Profile Photo

Jahro Aprilia PutriOffline

    • Profile picture of Jahro Aprilia Putri

      Jahro Aprilia Putri

      2 years, 6 months ago

      Nama : Melviana Dwi Juliyanti
      NIM : 2224220092
      Kelas : 3B
      Mata Kuliah : Ekologi Umum
      Ekosistem : Akuatik

      TUGAS INDIVIDU TELAAH JURNAL
      Rantai makanan pertama kali diperkenalkan pada abad ke-10 oleh ilmuwan Arab Al-Jahiz, kemudian semakin dipopulerkan melalui publikasi dalam buku yang diterbitkan oleh Charles Elton pada tahun 1927. Rantai makanan terdiri dari jaringan hubungan linier dalam jaring makanan dengan susunan organisme secara berurutan, yaitu dari produsen hingga spesies predator puncak. Produsen menggunakan radiasi matahari untuk membuat makanan mereka dan makanan disiapkan melalui proses fotosintesis. Kemudian energi tersebut mengalir ke titik akhir rantai makanan. Produsen memiliki energi maksimal. Energinya berkurang secara bertahap seiring dengan perpindahannya menuju predator dari produsen. Rantai makanan memiliki panjang yang bervariasi dan berkesinambungan. Artinya memberikan indeks struktur ekologi yang meliputi tingkat trofik dari terendah hingga tertinggi (Ali & Brian., 2022).
      Jaring-jaring makanan sedikit lebih kompleks dibandingkan rantai makanan, yaitu keterkaitan berbagai rantai makanan membentuk jaring-jaring makanan. Itu jaring makanan adalah representasi terbatas dari lingkungan alam karena mencakup berbagai spesies yang hidup dalam spesies trofik dan ini adalah kelompok fungsional karena mewakili keseluruhan spesies karena mereka memiliki predator dan mangsa yang sama serta beberapa kondisi dalam jaring makanan. Jaring makanan mengandung dua jenis organisme utama yaitu autotrof dan heterotroph. Autotrof adalah organisme yang menghasilkan lebih banyak energi biomassa sedangkan heterotrof mengkonsumsi energi biomassa daripada produksinya. Jaring makanan perairan didukung oleh sumber produksi primer yang merupakan kombinasi dari autochthonous dan allochthonous. Produsen utama jaring makanan akuatik tidak memiliki jaringan struktural dan ukurannya yang kecil memberi mereka keuntungan karena mereka menunjukkan nilai gizi yang tinggi bagi heterotrof dan juga menunjukkan pertumbuhan dengan tingkat pertumbuhan yang lebih cepat (Ali & Brian., 2022).
      Rantai makanan adalah jaringan linier organisme dengan susunan yang teratur. Dalam rantai makanan, organisme diatur sedemikian rupa sehingga produsen berada pada posisi pertama atau terbawah dengan jumlah energi terbanyak, sedangkan predator teratas berada pada posisi puncak dalam piramida energi. Meskipun jaring-jaring makanan itu rumit, yaitu jaring-jaring makanan adalah interkoneksi dari rantai makanan, banyak rantai makanan yang saling berhubungan sehingga membentuk jaring-jaring makanan yang kompleks. Dalam jaring makanan, spesies trofik mewakili seluruh anggota spesiesnya. Perbedaan utama antara jaring makanan terestrial dan jaring makanan perairan terjadi pada tingkat produktivitas primer karena perbedaan struktural antara kedua sistem. Terdapat perbedaan yang terjadi pada biogeokimia, kualitas nutrisi, laju pertumbuhannya dan ukuran autotrof. Karena perbedaan tingkat pertumbuhan, efek dari bawah ke atas lebih cepat terjadi pada jaring makanan perairan (Ali & Brian., 2022).
      Dinamika keanekaragaman ekosistem dan produktivitas keanekaragaman ekosistem dipengaruhi oleh sumber daya, ekosistem tersebut meliputi pulau, hutan, sungai dan danau. Struktur jaring makanan pada ekosistem perairan dan darat berbeda dan biogeokimianya juga berbeda. Mereka memiliki respons berbeda terhadap sumber daya. Efek dari bawah ke atas lebih cepat terjadi pada jaring makanan perairan dibandingkan dengan jaring makanan darat karena perbedaan stoikiometri, laju pertumbuhan, dan riwayat hidup. Sumber daya alam memiliki dampak persistensi yang lebih lama di ekosistem darat dibandingkan jaring makanan perairan karena jaring makanan terestrial mempunyai sifat pulsa sumber daya darat yang berumur lebih panjang dan waktu generasi yang lebih lama dibandingkan dengan jaringan airStruktur jaring makanan pada ekosistem perairan dan darat berbeda dan biogeokimianya juga berbeda. Mereka memiliki respons berbeda terhadap sumber daya. Ekosistem darat mempunyai efek top-down yang lebih kecil terhadap konsumen dibandingkan dengan ekosistem perairan (Ali & Brian., 2022).
