• Profile picture of Riri Nur Arifah

    Riri Nur Arifah posted

    3 years, 1 month ago

    Nama: Riri Nur Arifah
    NIM: 2224200092
    Kelas: 6C
    Dosen pengampu: Dr. Dian Rachmawati, M.Sc

    UAS Evolusi
    -Evolusi manusia-
    “Radiasi Mamalia dan Asal-usul Manusia”
    Evolusi manusia atau Antropogenesis, merupakan bagian dari evolusi biologi yang mengenai munculnya homo sapiens. Ini merupakan bukti subjek yang luas penyelidikan ilmiah yang berusaha memahami dan menjelaskan bagaimana perubahan ini terjadi. Dalam evolusi manusia terdapat asal usul manusia yang sangat menarik untuk dibahas, dan merupakan salah satu materi yang sangat kompleks. Manusia adalah spesies mamalia yang paling maju dan kompleks, dan merupakan bahan studi dan dan kontroversi selama berabad-abad. Dalam beberapa terakhir ini, dengan perkembangan teknologi genetika dan arkeologi, telah ditemukan bukti baru yang mengungkapkan informasi tentang asal usul manusia dan sejarah evolusinya.
    Radiasi mamalia terjadi selama jutaan tahun terakhir dan melibatkan perubahan morfologi fisiologi yang signifikan pada kelompok hewan mamalia ini. Materi mengenai radiasi mamalia telah membantu para ilmuwan memahami evolusi hewan ini dan gaktor-faktor yang mempengaruhi perkembangannya. Beberapa studi telah membuktikan bahwa radiasi mamalia terjadi pada periode setelah kepunahan massal. Yang mana spesies mamalia mengalmai difersivikasi dan adaptasi untuk memenuhi berbagai perak ekologis. Dan hewan yang menjadi menarik perhatian para ilmuwan yaitu primata, dan tentu kita mengetahuinya bahwa hewan primata hewan yang sangat untik dan kita sebagai manusia masih berfikir mengapa teori membahas bahwa manusia berasal dari kera, dan kera merupakan hewan yang termasuk ke dalam primata. Selain itu mengapa dalam teori menjelaskan bahwa manusia, kera dan lemur termasuk kedalam primate, karena memiliki ciri-ciri khas seperti otak yang besar dan kompleks, tangan dan kaki yang fleksibel, dan penglihatan yang binokuler.
    Pada radiasi mamalia, terdapat factor yang tidak terkendali dalam membuat hubungan evolusioner dengan cara mengevaluasi tingkat kemiripan. Karena tidak semua tingkat kemiripan diwariskan dari nenek moyangnya yang sama. Spesies dari cabang evolusi yang berbeda bisa saja pada kenyataannya mirip satu sama lainnya jika mereka memiliki peranan lingkungan yang mirip dan seleksi alam telah membentuk adaptasi yang analog. Hal seperti ini disebut sebagai evolusi konvergensi, dan kemiripan akibat konvergensi disebut sebagai analogi.
    Mamalia sendiri pertama muncul pada akhir zama Trias dari nenek moyang terapsida yang merupakan hewan kecil yang sangat aktif yang makananya berasal dari hewan insekta. Kemampuan yang aktif ini berhubungan dengan kemampuan untuk memelihara suhu tubuh yang tetap (homoiterm). Kemudian dalam konteks evolusi manusia, mamalia memberikan kerangka kerja umum untuk bisa memahami bagaimana karakteristik manusia berkembang dengan seiringnya waktu. Nenek moyang bersama mamalia lainnya memiliki ciri-ciri tertentu yang sangat penting dalam evolusi manusia. Adapun beberapa ciri-ciri tertentu yang penting dalam evolusi manusia, beberapa cirinya yaitu:
    1. Kelenjar susu: mamalia memiliki kelenjar susu yang menghasilkan susu sebagai sumber nutrisi bagi anak bayi mereka. Kemampuan ini penting dalam menjaga dan menyediakan nutrisi bagi keturunan manusia.
    2. Bulu atau rambut: Mamalia pada umumnya memiliki rambut atau bulu ditubuh mereka yaitu berperan sebagai melindungi, pada manusia tidak hanya berperan sebagai pelindung tubuh saja, tetapi juga berperan untuk pengaturan suhu dan komunikasi sosial.
    3. Otak yang kompleks, mamalia termasuk manusia, memiliki otak yang sangat berkembnag. Otak yang canggih ini memungkinkan kemampuan intelektual dan pemahaman yang lebih tinggi, yang merupakan salah satu ciri yang membedakan manusia dari spesies mamalia lainnya.
    Selain itu, manusia memiliki warisan genetic dari mamalia lainnya, termasuk kerabat terdekat kita seperti simpanse dan gorilla. Studi genetic telah mengungkapkan bahwa adanya kesamaan DNA antara manusia dan mamalia lainnya. Hal ini menunjukan adanya hubungan evolusioner manusia dengan kelompok hewan ini. Dalam sejarah evolusi manusia, mamalia memberikan fondasi fisik dan fisiologis yang penting. Perkembangan kemmapuan otak manusia, perkembangan bipedalisme (berjalan dengan dua kaki), dan perubahan struktur lainnya dengan beberapa aspek yang terkait dengan evolusi manusia. Dengan demikian, memalia memberikan konteks evolusi yang sanga penting untuk memahami perkembangan dan perubahan dalam sejarah evolusi manusia. Studi tentang mamalia dan peran mereka dalam evolusi manusia membantu kita melacak asal usul kita dan memahaminya bagaimana manusia berkembang menjadi spesies yang kita sudah ketahi sekarang ini.
