Profile Photo

Odita Mulyana PutriOffline

    • Profile picture of Odita Mulyana Putri

      Odita Mulyana Putri posted

      2 years, 10 months ago

      Nama : Odita Mulyana Putri
      NIM : 224200061
      Kelas : 6 C
      Jurusan : Pendidikan Biologi

      EVOLUSI MANUSIA

      Evolusi makhluk hidup merupakan salah satu teori yang dikaji atau dipelajari oleh Biologi. Orang pertama yang mempelajari masalah evolusi secara mendalam sebagai sebuah gagasan yang berasal dari bangsa Yunani Kuno adalah biologiawan Prancis, Jean Baptist Lamarck. Teori Lamarck (Yahya, 2003:10),menyebutkan bahwa:“Makhluk hidup mewariskan sifat-sifat yang mereka peroleh selama hidup kegenerasiberikutnya”.Misalnya dalam pandangan Lamarck(Petri, 1965:16):“Jerapah telah berevolusi dari binatang sejenis kijang yang memanjangkan leher terus-menerus saat berusaha mendapatkan makanan di dahan pohon yang lebih tinggi”.
      Teori ini sebenarnya telah dipersoalkan sejak perkembangan ilmu di masa Romawi dan Yunani kuno, namun secara ilmiah terori ini baru dikemukakan oleh Charles Robert Darwin yang ditulis dalam buku yang berjudul : The Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in the Struggle for Life, yang edisi pertamanya dengan judul The Origin of Species diterbitkan 24 Nopember 1859. Secara garis besar teori ini menyatakan bahwa makhluk hidup yang ada di dunia sampai dengan saat ini merupakan hasil perkembangan dari makhluk yang telah ada sebelumnya, baik yang menyangkut struktur maupun fungsi, secara turuntemurun dari generasi ke generasi. Dengan demikian, perubahan yang merupakan hasil perkembangan itu berlangsung dalam waktu yang amat panjang, yaitu jutaan tahun seiring dengan evolusi alam semesta.
      Evolusi adalah konsep terpenting dalam biologi. Bahkan, seorang ahli genetika, Dodzhansky dalam Luthfi dan Khusnuryani (2005) mengatakan bahwa tidak ada yang masuk akal dalam biologi kecuali ditinjau dari sudut pandang evolusi. Teori evolusi menjelaskan mengapa jutaan spesies dapat eksis. Prinsip ini mempersatukan keseluruhan sejarah kehidupan. Secara ringkas evolusi menyatakan bahwa keanekaragaman bentuk kehidupan muncul sebagai hasil perubahan susunan genetikanya. Organisme-organisme modern merupakan keturunan dari bentuk-bentuk kehidupan sebelumnya yang mengalami modifikasi. Studi evolusi biologi memerlukan banyak pemahaman mengenai genetika, biokimi, embriologi, biogeografi, geologi, biologi, paleontologi, bioologi molekuler, dan lain sebagainya.
      Secara komprehensif, sebenarnya kajian evolusi meliputi : evolusi alam semesta (universe), evousi geologik, evolusi fisik-kimiawi, dan evolusi biologik. Dalam bahan ajar ini hanya dibatasi pada kajian tentang evolusi biologik (makhluk hidup). Bagan berikut ini merupakan peta konsep dalam teori evolusi modern.
      Teori evolusi menjelaskan bagaimana terjadinya proses perubahan pada makhluk hidup yang menyimpang dari struktur awal dalam jumlah yang banyak dan beraneka ragam sehingga kemudian menyebabkan terjadinya dua kemungkinan. Pertama, makhluk hidup yang berubah akan mampu bertahan dan tidak punah atau disebut juga dengan istilah evolusi progresif. Sedangkan kemungkinan atau opsi yang kedua adalah makhluk hidup yang berubah atau berevolusi tadi gagal bertahan hidup dan akhirnya punah atau disebut dengan evolusi regresif. Menurut Teilhard de Chardin proses evolusi dibedakan menjadi 3 tahap, seperti berikut, Tahap Geosfer yaitu Tahap pra-hidup, tahap perubahan yang terutama menyangkut perubahan tata surya., Tahap Biosfer yaitu Kalau pada tahap geosfer yang menjadi masalah adalah adanya “loncatan” dari materi tak hidup menjadi materi hidup, maka pada tahap biosfer yangdimasalahkan adalah “loncatan” munculnya manusia., Tahap Nesosfer Pada tahap ini yang penting pada makhluk hidup dalam hal ini manusia adalah terjadi evolusi kesadaran batin yang semakin mantap. Dengan cara menghubungkan keanekaragaman kehidupan dengan mekanisme penyebab alaminya, Darwin memberikan suatu dasar ilmiah yang jelas bagi ilmu biologi. Namun demikian, produk evolusi yang beraneka ragam sungguh sangat elok dan mengilhami banyak pemikiran. Sebagaimana yang dikatakan Darwin dalam alinea penutup bukunya The Origin of Spesies, “Ada keagungan dalam kehidupan dilihat dari sudut pandang ini”.
