• Profile picture of Atiatussalam

    Atiatussalam

    2 years, 10 months ago

    Nama : Atiatussalam
    Stambuk : A1J120044
    Kelas : B
    Mata Kuliah : UAS EVOLUSI
    (Mahasiswa Permata Forum Komunikasi UHO)

    Evolusi merupakan perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam waktu yang sangat lama. Evolusi bersal dari bahasa latin yakni Evolvo yang artinya membentang. Pengertian tentang konsep evolusi dapat timbul baik secara alam maupun secara logika dari pengertian tentang genetika. Konsep ini muncul bukan dari sejarah melainkan dikemukakan berdasarkan pada hasil-hasil penelitian serta pengamatan terhadap persamaan dan perbedaan dalam struktur dan fungsi dari berbagai bagian dunia, diantaranya adalah hasil penelitian dan pengamatan Charles Darwin.
    Sifat-sifat yang menjadi dasar evolusi ini dibawa oleh gen yang diwariskan kepada keturunan suatu makhluk hidup dan menjadi bervariasi dalam suatu populasi. Ketika organisme bereproduksi, keturunannya akan mempunyai sifat-sifat yang baru. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen akibat mutasi ataupun transfer gen antar populasi dan antar spesies. Pada spesies yang bereproduksi secara seksual, kombinasi gen yang baru juga dihasilkan oleh rekombinasi genetika, yang dapat meningkatkan variasi antara organisme. Evolusi terjadi ketika perbedaan-perbedaan terwariskan ini menjadi lebih umum atau langka dalam suatu populasi. Perubahan yang terjadi pada kromosom dan gen merupakan materi dasar dari evolusi, isolasi biasanya menyebabkan munculnya spesies baru dan seleksi alam oleh adanya perbedaan reproduksi dan mutasi.
    Organisme tumbuhan diyakini berasal sekitar 500 juta tahun yang lalu. Tumbuhan darat telah terdiversifikasi sejak turun dari nenek moyang alga. Spora tanaman yang membatu diekstraksi dari batuan berusia 475 juta tahun di Oman. Spora ini tertanam di kutikula tumbuhan, yang menyerupai jaringan pembawa spora tumbuhan hidup. Sebuah studi tahun 2001 tentang “jam molekuler” tumbuhan menunjukkan bahwa nenek moyang tumbuhan hidup ada 700 juta tahun yang lalu. Sebuah studi tahun 2003 menempatkan tanggal baru pada 490-425 juta tahun, kira-kira seusia dengan spora yang ditemukan di Oman. Sebelumnya, lebih dari 3 miliar tahun setelah pembentukannya, bumi tidak berpenghuni. Keberadaan cyanobacteria uniseluler baru ditemukan sekitar 1,2 miliar tahun yang lalu (lebih dari 5 miliar tahun usia Bumi). Lebih dari 290.000 spesies tumbuhan hidup di bumi saat ini. Sebagian besar tanaman hidup di lingkungan terestrial termasuk gurun, padang rumput, dan hutan. Beberapa spesies, seperti alga, kembali ke perairan.
    Evolusi tumbuhan adalah proses perubahan yang terjadi pada tumbuhan selama jutaan tahun. Tumbuhan telah mengalami berbagai perubahan, berbeda dalam bentuk, ukuran, dan cara reproduksi. Contoh evolusi tumbuhan yang terkenal adalah evolusi pohon, di mana dulu tumbuhan kecil dan manusia di tanah berevolusi menjadi tumbuhan tinggi dan besar seperti yang kita kenal sekarang. Evolusi tumbuhan sangat penting untuk memahami sejarah kehidupan di Bumi dan juga memberikan informasi penting untuk penelitian ilmiah terkait tumbuhan. Perkembangan tumbuhan dibagi menjadi tumbuhan tidak berpembuluh dan tumbuhan berpembuluh.
    Perkembangan nonvaskuler adalah perkembangan pada tumbuhan yang tidak memiliki sistem pembuluh, seperti akar, batang dan daun. Tumbuhan tanpa pembuluh biasanya berukuran kecil dan hidup di tempat lembab seperti lumut. Hati-hati. Mereka memperoleh nutrisi dan air dari seluruh permukaan tubuh dan tidak memiliki jaringan khusus untuk mengangkut sumber daya seperti tanaman vaskular.
