• Profile picture of Haifah

    Haifah posted

    2 years, 10 months ago

    Nama : Haifah Dwi Oktaviani
    Nim : 2224200016
    Kelas : 6B

    Teori evolusi yang saya fahami dan menarik yaitu teori evolusi pada priode Jean Baptise Lamarck. Jean-Baptiste Lamarck adalah seorang ahli biologi Prancis yang hidup pada abad ke-18 dan awal abad ke-19. Dia dikenal karena mengembangkan salah satu teori evolusi yang pertama kali diterima secara luas, yang dikenal sebagai “Lamarckisme” atau “teori warisan akuisisi.” Naturalis besar Prancis Jean-Baptiste de Monet, chevalier de Lamarck, berpendapat bahwa organisme hidup mewakili suatu kemajuan, dengan manusia sebagai bentuk tertinggi. Pandangan ini kemudian diusulkan sebagai teori evolusi kehidupan pada awal abad ke-19. Pada Tahun 1809, Jean Baptiste De Lamarck (Prancis 1744-1829) menyatakan bahwa setiap badan hidup adalah kumpulan sel-sel. Di dalam setiap sel bergerak cairan yang kompleks. Pendapat tersebut di dukung oleh Henri Dutrochet. Ia menyatakan bahwa sel itu merupakan bagian fundamental organisme.
    Menurut Lamarck, evolusi terjadi melalui perubahan yang diakibatkan oleh kebutuhan organisme untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Dia berpendapat bahwa individu-individu mengembangkan karakteristik baru selama hidup mereka melalui penggunaan atau ketidakgunaan organ atau fitur tubuh tertentu. Lamarck mengklaim bahwa karakteristik ini dapat diwariskan kepada keturunan. Misalnya, Lamarck berpendapat bahwa leher jerapah menjadi panjang karena jerapah-jerapah ini secara konstan harus meregangkan leher mereka untuk mencapai daun-daun di pohon yang tinggi. Menurut Lamarck, penggunaan yang berlebihan ini akan menyebabkan pertumbuhan dan perpanjangan leher yang akan diwariskan oleh keturunan jerapah. Namun, teori Lamarckisme ini tidak diterima oleh komunitas ilmiah secara luas. Seiring berjalannya waktu dan perkembangan ilmu pengetahuan, teori evolusi yang lebih kuat dan lebih didukung oleh bukti-bukti ilmiah muncul, seperti teori seleksi alam oleh Charles Darwin. Teori Darwin berfokus pada perubahan genetik yang terjadi melalui mutasi acak dan seleksi alam sebagai mekanisme utama evolusi. Meskipun demikian, sumbangsih Lamarck dalam bidang biologi tidak bisa diabaikan. Dia merupakan salah satu pionir dalam memikirkan konsep evolusi dan memberikan kontribusi penting dalam pemikiran awal tentang bagaimana organisme berubah dari generasi ke generasi.