      Evolusi adalah ilmu yang mempelajari perubahan-perubahan yang berangsur-angsur menuju pada kesesuaian dengan waktu dan tempat. Jadi, pada dasarnya, evolusi tidak akan pernah membuktikan bagaimana kera menjadi manusia, atau membuktikan bahwa suatu organisme mempunyai nenek moyang organisme lain. Sampai sekarang, belum ditemukan suatu makhluk pun di muka bumi ini yang mempunyai asal-usul nenek moyang yang berbeda, misalnya mempunyai struktur DNA atau RNA berbeda atau yang mempunyai sistem tubuhnya berbeda (misalnya bernapas melalui kulit, mata di samping, atau telinga di bahu). Teori evolusi yang hanya didasarkan atas data fosil tidak pernah dapat menerangkan dengan lengkap mengenai apa yang terjadi pada masa yang telah silam. Oleh karena itu, dalam mempelajari evolusi suatu organisme, biasanya para ahli menggunakan pembuktian, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dalam hal ini, yang diamati adalah perubahan struktur dari organisme yang saling berkerabat satu dengan yang lain. Suatu organisme yang sudah punah dapat mempunyai ciri yang relatif maju, sedangkan suatu organisme yang masih hidup sampai sekarang dapat mempunyai sejumlah ciri yang primitif.
      Penemuan peninggalan arkeologi dan fosil manusia purba pada abad ke-19 menyebabkan penyelidikan sistematis tentang asal-usul manusia menggunakan kerangka penjelasan ilmiah. Penerimaan bertahap dari waktu yang dalam yang akhirnya melibatkan manusia memunculkan pembagian ilmiah sejarah manusia menjadi sejarah dan prasejarah. Deephistory terhubung ke nenek moyang evolusioner yang mendalam dengan pengenalan teori ilmiah keturunan dengan modifikasi. Sejumlah peristiwa penting dan publikasi berperan penting dalam membentuk teori awal evolusi manusia, antara lain publikasi Origin of Species karya Darwin (1859) dan Descent of Man (1871), Geological Evi-dences to the Antiquity of Man karya Charles Lyell, Bukti Thomas Henry Huxley sebagai ke Tempat Manusia di Alam (1863), dan Zaman Pra-Sejarah John Lubbock (1865), penemuan Neanderthal di Gibral-tar, Belgia, Jerman, dan Prancis, bersama dengan artefak arkeologi seperti peralatan batu dan sisa-sisa sampah dapur dari pemukiman awal, dan ekspresi budaya seperti lukisan gua yang ditemukan di Spanyol dan Prancis
      Dari paruh kedua abad ke-19, teori-teori evolusi manusia sebagian besar didorong oleh penemuan-penemuan. Bukti arkeologis, yang mencakup objek apa pun yang telah dibuat oleh hominin, memainkan peran penting dalam menghasilkan bukti dan membangun teori tentang perilaku manusia modern awal. Bukti fosil umumnya dianggap paling penting untuk membuktikan kebenaran teori evolusi, yang mengarah ke perlombaan untuk menemukan mata rantai yang hilang yang menghubungkan manusia dan kera (Reader 2011; Kjærgaard 2011).
      Charles Darwin lahir di Sherewsbur, Inggris Barat pada tahun 1809. Teori Evolusi Darwin merupakan teori evolusi yang paling terkenal karena cukup kontroversial. Darwin berpendapat bahwa makhluk hidup yang ada saat ini telah tumbuh dan berkembang dalam jangka waktu yang amat panjang dan melewati beberapa tahapan. Makhluk yang ada saat ini berasal dari keturunan yang sama, melewati proses seleksi alam. Menurutnya, makhluk yang paling dapat menyesuaikan diri adalah yang akan berkembang menjadi makhluk yang lebih kompleks, sedangkan makhluk yang tidak dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan akan punah dengan sendirinya.
