-
Siti Ahdiati Fatimah Azzahra posted
KARYA TULIS
BENTUK DAN PENTUNJUK EVOLUSI
Disusun Oleh
Siti Ahdiati Fatimah Azzahra (2224200038)
Mahasiswa Semester 6
Kelas 6BUraian Singkat Tentang Bukti dan Petunjuk Evolusi
Evolusi merupakan perubahan makhluk hidup yang berlangsung sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama. Perkembangan teori evolusi berawal dari Masa Darwin, Masa Mendel, Neo Darwin hingga Evolusi Modern diperoleh dari adanya pembuktian secara teoritis yang mendukung pendapatnya. Bukti yang disampaikan itu menggunakan beberapa pendekatan dan diperlukan pembuktian lebih lanjut untuk kebenarannya. Petunjuk yang digunakan merupakan fakta yang ada disekitar kita dan mengarah bahwa evolusi memang terjadi. Bukti dan petunjuk yang dapat teramati seperti anatomi perbandingan, perbandingan embriologi, perbandingan fisiologi, petunjuk sel dan biokimia, peristiwa domestikasi, variasi makhluk hidup dari satu keturunan, rudimenter, penyebaran geografis, dan juga fosil.
Bukti yang pertama dapat kita lihat adalah dengan membandingkan kesamaan anatomi makhluk hidup. Pada dasarnya, setiap makhluk hidup memiliki alat-alat pada tubuhnya dengan bentuk dasar yang sama, walaupun bentuk dan fungsinya berbeda. Misalnya persamaan pada alat gerak bagian depan manusia, kucing, paus, dan kelelawar. Walaupun terdapat persamaan bentuk, pada fungsi dari setiap alat gerak yang dimiliki makhluk hidup terdapat perbedaan. Misalnya pada alat gerak manusia untuk memegang sedangkan kucing untuk berjalan. Perbedaan fungsi tetapi bentuk dasarnya sama disebut dengan homologi. Sedangkan, alat gerak yang bentuknya berbeda namun memiliki fungsi yang sama akibat perkembangan evolusi yang konvergen disebut dengan analogi. Adanya homologi organ ini menunjukan terjadinya perkembangan evolui divergensi, sedangkan terjadinya analogi menunjukan terjadinya evolusi konvergensi. Evolusi divergensi adalah evolusi dari satu spesies menghasilkan beberapa spesies yang memiliki anatomi tubuh yang sama. Sedangkan evolusi konvergensi adalah evolusi dari beberapa spesies berbeda yang menempati lingkungan yang sama akhirnya memiliki organ tubuh yang fungsinya sama meskipun secara anatomi berbeda.
Bukti yang kedua dapat kita lihat dengan membandingkan embrio. Embrio adalah tahap awal perkembangan janin dan embriologi adalah ilmu yang mempelajari tentang asal usul dan perkembangan yang terdapat pada embrio atau janin. Kesamaan dalam tahapan perkembangan embrio menunjukan hubungan kekerabatan yang semkin dekat. Sebagai contoh, semua embrio vertebrata akan mengalami suatu tahapan di mana mereka memiliki kantung insang dan rongga tulang belakang. Pada tahapan perkembangan ini, ikan, salamander, kura-kura, ayam, kelinci, manusia dan semua vertebrata lain lebih banyak kesamaannya dari perbedaannya. Pada perkembangan selanjutnya menjadi semakin bervariasi, akhirnya akan memiliki ciri khas masing-masing. Pada hewan-hewan air kantung insang akan berubah menjadi insang atau kantung insang. Namun pada hewan darat, celah insang akan berubah menjadi lubang telinga, rahang bawah dan bagian tengkuk. Pembuktian teori perbandingan embrio adalah adanya persamaan di antara ontogenesis (perkembangan embrio dalam kandungan ibu) dengan filogenesis (perkembangan dari awal suatu fyle melalui fase perkembangan evolusi individu). Menurut teori ini, embrio dalam fase pertama bentuknya sama sehingga menunjukan hubungan evolusioner dan penurunan dari nenek moyang yang sama.
Bukti yang ketiga dapat kita lihat dengan membandingan fisiologi. Fisiologi komparatif (Fisiologi Perbandingan) adalah subdisiplin fisiologi yang mempelajari dan mengeksploitasi keragaman karakteristik fungsional dari berbagai jenis organisme. Hal ini erat kaitannya dengan fisiologi evolusi. Bukti-bukti dari fisiologi perbandingan dapat dilihat dari kemiripan dalam aktivitas metabolisme, respirasi, proses sintesis protein, pembentukan ATP dan penggunaannya yang hampir sama antara berbagai makhluk mulai dari mikroorganisme sampai manusia.
