang terlihat didalam, seperti anatomi jantung yang berarti bagaimana jantung dari kucing tersebut tersusun dan bagian-bagiannya. Klasifikasi makhluk hidup dipelajari didalam ilmu taksonomi. Pada awalnya, ilmu taksonomi diperkenalkan oleh ilmuan asal Swedia yang bernama C. Linnaeus. Menurut C. Linnaeus kelompok makhluk hidup diklasifikasikan menjadi dua kelompok yaitu animalia (hewan) dan Plantae (tumbuhan). Linnaeus memperkenalkan urutan klasifikasi makhluk hidup dari tertinggi-rendah yaitu sebagai berikut:
    a. Kingdom
    b. Phylum (filum) digunakan untuk hewan dan untuk tumbuhan Divisio
    c. Classis (kelas)
    d. Ordo (bangsa)
    e. Familia (suku)
    f. Genus (marga)
    g. Species (jenis)
    Jenis atau yang disebut spesies adalah tingkatan takson yang memiliki sifat-sifat yang sama, baik dalam morfologi, fisiologi, maupun anatominya, serta mempunyai sejumlah krommosom yang sama dan umumnya hidup di habitat yang serupa. Marga adalah tingkatan takson yang memiliki persamaan dalam struktur alat reproduksi. Sementara itu suku adalah tingkatan takson yang mencakup sejumlah marga dengan jenis-jenis yang dianggap berasal dari nenek moyang yang serupa.
    Kelompok makhluk hidup yang anggotanya hanya memperlihatkan sedikit persamaan ciri dan sifat, jumlah anggotanya lebih besar dibandingkan dengan kelompok makhluk hidup yang anggota nya memperlihatkan lebih banyak persamaan ciri dan sifat. Seperti hewan yang terdapat di darat berkaki empat (dua ciri) dan seterusnya.
    Pengelompokkan makhluk hidup dapat dilakukan dengan berbagai sistem. Sistem pengelompokkan nya adalah natural atau alami, buatan atau artifisial, dan filogeni. Klasifikasi alami yang dikemukakan oleh Michael Adams dan Jean Baptiste de Lamarck. Sistem klasifikasi alami ini menggunakan dasar persamaan dan perbedaan morfologi (bentuk luar tubuh) secara alami atau wajar. Seperti cara geraknya (berkaki dua, berkaki empat, tidak berkaki, bersayap, bersirip) dan penutup tubuh (hewan berbulu, bersisik, berambut, bercangkang, tumbuhan biji berkeping satu, biji berkeping dua).
    Klasifikasi buatan atau artifisial adalah klasifikasi yang menggunakan satu atau dua pada makhluk hidup. Tersusun atas ciri-ciri atau sifat-sifat yang sesuai dengan kehendak manusia. Seperti klasifikasi tumbuhan dapat menggunakan dasar tempat tinggal (habitat), habitus atau berdasarkan perawakan (pohon, perdu, semak, ternak, memanjat). Tokoh yang memperkenalkan sistem ini adlaah Aristoteles yang membagi menjadi dua kelompok yaitu tumbuhan (plantae) dan hewan (animalia). Carolus Linnaeus juag mengelompokkan berdasarkan organ reproduksinya.
    Klasifikasi sistem filogeni disusun berdasarkan persamaan fenotip yang menhacu pada sifat-sifat bentuk luar, tingkah laku yang dapat diamati, dan pewarisan keturunan yang mengacu pada hubungan evolusioner sejak jenis nenek moyang sampai cabang-cabang keturunannya. Sistem ini dikemukakan oleh Charles Darwin pada tahun 1859, sistem klasifikasi filogenetik ini menjadi dasar dalam perkembangan sejarah klasfikasi 5 kindom.