    Hal ini mengapa Studi dari evolusi manusia sangat penting intuk kita pelajari dan kita gali, walaupun ini merupakan ilmu evolusi atau sebuah sejarah yang sudah lampau, tetapi kita sebagai penerus bangsa tentu harus mempelajarinya juga, agar bisa tahu dan bisa membuka wawasan untuk regenerasi berikutnya. Studi evousi manusia mecakup beberapa ilmu pengetahuan, terutama fisik antropologi, linguistic dan genetik. Beberapa typology spesies homo telah berkembang termasuk homo erectus yang menghuni Asia dan Homo neaderthalensis yang menghuni Eropa. Archiac Homo sapiens berevolusi antara 400.00 dan 250.00 tahun yang lalu. Kemudian studi genetik mennjukan bahwa primata bercabag (memisahkan diri) dari mamalia lain sekitar 85 juta tahun yang lalu pada periode kapur akhir, dan fosil paling awal muncul di era Paleosen, sekitar 55 juta tahun yang lalu.
    Dari prosminin perkembangan radiasi evolusi menuju 4golongan besar yang masih tetap hidup sampai sekarang ini:
    1. Prosimian Modern
    Kelompok besar pertama yakni prosimian modern, yang termasuk kelompok iniyaitu ada lemur dan loris. Hewan-hewan ini masih mmepunyai moncong dan ekor yang panjang, berkuku bukan cakar dengan kemampuan untuk memanipulasi objek, hal ini merupkan ciri utama primata.
    pada cakar untuk memanjat yang merupakan bagian dari pergerakan mereka. 2. Ceboidea (Monyet Dunia Baru)
    Ceboidea hanya hidup pada lingkungan pohon dan ditemukan didaerah hutan-hutan sebelah selatan Amerika Utara, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Mereka terbagi menjadi dua family, yakni Callithricidae dan Cebidae. Callithricidae atau marmoset adalah primate kecil yang telah menempati niche seperti bajing hutan dunia baru. Perkembangan yang menonjol
    Tahapan- Tahapan atau Asal usul Evolusi menjadi Manusia
    1. Karakter Turunan Manusia
    Banyak karakter yang membedakan antara manusia dank era, manusia berdiri dengan tegak dan bipedal, memiliki otak yang juah lebih besae sehingga mampu berbahasa dan berfikir simbolik, serta membuat dan menggunakan peralatan yang kompleks. Manusia juga memiliki rahang yang teredukasi bersama saluran pencernaan yang lebih pendek. Selain itu, manusia dan simpanse memiliki persamaan genom 99%. Tahapan-tahapan evolusi manusia ini mencerminkan perubahan yang terjadi dalam sejarah evolusi kita.
    2. Karakter Nenek Moyang Awal
    -Hominin terawal
    Pada hominin terawal yang dikenal dalam evolusi manusia yaitu Ardipithecus ramidus, Ardipithecus ramidus adalah salah satu contoh hominin terawal yang memberikan wawasan tentang transisi dari nenek moyang bersama dengan kera menuju manusia awal, yang hidup sekitar 4,4 juta tahun yang lalu. Ardipithecus ramidus adalah salah satu spesies hominin yang telah ditemukan dan memberikan pengetahuan penting tentang tahap awal evolusi manusia. Karakter Adipithecus ramidus menunjukan campuran antara karakteristik kera dan manusia. Beberapa ciri ini diantaranya yaitu:
    1. Bipedalisme Awal, yaitu Ardipithecus ramidus memiliki ciri-ciri yang menunjukkan perkembangan awal bipedalisme, yaitu kemampuan berjalan dengan dua kaki. Meskipun mereka masih memiliki beberapa adaptasi kera untuk kehidupan di pohon, seperti lengan yang relatif panjang, tulang jari yang menunjukkan kemampuan meraih, dan kaki yang lebih pendek dibandingkan manusia modern, kemampuan berjalan tegak mereka membedakan mereka dari kera yang hanya berjalan dengan empat kaki.
    2. Gigi dan Rahang, Ardipithecus ramidus memiliki gigi yang lebih mirip manusia daripada kera modern. Gigi-gigi mereka menunjukkan peralihan dari kera menuju manusia, dengan gigi seri yang lebih kecil dan geraham yang lebih besar.
    3. Kemampuan Menggunakan Alat, Meskipun bukti langsung tentang penggunaan alat oleh Ardipithecus ramidus belum ditemukan, beberapa penemuan batu terpahat di lokasi yang sama dengan fosil Ardipithecus menunjukkan bahwa kemungkinan mereka telah menggunakan alat-alat sederhana.

