-
Arsyida Yuliasari posted
Nama : Arsyida Yuliasari
NIM : 2224200026
Kelas : 6AGENETIKA POPULASI HARDY-WEINBERG
Populasi adalah sekumpulan atau sekelompok organisme dari satu spesies yang kawin dan hidup di lingkungan tertentu pada waktu yang sama. Populasi akan menandakan kelompok individu dari spesies yang sama. Contoh dari populasi: Populasi manusia. Dalam biologi, populasi adalah sekumpulan individu dengan ciri-ciri yang sama yang hidup di tempat yang sama dan memiliki kemampuan bereproduksi di antara sesamanya. Konsep populasi banyak dipakai dalam ekologi dan genetika. Ekologiwan memandang populasi sebagai unsur dari sistem yang lebih luas
Genetika populasi merupakan salah satu cabang ilmu biologi populasi yang mempelajari tentang faktor-faktor yang menentukan komposisi genetik suatu populasi dan bagaimana faktor-faktor tersebut berperan dalam proses evolusi. Genetika populasi juga meliputi studi terhadap berbagai factor yang membentuk struktur genetik suatu populasi dan menyebabkan perubahan-perubahan evolusioner suatu spesies sepanjang waktu. Anggota suatu populasi satwa mempunyai sejumlah lokus yang terdiri atas pasangan alel. Jumlah semua alel yang berlainan disebut lengkang gen (gene pool). Gen-gen dalam lengkang mempunyai hubungan dinamis dengan alel lainnya dan dengan lingkungan tempat populasi itu hidup. Faktor-faktor lingkungan memiliki kecenderungan untuk merubah frekuensi gen sehingga menyebabkan terjadinya evolusi dalam populasi.
Hukum Hardy-Weinberg ditemukan oleh ahli Fisika Weinberg dan ahli Matematika G.H. Hardy pada tahun 1908. Kedua ahli tersebut berasal dari Inggris. Hukum ini menyatakan bahwa dalam suatu kondisi tertentu yang stabil, frekuensi gen dan frekuensi genotip akan tetap konstan dari satu generasi ke generasi dalam suatu populasi yang berbiak seksual. Hukum Hardy-Weinberg ini berfungsi sebagai parameter evolusi dalam suatu populasi. Bila frekuensi gen dalam suatu populasi selalu konstan dari generasi ke generasi, maka populasi tersebut tidak mengalami evolusi. Bila salah satu saja syarat tidak dipenuhi maka frekuensi gen berubah, artinya populasi tersebut telah dan sedang mengalami evolusi.
Hukum Hardy-Weinberg ini berfungsi sebagai parameter evolusi dalam suatu populasi. Bila frekuensi gen dalam suatu populasi selalu konstan dari generasi ke generasi, maka populasi tersebuttidak mengalami evolusi. Bila salah satu saja syarat tidak dipenuhi maka frekuensi gen berubah, artinya populasi tersebut telah dan sedang mengalami evolusi. Ada dua hal yang perlu diperhatikan sehubungan dengan hukum Hardy Weinberg yaitu :
1. Jumlah frekuensi gen dominan dan resesif (p + q) adalah 1.
2. Jumlah proporsi dari ketiga macam genotif (p2 + 2pq + q2) adalah 1.Jadi pada dasarnya hukum ini menyatakan bahwa frekuensi gen dominan dan resesif. Pada sutau populasi yang cukup besar tidak akan berubah dari satu generasi ke generasi lainnya. Keadaan populasi yang demikian disebut dlaam keadaan equilibrium (dalam keadaan seimbang). Susunan genetik ini akan tetap dan tidak berubah jika beberapa keadaan terpenuhi antara lain :
1. Tidak ada mutasi atau mutasi berjalan seimbang (jika gen A
2. bermutasi menjadi gen a, maka harus ada gen a yang menjadi
3. gen A dalam jumlah yang sama).
