Profile Photo

Jahro Aprilia PutriOffline

    • Profile picture of Jahro Aprilia Putri

      Jahro Aprilia Putri

      2 years, 6 months ago

      Nama : Riris Nurul Hafifah
      NIM : 2224220078
      Kelas : 3C

      1. Judul jurnal : Dampak Pencemaran Mikroplastik di Ekosistem Laut terhadap Zooplankton : Review
      *Pendahuluan*
      Pencemaran yang bersumber dari mikroplastik menyebabkan kerusakan ekologi dan menjadi salah satu ancaman bagi ekosistem laut. Ukuran mikroplastik yang kecil mudah masuk dan terakumulasi pada organisme laut. Salah satu organisme yang dapat memakan mikroplastik yakni zooplankton. Mikroplastik yang termakan oleh zooplankton tidak hanya memberikan dampak pada zooplankton itu sendiri, tetapi juga terhadap ekosistem.

      *Distribusi dan Degradasi Mikroplastik di Perairan*
      Distribusi mikroplastik di ekosistem laut dipengaruhi baik oleh faktor abiotik (faktor hidrodinamika laut) maupun faktor biotik. Mikroplastik tersebut tersebar pada kolom air, di sedimen dekat dengan pantai, dan di sedimen laut dalam. Proses degradasi makroplastik menjadi mikroplastik relatif lebih cepat terjadi di rawa asin, hanya memerlukan waktu 8 minggu untuk jenis-jenis polyetilen densitas tinggi, polypropylen, dan polystyren.

      *Proses Masuknya Mikroplastik pada Zooplankton*
      Mikroplastik masuk ke zooplankton secara tidak sengaja disebabkan sifat dari zooplankton dalam mencari makan yaitu dengan menyaring (filter feeding) lalu akan keluar melalui fesesnya dan proses masuknya
      berlangsung dalam hitungan jam.

      *Hasil dan pembahasan*
      1. Dampak Bagi Zooplankton
      Mikroplastik yang tertelan oleh zooplankton memberikan banyak dampak buruk dan dapat mengganggu sistem fisiologi tubuhnya. Beberapa peneliti melaporkan bahwa mikroplastik ini terbukti mengganggu fekunditas (reproduksi), kapasitas makan, mengganggu pencernaan, dampak lainnya yakni mempengaruhi feses yang dikeluarkan oleh zooplankton serta dapat memberikan efek akut dan kronis yang menyebabkan kematian.

      2. Dampak Mikroplastik Di Zooplankton Terhadap Ekosistem Laut
      Mikroplastik yang termakan oleh zooplankton juga berdampak pada ekosistem laut. Hal ini dikarenakan zooplankton memiliki peran penting dalam ekologi sebagai makanan utama bagi biota-biota karnivora kecil seperti larva udang, larva bivalvia, dan ikan-ikan kecil. Zooplankton yang memakan mikroplastik
      dapat termakan oleh udang kemudian udang akan dimakan oleh organisme lainnya. Sehingga sangat besar kemungkinannya terjadi transfer mikroplastik melalui rantai makanan bahkan bisa masuk ke tubuh manusia melalui rantai makanan tersebut.

      2. Judul jurnal : Model Mangsa Pemangsa Antara Phytoplankton dan Zooplankton Dimana Phytoplankton Berada di Lingkungan Yang Beracun Pada Ekosistem Lautan
      *Pendahuluan*
      Makhluk hidup bersel satu dari jenis plankton dapat diketahui bentuk kompetisinya dan dinamika model mangsa-pemangsa dari rantai makanan phytoplankton dan zooplankton. Organisme yang memakan organisme lain dinamakan predator atau pemangsa (zooplankton), sedangkan yang dimakannya disebut mangsa (phytoplankton). Rantai makanan yang terjadi pada ekosistem laut berupa phytoplankton sebagai produsen primer dianggap sebagai tingkat trofik I, zooplankton pemakan phytoplankton sebagai tingkat trofik II, karnivor pemakan zooplankton sebagai tingkat trofik III, dan seterusnya.
      Proses pertumbuhan phytoplankton dipengaruhi oleh ketersediaan nutrisi, sedangkan zooplankton merupakan predator tingkat tinggi yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh ketersediaan phytoplankton.
      Selanjutnya dari phytoplankton dan zooplankton akan terjadi kematian secara alami yang akan menjadi decomposer. Dekomposer adalah pengurai jasad makhluk hidup yang telah mati. Dekomposer akan mengurai bangkai atau sisa-sisa makhluk hidup menjadi komponen yang lebih kecil lagi agar dapat digunakan kembali oleh phytoplankton sebagai sumber nutrisi untuk membuat makanan. Peranan dekomposer sangat penting di dalam menjaga keseimbangan rantai makanan di laut.

