Profile Photo

Jahro Aprilia PutriOffline

    • Profile picture of Jahro Aprilia Putri

      Jahro Aprilia Putri

      2 years, 6 months ago

      Nama : Jahro Aprilia Putri
      NIM : 2224220070
      Kelas : 3C

      TELAAH JURNAL EKOSISTEM PERAIRAN

      JURNAL 1
      Hutan mangrove merupakan salah satu hutan yang tumbuh di muara sungai atau pesisir pantai. Pantai yang datar biasanya dapat ditumbuhi oleh mangrove. Sifat kompleks merupakan sifat yang dimiliki oleh hutan mangrove. Hal tersebut dikarenakan di Kawasan hutan mangrove dapat ditumbuhi berbagai macam vegetasi dan juga satwa darat maupun satwa laut. Tanah yang berada di Kawasan mangrove memiliki sifat saline young soil.
      Salah satu habitat yang ditempati oleh organisme laut adalah ekosistem hutan mangrove. Secara garis besar hewan yang ditemukan pada ekosistem mangrove ialah kepiting, kerang-kerangan, alga, ikan, sponge, tunikata, udang, gurita, burung, reptil.
      Adapun faktor yang mempengaruhi dari keanekaragaman di hutan mangrove tersebut adalah kedalaman kecerahan air dan ketebalan lumpur.

      Dalam ekosistem mangrove, Tanaman mangrove berperan sebagai produsen utama dalam ekosistem padang lamun, menyediakan tempat berlindung dan sumber makanan bagi berbagai organisme. kepiting dan udang berperan sebagai pemangsa yang menjaga keseimbangan populasi kerang-kerangan dan ikan. Alga sebagai produsen primer menyediakan makanan untuk sebagian besar organisme melalui fotosintesis. Ikan memakan plankton dan serangga kecil, sedangkan burung dapat memakan ikan, udang, dan invertebrata lainnya. Sponge, tunikata, dan gurita turut berperan dalam memproses nutrisi dan mempertahankan kestabilan lingkungan. Reptil seperti buaya atau ular mangrove dapat memengaruhi dinamika ekosistem melalui peran predator dan dampaknya pada populasi lainnya. Semua komponen ini saling terkait dalam jaring makanan dan siklus nutrisi, menciptakan keseimbangan ekosistem mangrove.

      Serasah mangrove berubah menjadi detritus, yang sebagian mendukung jaring-jaring makanan mangrove. Plankton, alga epifit, dan mikrofitobentos juga merupakan dasar penting bagi jaringjaring makanan mangrove. Karena kelimpahan makanan dan tempat tinggal yang tinggi, dan tekanan predasi yang rendah, mangrove membentuk habitat yang ideal untuk berbagai spesies hewan, selama sebagian atau seluruh siklus hidupnya. Dengan demikian, mangrove dapat berfungsi sebagai habitat pembibitan bagi spesies kepiting, udang dan ikan (yang penting secara komersial), dan mendukung populasi ikan dan perikanan lepas pantai. Adapun fungsi lain dari mangrove ini adalah untuk tempat mencari makan, perlindungan dari predator, pemijahan, tempat bertelur, dan lain sebagainya. Selain itu juga ditemukan berbagai macam biota aquatic lainnya seperti udang-udangan, juvenile kan, dan ikan cendro. Biota-biota laut tentu memerlukan rumah atau yang bisa disebut dengan habitat untuk melangsungkan kelangsungan hidup, seperti tempat perlindungan, bertelur, dan lain sebagainya. Sehingga Hutan mangrove cocok sebagai habitat biota laut.

      JURNAL 2
      Sungai merupakan badan air mengalir (perairan lotic) yang membentuk aliran di daerah daratan dari hulu menuju ke arah hilir dan akhirnya bermuara ke laut. Air sungai sangat berfungsi untuk memenuhi kebutuhan kehidupan organisme daratan seperti; tumbuhan, hewan, dan manusia di sekitarnya serta seluruh biota air di dalamnya. Ekosistem sungai merupakan habitat bagi organisme akuatik dan non
      akuatik yang dapat memberikan gambaran kualitas dan kuantitas dari hubungan ekologis yang terdapat didalamnya, serta keberadaannya sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Organisme akuatik dan non akuatik tersebut diantaranya tumbuhan air, plankton, perifiton, bentos, ikan, serangga air, dan lain-lain. Zooplankton menjadi kunci utama dalam transfer energi dari produsen utama ke konsumen pada tingkatan pertama dalam trofik ekologi, selanjutnya zooplankton akan menjadi cadangan pakan alami bagi ikan dan larva ikan.