    – Australopith
    Australopith dalam evolusi adalah kelompok hominin yang penting dalam sejarah evolusi manusia. Mereka merupakan spesies hominin yang hidup sekitar 4,2 juta hingga 1,9 juta tahun yang lalu di Afrika. Kehadiran australopith dalam evolusi manusia menunjukkan tahap transisi penting antara nenek moyang primata kita yang lebih mirip kera dan spesies Homo yang lebih mirip manusia. Mereka memiliki ciri-ciri yang menunjukkan adaptasi awal menuju posisi bipedal atau berjalan dengan dua kaki. Salah satu spesies australopith yang paling terkenal adalah Australopithecus afarensis, yang terkenal karena penemuan fosil “Lucy” di Ethiopia. Spesies lainnya termasuk Australopithecus africanus, Australopithecus robustus, dan Australopithecus sediba.
    Australopith memiliki beberapa ciri yang menunjukkan transisi antara kera dan manusia. Mereka memiliki tubuh yang lebih mirip manusia daripada kera, dengan penyesuaian untuk berjalan dengan dua kaki, tetapi mereka juga memiliki ciri-ciri primitif seperti lengan yang relatif panjang dan ukuran otak yang lebih kecil dibandingkan manusia modern. Australopith diyakini sebagai pengguna alat sederhana dan mungkin memiliki perilaku sosial yang lebih kompleks daripada kera lainnya. Mereka kemungkinan hidup di lingkungan hutan dan savana, menggunakan kombinasi antara memanjat dan berjalan dengan dua kaki untuk bertahan hidup.
    Australopith terhadap fosil-fosil memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai perubahan-perubahan morfologi, perilaku, dna lingkungan daam evolusi manusia awal mulai mengembangkan fitur-fitur dalam evolusi yang kemudian menjadi karakteristik manusia modern, seperti bipedalisme dan penggunaan segala macam alat.
    -Homo Awal
    Homo awal dalam evolusi yaitu kelompok hominin yang termasuk dalam genus yang disebut Homo, yang juga termasuk manusia modern (Homo sapiens). Homo awal muncul setelah periode australopith sekitar 2,4 juta tahun yang lalu dan melanjutkan evolusi menuju spesies Homo yang lebih maju. Salah satu spesies Homo awal yang paling terkenal adalah Homo habilis, yang hidup sekitar 2,4 juta hingga 1,4 juta tahun yang lalu di Afrika Timur. Homo habilis dikenal karena kemampuan menggunakan alat-alat batu yang lebih kompleks dibandingkan dengan australopith sebelumnya.
    Kemudian, spesies Homo erectus muncul sekitar 1,9 juta tahun yang lalu dan menjadi hominin pertama yang menyebar ke luar Afrika, menghuni wilayah Asia dan Eropa. Homo erectus juga memiliki alat-alat yang lebih maju dan kemungkinan memiliki kemampuan menggunakan api. Puncak evolusi manusia adalah manusia modern, Homo sapiens, yang mulai muncul sekitar 300.000 hingga 200.000 tahun yang lalu di Afrika. Homo sapiens telah menyebar ke seluruh dunia dan merupakan satu-satunya spesies Homo yang masih hidup hingga saat ini. Studi tentang spesies Untuk itu Homo awal membantu kita memahami perubahan dan adaptasi yang terjadi dalam evolusi manusia.