      Darwin juga menjelaskan dalam bukunya yang berjudul The Descent of Man, karya ini disusun Darwin untuk memperkuat argumentasinya mengenai seleksi alam, buku yang berisi pendapat-pendapat yang kembali mengejutkan dunia kelimuwan. Menurut Darwin manusia merupakan keturunan dari makhluk yang berbulu, berekor, berkaki empat, serta bersifat aboreal (hewan yang biasa hidup di pepohonan seperti tupai, koala, musang, dan orang utan).
      Para peneliti mengklasifikasikan makhluk tersebut yakni orang dengan empat tangan, istilah ini ditujukan untuk bangsa kera sebab tidak memiliki kaki selayaknya yang terdapat pada tubuh manusia. Dalam segi emosional juga Darwin berpendapat bahwa ada kemiripan antara makhluk-makhluk tersebut dengan manusia.23 Pernyataan Darwin mendukung bahwa manusia modern berevolusi dari sejenis makhluk yang mirip kera. Selama proses evolusi yang di duga telah dimulai dari 7 atau 8 juta tahun yang lalu, dinyatakan terdapat beberapa bentuk peralihan. Pada system klasifikasi, ordo primata memisahkan semua kera besar denagn manusia. Kera besar termasuk dalam family pongidae, sedangkan manusia termasuk dalam family Hominidae. Dari fosil-fosil yang ditemukan, cukup untuk menjelaskan sejarah tentang nenek moyang Hominidae dan moyang kera.
      a.Manusia kera (Australopiothecus)
      Fosil Hominidae paling tua yang ditemukan di Eritrea pada tahun 1994 yang berumur 4,5 juta tahun lalu. Ditemukan oleh Raymond Dart di Afrika Selatan dan dinamakan Australopiothecus Africanus,24 dia terus mempelajarinya dan setelah empat tahun bekerja, ia berhasil memisahkan rahang tengkorak sehingga giginya tampak, gigi-giginya sangat menyerupai anak manusia. Fosil tersebut menunjukkan bahwa tengkorak suatu makhluk yang letak kepalanya seperti manusia dan kemungkinan berjalan tegak.25 Memiliki ciri-ciri tinggi 100-150 cm, bobot 18-22,7 kg, tengkorak dan gigi mirip kera, volume otak 450 cc, lengan dan tungkai panjang, letak kepala di atas tulang belakang serta memiliki tulang tangan seperti manusia. Jejak kaki menunjukkan bahwa mereka dapat berjalan tegak dengan kedua kaki namun ciri-ciri tersebut belum cukup untuk menunjukkan fosil tersebut ke dalam genus Homo.26
      b.Homo Habilis
      Homo Habilis memiliki arti sebagai manusia yang menggunakan tangan. Dua juta tahun lalu, spesies Australopiothecus berkembang dan muncul sebagai manusia pertama. Homo Habilis secara umum lebih besar dari Australopiothecus dan diperkirakan mereka sudah berburu hewan-hewan kecil serta mampu membuat peralatan dari batu. Ciri-ciri dari Homo Habilis Antara lain memiliki wajah yang besar, bentuk tubuh, tungkai, dan lengan teradaptasi untuk berjalan tegak, tinggi 150 cm, volume otak 700 cc (setengah dari manusia modern), dan sudah membuat peralatan dari batu untuk memotong daging.27
      c.Homo Erectus
      Homo erectus (manusia yang berdiri tegak) muncul sekitar 1,5 juta tahun yang lalu dan tersebar di sekitar Afrika Utara, Asia Selatan sampai Indonesia, dan mungkin saja sampai ke Eropa Selatan. Homo erectus sudah lebih maju, ditandai dengan kemampuan membuat kapak dari batu, berburu binatang, membuat api, sumber makanan bervariasi, dan lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Fosil paling lengkap ditemukan oleh R. Leakey dan A. Walker di Nariokotome, Kenya Utara tahun 1981. Fosil tersebut merupakan kerangka anak laki-laki berumur 12 tahun dengan tinggi 6 kaki, volume otak 800 cc ( lebih besar dari Homo Habilis), serta gigi dan tengkorak sudah mendatar. Fosil lainnya ditemukan oleh Eugene Dubois, seorang dokter Belanda pada tahun 1891 di Trinil, Lembah Bengawan Solo dinamakan dengan Pithecanthropus Erectus atau Manusia Jawa. Dubois menemukan sebagian kecil dari tulang rahang manusia, beberapa gigi yang meyerupai gigi kera, dan bagian tengkorak yang terlalu besar untuk otak kera namun terlalu kecil untuk otak manusia. Memiliki ciriciri volume otak 700-1.000 cc, berjalan tegak, dan sudah menggunakan peralatan. Pada tahun berikutnya ia menemukan fosil tulang paha, bentuknya yang lurus menunjukkan bahwa tulang tersebut dari primata yang berdiri tegak. Lalu pada tahun 1929, Davidson Black dan Frans Weindenreich menemukan fosil di gua Choukoutien, Cina dekat Peking. Tulang-tulang hewan yang dimakanya beserta alat-alat kasar terbuat dari batu yang di tatah runcing pada salah satu ujungnya. Fosil ini dinamakan Sinanthropus Pekinensis atau Manusia Peking yang memiliki volume otak 900-1.200 cc dan lebih maju daripada Pithecanthropus.