    Ada beberapa teori evolusi yang menyangkut adaptasi makhluk hidup dengan lingkungan. Berikut adalah beberapa di antaranya:
    1. Seleksi alam: Seleksi alam adalah perbedaan kemampuan untuk hidup dan reproduksi dari suatu individu yang diakibatkan oleh perbedaan kecocokan fenotipe yang dimiliki organisme tersebut dengan lingkungan. Ini adalah mekanisme kunci evolusi, perubahan karakteristik yang diwariskan dari generasi ke generasi. Teori seleksi alam, yang dikembangkan oleh Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace, menyatakan bahwa makhluk hidup yang memiliki karakteristik yang lebih sesuai dengan lingkungan mereka memiliki peluang yang lebih besar untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Dengan demikian, karakteristik yang menguntungkan secara bertahap akan menjadi lebih umum dalam populasi dari generasi ke generasi. Sepanjang kehidupan suatu individu, genom yang dimiliknya akan berinteraksi dengan lingkungannya sehingga menyebabkan variasi sifat. Lingkungan genom mencakup zat kimiawi disel, sel lain, individu lain, populasi, spesies, serta lingkungan abiotik. Lingkungan ini akan menentukan mana perubahan genom yang akan menguntungkan dan mana yang merugikan. Karena individu dengan varian sifat yang menguntungkan terhadap lingkungannya cenderung bertahan dan bereproduksi lebih banyak daripada individu dengan varian lain yang kurang menguntungkan, maka populasi untuk varian sifat tersebut berkembang. Faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan reproduksi termasuk seleksi seksual (sekarang sering dimasukkan dalam seleksi alam) dan seleksi fekunditas. Seleksi alam adalah landasan biologi modern. Konsep tersebut diterbitkan oleh Darwin dan Alfred Russel Wallace dalam sebuah presentasi makalah bersama pada tahun 1858, dielaborasi dalam buku berpengaruh Darwin tahun 1859 Tentang Asal Usul Spesies dengan Cara Seleksi Alam ,atau Pelestarian Ras Favorit dalam Perjuangan untuk Kehidupan . Dia menggambarkan seleksi alam dengan menggunakan analogi dengan seleksi buatan, sebuah proses dimana hewan dan tumbuhan dengan sifat-sifat yang diinginkan oleh manusia secara sistematis dikembangbiakkan.
    2. Mutasi dan variasi genetik: Mutasi adalah perubahan dalam materi genetik yang dapat terjadi secara acak. Variasi genetik yang dihasilkan oleh mutasi adalah bahan mentah bagi seleksi alam. Ketika lingkungan berubah, variasi genetik yang ada dalam populasi dapat memberikan beberapa individu keunggulan dalam bertahan hidup, yang kemudian dapat diwariskan kepada keturunan. Perubahan susunan DNA yang terjadi pada gamet akan merubah genpool populasi dengan menggantinya dengan alel yang telah mengalami mutasi Misal : mutasi yang disebabkan perubahan warna bunga putih yang disebabkan oleh alel aa menjadi alel dominan A yang berwarna merah  akan menyebabkan penurunan frekuensi alel a menurun dan meningkatkan frekuensi alel A. Perubahan ferekuensi alel karena mutasi seringkali baru nampak setelah beberapa generasi atau bahkan ratusan generasi, terutama kalau mutasi terjadi dari alel dominan menjadi resesif. Peningkatan frekuensi alel karena mutasi itu baru nampak nyata, kalau individu dengan alel tersebut mempunyai keturunan banyak, adanya seleksi alam atau karena genetic drift. Oleh karena itu, untuk memahami proses evolusi, kita harus mengkarakterisasi laju dan pola mutasi. Dimulai dengan percobaan fluktuasi Luria dan Delbruck pada tahun 1943, studi yang menggunakan berbagai pendekatan telah mengungkapkan banyak tentang tingkat dan pola mutasi dan tentang bagaimana ini dapat bervariasi antara strain dan spesies bakteri yang berbeda di sepanjang kromosom dan antara kondisi pertumbuhan yang berbeda. Karya ini memberikan gambaran kritis dari hasil dan kesimpulan yang diambil dari studi ini, perdebatan seputar beberapa kesimpulan ini, dan tantangan yang dihadapi ketika mempelajari mutasi dan perannya dalam evolusi bakteri.