Selain bukti-bukti yang ada juga petunjuk yang dapat membuktikan bahwa evolusi benar-benar terjadi. Petunjuk yang pertama yaitu petunjuk sel dan biokimia. Persamaan biokimia organisme hidup dapat menjadi satu ciri yang mencolok dari kehidupan. Hubungan evolusi di antara spesies dicerminkan dalam DNA dan proteinnya (gen dan produk gen). Jika dua spesies memiliki pustaka gen dan protein dengan urutan monomer yang sangat bersesuaian, urutan itu disalin pasti dari nenek moyang yang sama. Biologi molekular merupakan pendukung Darwin yang paling berani, sehingga bisa menyatakan bahwa semua bentuk kehidupan saling berhubungan sampai tingkat tertentu melalui cabang-cabang keturunan dari organisme yang paling awal. Jauh dekatnya hubungankekerabatan antara organisme satu dengan lainnya dapat ditunjukkan dengan uji secara biokimia yang disebut uji presipitin. Uji presipitin adalah uji adanya reaksi antara antigen-antibodi. Banyak sedikitnya endapan yang terbentuk akibat reaksi tersebut dapat digunakan untuk menentukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan antara suatu organisme dengan organisme lainnya.
Petunjuk yang kedua adalah adanya peristiwa domestikasi. Domestikasi spesies adalah upaya menjadikan spesies liar menjadi spesies budidaya. Bukti-bukti domestikasi pada hewan yakni diawali dengan bukti tertua berupa kerangka anjing berusia sekitar 5 bulan di sisi kerangka seorang perempuan yang ditemukan di dekat Ain Mahalla (Israel), yang berusia hampir 10.000 tahun SM. Selain itu, kerangka kucing peliharaan tertua ditemukan di Siprus, berasal dari sekitar 6.000 tahun SM. Perkiraan untuk hewan ternak domestik adalah 7.000 tahun SM pada domba dan kambing. Terlihat bahwa dahulu domba memiliki tanduk yang melengkung, namun pada ternak modern telah terjadi perubahan menjadi pendek akibat seleksi alam. Domestikasi ternak diperkirakan dilakukan dalam kaitan dengan kepastian penyediaan sumber pangan, sandang, serta di kemudian hari sebagai komoditi perdagangan. Bukti-bukti domestikasi tumbuhan yakni diawali dengan
petunjuk mengenai budidaya pertama berasal dari sisa-sisa labu air dan terdapat tanda-tanda bahwa tanaman tersebut sudah dipelihara sekitar 10.000 tahun SM. Proses domestikasi tanaman berjalan dengan lambat dan secara tidak sengaja manusia mengubah beberapa ciri fisik sehingga membuat tanaman semakin sesuai dengan penanganan yang dilakukan manusia.
Petunjuk yang ketiga adalah adanya variasi makhluk hidup dari satu keturunan. Variasi yang terjadi dapat berupa perbedaan ukuran, warna, berat, dan lain sebagainya. Jika varian tersebut hidup pada lingkungan yang berbeda, maka akan menghasilkan keturunan yang berbeda pula. Jadi, adanya variasi merupakan petunjuk adanya evolusi yang menuju ke arah terbentuknya spesies baru atau spesiasi.
Petunjuk yang keempat adalah adanya petunjuk dari alat tubuh yang tersisa (rudimenter). Sisa alat tubuh yang menjadi petunjuk adalah otot anjing anatomi, pada manusia modern terletak di antara siku dan pergelangan dan tidak memiliki peran fungsi yang jelas. Otot ini adalah rudimen dari otot yang lebih berkembang pada nenek moyang manusia purba. Otot ini membantu dalam gerakan berjalan dengan menggunakan lengan di samping tubuh, mirip dengan gerakan yang dilakukan oleh hewan seperti anjing. Selain itu, sisa alat tubuh yang dijadikan petunjuk evolusi adalah gigi tunggal atau gigi geraham ketiga, menjadi petunjuk adanya sisa evolusi manuia purba yang memiliki rahang yang lebih besar dan membutuhkan gigi tambahan untuk mengunyah makanan yang lebih kasar. Sisa alat tubuh selanjutnya adalah otot telinga, yang menjadi petunjuk sisa evolusi manusia purba untuk menggerakan telinganya secara indpenden meskipun manusia modern kehilangan kemampuan itu. Selanjutnya ada otot jari kaki dan serbut otot di kulit manusia, yang pastinya menunjukan adanya hubungan dari sisa evolusi manusia purba hingga manusia modern.