4. Tidak terjadi seleksi alam.
5. Tidak ada migrasi.
6. Perkawinan acak.
7. Populasi besar.Hukum Hardy-Weinberg dirumuskan sebagai berikut :
(p+q)2 = 1
p2 + 2pq + q2 = 1Dimana variabel p mewakili alel dominan, sedangkan variabel q mewakili alel resesif dalam genotipe suatu populasi Sebagai contoh alel gen A dan a, maka menurut persamaan diatas
adalah :p2 = Frekuensi Individu Homozigot AA
2pq = Frekuensi Individu Heterzigot Aa
q2 = Frekuensi Individu Homozigote aa.Hukum kesetimbangan Hardy-Weinberg menyatakan bahwa frekuensi gen atau alel pada satu populasi akan tetap atau konstan dari satu generasi ke generasi berikutnya, jika dalam kurun waktu tersebut tidak terjadi mutasi, seleksi, migrasi, dll. Sebagian besar gen yang ada dalam populasi sebenarnya hadir dalam lebih dari dua bentuk alel. Contohnya terjaid pada distribusi golongan darah, Sebuah gen dapat memiliki lebih dari sebuah alel. Alel-alelnya disebut alel ganda (multiple allele). Golongan darah pada manusia menurut sistem ABO ditentukan oleh alel ganda (3 macam alel), yaitu alel i, IA, dan IB. Alel i resesif terhadap IA dan IB. Alel IA dan IB bersifat kodominan. Interaksi antara alel i, IA, dan IB menghasilakn 4 fenotip golongan darah yaitu O, A, B, dan AB.
Prinsip dasar dalam genetika populasi adalah prinsip Hardy-Weinberg yang menduga bahwa dalam kondisi tertentu, frekuensi alel dan genotip akan tetap konstan dalam suatu populasi dan keduanya saling berhubungan satu sama lain. Kondisi-kondisi tertentu yang dimaksud dalam prinsip Hardy-Weinberg meliputi reproduksi antar individu yang dilakukan secara seksual dan acak, tidak ada seleksi alam, kejadian mutasi diabaikan, tidak ada individu yang keluar atau masuk dari suatu populasi, dan ukuran populasi yang cukup besar.
Jika kondisi ini terpenuhi oleh suatu populasi, maka populasi tersebut disebut sebagai populasi yang berada dalam keseimbangan Hardy-Weinberg (Hardy-WeinbergEquilibrium). eseimbangan Hardy-weinberg sangat penting dalam konservasi dan kejadian evolusi genetik karena penyimpangan dari keseimbangan ini merupakan dasar untuk mendeteksi kejadian inbreeding, fragmentasi populasi, migrasi, dan seleksi. Hukum Hardy-Weinberg menyatakan bahwa di bawah suatu kondisi yang stabil, baik frekuensi gen maupun perbandingan genotip akan tetap (konstan) dari generasi ke generasi pada populasi yang berbiak secara seksual. Syarat berlakunya asas Hardy-Weinberg:
1. Setiap gen mempunyai viabilitas dan fertilitas yang sama
2. Perkawinan terjadi secara acak
3. Tidak terjadi mutasi gen atau frekuensi terjadinya mutasi,
4. sama besar.
5. Tidak terjadi migrasi
6. Jumlah individu dari suatu populasi selalu besarJika lima syarat banyak dilanggar, jelas akan terjadi evolusi pada populasi tersebut, yang akan menyebabkan perubahan perbandingan alel dalam populasi tersebut.
Hukum Hardy-Weinberg menjelaskan distribusi gen dalam sebuah populasi yang stabil harus tetap sama dari generasi ke generasi jika pengaruh faktor seleksi alam dan gangguan genetik lainnya tidak hadir di dalamnya. Hukum ini mencakup hubungan antara frekuensi alel pada suatu lokus gen dalam sebuah populasi dengan frekuensi genotip yang timbul di antara keturunannya. Para ilmuwan menggunakan Hukum Hardy-Weinberg untuk menentukan apakah suatu populasi mengalami perubahan genetik akibat kemajuan evolusinya atau tidak, kesetimbangan Hardy-Weinberg akan dapat membantu memprediksi bagaimana populasi tersebut akan berevolusi di masa mendatang.
Saat suatu populasi mengalami perubahan, ini mengindikasikan bahwa salah satu atau beberapa prinsip dalam hukum Hardy-Weinberg telah terganggu. Misalnya, jika frekuensi alel dalam populasi mulai berubah, ini bisa mengindikasikan bahwa seleksi alam sedang berjalan, atau ada faktor-faktor yang disebut gangguan genetik. Sebaliknya, jika frekuensi alel tetap tidak berubah dari waktu ke waktu, ini menunjukkan terjadinya kondisi stabil dalam populasi, dan dapat membantu memprediksi bagaimana populasi tersebut akan berevolusi di masa mendatang.