    3. Derivas genetik: Derivas genetik terjadi ketika perubahan genetik dalam suatu populasi tidak disebabkan oleh seleksi alam, tetapi oleh kebetulan semata. Proses ini terutama terjadi dalam populasi kecil dan dapat menghasilkan perubahan yang signifikan dalam komposisi genetik populasi dari generasi ke generasi. Pergeseran genetik adalah perubahan frekuensi alel dalam populasi dari generasi ke generasi yang terjadi karena peristiwa kebetulan. Lebih tepatnya, hanyutan genetika adalah perubahan akibat “sampling error” dalam memilih alel untuk generasi berikutnya dari gen pool generasi saat ini. Meskipun pergeseran genetik terjadi pada populasi dengan berbagai ukuran, pengaruhnya cenderung lebih kuat pada populasi kecil. Populasi yang lebih besar tidak mungkin berubah secepat ini sebagai akibat dari pergeseran genetik. Penyimpangan genetik, tidak seperti seleksi alam, tidak memperhitungkan manfaat (atau kerugian) alel bagi individu yang membawanya. Artinya, sebuah alel yang bermanfaat bisa hilang, atau alel yang sedikit berbahaya bisa menjadi tetap, murni karena kebetulan.
    4. Isolasi geografis dan spesiasi: Isolasi geografis terjadi ketika populasi terpisah oleh fitur geografis seperti gunung, sungai, atau lautan. Hal ini dapat menyebabkan perbedaan lingkungan yang menyebabkan perbedaan tekanan seleksi dan perubahan genetik yang terpisah antara populasi yang terisolasi. Seiring waktu, perubahan genetik ini dapat menyebabkan munculnya spesies baru. Ini merupakan terpisahnya suatu populasi akibat adanya alam atau geografi sebagai penghalang (barrier). Isolasi geografi menyebabkan terhalangnya aliran gen sehingga mengarah pada terbentuknya spesies baru. Adapun proses spesiasi ditinjau dari geografis dibedakan menjadi:
    – Spesiasi Alopatrik, yaitu proses pembentukan spesies baru yang terjadi pada spesies yang berkerabat dekat namun terpisah oleh penghalang geografis.
    – Spesiasi Simpatrik, yaitu proses pembentukan spesies baru dari spesies yang berkerabat dekat pada area geografis yang sama. Spesiasi terjadi karena perubahan faktor genetik dan perkawinan tidak acak.
    Spesiasi merupakan proses pembentukan spesies baru. Menurut Ernst Mayr, individu dikatakan satu spesies apabila mampu melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertile (subur). Spesiasi terjadi melalui dua proses, yaitu anagenesis dan kladogenesis. Anagenesis merupakan pembentukan spesies baru dari akumulasi perubahan yang dapat diwariskan dalam suatu populasi, sedangkan kladogenesis merupakan proses pembentukan spesies baru dari suatu populasi yang memisah dari spesies tua. Isolasi geografis merupakan salah satu mekanisme yang bertanggung jawab dalam spesiasi.
    5. Adaptasi konvergen: Adaptasi konvergen terjadi ketika spesies yang tidak terkait secara filogenetik mengembangkan karakteristik yang serupa dalam respons terhadap tekanan lingkungan yang serupa. evolusi konvergen mengacu pada evolusi organisme-organisme yang berasal dari nenek moyang berbeda, namun karena mereka menghadapi permasalahan yang sama entah itu dari perilaku makan atau kebiasaan, mereka mengalami adaptasi yang mirip. Misalnya, lumba-lumba dan hiu memiliki bentuk tubuh yang mirip, meskipun tidak memiliki nenek moyang bersama. Adaptasi konvergen terjadi karena tekanan seleksi yang serupa menghasilkan solusi serupa dalam evolusi. Pterosaurus yang mirip sama burung. Emang mirip, tapi nenek moyang mereka beda, Pterosaurus hidup jutaan tahun lalu dan dia bukan burung. Tapi, mereka punya permasalahan dan kebutuhan yang sama dengan burung.
    Pteranodon dan pelican makan ikan dengan meraup menggunakan paruhnya yang berkantong–seperti memancing pake jaring. Quetzalcoaltus dan stork mencari makan dengan mencaplok ikan. Dsungaripterus memiliki paruh panjang dan mencuat ke atas seperti avocet karena mereka makan kerang yang cangkangnya keras dan harus dibuka dengan dicongkel. Kemudian, pterodaustro memiliki ‘sikat’ dalam paruhnya sama seperti flamingo untuk menyaring makanan seperti plankton dan udang-udang kecil. Jadi, mereka datang dari nenek moyang yang berbeda, tetapi pola adaptasinya mirip.
    Teori-teori evolusi ini menjelaskan bagaimana adaptasi terjadi dalam makhluk hidup dan bagaimana karakteristik yang sesuai dengan lingkungan dapat berkembang dari generasi ke generasi. Namun, penting untuk diingat bahwa teori-teori ini saling melengkapi dan bekerja bersama-sama untuk memberikan pemahaman yang lebih lengkap tentang evolusi dan adaptasi.
    Salah satu teori evolusi yang pembahasannya sangat rinci dan komprehensif adalah Teori Evolusi oleh Seleksi Alam yang dikembangkan oleh Charles Darwin. Teori evolusi oleh seleksi alam mengusulkan bahwa spesies berevolusi melalui perubahan genetik yang terjadi secara acak, yang disebut mutasi, dan seleksi alam bertindak sebagai mekanisme utama yang mengarah pada perubahan karakteristik dalam populasi dari generasi ke generasi. Berikut adalah beberapa poin penting yang dijelaskan dalam teori ini:
    1. Variasi dalam populasi: Setiap populasi memiliki variasi genetik dalam karakteristik individu. Ini disebabkan oleh adanya mutasi, rekombinasi genetik, dan faktor-faktor lain yang menyebabkan perbedaan dalam genotipe dan fenotipe. Evolusi modern dipelajari dalam genetika populasi, yang menekankan bahwa variasi di dalam populasi disebabkan oleh faktor genetik, yang disebabkan oleh adanya alel ganda pada lokus gen pada kromosom.
    2. Warisan genetik: Karakteristik yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui materi genetik, seperti DNA. Melalui reproduksi seksual, individu dapat mewariskan kombinasi unik dari gen yang mereka miliki. Menggunakan argumen Darwin, pendekatan evolusi menyatakan bahwa pewarisan genetik seseorang tidak hanya menentukan ciri-ciri fisik seperti warna kulit dan mata, tetapi juga ciri-ciri kepribadian dan perilaku sosial tertentu. Sebagai contoh, beberapa psikolog perkembangan evolusioner berpendapat bahwa perilaku seperti rasa malu dan cemburu dapat dihasilkan sebagian oleh sebab-sebab genetik, mungkin karena mereka membantu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup kerabat purba manusia.
    3. Perubahan lingkungan: Perubahan lingkungan adalah perubahan ekosistem tempat hidup suatu organisme. Perubahan itu bisa terjadi secara bertahap, seperti terbentuknya gurun pasir selama ribuan tahun. Dalam hal ini organisme local memiliki banyak waktu untuk beradaptasi dengan dunianya yang terus berubah. Lingkungan berubah seiring waktu, dan perubahan tersebut dapat menciptakan tekanan seleksi yang berbeda pada populasi. Faktor-faktor seperti perubahan iklim, ketersediaan sumber daya, dan persaingan antar spesies dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dan reproduksi individu.
    4. Seleksi alam: Dalam lingkungan yang berubah, individu-individu dengan karakteristik yang lebih menguntungkan memiliki peluang yang lebih besar untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Mereka dapat menghasilkan lebih banyak keturunan yang mewarisi karakteristik yang sama. Sebaliknya, individu dengan karakteristik yang kurang menguntungkan cenderung memiliki peluang yang lebih kecil untuk bertahan hidup dan berkembang biak.
    5. Keunggulan adaptif: Proses seleksi alam secara bertahap mengarah pada peningkatan kelimpahan karakteristik yang menguntungkan dalam populasi. Ini disebut dengan keunggulan adaptif, di mana karakteristik-karakteristik tersebut lebih cocok untuk bertahan hidup dan bereproduksi di lingkungan tertentu. memilih alel yang bermanfaat dan dengan demikian meningkatkan frekuensinya dalam populasi, sementara memilih melawan alel yang merusak dan dengan demikian menurunkan frekuensinya—suatu proses yang dikenal sebagai evolusi adaptif .
    6. Spesiasi: Dalam jangka waktu yang panjang, perubahan genetik yang terakumulasi dalam populasi dapat menyebabkan terbentuknya spesies baru. Proses ini di kenal sebagai spesiasi, di mana dua populasi yang sebelumnya dapat dikawinkan menjadi tidak dapat menghasilkan keturunan yang subur. Teori evolusi oleh seleksi alam ini telah didukung oleh berbagai bukti dari bidang paleontologi, biogeografi, embriologi, dan genetika. Namun, penting untuk dicatat bahwa teori ini terus berkembang seiring dengan penemuan baru dan pemahaman yang lebih dalam tentang evolusi dan mekanismenya.
    dalam penjelaasan diatas alasan saya memilih materi diatas karena materi ini termasuk materi yang menarik untuk saya pelajari, namun juga mungkin terdapat sebuah miskonsepsi terhadap materi diatas mungkin karena kurangnya media atau model pembelajaran yang berupa foto, ilustrasi, flashcard, gambar pilihan dan potongan gambar, film, OHP, grafik, bagan, diagram, poster, mau pun peta atau model yang lainnya yang membahas tentang materi evolusi.
    Pada teori dari Jean Baptise Lamarck dan Darwin bahwa pengaruh lingkungan dapat merubah bagian tubuh makhluk hidup baik ciri, sifat, dan karakternya. Jika bagian tubuh dari makhluk hidup selalu atau sering digunakan, maka bagian tersebut makin lama dapat berubah sehingga sesuai untuk digunakan pada lingkungan tersebut, begitu juga sebaliknya.

Media

Group logo of Evolusi
Evolusi
Public Group