Petunjuk yang ke empat adalah adanya penyebaran secara geografis. Seperti adanya spesiasi dan divergensi genetik yang terjadi akibat isolasi secara geografis, sehingga mengakibatkan adanya perkembang biakan yang terbatas yang mengarah pada akumulasi perbedaan genetik antara populasi tersebut. selanjutnya adanya perbedaan lingkungann menyebabkan evolusi khusus pada tiap wilayahnya. Misal hewan pada daerah ber iklim dingin memiliki rambut atau bulu yang lebih tebal atau mekanisme pengaturan suhu yang lebih efisien. Evolusi juga bisa terjadi karena adanya efk tabrakan, yang terjadi ketika spesies organisme terisolasi pada waktu yang lama dan bertemu kembali sehingga terjdai perkembang biakan sehingga dapat memunculkan individu dengan variasi genetik baru dan mendorong evolusi lebih lanjut. Selain itu adanya perubahan dalam tekanan seleksi di lingkungan yang berbeda akan mempengaruhi respon makhluk hidup pada lingkungannya. Organisme yang hidup di lingkungan dengan tekanan seleksi yang kuat akan mengalami perubahan genetik yang lebih cepat dibandingkan dengan organisme yang hidup di lingkungan yang stabil. Hal selanjutnya yang menjadi pengaruh terhadap evolusi secara geografis adalah pelebaran dan penyempitan cakupan geografis akibat perubahan iklim, lautan atau habitat yang menyebabkan isolasi atau kontak antara populasi yang berbeda, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi evolusi organisme tersebut.
Petunjuk adanya evolusi yang terakhir adalah fosil. Fosil adalah sisa tumbuhan atau hewan yang telah mem-batu atau jejak-jejak yang tercetak pada batuan. Darwin menyatakan bahwa fosil yang ditemukan pada lapisan batuan muda berbeda dengan fosil yang terdapat pada lapisan batuan yang lebih tua, dan menunjukkan suatu bentuk perkembangan. Dari sekian banyak fosil yang ditemukan, yang paling lengkap dan dapat digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi adalah fosil kuda yang ditemukan oleh Marsh dan Osborn. Dari studi yang dilakukan dapat dicatat beberapa perubahan dari nenek moyang kuda (Eohippus) yang hidup 58 juta tahun yang lalu menuju ke bentuk kuda modern sekarang (Equus), yaitu:
• Tubuh bertambah besar, dari sebesar kucing hingga sebesar kuda sekarang
• Leher makin panjang, kepala makin besar, jarak antara ujung mulut hingga bagian mata menjadi makin jauh
• Perubahan dari geraham depan dan belakang dari bentuk yang sesuai untuk makan daun menjadi bentuk yang sesuai untuk makan rumput
• Bertambah panjangnya anggota tubuh hingga dapat dipakai untuk berlari cepat, tetapi bersamaan dengan itu kemampuan rotasi tubuh menurun.
• Adanya reduksi jari kaki dari lima menjadi satu, yaitu jari ketiga yang selanjutnya memanjang, kemudian disokong teracakDemikian uraian singkat yang bisa penulis sampaikan mengenai materi bukti dan petunjuk yang mendukung bahwa evolusi benarbenar tejadi di muka bumi ini.
Alasan Memilih Materi Bukti dan Petunjuk Evolusi
Penulis memilih materi ini karena materi ini menjadi materi yang menarik untuk dikaji. Selain itu, materi ini menjadi pembuktian terkait adanya evolusi pada makhluk hidup, menjadikan pembelajaran didalamnya menjadi lebih hidup dan membuka pemikiran yang sempit terkait teori evolusi yang telah dipelajari sebelumnya. Menurut penulis materi tentang bukti dan petunjuk evolusi juga menjadi hal yang harus dipelajari pada awal pembelajaran evolusi bersamaan dengan materi perkembangan atau sejarah teori evolusi yang ada, agar pemahaman terkait evolusi pada pelajar dapat ditingkatkan.