      Zooplankton seperti krustasea kecil, memakan plankton dan serangga air, menjadikannya sebagai konsumen tingkat pertama dalam rantai makanan sungai. Tumbuhan air dan perifiton (organisme yang hidup di permukaan substrat) menyediakan sumber makanan untuk zooplankton melalui fotosintesis dan produksi primer. Serangga air juga dapat memakan plankton dan tumbuhan air, membentuk hubungan kompleks dalam ekosistem sungai. Bentos yang mencakup organisme di dasar sungai seperti cacing, larva serangga, dan moluska memiliki peran penting sebagai pengurai bahan organik dan menyediakan makanan bagi ikan dan organisme lainnya. Ikan, sebagai konsumen tingkat lebih tinggi, memakan zooplankton, serangga air, dan bahkan ikan kecil.

      Secara keseluruhan, hubungan kompleks antara zooplankton, tumbuhan air, plankton, perifiton, bentos, ikan, dan serangga air menciptakan ekosistem sungai yang seimbang, di mana setiap komponen memiliki peran penting dalam siklus makanan dan keseimbangan ekologis.

      JURNAL 3
      Padang lamun sebagai salah satu ekosistem laut dangkal merupakan kawasan yang sangat produktif. Ekosistem ini mampu berfungsi menopang kehidupan dan menjaga tingginya keanekaragaman hayati di dalamnya. ekosistem padang lamun mempunyai fungsi sebagai spawning ground, nursery ground, feeding ground untuk banyak spesies dari berbagai jenis organisme laut untuk menyediakan makanan, dalam rantai makanan, menjaga keanekaragaman dan ecosystem service dalam mendukung produktivitas perairan.

      Megabentos yang ditemukan bulu babi, bintang laut, teripang, kerang mutiara, kerang dara, karang. Kelimpahan megabentos di ekosistem padang lamun sangat dipengaruhi oleh penutupan lamun dan jenis substrat dasar. Kondisi padang lamun terkait dengan penutupan lamun serta kandungan bahan organik dapat memberikan habitat dan sumber makanan bagi biota bentik yang berasosiasi di dalamnya.

      Tanaman lamun berperan sebagai produsen utama dalam ekosistem padang lamun, menyediakan tempat berlindung dan sumber makanan bagi berbagai organisme. Bulu babi (hewan penggembur substrat) membantu mempertahankan kebersihan dan kesehatan padang lamun dengan menghindari penumpukan material organik di permukaan. Teripang dan bintang laut berkontribusi sebagai pengurai bahan organik, menjaga keseimbangan ekosistem dengan memakan sisa-sisa organisme mati. Kerang mutiara, kerang dara, dan kerang lainnya memainkan peran penting dalam mengontrol jumlah plankton dan alga, serta menyediakan habitat bagi berbagai organisme kecil. Kerang dapat memakan plankton dan detritus, sementara biota bentik lainnya, seperti cacing dan moluska, berperan sebagai pengurai yang membantu dalam dekomposisi bahan organik. Karang juga mendukung keberagaman hayati dengan menjadi tempat tinggal untuk ikan kecil, sambil menyumbang pada siklus nutrisi melalui proses kalsifikasi. Karang sebagai struktur fisik, menyediakan habitat dan tempat bertelur bagi beberapa biota bentik.

      Secara keseluruhan, hubungan ini menciptakan keseimbangan dalam ekosistem padang lamun, di mana setiap organisme memiliki peran khusus dalam menjaga keberlanjutan dan keanekaragaman hayati.

      KESIMPULAN KESELURUHAN
      Tumbuhan di ekosistem adalah produsen utama karena mereka memiliki kemampuan untuk melakukan fotosintesis. Produk fotosintesis yang dihasilkan oleh tumbuhan menyediakan dasar makanan bagi sebagian besar organisme dalam ekosistem. Dalam tiap ekosistem pasti memiliki keanekaragaman yang berbeda, karena tiap flora dan fauna memiliki habitat yang berbeda pula. Keanekaragaman disuatu ekosistem dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lingkungan yaitu kondisi substrat, pH, oksigen terlarut, tutupan ekosistem dan lain-lain. Dalam suatu ekosistem yang terdiri dari berbagai macam hewan tersebut saling bergantung dan akan menciptakan suatu ekosistem yang seimbang.

      DAFTAR PUSTAKA
      Halimatusa’diyah, E., Tika, S.R., Ananda, R.P., Suwanda, N.A., Suhendra, A., Julpia, I., … , Hujaibah, P. (2022). PEMANFAATAN EKOSISTEM HUTAN MANGROVE SEBAGAI HABITAT UNTUK BIOTA LAUT. JURNAL BIOSENSE, 5(2), 131- 143. (JURNAL 1)

      Riniatsih, I., Ambariyanto, & Yudiati, E. (2021). Keterkaitan Megabentos yang Berasosiasi dengan Padang Lamun terhadap Karakteristik Lingkungan di Perairan Jepara. Jurnal Kelautan Tropis, 24(2), 237-246. (JURNAL 3)

      Wijaya, A.S., Nugrahani, M.P., & Putri, R.J. (2022). STRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI PERAIRAN SUNGAI KAWASAN PANTAI CEMARA BANYUWANGI. Nusantara Hasana Journal, 1(10), 101-111. (JURNAL 2)

    Media