Profile Photo

Jahro Aprilia PutriOffline

    • Profile picture of Jahro Aprilia Putri

      Jahro Aprilia Putri

      2 years, 6 months ago

      Nama : Widia Veronica Girsang
      NIM : 2224220065
      Kelas : 3C

      1.IDENTITAS JURNAL
      NAMA JURNAL : Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat
      JUDUL : APLIKASI KONSEP KONSERVASI MANGROVE UNTUK PENGEMBANGAN EKOWISATA DI PANTAI SELATAN LOMBOK TIMUR
      PENULIS : Al Idrus, A., Kesipudin, K., & Mertha, I. G.
      TAHUN :2018
      VOLUME/NOMOR : 1(1).

      Pada jurnal pertama dapat disimpulkan jaring makanan pada ekosistem mangrove terdiri dari beberapa tingkatan trofik yang saling terkait. Sisa organik dari serasah, ranting daun bakau, dan rumput laut menjadi produsen primer dalam jaring-jaring makanan. Kemudian, sisa organik daun bakau diuraikan oleh detrivor menjadi detritus. Rumput laut dan detritus kemudian dimakan oleh cacing dan udang kecil. Selanjutnya, udang kecil dimakan oleh kepiting, ikan kecil, dan ikan besar; dan kerang-kerangan dimakan oleh ikan kecil. Setelah itu, ikan kecil dimakan oleh ikan besar, ikan besar dan kepiting kemudian dimakan oleh burung bangau. Akhirnya, burung bangau dimakan oleh burung elang sebagai konsumen puncak atau predator.Dalam jaring makanan tersebut, energi dan nutrisi bergerak dari produsen primer (tumbuhan) ke herbivora yang memakan mereka, dan kemudian ke karnivora atau omnivora yang memangsa herbivora.

      Selain itu, terdapat juga rantai makanan detritus yang dimulai dengan bahan organik mati, diurai oleh dekomposer seperti bakteri dan jamur, dan berlanjut ke detritivores dan kemudian karnivora. Jaring makanan ini menunjukkan transfer energi makanan dari sumbernya pada tumbuhan melalui herbivora ke karnivora.Selain itu, hutan mangrove juga memiliki peran penting dalam ekosistem, seperti sebagai tempat pemijahan, tempat mencari makanan, dan tempat perlindungan bagi berbagai organisme perairan, satwa liar, primata, serangga, burung, reptil, dan amphibi. Ini menunjukkan bahwa jaring makanan di ekosistem mangrove sangat penting untuk menjaga keseimbangan spesies dan fungsi ekosistem tersebut.

      2.IDENTITAS JURNAL
      NAMA JURNAL : Bioscientiae
      JUDUL : Keanekaragaman dan Status Konservasi Spesies Avifauna Pada Suaka Margasatwa Mampie, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat
      PENULIS : Kadijah, K., Nirsyawita, N., & Hamzah, A. S.
      TAHUN :2016
      VOLUME/NOMOR : 2(1)