    Evolusi vaskular adalah teori yang menyatakan bahwa evolusi tumbuhan dari tumbuhan non-vaskuler menjadi tumbuhan vaskular terjadi secara bertahap selama jutaan tahun. Tumbuhan vaskular memiliki sistem vaskular yang memungkinkan mereka mengambil air dan nutrisi dari tanah dengan lebih efisien dan juga tumbuh lebih besar daripada tanaman non-vaskular. Hal ini memungkinkan tanaman vaskular memainkan peran yang lebih penting dalam ekosistem daripada tanaman non-vaskular.
    Semua tanaman darat menunjukkan pergantian generasi, di mana dua bentuk tubuh multisel bergantian. Siklus hidup ini juga terjadi pada berbagai ganggang. Namun, dengan alga yang paling dekat hubungannya dengan tumbuhan darat, pergantian generasi tidak terjadi. Melalui generasi, salah satu tubuh multiseluler disebut gametofit dan memiliki sel haploid. Gametofit menghasilkan gamet, telur dan sperma melalui mitosis. Fusi telur dan sperma selama pembuahan menciptakan zigot diploid. Pembelahan mitosis zigot diploid menimbulkan tubuh multisel lain, sporofit. Selama meiosis pada sporofit dewasa, sel reproduksi haploid yang disebut spora terbentuk. Spora adalah sel reproduksi yang dapat berkembang menjadi organisme baru tanpa menempel pada sel lain. Pembelahan mitosis spora tumbuhan memunculkan gametofit multiseluler baru. Berbeda dengan siklus hidup organisme yang bereproduksi secara seksual, pergantian generasi pada tanaman darat (dan beberapa alga) menghasilkan tahapan haploid dan diploid yang muncul sebagai individu multisel. Misalnya, manusia tidak mengalami pergantian generasi karena satu-satunya tahap haploid dalam siklus hidup adalah gamet yang uniseluler.
    Spora Tumbuhan Yang Menghasilkan Spora Seperti Batang Spora tumbuhan adalah sel reproduksi haploid yang tumbuh menjadi gametofit melalui mitosis. Sporopollenin membuat dinding spora sangat kuat dan tahan terhadap lingkungan yang keras. Organ multiseluler yang disebut sporangia ditemukan di sporofit dan menghasilkan spora. Pada sporangia, sel diploid yang disebut sporosit menjalani meiosis dan menghasilkan spora haploid. Jaringan luar sporangium melindungi spora yang sedang berkembang sampai siap untuk dilepaskan ke udara.
    Gametofit tumbuhan menghasilkan gamet dalam organ multiseluler yang disebut gametangia. Gametangium betina, disebut archegonium, menghasilkan sel telur tunggal dalam organ berbentuk vas bunga. Telur disimpan di dalam jaringan perut pada gametangia. Gametangia jantan, yang disebut antheridia, menghasilkan dan melepaskan sperma ke lingkungan. Dalam banyak kelompok besar tumbuhan hidup, sperma memiliki flagela dan berenang menuju telur melalui lapisan air. Setiap telur dibuahi di dalam archegonium, tempat zigot berkembang menjadi embrio (oogami). Gametofit tanaman berbiji sangat mengecil sehingga archegonia dan antheridia telah hilang di beberapa garis keturunan.
    Saya Atiatussalam memilih materi Evolusi Tumbuhan dikarenakan Evolusi tumbuhan telah memainkan peran penting dalam membentuk dunia yang kita kenal sekarang. Sejak pertama kali muncul jutaan tahun yang lalu, tumbuh-tumbuhan telah membentuk bumi agar sesuai dengan kebutuhannya. Dari mengubah keseimbangan gas di atmosfer kita, hingga mengubah lanskap bumi secara fisik. Tidak ada keraguan bahwa planet kita akan berbeda secara fundamental tanpa kemunculan dan evolusi kerajaan tumbuhan. Dengan mempelajari evolusi tumbuhan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana tumbuhan berevolusi dari waktu ke waktu dan beradaptasi dengan lingkungan mereka. Hal ini dapat membantu dalam memahami berbagai macam spesies tumbuhan, struktur mereka, dan peran mereka dalam ekosistem. Selain itu, mempelajari evolusi tumbuhan juga dapat memberikan wawasan tentang bagaimana manusia dapat memanfaatkan tumbuhan untuk keperluan mereka.
