-
Nama : Septionita Suryaningsih
NIM : 2224200003
Semester/ Kelas : 6/ASejarah dan Perkembangan Evolusi
Evolusi berasal dari bahasa latin yang artinya “membuka gulungan/lapisan”, kemudian bahasa tersebut diserap menjadi bahasa Inggris evolution yang artinya perkembangan secara bertahap. Evolusi merupakan suatu proses perubahan spesies dalam kurun waktu tertentu dengan tujuan agar dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan dapat meneruskan perubahan tersebut kepada generasi berikutnya (makro evolusi) (Campbell, 2003). Sebagai cabang ilmu Biologi kajian evolusi terfokus pada perubahan struktur organisme yang terjadi secara berangsur menuju kesesuaian fungsi dengan waktu dan tempat hidupnya. Bertolak dari batasan tersebut, banyak muncul anggapan bahwa evolusi hanya terjadi dalam jangka waktu yang sangat lama. Lamanya waktu yang dibutuhkan untuk terjadinya perubahan organisme seringkali menjadi pembeda istilah evolusi dengan revolusi dalam ilmu sosial. Istilah revolusi merujuk pada perubahan yang terjadi dalam tempo yang relatif cepat Teori evolusi sangat identik dengan Charles Darwin, meskipun sebenarnya Darwin bukanlah penggagas pertama mengenai teori evolusi. Setelah menelusuri pada zaman Yunani Kuno, kita akan menemukan banyak ahli teori evolusi diantaranya adalah Thales pada tahun 636-430 SM dan Anaximander pada tahun 611-547 SM mereka biasa membicarakan mengenai asal-usul evolusi kehidupan dan biota laut. Kemudian Phytagoras pada tahun 570-496 SM, Xantus tahun 500 SM, dan Empedocles tahun 490-430 SM juga biasa memperbincangkan isu yang sama yang kemudian ditulis dalam karya mereka (Comas, 1957 dalam Risasta 2013).l
Pemahaman modern mengenai evolusi didasari oleh teori seleksi alam yang pertama kali dikenalkan oleh Charles Dawrin bersama Alfred Russel Walllace pada tahun 1858, yang kemudian dipopulerkan dalam buku Darwnin The Origin of Species pada tahun 1859. Teori evolusi Darwin menyatakan bahwa semua makhluk hidup yang berada di muka bumi merupakan hasil modifikasi dari keturunan nenek moyang yang sama. Adapun beberapa tokoh yang berperan dalam pengembangan teori evolusi yaitu diantaranya Aristoteles mengenai teori statis, Linnaeus sebagai penggagas taksonomi, James Hutton mengenai teori Gradualisme, Thomas Malthus mengenai pertumbuhan populasi versus persediaan makanan, Lammarck mengenai teori dinamis, dan Charles Lyell mengenai teori uniformitarianisme, Darwin dan Wallace mengenai teori seleksi alam, Gregor Johann Mendel mengenai teori genetika, dan terakhir evolusi modern yang dikenal dengan Neo-Darwinisme.
Secara garis besar, perkembangan teori evolusi dapat dibedakan menjadi 3 tahap, yaitu masa pra-Darwin, masa Darwin, dan Masa Pasca Darwin. Pada masa pra Darwin, teori evolusi organik memperkirakan bahwa sejak kehidupan muncul di bumi, telah terjadi suatu proses yang berkesinambungan. Organisme yang hidup berasal dari bentuk-bentuk sebelumnya. Variasi-variasi yang besar adalah sabagai hasil respons makhluk hidup terhadap perubahan lingkungan. Respons ini berupa perubahan struktur dan fungsi tubuh makhluk individu hidup yang kemudian dilangsungkan kepada generasi selanjutnya melalui suatu proses pewarisan sifat yang telah mengalami perubahan itu. Masa pra-Darwin dapat digolongkan menjadi 2 tahapan, yaitu yaitu masa fiksisme yang lebih berdekatan dengan fiksi/mitos dan masa adaptasi dan transformasi yang mengatakan bahwa kehidupan berasal dari asal mula yang sama, seperti ciontohnya teori Lammarck yang mnegatakan bahwa leher jerapah yang panjang disebbakan karena selalu digunakan untuk meraih daun-daun pakannya yang semakin tinggi.