    -Homo Sapiens
    Bukti fosil menunjukan bahwa nenek moyang manusia bemula di Afrika, fosil tertua Homo Sapiens ditemukan di dua situs berbeda di Eithopia berusia 195.000 dan 260.000 tahun. Homo sapiens adalah spesies manusia modern yang hidup saat ini. Sebagai satu-satunya spesies dalam genus Homo yang masih ada, Homo sapiens memiliki ciri-ciri fisik dan kognitif yang membedakannya dari spesies Homo lainnya. Studi kromosom Y manusia menunjukan bahwa manusia telah menyebar ke luar Afrika dala satu gelombang atau lebih, pertamam ke Asia lalu ke Eropa dan Australia. Pada 2004 ditemukan rangka hominin dewasa berusia 18.000 tahun lalu di Pulau Flores, Indonesia yang dinamakan Homo Floresiensis. Hal ini selama perkembangan evolusi telah mendorong perubahan pada kognisi manusia.
    Ciri-ciri fisik Homo sapiens meliputi postur bipedal atau berjalan dengan dua kaki, otak yang besar dan kompleks, wajah dengan rahang yang lebih kecil, dan kemampuan untuk berbicara dan menggunakan bahasa yang kompleks. Homo sapiens juga memiliki kemampuan manual yang sangat baik, memungkinkan penggunaan alat yang canggih dan perkembangan teknologi yang signifikan. Selain ciri-ciri fisik, Homo sapiens juga memiliki atribut kognitif yang penting. Mereka memiliki kemampuan berpikir abstrak, kreativitas, dan pemecahan masalah yang kompleks. Manusia modern juga memiliki kemampuan untuk mempertahankan dan meneruskan pengetahuan melalui bahasa tulisan dan tradisi lisan, serta kemampuan untuk mengembangkan budaya, agama, dan sistem sosial yang kompleks.
    Sebagai spesies manusia yang hidup saat ini, Homo sapiens memiliki peran penting dalam mempengaruhi lingkungan dan organisme lain di Bumi. Mereka telah mengembangkan teknologi yang kompleks, membangun peradaban, dan mengubah ekosistem secara signifikan. Sebagai manusia modern, Homo sapiens juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan planet ini dan mempertahankan keragaman hayati yang ada.