Suatu populasi dikatakan mengalami evolusi yaitu bila terjadi perubahan struktur genetik dari suatu populasi atau perubahan generasi ke generasi berikutnya. Jadi evolusi genetika adalah Perubahan frekuensi alel atau genotip di dalam populasi dari generasi ke generasi (perubahan struktur genetik).
Evolusi akan terjadi apabila salah satu syarat berlakunya Hukum Hardy-Weinberg tidak terpenuhi. Dengan demikian, penyebab utama evolusi terjadi ialah adanya seleksi alam, hanjutan/pergeseran genetik (genetic drift), aliran gen (geneflow), mutasi, dan perkawinan tidak acak.
1. Genetic drift adalah perubahan gen dalam suatu kumpulan gen di populasi tertentu karena suatu kejadian yang menyebabkan frekuensi alel mengalami perubahan. Contohnya insiden bencana yang mengakibatkan penurunan populasi secara drastis. Akibat insiden itu, individu yang tersisa tidak lagi mewakili variasi genetik yang pernah ada di suatu populasi. Selain itu, ada juga kondisi founder effect (efek pendiri), yakni saat kelompok kecil individu yang menempati habitat baru terpencil serta tak berpenghuni, tidak mampu mewakili keanekaragaman genetik dari populasi asal yang ditinggalkan. Keanekaragaman yang dibawa oleh kelompok kecil tersebut akan menentukan komposisi genetik populasi yang terbentuk di habitat baru. Maka itu, sering ada spesies endemik di daerah tertentu.
2. Aliran Gen atau Gene flow adalah kondisi akibat migrasi (keluar-masuk) beberapa individu dari satu populasi ke populasi lain dan disertai perkawinan (antara individu dari populasi berbeda. Proses ini mengakibatkan kemunculan gen baru. Apabila aliran gen terjadi dengan jumlah signifikan dapat dimungkinkan akan mengubah frekuensi gen dalam suatu populasi.
3. Perkawinan tidak acak, pola perkawinan tidak acak dapat terjadi karena satu dan lain hal yang tidak memungkinkan satu individu mempunyai kesempatan yang sama dalam berkembang biak dan melakukan perkawinan. Contoh, adanya naluri memperoleh pasangan sesuai keinginan, sehingga perkawinan dalam suatu populasi menjadi tidak merata.
4. Mutasi, perubahan dalam susunan DNA suatu organisme. Sebagai contoh, perubahan warna bunga putih yang disebabkan oleh alel ‘aa’ menjadi alel dominan ‘A’ yang berwarna merah. Hal ini bisa menyebabkan penurunan frekuensi alel ‘a’ dan bersamaan dengan itu meningkatkan frekuensi alel A. Kendati demikian, peningkatan frekuensi alel karena mutasi itu baru tampak nyata apabila individu dengan alel tersebut mempunyai keturunan banyak. Kasus ini bisa terjadi sebab genetic drift atau seleksi alam.
5. Seleksi Alam, Seleksi alam memberikan kemungkinan yang berbeda-beda pada setiap individu untuk melakukan adaptasi terhadap lingkungan. Faktor seleksi alam dapat mengakibatkan adanya individu di suatu populasi yang mempunyai keturunan lebih banyak daripada yang lain, dan juga sebaliknya. Proses seleksi alam dan akibatnya bisa terjadi karena ada sifat-sifat khusus atau kondisi tertentu yang menyebabkan satu individu tidak dapat bertahan hidup lebih lama dan berkembang biak lebih intens daripada yang lain.Genetika populasi Hardy-Weinberg ini penting dipelajari untuk mengetahui bagaimana cara menentukan langkah awal untuk mengetahui adanya evolusi pada suatu makhluk hidup, dengan begitu manusia juga mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan atau evolusi pada manusia. Genetika populasi juga mempelajari terkait komposisi genetik, adanya keberagaman genetik dalam suatu populasi, perubahan ciri fenotip dan genotip dalam populasi dan kaitannya dengan evolusi makhluk hidup. Maka penting untuk mempelajari genetika populasi senagai dasar pengetahuan terkait genetik manusia, utamanya keluarga sendiri, apalabila terdapat orang tua yang memiliki anak dan memiliki rupa atau wajah yang berbeda, maka banyak faktor yang terjadi di dalamnya, dan faktor-faktor tersebur dipelajari dalam genetika populasi, manusia dapat mengetahui bahwa hal tersebut lumrah terjadi dan memungkinkan untuk terjadi karena adanya keragaman genetik, kesetimbangan Hardy-Weinberg dan tahap awal evolusi makhluk hidup.