      d.Homo Sapiens Neanderthalensis.
      Memiliki wajah dan gigi yang ukuranya mengecil serta volume otak yang meningkat. Ditemukan pada tahun 1856 di Lembah Neanderthal, Jerman yang mendominasi bumi sekitar 400.000 tahun yang lalu. Homo Sapiens Neanderthalensis ini pendek, tidak berdagu. Otaknya sama besar dengan otak manusia sekarang dan bagian otak berhubungan dengan kemampuan berbicara, berkembang biak.29 Mereka mengenal budaya dan bahasa, pada peralatan dan artefak yang ditinggalkan menunjukkan mereka telah mengenal pakaian, alat pahat, berburu hewan, alat pengerik untuk membersihkan kulit hewan, membuat tempat tinggal dan mulai mengenal upacara penguburan.
      e.Homo Sapiens-Modern (Cro Magnon)
      Hidup antara 30.000-100.000 tahun yang lalu. Foailnya ditemukan di gua Cro-Magnon, Prancis. Digolongkan dalam spesies dan subspesies yang sama dengan manusia sekarang. Homo Sapiens-Modern memiliki wajah yang lebih kecil, dan dahi rata (sedikit lebih tinggi dan bundar) dengan volume otak 1.040- 1.595 cc. Laki-laki memiliki tinggi 1,7-1,8 m dan bobot 65 kg, sedangkan perempuan memiliki tinggi 1,5-1,6 m dengan bobot 54 kg. Memiliki badan lebih ramping, namun kekar dan memiliki kebudayaan lebih kompleks. Peralatan yang mereka miliki antara lain pisau, alat pahat, alat pengerik, kapak, alat pengasah dan panah. Mereka mulai mengenal lukisan dan seni pahat sebagai simbol komunikasi.
      Teori evolusi yang berdasarkan pada penciptaan atau wahyu. Dalam teori evolusi ada teori penciptaan, yaitu bahwa spesies yang sekarang ini ada sama dengan spesies saat pertama kali mereka diciptakan oleh Tuhan. Sang Pencipta selalu menjaga agar spesies itu tetap. Pendukung teori penciptaan adalah John ray (1627-1705) dan Carollus Linnaeus (1707-1778).
      Hal tersebut didukung oleh pembahasan mengenai penciptaan manusia di dalam Al-quran surat al-Baqarah ayat 30 :
      وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
      “Dan (ingatlah) ketika Tuhan-mu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah13 di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (al-Baqarah : 30)
      Penciptaan manusia berasal dari dua kata yakni penciptaan dan manusia. Penciptaan berakar dari kata cipta yang mendapat imbuhan pe dan an, sedangkan cipta sendiri dapat diartikan sebagai akal, daya pikir dan imajinasi.44 Dalam kamus besar Bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai kesanggupan, pikiran untuk mengadakan sesuatu yang baru, angan-angan yang kreatif, sedangkanpenciptaan dapat diartikan proses, perbuatan cara menciptakan.45 Manusia dalam kamus besar Bahasa Indonesia dapat diart ikan makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain).
      .Evolusi juga berarti perubahan pada sifat-sifat terwariskan suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Perubahan- perubahan ini disebabkan oleh kombinasi tiga proses utama: variasi,reproduksi, dan seleksi. Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa olehgen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antarspesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkanvariasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaanterwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi.
      Teori evolusi memberikan pengetahuan dan pengembangan pemikiran baik dari peneliti, agama maupun pembacanya. Pengembangan teori evolusi dan berperan dalam menggali evolusi dimuka bumi seperti yang diketahui bahwa evolusi adalah suatuhal yang belum jelas dan dapat dibuktikan secara langsung.

    Media

    Group logo of Evolusi
    Evolusi
    Public Group