    Berdasarkan judul dan Topik yang saya pilih ini mengenai Radiasi mamalia dan Asal usul manusia, nah perlu kita ketahui, mengapa sih hewan mamalia ini bisa beradiasi? Mengapa demikian? Jadi, ketika peristiwa Asteroid menghantam bumi, mamalia memiliki kemampuan bertahan hidup yang lebih baik karena ukuran tubuhnya yang lebih kecil dan posterial. Sekain itu juga pada zaman dahulu merupakan omnivore atau insektivora. Kemudia setelah peristiwa asteroid masih banyak serangga yang bisa bertahan dengan suhu bumi pada sat itu. Hal tersebut tentu menguntungkan bagi mamalia insektivora dan omnvora sehingga bisa dapat bertahan dengan beradiasi.
    Selain itu ada yang dinamakan sebagai radiasi eksaptif dan contohnya, Jadi Ekspaktif ini diambil dari kata eksaptasi yang berarti sifat yang telah dikooptasi (disatukan) untuk kegunaan yang berbeda dari tatanan selektif yang berbeda dari tatanan selektif tempat mereka berasal. Dan kemungkinan besar memainkan peran penting dalam radiasi evolusi. Contohnya yaitu, ukuran otak manusia yang besar dan fungsinya yang memungkinkan manusia untuk menghasilkan ucapan. Ukuran otak yang besar, pada awalnya muncul sebagai adaptasi untuk beberapa fungsi di masa lalu leluhur manusia. Contoh lainnya juga yaitu pada burung yang awalnya berevolusi dengann sayap dan fitur lain untuk mengatur suhu tetapi kemudian fitur tersebut digunakan untuk terbang.
    Dapat kita simpulkan, melalui evolusi ini kita dapat menambah wawasan bagaimana asal-usul manusia dalam evolusi, mengapa manusia bisa termasuk ke dalam kelompok primata. Tidak ada kata lain bahwa sesungguhnya manusia benar-benar Allah ciptakan dengan sempurna dan tidak lain hanya untuk berguna bagi manusia lainnya.
    Jadi, saya memilih topik Radiasi mamalia dan Asal usul manusia yaitu, karena ingin jauh lebih mengetahui bahwa hal apa yang dapat mamalia bisa samakan bahwa manusia termasuk ke dalam kelompok primata, seperti kera, gorilla dan lain sebagainya. Hal ini mengapa saya memilih topik ini karena menurut saya sangat menarik dan kompleks untuk dibahas. Hal lain yang membedakan manusia dari kera yang lain yaitu mampu berdiri tegak dan bipedal (berjalan dua kaki), memiliki otak yang lebih besar,memiliki kemampuan dalam berbahasa dan berfikir simbolik, dapat membuat dan dapat menggunakan alat yang kompleks. Dari sinilah kita kita memahami bahwa dalam evolusi manusia berasal dari kera, akan tetapi manusia juga tidak mau jika harus disamakan dengan seekor kera. Karena manusia memiliki otak serta fikiran yang lebih cerdas daripada hewan.
    Dan untuk sarannya, menurut saya karena mengenai Evolusi mamalia dan manusia memerlukan proses yang sangat panjang jadi diperlukan seorang guru untuk menggabungkan pembelajaran dengan pendekatan multidispliner yaitu Evolusi manusia melibatkan berbagai disiplin ilmu antropologi, Biologi, Genetika dan Paleontologi. Menggabungkan pendekatan ini dalam pembelajaran dapat memberikakn gambaran yang lebih komprehensif tentang Evolusi manusia dan mengaitkan konsep-konsep dengan bidang ilmu yang berbeda. Kemudian mengadakan diskusi dan debat terbuka, bertujuan untuk mendorong siswa untuk berfikir kritis, menganalisis bukti-bukti dan saling memberikan berbagai pandangan mengenai Evolusi ini.

Media

Group logo of Evolusi
Evolusi
Public Group