Kendala yang dialami dan Upaya yang dilakukan
Dalam pembelajaran evolusi yang cukup abstrak dan memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, penulis merasakan masih banyak mengalami kendala, terutama memilih bahan bacaan yang valid dan menarik mengenai evolusi. Selain itu, faktor internal penulis terkait tingkat pemahaman yang masih rendah terhadap materi sejarah evolusi karena masih berorientasi pada hapalan dan belum menemukan metode belajar yang tepat untuk materi tersebut, sehingga pemahaman terkait materi bukti dan petunjuk adanya evolusi juga menjadi sedikit bias. Hal ini akan terus penulis cari solusinya. Sejauh ini penulis hanya meningkatkan literasi terhadap bahan bacaan yang representatif dengan materi evolusi. Penulis juga mencoba mencari video – video pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman penulis terhadap materi evolusi.
Saran Terhadap Metode Ataupun Pendekatan yang Cocok dengan Materi Evolusi
Mata pelajaran evolusi yang merupakan cabang ilmu biologi ini berperan penting dalam menjelaskan asal usul kehidupan dan hubungan antara makhluk hidup dengan macam kehidupan lain sehingga dapat berguna untuk pemahaman masa depan. Melalui cabang ilmu pembelajaran ini juga dapat membantu membangun konsep tentang sejarah adanya populasi dan komunikasi antar manusia. Namun dalam pembelajarannya, materi evolusi dianggap sebagai salah satu materi yang sulit di tingkat SMA hal ini karena sifatnya yang abstrak dan memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi. Sehingga diperlukan suatu metode ajar yang tepat dalam pembelajarannya.
Penanganan terhadap kesulitan belajar yang timbul dalam pembelajaran evolusi di SMA adalah dengan penggunaan metode pembelajaran yang tepat. Salah satu metode pembelajaran yang telah dibuktikan dengan penelitian dan memiliki hasil yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa pada pembelajaran evolusi yaitu dengan metode discovery learning. Dalam metode pembelajaran discovey learning siswa akan lebih aktif dalam memecahkan masalah untuk menemukan solusi dengan guru sebagai pemberi petunjuk terhadap permasalahan tersebut, sehingga pada akhir pembelajaran guru harus memberikan simpulan dari kegiatan yang dilakukan agar tidak terjadi miskonsepsi.Solusi Untuk Memudahkan Pemahaman Terkait Materi Evolusi
Materi evolusi merupakan materi yang bersifat abstrak, sehingga untuk memudahkan pemahaman dibutuhkan adanya bentuk nyata atau sesuatu yang dapat dianalogikan dengan materi yang sedang dipelajari. Seperti adanya apersepsi awal dengan adanya bentuk dan petnjuk terkait ilmu evolusi. Contoh lain terhadap materi ini juga adalah dengan melakukan kunjunga museum untuk melihat secara langsung bukti-bukti evolusi dan kehidupan manusia purba pada ber abad abad yang lalu. Selain itu pemberian tugas mengenai benuk-bentuk evolusi di sekitar juga bisa diterapkan, tujuannya agar terciptanya pikiran kritis pada individu pelajar sehingga pengetahuan yang didapat akan lebih mudah dipahami dan membekas dalam ingatan pelajar.
Kesimpulan yang Dapat Dipetik dari Mempelajari Materi Bukti dan Petunjuk Evolusi
Berdasarkan tulisan yang telah dibuat, dapat disimpulkan bahwa materi evolusi merupakan materi yang abstrak dan komperhensif, namun sangat penting dipelajari untuk menambah wawasan terkait asal usul kehidupan dan hubungan antara makhluk hidup dengan macam kehidupan lain sehingga dapat berguna untuk pemahaman masa depan. Melalui cabang ilmu pembelajaran ini juga dapat membantu membangun konsep tentang sejarah adanya populasi dan komunikasi antar manusia. Dalam materi ini, kita mempelajari adanya bukti dan petunjuk evolusi yang membuat kita tahu bahwa memang makhluk hidup terus mengalami evolusi dan terdapat perbedaan pada ehidupan masa lalu hingga saat ini. Hal ini tentunya membuat kita berpikir apakah kehidupan di masa depan akan sama dengan kehidupan kita saat ini? dengan adanya evolusi tentu kehidupan masa depan tidak akan sama, akan ada perubahan yang terjadi terutama pada gaya hidup yang mugkin akan memengaruhi evolusi makhluk hidup terutama manusia.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group