-
Review Jurnal Bertemakan Jaring makanana di ekosistem perairan
Nama: Astrid Aulia
NIM 2224220073
Kelas :3CJurnal 1
Judul Jurnal :Pemodelan Jaring-Jaring Makanan Pemangsa Generalis Pada Dua Trofik Penulis : Syaiful Eddy1, Andy Mulyana2, Moh. Rasyid Ridho3, Iskhaq Iskandar3 Nama Jurnal : Jurnal Matematika UNAND
Tahun Terbit 2021
Volume 10
Nomer 3
Halaman : 321 – 328 Review Jurnal :
Kivan telah membahas empat model jaring-jaring makanan dengan banyak spesies. Jaring-jaring makanan yang dipertimbangkan oleh Kivan lebih kompleks jika dibandingkan dengan model jaring-jaring makanan sederhana yang biasanya terdiri dari 2 sampai 4 spesies. Dalam model yang dikembangkan oleh Kivan terdapat dua tipe pemangsa, yaitu pemangsa generalis dan pemangsa spesialis. Pemangsa generalis adalah pemangsa yang dapat memakan beberapa jenis mangsa, sementara pemangsa spesialis hanya memangsa spesies tertentu.
Jalur perpindahan energi dari trofik yang satu ke trofik yang lain dikenal sebagai rantai makanan. Hubungan makan-memakan umumnya saling menjalin menjadi jaring-jaring makanan. Dalam makalah ini dibahas pemodelan matematika jaring-jaring makanan dua trofik pada pemangsa generalis. Model ini dikembangkan berdasarkan model mangsa pemangsa Lotka-Volterra.
Contoh dari jaring-jaring makanan dua trofik dengan pemangsa yang generalis adalah sebagai berikut:
1. Harimau (Panthera tigris) memakan babi hutan, rusa, kancil, dan hewan ternak.
2. Elang-ular bido (Spilornis cheela) memakan berbagai jenis ular, kadal, burung, dan katak.
3. Berang-berang (Aonyx cinereus) memakan ikan, katak, siput, dan serangga.
Dalam jaring-jaring makanan dua trofik dari trofik kedua ke trofik ketiga, terdapat spesies yang menjadi pemangsa (karnivora) dan spesies yang menjadi mangsa (herbivora).
JABAR, S. A., SYAFWAN, M., & AADREAN, A. (2021). PEMODELAN JARING-JARING MAKANAN PEMANGSA GENERALIS PADA DUA TROFIK. Jurnal Matematika UNAND, 10(3), 321-328.
Jurnal 2
Judul Jurnal : Interaksi antara capung dengan Arthropoda dan Vertebrata predator di Kepanjen, Kabupaten Malang.
Penulis : Bernadeta Putri Irma Dalia , Amin Setyo Leksono Nama jurnal : Biotropika
Tahun 2014
Volume 2
Nomer 1
Halaman : 26-30
Review :
Capung memainkan peran penting dalam rantai makanan di bidang pertanian, memangsa berbagai serangga seperti wereng, serangga tanaman, dan nyamuk. Selain itu, capung juga dikenal sebagai mangsa predator seperti laba-laba, katak, kadal, dan burung pemakan serangga. Jaringan interaksi yang rumit ini menyoroti pentingnya capung dalam menjaga keseimbangan ekologi dalam ekosistem pertanian.
Selain itu, capung adalah serangga polifag, yang berarti mereka mengkonsumsi berbagai macam mangsa, termasuk capung lain. Makanan yang beragam ini memungkinkan capung untuk berkontribusi pada pengendalian hama dalam pertanian organik, sehingga bermanfaat bagi praktik pertanian.
Selain peran predator, capung juga membutuhkan air untuk bertelur, sehingga menjadikan sawah dan badan air lainnya sebagai habitat mereka. Hal ini semakin menekankan pentingnya capung dalam ekosistem pertanian, terutama dalam konteks praktik pertanian berkelanjutan.
Secara keseluruhan, interaksi antara capung dan berbagai artropoda dan vertebrata di lanskap pertanian menggarisbawahi perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami dan meningkatkan kontribusi ekologis capung untuk mempromosikan sistem pertanian berkelanjutan.
Dalia, B. P. I., & Leksono, A. S. (2014). Interaksi antara capung dengan Arthropoda dan Vertebrata predator di Kepanjen, Kabupaten Malang. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 2(1), 26-30.Jurnal 3
Judul Jurnal: Keanekaragaman arthropoda pada perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat
Penulis : Sri Heriza , Ade Noferta, Nanang Ali Gandi Nama Jurnal : Pros Sem Nas Masy Biodiv Indon
Tahun 2016
Volume 2
Nomer 1
Halaman : 120-124
Review :
Arthropoda berperan dalam jaring- jaring makanan sebagai herbivor, karnivor, dan detritivor, selain itu arthropoda juga dapat merugikan dan menguntungkan bagi kehidupan manusia. Selain berperan dalam jaring-jaring makanan, arthropoda juga berperan dalam proses dekomposisi tanah. Arthropoda berperan dalam menghancurkan substansi yang ukurannya lebih besar menjadi ukuran yang lebih kecil, sehingga proses dekomposisi dapat dilanjutkan oleh fauna tanah yang lain.
Kelapa sawit merupakan salah satu tanaman perkebunan yang mempunyai peran penting bagi subsektor perkebunan. Kelapa sawit itu sendiri dapat menjadi tempat hidup bagi arthropoda baik sebagai habitat, mencari makan, dan tempat untuk berkembang biak. Kehidupan arthropoda sangat bergantung pada keberadaan dan kepadatan populasinya.
Pada Tabel 1 memperlihatkan adanya perbedaan jumlah individu arthropoda pada tiga kecamatan yang dijadikan sampel pengamatan, dimana jumlah individu di Kecamatan Timpeh sebanyak 72 individu, di Kecamatan Koto Besar 37 individu, dan di Kecamatan Asam Jujuhan 45 individu. Hal ini menunjukkan beragamnya komunitas akan membentuk jaring-jaring makanan, seperti yang dijelaskan oleh Oka (2004) bahwa semakin banyak jenis yang membentuk komunitas maka akan semakin beragam komunitas tersebut.
Dari hasil penelitian terlihat bahwa tingkat keanekaragaman arthropoda di perkebunan kelapa sawit rakyat di Kabupaten Dharmasraya tergolong rendah. Adapun arthropoda yang didapatkan sebanyak 11 famili dengan jumlah individu tertinggi didominasi oleh Kecamatan Timpeh, diikuti Kecamatan Asam Jujuhan dan Kecamatan Koto Besar. Famili yang terident
Heriza, S., Noferta, A., & Aligandi, N. (2017). Keanekaragaman Artropoda pada Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 21(1), 47-50.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.