      *Hasil dan pembahasan*
      Lingkungan yang berpolusi dapat mengancam kehidupan makhluk hidup di sekitarnya. Populasi phytoplankton dapat menyerap racun dari lingkungan karena terjadi laju kontak antara keduanya. Kemudian populasi zooplankton dapat memangsa phytoplankton yang terinfeksi. Phytoplankton yang terinfeksi tidak akan menyebabkan kematian bagi zooplankton sehingga penurunan populasi zooplankton hanya bergantung pada kematian alami. Pemangsaan yang dilakukan oleh zooplankton terhadap phytoplankton menyebabkan pertumbuhan populasi zooplankton semakin tinggi. Sedangkan populasi phytoplankton mengalami penurunan karena terinfeksi oleh racun dari lingkungan dan di mangsa oleh zooplankton.

      3. Judul jurnal : Fenomena Distribusi Zooplankton di Perairan Laut Makassar
      *Pendahuluan*
      Salah satu komponen biotik yang menentukan kehidupan di laut yaitu plankton. Organisme ini merupakan mikroorganisme yang melayang-layang di perairan meliputi dua kelompok besar yaitu fitoplankton dan
      zooplankton. Fitoplankton merupakan plankton yang bersifat tumbuhan, sementara itu zooplankton adalah plankton yang bersifat hewani. Fitoplankton mampu berfotosintesis
      dan berperan sebagai produsen di lingkungan perairan, sedangkan zooplankton berperan
      sebagai konsumen pertama yang menghubungkan fitoplankton sebagai produsen dengan organisme yang lebih tinggi jenjang trofiknya.
      Zooplankton juga berperan sebagai bioindikator. Keanekaragaman zooplankton yang tinggi menyebabkan rantai makanan suatu perairan semakin kompleks. Kehidupan zooplankton akan sangat bergantung pada ciri spesifik dari lingkungan perairan tempatnya berkembang biak. Pertumbuhan zooplankton dipengaruhi oleh berbagai faktor oseanografi perairan seperti faktor fisika, kimia dan biologi di perairan.

      *Hasil dan pembahasan*
      1. Parameter Oseanografi
      Berdasarkan pengamatan, fluktuasi suhu selama pengamatan berada pada kisaran 30-32°C. Suhu yang didapatkan masih sesuai dengan kisaran pertumbuhan dan perkembangan fitoplankton dan zooplankton. Pada pengukuran salinitas menunjukkan bahwa hasilnya relatif sama dan tidak berfluktuasi yaitu antara 30-32%. Salinitas seperti itu menyebabkan zooplankton dapat bertahan hidup dan memperbanyak diri. Pengukuran nilai pH juga memperlihatkan hasil berkisar antara 7,6-7,9 dan pH yang ideal untuk kehidupan zooplankton berkisar 6.5–8.0. Dari pengukuran nilai kekeruhan, hasil yang diperoleh berkisar antara 1.8- 3,56 NTU, dan dapat diartikan bahwa kekeruhan masih dalam kategori yang aman untuk pertumbuhan zooplankton.

      2. Kepadatan Zooplankton
      Komposisi zooplankton terdeteksi sebanyak 19 jenis dari dua kelas yaitu Crustacea dan Chordata. Jenis dari kelas Crustacea lebih mendominasi sebab mempunyai kemampuan untuk bertahan hidup jika dibandingkan dengan jenis lainnya seperti Chordata.

      Daftar Pustaka
      Mardiyana. & Ari, K. (2020). Dampak Pencemaran Mikroplastik di Ekosistem Laut terhadap Zooplankton : Review. _Jurnal Pengendalian Lingkungan (JPPL),_ 2(1), 29-36. (JURNAL 1)

      Muhtarulloh, F., Fuad, N. & Herri, S. (2019). Model Mangsa Pemangsa Antara Phytoplankton dan Zooplankton Dimana Phytoplankton Berada di Lingkungan Yang Beracun Pada Ekosistem Lautan. _Jurnal Teorema : Teori dan Riset Matematika,_ 4(1), 31-40. (JURNAL 2)

      Tambaru, R., Abdul, R. & Faturahman. (2018). Fenomena Distribusi Zooplankton di Perairan Laut Makassar. _Jurnal Pengelola Perairan,_ 1(2), 1-9. (JURNAL 3)

    Media