    Pendekatan yang dilakukan oleh seorang pengajar dalam materi evolusi dapat bervariasi tergantung pada gaya pengajaran dan preferensi individual. Beberapa pendekatan yang mungkin dilakukan antara lain menggunakan presentasi visual seperti gambar dan video, diskusi kelompok, eksperimen dan praktikum, dan pemberian tugas terstruktur. Penting untuk memilih pendekatan yang tepat untuk memudahkan pemahaman siswa terhadap materi evolusi.
    Pembelajaran evolusi di sekolah mampu membuat siswa berpikir kritis karena pembelajaran evolusi dapat dibelajarkan dengan cara proses ilmiah yaitu berkaitan dengan berpikir kritis yaitu siswa belajar untuk menguji ide-ide mereka dengan melakukan pengamatan dan menggunakan konsep metode ilmiah yang mampu mengembangkan kemampuan bermalar dan berpikir sistematis Pembelajaran yang dilakukan dengan metode ilmiah membuat siswa secara aktif telah berikir kritis untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Berpikir kritis yang dilakukan siswa harus didasarkan pada aturan, alasan dan bukti yang jelas.
    Pembelajaran evolusi di sekolah dapat membangun karakter siswa. Evolusi dapat diajarkan melalui team quiz. Metode team quis mampu membuat siswa melakukan persaingan akademis dan kompetisi antar kelompok sehingga diharapkan mampu membentuk karakter siswa seperti karakter, tanggung jawab, disiplin, komunikatif dan meningkatkan hasil belajarnya.
    Pembelajaran evolusi dapat meningkatkan kemampuan menganalisis pada siswa karena soal-soal yang digunakan pada materi evolusi dapat menggunakan assessment yang baik. Asesmen mempunyai peranan penting dalam pem-belajaran. Asesmen merupakan bagian penting dari pembelajaran dan pembelajaran yang baik disertai dengan asesmen yang baik pula dan asesmen merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan pembelajaran oleh karena itu asesmen dapat diintegrasikan dalam buku ajar, karena buku ajar merupakan salah satu sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran. Asesment yang dapat digunakan adalah asesment autentik dengan berbagai variasi misalnya, unjuk kerja, analisis artikel, latihan tertulis, pertanyaan terbuka dil sehinga dapat melatih kemampuan analisis pada siswa. Cara Mengajarkan Materi Evolusi Tumbuhan dapat menggunakan Tutorial online, model Cooperative Script, menerapkan Asesment Autentik, menggunakan Metode Team Quiz, menggunakan Metode Group Investigation, menggunakan objek kontekstual, dll.
    Tutorial online merupakan program layanan bantuan belajar dengan memanfaatkan jaringan internet, sehingga memungkinkan proses pembelajaran jarak jauh didesain lebih komunikatif dan interaktif. Alat evaluasi yang digunakan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran adalah membuat peta konsep dari materi evolusi. Peta konsep merupakan skema yang digunakan untuk menyatakan hubungan yang bermakna antara konsep-konsep dalam bentuk proposisi-proposisi. Proposisi-proposisi merupakan dua atau lebih konsep-konsep yang dihubungkan oleh kata-kata dalam suatu unit semantik. Peta konsep merupakan salah satu teknik evaluasi yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman siswa pada konsep- konsep yang telah dipelajarinya.
    Model Cooperative Script 2, Pembelajaran dengan metode cooperative script merupakan metode pembelajaran yang menuntut siswa untuk beraktivitas sendiri, aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Melalui model cooperative script siswa menemukan sendiri suatu konsep atau mampu memecahkan masalah siri, sehingga meningkatkan pemahaman siswa. Belajar Kooperatif (Cooperative Learning) memerlukan pendekatan pengajaran melalui penggunaan kelompok kecil sehingga siswa dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan belajar.
