-
Nama : Intan Az Zahra
NIM : 2224200030
Kelas : 6A
Mata Kuliah : EvolusiPada materi evolusi, salah satu sub materi yang dibahas adalah mengenai bukti dan petunjuk evolusi. Lingkupan materi ini membahas terkait dengan tanda-tanda yang digunakan untuk memperoleh bukti yang sebenernya lebih mengarah pada adanya petunjuk terkait dengan adanya evolusi dan pembuktian yang dapat dikaji lebih lanjut dengan analisis yang mendalam. Cakupan yang dibahas pada materi ini berkaitan dengan bukti-butki ilmiah yang dapat dikaji melalui beberapa lingkup yang diantaranya adalah melalui fosil, homologi anatomis, biogeografi, embriologi, dsb (Campbell, et.al., 2010). Bukti-butki ataupun petunjuk tersebut nantinya akan menjadi pembahasan pada materi evolusi dengan analisis secara saintifik.
Evolusi adalah sebuah teori yang didukung oleh kajian-kajian dan bukti ilmiah yang terus berkembang dari waktu ke waktu. Evolusi membahas terkait dengan perubahan yang terjadi selama berangsur-angsur pada periode tertentu yang pada perkembangannya terus mengikuti perkembangan teknologi dan juga zaman sehingga evolusi selalu mengalami perkembangan (Ferry, 2020). Dalam Campbell (2020), evolusi diartikan sebagai penurunan dengan modifikasi, penurunan yang dimaksud adalah sebuah penurunan sifat atua dapat berupa komposisi genetik suatu populasi dari generasi ke generasi yang dapat dipandang dalam dua sudut pandang yaitu dapat melalui pola yang dikaji melalui keilmuan berupa data-data yang dapat dikaji dan dapat juga diamati melalui proses yang merupakan mekanisme yang kemudian menghasilkan pola perubahan yang diamati.
Berdasarkan hal yang sudah dipaparkan tersebut, maka salah satu kajian pada mata kuliah terkait dengan bukti dan juga petunjuk evolusi merupakan sub-materi yang harus dipelajari lebih lanjut. Terlebih pada sub materi ini dibahas terkait dengan petunjuk-petunjuk yang mendukung sehingga materi evolusi dapat dipahami dan dengan adanya bukti materi evolusi ini bukan hanya sekedar rangkaian kata-kata deskripsi naratif biasa namun memang sebuah teori yang sudah dikaji dan diketahui kebenarannya walau sifatnya yang abstrak karena satu dan lain hal.Evolusi sebenarnya didukung oleh banyak bukti saintifik yang melimpah, misalnya karya Darwin dalam The Origin of Species mengumpulan berbagai macam bukti utnuk mendukung konsep penurunan dengan modifikasi yang walau begitu memang belum semua konsep atau hipotesis yang dikemukakan memiliki bukti yang cukup namun keilmuan terus berkembang seiring waktu. Petunjuk dan bukti evolusi dapat dilihat dari adanya variasi pada spesies yang pada teori Darwin merupakan salah satu hasil dari terjadinya adaptasi yang dilakukan oleh makhluk hidup yang merupakan proses akumulasi bertahap dari adaptasi terhadap lingkungan yang berbeda sehingga pada proses ini akan berpusat pada seleksi alam yang dimana merupakan sebuah proses tempat individu-individu dengan siat warisan tertentu memiliki lebih banyak individu dengan sifat-sifat lain (Campbell, et.al., 2010). Bukti lainnya adalah pengaruh dari penyebaran geografis yang karena adanya penyebaran ini menyebabkan adanya variasi siat dari makhluk hidup tersebut. Hal tersebut berhubungan erat dengan morfologinya yang terus menyesuaikan dengan lingkungannya untuk bertahan hidup. Pada teori perkembangannya, didasari pada pengamatan Darwin di Kepulauan Galapagos yang mengamati bahwa spesies Burung Finch terlihat memiliki paruh yang berbeda-beda sesuai dengan jenis makanannya dan bagaimana tempat hidupnya walaupun merupakan jenis burung yang sama, adaptasi ini sehingga menciptakan adanya variasi spesesies yang menjadi salah satu adanya bukti evolusi sebagai perubahan yang terjadi secara berangsur-angsur (Ucu, 2012).