Pada masa Darwin, terdapat 2 masa yaitu masa seleksi alam dan masa teori genetika. Pada masa seleksi alam, menurut Darwin dan Wallace semua organisme yang ada di bumi dengan keankeragamannya yang sangat beragam merupakan hasil dari seleksi alam, dikarenakan kondisi alam yang selalu berubah baik dari biotik maupun abiotik sebagai penyeleksinya. Menurut Darwin, evolusi terjadi karena adanya seleksi alam (faktor alam yg mampu menyeleksi makhluk hidup. Adaptasi merupakan penyebab terjadinya seleksi alam (mekanisme seleksi alam). Ia juga mengoreksi pendapat Lamarck tentang jerapah. Jerapah yang berleher panjang berasal dari yang berleher panjang pula, sedangkan yang berleher pendek musnah. Faktor yang menyebabkan evolusi (mekanisme evolusi adalah seleksi alam). Sedangkan masa teori genetika Gregor Johan Mendel mengenai Hukum Pewarisan Sifat Pengkajian kembali kembali karya Gregor Johan Mendel mengenai genetika, yang tidak diketahui oleh Darwin dan Wallace, dikemukakan oleh Hugo de Vries untuk menjelaskan tentang pewarisan sifat makhluk hidup kepada keturunannya. Kemudian De Vries dan Tschernov menguatkan kembali hukum Mendel melalui penelitian-penelitian yang dilakukan.
Pada masa Pasca Darwin, masyarakat ilmiah lebih komunikatif, dibandingkan pada masa sebelumnya, sehingga para ahli bisa melihat keterkaitan antara ilmu satu dengan lainnya. Penemuan oleh Hugo de Vries dan lainnya pada awal 1900-an memberikan dorongan terhadap pemahaman bagaimana variasi terjadi pada sifat tumbuhan dan hewan. Seleksi alam menggunakan variasi tersebut untuk membentuk keanekaragaman sifat-sifat adaptasi yang terpantau pada organisme hidup. Walaupun Hugo de Vries dan genetikawan pada awalnya sangat kritis terhadap teori evolusi, penemuan kembali genetika dan riset selanjutnya pada akhirnya memberikan dasar yang kuat terhadap evolusi, bahkan lebih meyakinkan daripada ketika teori ini pertama kali diajukan. Dokumentasi fakta-fakta terjadinya evolusi dilakukan oleh cabang biologi yang dinamakan biologi evolusioner. Cabang ini juga mengembangkan dan menguji teori-teori yang menjelaskan penyebab evolusi. Kajian catatan fosil dan keanekaragaman hayati organisme-organisme hidup telah meyakinkan para ilmuwan pada pertengahan abad ke-19 bahwa spesies berubah dari waktu ke waktu.
Teori dan pemikiran Charles Darwin mengenai evolusi mahkluk hidup menggunakan kajian secara ontologi dan epistemologi, karena hasil pemikiran Charles Darwin berdasarkan pengamatan-pengamatan yang ia lakukan lalu dianalisa dan munculah konsep adaptasi dan seleksi alam. Darwin menggunakan paradigma positivistik karena teori evolusi mahkluk hidup berlandaskan data-data empiris, dapat diobservasi secara nyata, dan dibuktikan secara ilmiah. Dimensi dinamis dalam sains digambarkan oleh lahirnya teori evolusi makhluk hidup melalui metode ilmiah yang menggambarkan sains sebagai sebuah proses. Hal ini memberikan produk berupa teori evolusi Darwin sebagai produk dari pengkajian fenomena alam secara ilmiah. Sesuai dengan pernyataan Firman (2019) bahwa sains pada hakikatnya merupakan proses dan produk dimana produk sains adalah hasil dari proses sains itu sendiri.
Teori evolusi darwin menjadi landasan bagi teori evolusi modern, termasuk rekayasa genetika. Dengan berkembangnya genetika molekuler, para ilmuwan dapat mengembangkan mengenai teori evolusi komperhensif dengan cara menggabungkan Darwinisme dengan Mendelisme yang mana dikenal sebagai sitesis modern. Adapun menurut sintesis modern, evolusi merupakan suatu perubahan frekuensi alel dari suatu populasi persatuan waktu (mikro evolusi) (Iskandar, 2008). Dikatakan sistesisn karena teori ini menyatukan ide dan penemuan-penemuandari beragam bidang yang berbeda, yaitu meliputi taksonomi, biogeografi, genetika populasi dan biogeografi. Evolusi pada akhirnya merupakan proses penciptaan keanekaragaman suatu mahluk hidup, yang mana menurut Vyrba guru besar Palaentologi mengemukakan bahwa bukti terbaik evolusi adalah adanya keanekaragaman organisme makhluk hidup, pola hierari keanekaragaman dan penyebaran karakteristik di antara spesies (Campbell, 2003). Genetic Material Organism (GMO) merupakan hasil penggunaan teknologi terkait proses mutasi genetik yang mengarah pada evolusi suatu makhluk hidup. Sebelum rekayasa genetic ditemukan, manusia telah melakukan “rekayasa genetik” melalui peristiwa kawin silang. Perkawinan silang dilakukan manusia hingga mendapatkan organisme dengan sifat yang diinginkan manusia. Anjing merupakan contoh perkawinan silang ras serigala. Jelas penggunaan teori evolusi ditangkap dengan baik oleh para teknolog dalam rangka merekayasa materi genetika makhluk hidup sesuai keinginan dan kebutuhan manusia.