      Sungai menyediakan subsidi nutrisi bagi jaring makanan terestrial. Terdapat juga bukti empiris bahwa produsen utama sungai besar, badan air, dan sungai menyediakan sumber daya nutrisi yang besar bagi jaring makanan terestrial. Nutrisi yang berasal dari perairan menyediakan energi dan nutrisi bagi konsumen darat di garis pantai dan di perbatasan. Dalam skenario saat ini telah banyak perubahan global yang terjadi. Perubahan iklim dan penurunan peringkat trofik serta intrusi spesies invasif telah membangkitkan minat untuk mengeksplorasi lebih jauh perbedaan siklus nutrisi antar tipe ekosistem. Pentingnya pemulungan kini muncul terutama untuk mengetahui perbedaan dinamika pemulungan antara ekosistem perairan dan darat. Dan penting juga untuk mengetahui perlunya penelitian secara jelas yang berfokus pada peran konsumsi bangkai untuk pemeliharaan ekosistem (Ali & Brian., 2022).
      Salah satu komponen biotik yang menentukan kehidupan di laut yaitu plankton. Organisme ini merupakan mikroorganisme yang melayanglayang di kolom perairan meliputi dua kelompok besar yaitu fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton merupakan plankton yang bersifat tumbuhan, sementara itu zooplankton adalah plankton yang bersifat hewani. Fitoplankton mampu berfotosintesis dan berperan sebagai produsen di lingkungan perairan, sedangkan zooplankton berperan sebagai konsumen pertama yang menghubungkan fitoplankton sebagai produsen dengan organisme yang lebih tinggi jenjang trofiknya dan menjadi salah satu variabel kunci dalam memainkan peran ekologis ketika menilai risiko pada suatu ekosistem (Tambaru et al., 2018).
      Zooplankton juga berperan sebagai bioindikator perubahan kondisi lingkungan dan merupakan kelompok organisme yang sangat penting dalam mengatur pola dan mekanisme transfer materi, energi dan polutan dari tingkat dasar ke tingkat paling atas dalam jaring makanan. Keanekaragaman zooplankton yang tinggi menyebabkan rantai makanan di suatu perairan semakin kompleks. Dilihat dari perannya sebagai mediator transfer energi, kekayaan dan kelimpahan zooplankton dapat menggambarkan kesuburan suatu perairan dalam kaitannya dengan pemanfaatan potensi sumberdaya hayati laut pada perairan yang bersangkutan. Perairan sebagai lingkungan hidup, menentukan pertumbuhan dan kelangsungan hidup zooplankton. Secara umum, kondisi topografi dan geografi perairan dengan faktor-faktor oseanografinya dapat memengaruhi kehidupan organisme.Kehidupan zooplankton akan sangat bergantung pada ciri spesifik dari lingkungan perairan di mana organisme ini berkembang biak. Untuk itu, pertumbuhan zooplankton sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor oseanografi perairan baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti faktor fisika dan kimia dan juga biologi perairan itu sendiri (Tambaru et al., 2018).
      Laut merupakan ekosistem yang memiliki keanekaragaman tinggi, dimana biota yang ditemukan pada ekosistem laut bervariasi, seperti alga, kerang, kepiting, ikan, dan berbagai biota mikroskopis. Perairan laut terbagi atas beberapa zona, salah satunya adalah daerah air dangkal seperti pesisir pantai. Secara vertikal pantai masuk dalam zona neritik dan secara horisontal termasuk dalam zona eufotik. Komponen biotik yang ditemukan di dalam ekosistem pantai ada dua macam yaitu autotrofik atau produsen dan heterotrofik atau konsumen. Produsen utama pada perairan pantai adalah fitoplankton (Aisoi., 2019).
      Plankton merupakan biota terkecil yang dapat ditemukan pada perairan laut maupun tawar. Plankton dibedakan menjadi dua jenis, yaitu fitoplankton dan zooplankton. Fitoplankton adalah plankton yang termasuk dalam kelompok tumbuhan dan merupakan produsen primer terbanyak di perairan. juga merupakan penghasil oksigen pada wilayah perairan karena dapat melakukan fotosintesis dan sebagai dasar rantai makanan bagi kehidupan perairan laut serta perairan sungai, fitoplankton juga merupakan salah satu parameter tingkat kesuburan suatu perairan (Aisoi., 2019).

      Daftar Pustaka
      Aisoi, L. E. (2019). Kelimpahan Dan Keanekaragaman Fitoplankton Di Perairan Pesisir
      Holtekamp Kota Jayapura. Jurnal Biosilampari. 2 (2), 6-15
      Ali, A., & Brian G. N. (2022). Jaring Makanan Terestrial dan Perairan: Menghubungkan Jaring
      Makanan. Jurnal Ekosistem & Ekologi. 12 (9), 1-5
      Tambaru, R., Abdul, R., & Faturahman. (2018). Fenomena Distribusi Zooplankton di Perairan
      Laut Makassar. Jurnal Pengelolaan Perairan. 1 (2), 1-9

    Media