Bukti atau petunjuk lain dari teori evolusi adalah adanya catatan fosil yang menunjukkan bahwa pada perkembangan zaman ini banyak spesies yang mengalami perubahan evolusioner seiring waktu. Fosil mendokumentasikan asal-usul kelompok-kelompok dari organisme. Fosil dapat mendukung teori dari evolusi karena dengan mengamati fosil dapat diketahui bagaimana struktur dari makhluk hidup melalui temuan salah satunya adalah rangkanya. Selain itu, pengamatan rangka pada organisme baik yang satu atau yang berbeda membuat adanya kajian homologi yaitu melalui analisis kesamaan antara organisme yang berbeda.Homologi merupakan sebuah salah satu analisis kesamaan antara organisme yang berbeda. Karakteristik organisme akan berubah seiring dengan waktu dan ketika organisme tersebut berhadapan dengan lingkungan yang berbeda-beda. Akibatnya spesies yang berkerabat dapat memiliki karkateristik dengan kesamaan yang mendasar walaupun secara fungsional berbeda. Misalnya adalah pada tungkai depan mamalia yang ternyata memiliki struktur yang sama mulai dari manusia sampai pada paus ataupun kelelawar, kemudian dengan mengamati embrio pada vertebrata yang memiliki anatomi yang mirip dapat menjadi bukti bahwa verterbrata merupakan turunan dari nenek moyang yang sama. Selain itu Para ahli biologi juga mengamati kemiripan organisme pda tingkat molekular. Dimana semua makhuk hidup menggunakan bahasa genetika yang sama yaitu DNA ataupun RNA dan kode genetik tersebut bersifat universal karena adanya kemungkinan bahwa semua spesies merupakan keturunan dari nenek moyang bersama, homologi molecular ini bukan hanya sekedar merupakan kesamaan kode genetik namun juga memberikan gambaran dari kajian dimana manusia dan bakteri yang merupakan organisme yang sedemikian berbeda namun merupakan organisme yang berasal dari nenek moyang bersama. (Campbell, et.al., 2010).
Sejumlah homologi yang menarik lainnya juga dapat dilihat melalui struktur “sisa” yang bisa disebut dengan struktur vestigial yang merupakan sisa ciri yang berperan penting pada nenek moyang organisme tersebut. Contohnya adalah pada beberapa kerangka sejumlah ular ternyata ditemukan sisa-sisa panggul dan tulang kaki dari nenek moyang yang berjalan dengan kaki. Kemudian contoh lainnya adalah mengecilnya ukuran dan hilangnya fungsi tungkai belakang setasea sewaktu organisme tersebut menghadapi tantangan kehidupan di daam air, dan hal tersebut menjadi salah satu bukti bahwa dua organisme tersebut berasal dari nenek moyang bersama melalui kemiripan tersebut dan bisa jadi tidak terpisah dari hewan verterata lain (Campbell, et.al., 2010)
Semua bukti-bukti dan juga petunjuk yang dibahas diatas menjadikan evolusi terasa lebih dekat dengan bagaimana kehidupan berjalan disekitar kita. Karena melalui bukti dan petunjuk ini materi evolusi menjadi dapat dikaji lebih lanjut lagi berdasarkan butki yang dapat diamati atau dikaji sehingga lebih mendekati pada kebenaran daripada sekedar konsep abstrak. Walau begitu, bukti ataupun petunjuk dari teori evolusi ini memang belum sepenuhnya melengkap teori-teori yang ada. Misalnya saja pada bukti fosil, karena fosil merupakan bukti yang sudah memiliki umur ratusan atau jutaan tahun yang lalu dengan keberadaan yang belum sepenuhnya diketahui dan ditemukan oleh ahli sehingga memungkinkan untuk adanya missing link karena petunjuk yang masih harus dikaji lebih lanjut.
Materi evolusi juga merupakan materi yang terkesan abstrak karena sebagian besar pembahasan didalamnya merupakan sebuah kejadian yang sulit untuk dibayangkan dapat terjadi pada saat ini dan merupakan proses panjang dan berangsur-angsur yang tidak dapat dilihat secara jelas perubahannya. Terlebih lingkup dari evolusi ini dapat berupa pada materi genetiknya yang harus dikaji secara mendalam atau walaupun perubahan yang terjadi adalah anatomi yang merupakan proses panjang yang bahkan tidak bisa secara langsung dilihat kasat mata.
Perbedaan pendapat ataupun dari berbagai kalangan baik pada para ahli, baik secara keilmuan maupun secara keagamaan, membuat materi evolusi ini sering menjadi sebuah materi yang masih sulit untuk diterima oleh beberapa kalangan. Padahal dari sudut pandang ilmiah atau keilmuan materi evolusi ini dipahami dengan melakukan pendekatan objektif dengan melakukan kajian lebih lanjut pada sumber baik di alam maupun pada sumber-sumber literasi yang terus berkembang dari waktu ke waktu, begitupun pada pandangan keagamaan juga sebenarnya membahas bagaimana proses pembentukan alam semesta dan juga makhluk hidup yang pada kedua pandangan tersebut seringkali didapati keselarasan.
