-
TELAAH JURNAL TENTANG JARING MAKANAN PADA EKOSISTEM TERESTRIAL
TELAAH JURNAL 1
•Judul
KEANEKARAGAMAN HERPETOFAUNA DIURNAL DI KAWASAN TAMAN NASIONAL GUNUNG MERBABU (Diversity of Diurnal Herpetofauna in Gunung Merbabu National Park)
Yusuf Prabowo1, Muhammad Insan Fathin1, A. Iftachil Falach1,
Ridho Mahesa1, dan Rio Christy Handziko1,*
Jurnal Penelitian Kehutanan Faloak (2021) 5(1), 1-15
1Laboratorium Zoologi, Jurusan Pendidikan Biologi, FMIPA, UNY.
Jln. Colombo No 1, Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman, D.I. Yogyakarta
•Abstrak
Keanekaragaman herpetofauna mempunyai peranan dalam ekosistem dan digunakan sebagai salah satu parameter kualitas lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman spesies herpetofauna di lereng tenggara kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb), yang secara administratif termasuk Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Visual Encounter Survey (VES) pada transek yang ditentukan secara purposive di sekitar sungai dan berpotensi menjadi habitat herpetofauna.
•Pendahuluan
Herpetofauna merupakan salah satu potensi keanekaragaman hayati yang belum banyak dikenal oleh masyarakat. Penelitian dan penyebarluasan informasi tentang kelompok satwa ini perlu terus dikembangkan sebagai sarana untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat. Hal ini termasuk di Taman Nasional Gunung Merbabu yang belum memiliki data herpetofauna yang terintegrasi di wilayahnya. Lokasi penelitian secara administratif masuk dalam wilayah Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Area tenggara lereng Gunung Merbabu ini dipilih sebagai lokasi pengamatan karena adanya sungai yang terus mengalir sepanjang musim yang diduga dapat menjadi tempat berkumpulnya herpetofauna, karena binatang ini biasa ditemui di dekat sumber air.
•Metode Penelitian
Jenis penelitian adalah penelitian observasi (pengamatan) dengan cara mengamati secara langsung di lapangan dan juga Visual Encounter Survey (VES). Metode VES dipilih karena metode ini adalah metode aktif, sehingga peluang pertemuan dengan organisme herpetofauna
menjadi lebih besar
•Kesimpulan
Hasil penelitian menunjukan terdapat 16 spesies herpetofauna di lereng tenggara Gunung Merbabu, terdiri dari 11 spesies reptilia dan 5 spesies amfibi. Masing-masing spesies dijumpai satu individu dan pola penyebarannya menyebar di sepanjang aliran sungai. Indeks keanekaragaman Shannon-Wienner menunjukkan nilai 2,772 yang berarti tingkat keanekaragamannya pada tingkat sedang. Hal ini mengindikasikan kondisi lingkungan di TNGM masih cukup baik dalam mendukung kelestarian spesies herpetofauna. Penelitian ini hanya dilakukan pada siang hari, sehingga perlu adanya penelitian lanjutan mengenai keanekaragaman spesies herpetofauna di lereng tenggara Gunung Merbabu, terutama untuk pengamatan herpetofauna nocturnal agar keberadaannya dapat terpantau dengan baik.TELAAH JURNAL 2
•Judul
Distribusi dan Keanekaragaman Herpetofauna di Hulu Sungai Gunung Sindoro, Jawa Tengah Distribution and Diversity of Herpetofauna in Upper River of Mount Sindoro, Central Java
Subeno. Jurnal Ilmu Kehutanan 12 (2018) 40-51
Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada Jl. Agro No.1, Bulaksumur, Sleman 55281 * Email: wishben@yahoo.com
•Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi dan keanekaragaman jenis herpetofauna yang ada di hulu sungai pada kawasan lereng Gunung Sindoro. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Visual Encounter Survey (VES) dengan rancangan transek. Penempatan transek sepanjang 1 km yang digunakan di sepanjang sungai yang ada di dalam kawasan lereng Gunung Sindoro. Jenis data yang dikumpulkan adalah data jenis yang meliputi nama jenis, jumlah individu/jenis, SVL (snout-vent length), berat, jenis kelamin, dan aktivitas saat dijumpai dan posisi dalam lingkungan. Selanjutnya digunakan indeks keragaman Shanon-Wiener untuk mengetahui keanekaragaman herpetofauna. Distribusi atau sebaran dilakukan dengan mengolah titik koordinat perjumpaan dengan herpetofauna menggunakan ArcView.
