-
Nama : Roiatul Jannah
NIM : 2224220101
Kelas : 3C
Mata Kuliah : Tugas Ekologi Umum
Hari, Tanggal : Jum’at, 01 Desember 2023
Tema : Jaring makanan di ekosistem Akuatik1. Jurnal Pertama Peran Ekosistem Hutan Mangrove Sebagai Habitat Untuk Organisme Laut
Ekosistem mangrove merupakan ekosistem peralihan antara darat dan laut yang dikenal memiliki peran dan fungsi sangat besar. Secara ekologis mangrove memiliki fungsi yang sangat penting dalam memainkan peranan sebagai mata rantai makanan di suatu perairan, yang dapat menumpang kehidupan berbagai jenis ikan, udang dan moluska. Penyebaran fauna penghuni hutan mangrove memperlihatkan dua cara, yaitu penyebaran secara vertical dan secara horisontal. Penyebaran secara vertikal umumnya dilakukan oleh jenis fauna yang hidupnya menempel atau melekat pada, akar, cabang maupun batang pohon mangrove, misalnya jenis Liftorina scabra, Nerita albicilla, Menetaria annulus dan Melongena galeodes. Sedangkan penyebaran secara horizontal biasanya ditemukan pada jenis fauna yang hidup pada substrat, baik itu yang tergolong infauna, yaitu fauna yang hidup dalam lubang atau dalam substrat, maupun yang tergolong epifauna, yaitu fauna yang hidup bebas di atas substrat. Fauna moluska yang hidup sebagai penghuni hutan mangrove di Indonesia umumnya didominasi oleh Gastropoda, yaitu sekitar 61 jenis, sedangkan dari kelas Bivalvia hanya sekitar 9 jenis saja. Dari fauna Gastropoda penghuni mangrove yang memiliki penyebaran yang sangat luas adalah Littorina scabra, Terebralia palustris, T. sulcata dan Cerithium patalum. Sedangkan jenis yang memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan yang sangat ekstrim adalah Littorina scabra, Crassostrea cacullata dan Enigmonia aenigmatica. Gastropoda penghuni hutan mangrove tersebut beberapa diantaranya dapat dimanfaatkan untuk dikonsumsi masyarakat sekitar mangrove, antara lain adalah jenis Terebralia palustris dan Telescopium telescopium. Sedangkan kelas Bivalvia yang dikonsumsi masyarakat adalah jenis Polymesoda coaxans, Anadara antiquata dan Ostrea cucullata Kelas Crustacea yang ditemukan pada ekosistem hutan mangrove adalah sebanyak 54 jenis, dan umumnya didominasi oleh jenis kepiting (Brachyura) yang dapat dikategorikan sebagai golongan infauna, sedangkan beberapa jenis udang (Macrura) yang ditemukan pada ekosistem mangrove sebagian besar hanya sebagai penghuni sementara.2. Jurnal kedua KONDISI KELIMPAHAN DAN STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI PERAIRAN PANTAI SENGGIGI KABUPATEN LOMBOK BARAT
Fitoplankton didefinisikan sebagai organisme berklorofil mikroskopik yang hidup melayang, mengapung di permukaan dan kolom air serta berkemampuan gerak terbatas. Profil lingkungan dan ketersediaan nutrient umumnya akan mempengaruhi jenis fitoplankton yang ada . Kelimpahan fitoplankton di suatu perairan tertentu dapat mendeskripsikan kondisi produktivitas primer perairan tersebut. Fitoplankton yang merupakan komponen dasar jaring dan rantai makanan merupakan produsen primer yang berperan penting sebagai makanan bagi organisme laut. Fitoplankton adalah salah satu mikroorganisme akuatik yang memiliki peran penting pada siklus kehidupan di air. Sebagai produsen primer dalam suatu rantai atau jaring makanan, fitoplankton dapat menjadi parameter ekologi untuk menggambarkan kondisi perairan, melalui kelimpahan dan struktur komunitasnya. Kelimpahan fitoplankton di perairan Pantai Senggigi menunjukkan perairan oligotrofik yang berarti kurang subur. Fitoplankton didominasi oleh divisi Chrysophyta, namun tidak ada atau tidak ditemukan genus tertentu yang dominan.3. Jurnal Ketiga PADANG LAMUN SEBAGAI EKOSISTEM PENUNJANG KEHIDUPAN BIOTA LAUT DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, INDONESIA
Rantai makanan adalah perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan (produsen) melalui seri organisme atau melalui jenjang makanan (tumbuhan-herbivora carnivora). Sistem rantai makanan merupakan siklus, semua kehidupan hewan bergantung pada kemampuan tumbuhtumbuhan hijau yang memiliki klorofil untuk berfotosintesis dan fungsi dari rantai makanan adalah untuk menjaga jumlah mahluk hidup di dalamnya agar tetap seimbang. Lamun merupakan salah satu tumbuhan laut yang berada di laut dangkal yang memiliki klorofil untuk berfotosintesis sehingga dapat memproduksi makanan yang diperlukan oleh biota-biota laut, seperti ikan baronang, bulu babi, penyu, dll. food chain). Tidak dapat dipungkiri bahwa lamun merupakanekosistem yang kaya akan biota laut. Biota laut yang terdapat di ekosistem lamun yakni berupa berbagai jenis ikan-ikan dan kepiting serta teripang dan lain sebagainya. Ikan-ikan seperti ini kerap kali diburu untuk dimangsa oleh ikan-ikan karnivora dan bagaikan ladang makanan bagi ikan karnivora. Rantai makanan rerumputan (grazing food chain), rantai makanan ini diawali oleh tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai makanan rerumputan misalnya tumbuhan herbivora-carnivora. Pada rantai makanan rerumputan ini, sumber nutriennya secara langsung adalah tumbuhan lamun itu sendiri yang daunnya dimakan oleh konsumen tingkat pertama, yaitu dugong, penyu, ikan baronang dan bulu babi. . Rantai makanan detritus (detritus food chain), rantai makanan ini diawali oleh sisa-sisa organisme mati (detritus). Organisme yang memakan detritus disebut detrivora. Rantai makanan detritus, misalnya: detritus-detrivor apredator.KESIMPULAN
Dari ketiga jurnal di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa, rantai makanan adalah perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan (produsen) melalui seri organisme atau melalui jenjang makanan (tumbuhan-herbivora carnivora). Habitat juga dapat mempengaruhi rantai makanan.DAFTAR PUSTAKA
Karimah. (2017). Peranan Ekosistem Hutan Mangrove Sebagai Habitat Untuk
Organisme Laut. Jurnal Biologi Tropis. 17(2). 51-59Jalaludin.M., Octaviyani.I.N., Putri.A.N.P., Octaviyani.W., & Aldiansyah.I. (2020).
Jurnal Geografi Gea. 20(1). 44-53Diniariwisan.D., & Ramadhani.T.B.C. (2023). Jurnal Perikanan. 13(2).387-395
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.