    Asessment Autentik, Asesmen merupakan penilaian. Bentuk asesmen autentik yang digunakan pada tiap bab pada materi evolusi dapat bervariasi, antara lain: (a). Penilaian unjuk kerja (performance assessment), (b). Latihan tertulis dengan pertanyaan pemecahan masalah pada tingkat kognitif analitis, evaluatif, dan sin-tesis, (c). Penilaian proyek, (d). Penilaian berupa analisis kritis artikel, (e). Jawaban pertanyaan terbuka yang merupakan jawaban yang diberikan secara luas oleh siswa sehingga mengungkapkan kedalaman dipertanyakan. pemahamannya terhadap materi yang dipertanyakan, (f). Pembuatan esai yang menunjukkan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa. Asessment yang digunakan pada uji kualitatif dapat digunakan dalam pembelajaran materi evolusi yang dapat meningkatkan kemampuan berfikir tingkat tinggi siswa.
    Metode Team Quiz, Team quiz merupakan salah satu teknik pembelajaran dengan memainkan topik-topik yang diajarkan kepada siswa yang dibagi dalam beberapa kelompok. Penerapan teknik pembelajaran team quis membuat siswa berkompetisi antar kelompok di bidang akademis, kompetisi kelompok akan membuat mahasiswa bertanggung jawab dalam kuis cepat, disiplin waktu dan mengikuti tata tertib diskusi serta komunikatif. Metode team quis lebih baik apabila dipadukan dengan dengan penulisan jurnal belajar. Jurnal belajar merupakan catatan yang dibuat oleh siswa pada akhir suatu proses pembelajaran yang berisi pokok- pokok materi pelajaran yang telah dipelajari serta catatan refleksi diri mahasiswa mengenai proses pembelajaran yang telah diikutinya. Penulisan jurnal belajar membuat siswa mampu merekam semua proses pembelajaran dengan membuat catatan-catatan penting, refleksi diri untuk mengetahui segala kekurangan dan kelebihan pada saat mengikuti pelajaran dengan demikian siswa mampu menumbuhkan karakter mandiri dan kerja keras. Penerapan model pembelajaran Team Quis disertai penulisan jurnal belajar dapat mengembangkan karakter siswa pada mata materi evolusi.
    Metode Group Investigation, Metoge GI merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang mempunyai karakteristik siswa diajak melakukan investigasi khususnya dapat diterapkan untuk menemukan konsep petunjuk adanya evolusi. Langkah awal, siswa dengan bimbingan guru menentukan anggota masing-masing kelompok, langkah kedua menentukan topic, langkah ketiga mencari literature sendiri yang relevan, langkah keempat menyiapkan laporan, langkah terakhir mempresentasikan hasil temuan mereka dalam kelompok di depan kelas. Sementara itu guru hanya sebagai fasilitator dan menambahkan kalau ada jawaban kelompok yang kurang tepat. Melalui metode GI, materi tentang teori evolusi akan lebih bermakna karena siswa terlibat langsung dalam menyusun materi yang akan dipelajari, sehingga memiliki pengetahuan kognitif yang dapat tersimpan secara sistematis dan terarah dalam pikiran siswa. Selain meningkatkan pengetahuan kognitif, metode GI ini juga dapat membangun keterampilan kooperatif siswa, sehingga dapat berpikir kritis dan kreatif terkait dengan bahan ajar, yang diharapkan dapat diterapkan pada situasi lain dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan penelitian PTK. Penerapan metode Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan evolusi, dapat dilihat dari hasil tes belajar pemahaman siswa materi evolusi.
    Objek Kontekstual, Salah satu obyek kontekstual yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran evolusi adalah dengan memanfaatkan situs Sangiran. Situs Sangiran berisi berbagai koleksi benda-benda purbakala yang mempunyai potensi untuk dijadikan sebagai sumber belajar Biologi khususnya pada materi Evolusi. Keberadaan Situs Sangiran dapat menjadikan materi Evolusi Manusia yang bersifat teoritis dan hanya tertulis di dalam buku menjadi kontekstual dan nyata karena di dalam Situs Sangiran terdapat bukti-bukti nyata peninggalan sejarah yang memberikan gambaran evolusi manusia. Pembelajaran evolusi di sekolah dengan memanfaatkan situs Sangiran menjadi lebih menarik karena lebih kontekstual.

    Profile Photo liked this

Media