•Pendahuluan
Penelitian herpetofauna yang ada saat ini masih terbatas dilakukan di kawasan konservasi yang ada di Pulau Jawa bagian barat. Beberapa penelitian herpetofauna di Jawa Barat lebih banyak dilakukan di kawasan Gunung Halimun Salak dan Gunung Gede Pangrango. Hutan alam di Pulau Jawa umumnya dan Jawa Tengah khususnya merupakan kantong-kantong habitat perlindungan keanekaragaman hayati yang penting. Beberapa penelitian yang telah dilakukan dalam jangka waktu beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa terjadi penurunan populasi herpetofauna secara global mulai tahun 1980-an seiring dengan meningkatnya pencemaran lingkungan dan berkurangnya habitat-habitat asli (hutan). Jika hal ini berlanjut menyebabkan kepunahan herpetofauna di dunia sebelum sempat diteliti dan didata dengan baik
•Metode penelitian
Metode Visual Encounter Survey (VES) dengan rancangan transek (Heyer et al. 1994) digunakan untuk mengetahui komposisi jenis. Penempatan transek sepanjang 800 m yang diletakkan di sepanjang sungai-sungai yang ada di lereng Gunung Sindoro. Penempatan transek dilakukan mengikuti keberadaan sungai yang ada di setiap lereng. Pengamatan dilakukan dari hilir menuju hulu sungai. Waktu pengamatan dilakukan 2 kali yaitu pagi hari mulai jam 06.00-11.00 WIB dan malam hari mulai jam 18.00-23.00 WIB.
•Kesimpulan
Keseluruhan lokasi penelitian berhasil ditemukan sebanyak 14 jenis herpetofauna yang terdiri dari 4 jenis reptil dan 10 jenis amfibi. Famili Ranidae dan Dicroglossidae mendominasi jenis amfibi yaitu sebanyak 3 jenis dan untuk famili Bufonidae, Megophrydae, Microhylidae, dan Rhacophoridae masing-masing terdiri dari 1 jenis. Keempat jenis reptil yang ditemukan berasal dari 4 famili yang berbeda yaitu Colubridae, Agamidae, Gekkonidae, dan Scincidae. Indeks keragaman herpetofauna di hulu sungai pada kawasan lereng Gunung Sindoro, Jawa Tengah memiliki nilai sebesar 1,03 yang termasuk kategori rendah. Indeks keragaman terbesar terdapat pada lokasi Sungai Siklitih dengan nilai 1,2 dan yang terkecil terdapat di lokasi Sungai Deres dengan nilai 0,69. Persebaran spesies herpetofauna bervariasi. Satu spesies tersebar di seluruh lokasi pengamatan yaitu kongkang racun (Odorrana hosii). Ada 2 spesies yaitu katak bertaring (Limnonectes kuhlii) dan kongkang kolam (Hylarana chalconota) tersebar di 4 lokasi pengamatan. Satu spesies tersebar di 3 lokasi pengamatan yaitu bangkong sungai (Phrynoidis asper). Spesies yang tersebar di 2 lokasi pengamatan yaitu katak sawah (Fejervarya limnocharis), percil Jawa (Microhyla achatina) dan bunglon Jawa (Bronchocela jubata). Spesies Limnonectes microdiscus, Megophrys montana, Huia masonii, Ahaetulla prasina, Cyrtodactylus marmoratus dan Eutropis sp. hanya ditemukan di 1 lokasi pengamatan. Ke depannya perlu dilakukan penelitian di musim penghujan sehingga bisa membantu untuk lebih menggambarkan tingkat keragaman herpetofauna yang ada di kawasan tersebut serta penelitian tentang faktor-faktor/komponen habitat yang memengaruhi keberadaan spesies di lokasi tertentu.TELAAH JURNAL 3
•Judul
KOMPOSISI JENIS HERPETOFAUNA DI AREAL KONSESI PT. HUTAN KETAPANG INDUSTRI KABUPATEN KETAPANG (Composition Of Herpetofaunal Types In The Concession Area Of Pt. Industrial Ketapang Fores, Ketapang Regency) Riski Saputra, Slamet Rifanjani, M. Sofwan Anwari.