Materi mengenai sejarah dan perkembangan evolusi ini merupakan suatu materi yang sangat menarik untuk dibahas. Hal ini dikarenakan kita dapat mengetahui bagaimana sejarah adanya evolusi yang menjadikannya suatu konsep pemersatu dalam bidang biologi karena dapat menjelaskan banyak aspek dalam biologi, terutama mengenai cara organisme yang hidup saat ini adalah suatu bentuk evolusi dari nenek moyang (ancestor) dan diversitas yang sangat besar di bumi. Terlebih, dengan banyak berkembangnya teori evolusi mulai dari zaman Yunani Kuno hingga zaman evolusi modern ini banyak sekali penemuan-penemuan yang mendukung bahwa evolusi ini benar-benar ada dan nyata. Karena tak jarang, banyak golongan dengan keterbatasan penegtahuan yang beranggapan bahwa evolusi ini hanyalah teori belaka, namun setelah dikaji dan dibahas dengan lebih lanjut melalui sejarah dan perkembangannya, dapat membuktikan bahwa teori evousi memang benar adanya. Juga materi ini sekaligus untuk menjelaskan fakta-fakta dan memadukannya dengan konsep esensial dan teori evolusi, sehingga menyebabkan teori evolusi terus berkembang daru waktu ke waktu juga termasuk dengan konsep-konsepnya. Oleh karena itu, kita perlu mempelajari terlebih dahulu dasar dari ilmu evolusi yaitu sejarah dan perkembangannya agar nantinya dapat mengikuti evolusi sesuai perkembangan zaman.
Kendala yang dihadapi dalam memahami materi sejarah dan perkembangan evolusi ini yaitu cukup kesulitan memahami perkembangan evolusi karena banyak sekali ilmuan yang mengaggas mengenai teori evolusi ini. Kemudian, masih banyak sekali ditemukan di lingkungan sekitar yang menyatakan bahwa teori evolusi ini dikatakan bertentangan dengan agama, padahal sebenarnya tidak demikian sehingga saya harus lebih paham mengenai sejarah dan perkembangan evolusi agar setidaknya dapat memberikan penjelasan dan penekanan bahwa evolusi itu benar terjadi. Selain itu, saya sendiripun sempat ragu dengan adanya penemuan-penemuan terkini terkait bukti evolusi, justru menunjukkan keabsahan mengenai teori evolusi Darwin satu persatu. Seperti misalnya mengenai teori darwin terkait makhluk hidup berasal dari ennek moyang yang sama, akan tetapi tidak ada bukti yang jelas terkait ini. Hal ini merupakan kendala tersendiri bagi saya yang terbilang baru terjun lebih dalam pada sejarah dan perkembangan teori evolusi, sehingga mengharuskan saya untuk mengkaji lebih dalam terkait perkembangan evolusi dari zaman dulu hingga kini zaman modern, yang mana memang semakin berkembangnya zaman semakin canggih pula teknologi sehingga penemuan-penemuan dapat lebih ilmiah dan mungkin banyak mengubah teori yang telah digagas pada zaman dulu. Kemudian, dari semua teori dan bukti evolusi yang berkembang, saya merasa kesulitan untuk megetaui teori dan bukti evolusi mana yang paling kuat.
Saat mengkaji ilmu evolusi khususnya pada materi sejarah dan perkembangan evolusi, dapat dilakukan dengan metode pendekatan tertentu. Seperti misalnya mempelajari dan mencari tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan evolusi, kemudian sejarah-sejarah bagaimana teori evolusi itu digagas, serta siapa saja tokoh yang terlibat dalam teori evolusi. Setelah itu, barulah dibahas perkembangan evolusi mulai dari dicetuskan pertama kali hingga teori evolusi modern. Akan tetapi, menitikberatkan pada teori evolusi Darwin karena teori ini merupakan teori yang paling diterima. Setelah iu, barulah masuk pada bukti-bukti evolusi yang seperti fosil, embriologi, biokimia dan genetika molekuler, sleksi dalam, perbandingan fisiologi, dan lain sebagainya. Setelah itu, mulai untuk mempelajari struktur organisme yang masih mempunyai hubungan kekerabatan, kemudian mempelajari proses evolusi dari suatu kelompok secara utuh dari bentk yang primitif sampai yang terlihat sekarang.