      Dan pada jurnal kedua yang membahas tentang jaring makanan Produsen dalam jaring-jaring makanan di Suaka Margasatwa (SM) Mampie meliputi berbagai vegetasi seperti hutan mangrove, rawa, rawa lebak, dan persawahan, yang menyediakan sumber makanan bagi spesies avifauna. Beragamnya vegetasi di habitat ini mendukung ketersediaan makanan bagi avifauna, sehingga berkontribusi pada tingginya keanekaragaman jenis yang teramati di kawasan ini. Selain itu, konversi ekosistem mangrove menjadi tambak telah menyebabkan perubahan keanekaragaman dan kelimpahan spesies avifauna di SM Mampie, yang berdampak pada ketersediaan makanan bagi avifauna.Selain itu, ketersediaan makanan bagi avifauna dipengaruhi oleh keberadaan serangga kecil, serangga terbang, dan buah-buahan dari pohon Avicennia sp. yang merupakan bagian dari vegetasi di habitat tersebut. Variasi vegetasi di habitat mendukung ketersediaan makanan bagi avifauna, sehingga mereka memiliki banyak pilihan makanan.Produsen-produsen ini memainkan peran penting dalam menyediakan sumber makanan bagi spesies avifauna, yang berkontribusi terhadap stabilitas dan keragaman jaring-jaring makanan di SM Mampie.Kestabilan suatu ekosistem ditunjukkan oleh banyaknya rantai makanan dalam jaring-jaring makanan. Dalam kasus Suaka Margasatwa (SM) Mampie, spesies avifauna didukung oleh sumber daya alam yang kaya, terutama sumber makanan yang melimpah seperti ikan dan hewan air karena dominasi avifauna pesisir dan air.Avifauna di SM Mampie, termasuk burung air, tumbuh subur di ekosistem lahan basah seperti hutan bakau, rawa, rawa lebak, danau, dan persawahan. Vegetasi yang beragam di habitat ini menyediakan beragam pilihan makanan bagi avifauna, yang berkontribusi pada tingginya keanekaragaman spesies yang teramati di kawasan ini.Namun, konversi ekosistem mangrove menjadi tambak telah menyebabkan perubahan keanekaragaman dan kelimpahan spesies avifauna di SM Mampie. Perubahan habitat ini telah mempengaruhi ketersediaan makanan dan tempat berlindung bagi avifauna, sehingga menjadi ancaman yang signifikan bagi populasi mereka.Selain itu, aktivitas manusia seperti deforestasi dan konversi lahan telah mengakibatkan hilangnya dan terfragmentasinya habitat, yang menyebabkan penurunan populasi spesies avifauna di Indonesia.

      3.IDENTITAS JURNAL
      NAMA : Prosiding SAINTEK
      JUDUL : Keanekaragaman Jenis dan Status Kesehatan Padang Lamun di Kawasan Pesisir Mandalika, KAB. Lombok Tengah
      PENULIS : Ahyadi, H., Erdin, E., Candri, D. A., Farista, B., Astuti, S. P., & Virgota, A
      TAHUN :2021
      VOLUME :3

      Pada jurnal ketiga jaring makanan tentang ekosistem lamun, lamun memainkan peran penting sebagai produsen dalam rantai makanan. Lamun berfungsi sebagai produsen utama dalam rantai makanan, menyediakan fondasi untuk jaring makanan dengan menghasilkan bahan organik melalui fotosintesis. Bahan organik ini kemudian mendukung komunitas herbivora yang beragam, seperti ikan dan invertebrata, yang pada gilirannya menjadi mangsa predator yang lebih besar, sehingga membentuk dasar jaring-jaring makanan.Lamun memiliki peran penting di daerah pesisir karena berfungsi sebagai penyangga ekosistem mangrove dan terumbu karang. Padang lamun menyediakan jasa penting untuk mendukung kinerja ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Karimunjawa. Keberadaan lamun menjadi dasar dari jaring-jaring makanan bagi spesies seperti Dugong, Penyu, ikan, dan invertebrata, sehingga menjadikannya sebagai produsen penting dalam rantai makanan lokal.

      Daftar Pustaka
      Ahyadi, H., Erdin, E., Candri, D. A., Farista, B., Astuti, S. P., & Virgota, A. (2021). Keanekaragaman Jenis dan Status Kesehatan Padang Lamun di Kawasan Pesisir Mandalika, KAB. Lombok Tengah. Prosiding SAINTEK, 3, 509-513.
      Al Idrus, A., Kesipudin, K., & Mertha, I. G. (2018). Aplikasi Konsep Konservasi Mangrove Untuk Pengembangan Ekowisata Di Pantai Selatan Lombok Timur. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 1(1).
      Kadijah, K., Nirsyawita, N., & Hamzah, A. S. (2017). Keanekaragaman dan Status Konservasi Spesies Avifauna Pada Suaka Margasatwa Mampie, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Bioscientiae, 13(1).

    Media