Itu sebabnya penting untuk mengkaji secara lebih lanjut bersama dengan ahli atau guru atau pengajar yang sesuai dengan bidang yang akan dibahas. Cara lain yang dapat dilakukan adalah mencari literatur terkait yang mendukung baik berupa buku, artikel, jurnal ataupun melalui sumber-sumber lain seperti video-video analisis dari para ilmuwan yang dapat diakses dengan mudah terlebih pada kemajuan dan kemudian untuk mengakses informasi saat ini. Perbedaan pandangan ataupun pendapat yang kita dapatkan nantinya dapat kita kaji lebih lanjut kebenarannya ketika kita sudah dapat menganalisis informasi tersebut, sehingga akan lebih luas pandangan kita dan saling menghormati pandangan satu dengan lainnya.Seperti yang sudah diabahas sebelumnya, materi evolusi merupakan salah satu materi abstrak yang masih sukar untuk dipahami. Untuk itu diperlukan pendekatan atau metode yang tepat untuk mempelajari materi ini. Biasanya pembelajaran itu akan lebih dapat dipahami ketika melakukan pendekatan pada studi kasus yang ada di sekitar, dengan melakukan studi kasus maka proses pembelajaran menjadi lebih banyak diisi oleh variasi kegiatan, mulai dari mencari tahu, menanya, maupun menganalisis hal-hal yang berhubungan dengan kasus yang ditelaah. Belum lagi pada materi evolusi ini sebenarnya dekat dengan kehidupan karena yang dipelajari adalah alam dan makhuk hidup.
Dengan melakukan studi kasus juga nantinya akan berlangsung diskusi satu sama lain, memberikan ruang untuk saling mencari kebenaran juga mengajukan pendapat untuk mencapai pada tujuan dari adanya studi kasus tersebut. Kemudian diperkuat dengan tambahan ataupun penguat dari sumber litaratur yang terpercaya ataupun pendamping selama pembelajaran sehingga materi evolusi yang terkesan abstrak karena dilakukan kajian bersama, dilakukan diskusi juga saling mengoreksi satu sama lain, pemahaman yang didapatkan justru akan lebih bermakna.
Media lain yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan teknologi audio ataupun media visual seperti video atau gambar-gambar yang mendukung pemahaman tersebut. Misalnya saja dengan menunjukkan bagian dari anatomi organisme yang sedang dibahas karena merupakan anatomi homolog yang mendukung teori evolusi. Pemahaman yang didapat akan berbeda ketika hanya sebuah rangkaian kata yang dijelaskan dengan menunjukkan bagian tubuh yang dimaksud, sehingga pemahaman tersebut akan lebih bermakna karena lebih spesifik dan juga bagian anatomi yang dimaksud terlihat jelas bagiannya. Untuk lebih real lagi, maka melakukan kunjugan pada situs ataupun museum yang memiliki koleksi dari bukti-bukti adanya evolusi akan semakin menambah wawasan. Karena dengan begitu seolah-olah mereka melihat langsung bahwa misalnya pada fosil yang dijelaskan selama pembelajaran bahwa memiliki bentuk A, atau B dan pemahaman tersebut dikuatkan dengan mereka melihat secara langsung bagaimana bentuknya dan kemudian mereka dapat menghubungkan dengan teori yang sudah mereka miliki.Mempelajari materi evolusi ini memberikan berbagai tambahan pandangan juga wawasan dalam kehidupan. Dalam aspek kehidupan disadari bahwa semua yang terjadi dalam alam semesta ini merupakan sebuah proses dan saling berhubungan satu sama lain. Perbedaan atau keanekaragaman yang kita temukan dalam kehidupan bukanlah sebuah hal yang menjadikan sebuah perbedaan karena pada dasarnya merupakan sebuah proses panjang adaptasi sebuah usaha bertahan hidup dari perubahan-perubahan yang ada sehingga memperkuat toleransi kita atas dasar hal tersebut. Proses-proses evolusi yang panjang, proses adaptasi, seleksi alam, mengajarkan bahwa apa-apa yang memang terjadi di alam semesta ini pastinya harus selalu melalui proses panjang sampai nantinya berada pada kondisi yang sesuai untuk berkembang. Materi ini juga mengajarkan tentang sebuah toleransi antara sesama karena sebenarnya adanya kemungkinan makhluk hidup dari organisme yang berbeda ternyata dapat berasal dari nenek moyang bersama dengan mengamati dari homologi anatominya, embrio, bahkan melalui materi genetiknya sehingga perbedaan yang ada bukanlah hal yang begitu penting karena pada dasarnya bisa jadi makhuk hidup adalah sebuah kesatuan. Pandangan kita juga akan semakin terbuka dengan adanya berbagai perspektif sehingga kita akan semakin kaya akan pemahaman terkait dengan kehidupan ini.
Daftar Pustaka
Campbell, et.al., (2010). Biologi. Ed. Kedelapan. Jilid Dua. Terj. Penerbit Erlangga: Jakarta.
Ferry. D. et.al., (2020). PENGETAHUAN MAHASISWA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI KERINCI TENTANG TEORI ASAL USUM MANUSIA. Bioduca: Journal of Biologi Ediucation. 1(1): 12
Ucu. Y. (2012). Sejaran dan Bukti Evolusi Pada Gastropoda. Oscana. XXXVII (2). 45.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group