    Beberapa sistem klasifikasi makhluk hidup yang diperkenalkan oleh para ahli sebagai berikut:
    A. Sistem klasifikasi dua kingdom dikembangkan oleh ilmuwan Swedia yaitu Carolus Linnaeus pada tahun 1735. Makhluk hidup dibagi menjadi 2 kingdom yaitu sebagai berikut:
    1. Kindom Animalia (hewan). Ciri-ciri: tidak memiliki dinding sel, tidak berklorofil, mampu bergerak bebas.
    2. Kingdom Plantae (tumbuhan). Ciri ciri: memiliki dinding sel, berklorofil, mampu berfotosintesis.
    B. Sistem klasifikasi tiga kingdom dikembangkan oleh ahli biologi Jerman Ernst Haeckel pada tahun 1866. Makhluk hidup dibagi menjadi 3 kingdom yaitu sebagai berikut:
    1. Kindom Animalia (hewan) Ciri-ciri: heterotrof, eukariot multiseluler, dan dapat bergerak
    2. Kingdom Plantae (tumbuhan) Ciri-cir: autotrof, eukariot multiseluler, berklorofil, dan mampu berfotosintesis
    3. Kindom protista Ciri-ciri: Organisme bersel satu atau uniseluler dan organisme multiseluler sederhana.
    C. Sistem klasifikasi empat kingdom ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika (Herbert Copeland) pada tahun 1956. Makhluk hidup dibagi menjadi 4 kingdom yaitu:
    1. Kingdom Animalia (hewan)
    2. Kingdom Plantae (tumbuhan)
    3. Kingdom Protista
    4. Kingdom Monera Ciri-ciri: memiliki inti tanpa membran inti (prokariotik).
    D. Sistem klasifikasi lima kingdom dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika (Robert H. Wittaker) pada tahun 1969. Makhluk hidup dibagi menjadi 5 kingdom yaitu:
    1. Kingdom monera
    2. Kingdom protista
    3. Kingdom fungi (jamur) Ciri-ciri: eukariotik, heterotrof, tidak berklorofil, dinding sel dari zat kitin
    4. Kingdom plantae (tumbuhan)
    5. Kingdom Animalia (hewan)
    E. Sistem klasifikasi enam kingdom dikembangkan oleh seorang mikrobiologi bernama Carl Woese pada tahun 1970-an dan peneliti lain dari University Of Illinois. Adapun ke-6 kingdom nya yaitu sebagai berikut:
    1. Kingdom Animalia (hewan)
    2. Kingdom Plantae (tumbuhan)
    3. Kingdom Protista
    4. Kingdom Mycota (jamur)
    5. Kingdom Eubacteria
    6. Kingdom Archaebacteria
    Adapun urgensi pentingnya materi klasifikasi makhluk hidup untuk dipelajari adalah klasifikasi dapat digunakan untuk melihat hubungan kekerabatan diantara makhluk hidup satu dengan makhluk hidup lainnya dan pengelompokkan akan mempermudah manusia dalam mempelajari organisme yang memang sangat bervariasi. Selain dari manfaat nya ada juga tujuan dari pengklasifikasian makhluk hidup antara lain:
    1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan ciri-ciri (ciri morfologi, anatomi, fisiologi, biokimia, dan lain sebagainya)
    2. Untuk mengetahui hubungan kekerabatan diantara makhluk hidup yang ada di bumi
    3. Untuk memahami evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatan
    4. Serta mendeskripsikan ciri-ciri makhluk hidup untuk membedakan masing-masing spesies atau jenisnya agar lebih mudah untuk dikenali.
    Dari materi evolusi klasifikasi makhluk hidup ini terdapat kesullitan dalam mengklasifikasikan hewan maupun tumbuhan. Alasannya yaitu bahwa dalam menyelesaikan klasifikasi ini terlalu banyak materi yang tidak dimengerti terutama berkaitan dengan bahasa latin, karena belum terlalu memahami cara mengklasifikasikan hewan dan tumbuhan. Mungkin dapat disebabkan oleh tidak lengkapnya keterangan tentang hewan ataupun tumbuhan yang akan di klasifikasikan. Sehingga memungkinkan tidak bisa di kelompokkan lagi karena merasa tidak lengkap datanya.
    Terdapat alternatif penanggulangan masalah kesulitan yang dihadapi dalam mengklasifikasikan makhluk hidup dalam kunci determinasi adalah sebagai berikut:
    1. Komunikasi dua arah untuk lebih memgetahui permasalahan pembelajaran yang dihadapi oleh siswa
    2. Mencoba alternatif pembelajaran lain yang sama agar siswa merasa lebih bisa memahami suatu materi
    3. Perlunya latihan dan ketelitian dalam membaca petunjuk teknis dari penggunaan kunci determinasi.

Media

Group logo of Evolusi
Evolusi
Public Group