Selain itu, genetika populasi mampu menelusuri proses evolusi suatu spesies, hubungan kekerabatan antar spesies, dan mendeteksi munculnya strain-strain dalam populasi dan spesies baru. Peranan genetika populasi yang lain adalah pada kegiatan pengelolaan spesies-spesies yang terancam punah (endangered species).
Tantangan mempelajari materi Genetika populasi Hardy-Weinberg merupakan tantangan yang cukup sulit, yakni materi ini termasuk materi prosedural. Materi procedural bukan hanya materi yang hanya dibaca kemudian hapal, melainkan materi yang perlu untuk dipahami dengan sangat baik terkait alur kesemtimbangan Hardy-Weinberg dan prinsip-prinsip dasarnya, rumus perhitungan yang harus dipahami untuk membuktikan teori kesetimbangan sebagai langkah awal mengetahui evolusi makhluk hidup, serta teori-teori penyimpangan kesetimbangan Hardy-Weinberg yang harus dipahami untuk mengetahui dengan pasti apakah teori tersebut sesuai dengan praktik pembuktiannya atau tidak.
Dalam mempelajari materi Genetika populasi Hardy-Weinberg sebaiknya diikuti dengan mempelajari materi pendukung sebelumnya, dan memiliki bekal pengetahui terkait materi Hukum Mendel 1 dan Hukum Mendel 2 serta penyimpangan Hukum Mendel. Karena materi Genetika populasi Hardy-Weinberg sangat berkaitan erat dengan teori Hukum Mendel dan Penyimpangannya serta rasio-rasio yang sudah ditetapkan. Dengan mempelajari materi Hukum Mendel menjadi bekal pengetahuan dan memudahkan untuk mempelajari Genetika populasi Hardy-Weinberg. Materi Genetika populasi Hardy-Weinberg sangat menarik jika memiliki kecenderungan untuk memahami terkait keragaman genetik pada makhluk hidup, pembuktian Hukum Mendel dan penyimpangan, serta penyebab perbedaan genetik dalam populasi yang menjadi tahap awal evolusi makhluk hidup.
Jika menjadi tutor atau guru untuk mengajar materi pembelajaran Genetika populasi Hardy-Weinberg, yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan melakukan praktik kesetimbangan Hardy-Weinberg, bisa menggunakan kancing genetik dengan menyilangkan Hukum Mendel 1 dan 2 atau menggunakan perhitungan frekuensi alel ganda golongan darah A, B, AB, dan O. kemudian membuktikan apakah teori kesetimbangan tersebut benar adanya, jika benar berarti belum ada evolusi yang terjadi pada populasi yang diuji. Jika kesetimbangan Hady-Weinberg tidak sesuai maka ada kemungkinan telah terjadi evolusi pada populasi yang diuji. Praktik langsung pada materi Genetika populasi Hardy-Weinberg sangat berpengaruh terhadap pemahaman siswa untuk memperdalam teori dan memaknai teori Genetika populasi Hardy-Weinberg.
Kesimpulannya, Genetika populasi Hardy-Weinberg merupakan genetika populasi yang memiliki acuan dari hukum kesetimbangan Hardy-Weinberg yang mengacu pada kesetimbangan frekuensi alel. Dari kesetimbangan frekuensi alel dapat diketahui bahwa terciptanya kesetimbangan Hardy-Weinberg yang menunjukkan adanya keseimbangan keragaman genetik dalam suatu populasi sehingga terbentuklah genetika populasi. Dari genetika populasi ini mempelajari bagaimana komposisi genetik suatu populasi hingga terbentuknya perubahan komposisi genetik dan evolusi pada makhluk hidup
Nilai kehidupan setelah mempelajari materi Genetika populasi Hardy-Weinberg yakni, ilmu yang dimiliki oleh manusia sekecil apapun akan bermanfaat dalam kehidupan sehari, seperti contohnya dengan mempelajari Genetika populasi Hardy-Weinberg, manusia dapat memecahkan masalah terhadap lingkungan sekitar yang sehari-hari terjadi seperti ketidakmiripan antar satu keluarga yang disebabkan oleh keragaman genetik dari hukum kesetimbangan Hardy-Weinberg, sampai mengetahui evolusi tingkat atas makhluk hidup akibat terganggunya kesetimbangan Hardy-Weinberg dalam suatu populasi atau lingkungan.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group