JURNAL HUTAN LESTARI (2022) Vol. 10 (1): 127 – 138
Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak, Jl. Daya Nasional Pontianak 78124 Email: riskisaputraap@gmail.com
•Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji komposisi jenis herpetofauna di tipe ekosistem hutan lahan basah terbuka yang alami dan Blok yang telah ditanami karet di ekosistem lahan basah terbuka. Metode yang digunakan adalah metode VES (Visual Encounter Survey) atau survey perjumpaan visual dikombinasikan dengan sistem jalur (Transek) sepanjang 600 m pada kedua area. Lebar transek pengamatan masing-masing 5 meter pada bagian kiri dan kanan dan dilakukan dengan cara berjalan secara zigzag mengikuti jalur pengamatan
•Pendahuluan
PT. Hutan Ketapang Industri merupakan perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang pengusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang berlokasi di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat dengan luas ± 100.150 Ha. PT. Hutan Ketapang Industri memiliki beberapa tipe ekosistem yaitu hutan Dipterocarpaceae, hutan rawa gambut, lahan basah terbuka atau dataran banjir, riparian, dan hutan kerangas. Data tentang keberadaan satwa herpetofauna yang terdapat di kawasan PT. Hutan Ketapang Industri belum terdokumentasikan dengan baik di ekosistem hutan alami lahan basah terbuka maupun blok yang telah dilakukan penanaman karet. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian untuk melihat perbandingan antara ekosistem hutan alam dan blok yang sudah dilakukan kegiatan operasional yang ditanami karet mengenai beberapa besar komposisi jenis dan keanekaragaman jenis herpetofauna di kedua areal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji komposisi jenis herpetofauna di tipe ekosistem hutan alami lahan basah terbuka dan blok yang telah ditanami karet di PT. Hutan Ketapang Industri.
•Metode penelitian
Metode yang digunakan yaitu metode VES (Visual Encounter Survey) atau survei perjumpaan visual, dikombinasikan dengan sistem jalur (Transek) sepanjang 600 m. dengan lebar transek pengamatan masing-masing 5meter pada bagian kiri dan kanan 5 meter. Pengamatan dilakukan dengan cara berjalan secara zigzag mengikuti jalur pengamatan.
•Kesimpulan
Hasil penelitian jenis herpetofauna di PT. Hutan Ketapang industri pada ekosistem lahan basah terbuka alami dan blok yang telah ditanami karet di dapat jenis herpetofauna sebanyak 17 jenis. ekosistem lahan basah terbuka alami didapat 13 jenis terdiri dari amfibi dan reptil dengan jumlah individu seluruhnya sebanyak 26 individu yang terdiri dari 7 famili. Kelas amfibi didapat sebanyak 4 famili yang terdiri atas Ranidae, Dicroglossidae, Bufonidae dan Rharcophoridae. Kelas Reptil didapatkan sebanyak 3 famili yaitu Colubridae, Natricidae dan Geomydidae. Blok yang ditanami karet dijumpai sebanyak 4 jenis yang terdiri dari amfibi 3 jenis dan reptil 1 jenis dengan 12 individu. Kelas amfibi terdiri dari 2 famili Dicroglossidae dan Bufonidae. Kelas reptil yang didapat terdiri dari 1 famili Varanidae. Indek keanekaragaman ekosistem lahan basah terbuka alami dengan nilai 2,45 masuk kriteria sedang dan blok yang telah ditanami karet dengan nilai 1,08 masih masuk kriteria sedang
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.