Untuk dapat memudahkan pemahaman di kelas mengenai ilmu evolusi, diperlukan media pembelajaran yang menarik dan inovatif dengan memanfaatkan teknologi. Salah satu alternatif media pembelajaran yang digunakan yaitu bisa menggunakan teknologi Augmented Reality (AR), yang mana dapat menggabungkan dunia nyata dengan dunia maya baik secara 2 dimensi maupun 3 dimensi. Kelebihan AR diantaranya adalah penggunaan yang lebih efektif, lebih interaktif, modeloding obyek yang lebih sederhana, tidak terlalu memerlukan banyak biaya dalam pembuatannya, dapat diimplementasikan dalam berbagai media secara luas, serta mudah dioperasikan. Dalam dunia pendidikan, AR banyak digunakan untuk meningkatkan pengalaman belajar, keterampilan siswa dan kemampuan berpikir kritis (Dutta & Mantri, 2022). Jadi, AR ini dapat menjadi solusi agar siswa dapat melihat adanya bukti-bukti terjadinya evolusi secara lebih jelas, bukan hanya melalui gambar saja. Selain itu, perlu diadakannya praktikum evolusi pada materi-materi tertentu seperti contohnya menentukan tipe seleksi alam dalam suatu populasi, dan lain sebagainya.Teori evolusi Darwin membantu dalam menerangkan pemikiran mengenai evolusi yang terjadi di dunia saat ini dan merupakan tonggak berkembangnya berbagai disiplin ilmu melalui inferensi berdasarkan bukti empiris. Teori evolusi Darwin ditunjang dengan berbagai bukti empiris dan diperkuat dengan teori lain sehingga mengukuhkan teori Darwin sebagai teori evolusi yang diyakini hingga saat ini. Berdasarkan teori Darwin, maka kata “evolusi” lebih tepat digunakan dalam menjelaskan keberagaman makhluk hidup daripada kata “revolusi” karena menurut teori Darwin, terdapat keterkaitan antara generasi sebelumnya dan generasi setelahnya melalui proses reproduksi. Proses evolusi makhluk hidup masih terus berlanjut hingga saat ini dan sejalan dengan seleksi alam yang terjadi. Untuk itu, perlu adanya tinjauan lebih mendalam mengenai aksiologi teori darwin. Pada dasarnya teori darwin menitikberatkan pada proses seleksi alam dan adaptasi makhluk hidup bukan pada perubahan morfologis manusia. Aksiologi perlu diperdalam terkait isu penggunaanya di tengah masyarakat agamis.
Seiring berkembangnya zaman, teori evolusi akan semakin berkembang dan mengalami prubahan, dalam artian teori evolusi bukanlah suatu teori yang mutlak. Makhluk hidup baik manusia, tumbuhan maupun hewan akan selalu mengalmai perubahan menyesuaikan dengan kebutuhannya dalam menghadapi lingkungan. Adapun value kehidupan yang bisa diperoleh setelah mempelajari sejarah dan perkembangan evolusi, kita dapat menyadari bahwa di bumi ini tidak ada yang kekal. makhluk hidup termasuk kita bukanlah sesuatu yang kekal, melainkan suatu saat nanti akan mengalami perubahan demi mmepertahankan hidupnya. Selain itu, menurut Darwin, kita semua berasal dari nenek moyang yang sama, sehingga kita semua bersaudara dan haruslah hidup rukun dengan sesama makhluk hidup lain, sehingga kita harus saling menjaga satu sam lain.
Daftar Pustaka
Campbell, N.A., Jane B.R., Lawrence G.M. 2003. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Dutta, R., & Mantri, A. (2022). Mengevaluasi kegunaan sistem aplikasi augmented reality seluler untuk pengajaran KarnaughÿMaps.
Iskandar, Djoko T. (2008) Evolusi. In: Teori Evolusi. Universitas Terbuka, Jakarta,
Risatasa. 2013. Modul 1: Sejarah Perkembangan Teori Evolusi Makhluk Hidup. [Online].
Ristasa, R. (2015). Sejarah perkembangan teori evolusi makhluk hidup. Jurnal repository. ut. Ac. id./4251/1/PEBI4204/Modul, 1.
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Evolusi
Public Group