{"id":461,"date":"2023-12-01T21:04:45","date_gmt":"2023-12-01T14:04:45","guid":{"rendered":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/"},"modified":"2023-12-01T21:04:45","modified_gmt":"2023-12-01T14:04:45","slug":"telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/","title":{"rendered":"Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan"},"content":{"rendered":"<p><strong>NAMA : MITAHUL PUTRI MULIANI<\/strong><\/p>\n<p><strong>NIM : 2224220037<\/strong><\/p>\n<p><strong>KELAS : 3A<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Deskripsi jurnal 1<\/strong><\/p>\n<p>Judul : Food Chains and Food Webs in Aquatic Ecosystems<\/p>\n<p>Penulis : Ihn-Sil Kwak dan Young-Seuk Park<\/p>\n<p>Publikasi : Dipublikasikan oleh Journal Applied Sciences<\/p>\n<p><strong>Hasil dan Pembahasan<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/strong>Rantai makanan dan jaring makanan adalah struktur komunitas dan aliran energi di ekosistem akuatik. Interaksi utama dalam jaring makanan ini melibatkan siklus materi dan predasi. Predasi berperan dalam mengatur jalur energi dan komposisi spesies di ekosistem. Secara khusus, sumber makanan pada tingkat spesies menghubungkan organisme dengan krustasea dan ikan dalam rantai makanan penggembalaan. Mereka berfungsi sebagai saluran aliran bahan organik antara dua jaring makanan yang berbeda, dan mentransfer nutrisi dan energi ke tingkat trofik yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Interaksi mangsa-predasi dalam jaring makanan perairan diperhatikan untuk memahami hubungan biologis serta struktur dan fungsi jaring makanan. Teknologi genomik dan pengurutan generasi berikutnya (NGS) telah digunakan pada ekologi. Teknik meta-barcoding meningkatkan keandalan identifikasi organisme pada tingkat spesies dan genus. eDNA membantu deteksi spesies yang tidak terlihat dalam berbagai situasi, mengatasi keterbatasan analisis sumber makanan berdasarkan analisis mikroskopis. Saat ini, perlu dikembangkan metode untuk memisahkan isi usus murni dari organisme target dalam teknologi identifikasi sumber makanan menggunakan DNA. Metodologi yang paling mendasar adalah menghasilkan \u201cblocking primer\u201d untuk menghilangkan DNA spesies target dari isi usus.<\/p>\n<p>Selain itu, perubahan suhu, salinitas, dan logam dapat mempengaruhi organisme. Peningkatan suhu air berdampak pada respons imun dan fisik organisme akuatik, terutama pada rantai makanan plankton-invertebrata-ikan. Perubahan suhu dapat signifikan mempengaruhi rantai makanan dan kesehatan mangsa akuatik serta pemangsa. Suhu juga berpengaruh pada biomarker stres oksidatif pada organisme akuatik. Caputi, dkk memepelajari perilaku dua spesies omnivora <em>(<\/em><em>Anguilla anguilla<\/em> dan ikan seabream <em>Diplodus annularis<\/em>). <em>Anguilla anguilla <\/em>yang memiliki variasi lebar relung trofik yang luas, sementara ikan seabream <em>Diplodus annularis<\/em> lebih spesifik dalam kebiasaan makannya. Mereka menemukan bahwa <em>Anguilla generalis <\/em>di danau eutrofik, sedangkan <em>D. annularis <\/em>lebih spesialis, sehingga menunjukkan bahwa perubahan komposisi makroinvertebrata dan komunitas ikan mempengaruhi strategi trofik konsumen tingkat trofik tinggi.<\/p>\n<p>Identifikasi isi usus digunakan untuk analisis sumber makanan hewan namun terdapat keterbatasan pada ukuran yang kecil dan fragmentasi bahan usus. Untuk mengatasi batasan ini, pendekatan genom diterapkan untuk memahami interaksi biologis termasuk jaring makanan (Oh dkk). Memperkenalkan metode pretreatment untuk barcode DNA untuk menganalisis isi usus rotifer dan menunjukkan bahwa metode ini berguna dalam mengidentifikasi sumber makanan organisme kecil.<\/p>\n<p>(Jo dan Kim et. al.) mempresentasikan penerapan eDNA di ekosistem perairan pesisir. Jo dkk. menentukan komposisi taksonomi komunitas perairan menggunakan eDNA berdasarkan NGS dan menganalisis distribusi spasial komunitas sehubungan dengan parameter lingkungan dan tipe habitat. Sementara itu, Kim dkk membandingkan pengambilan sampel air antara metode eDNA dan identifikasi mikroskopis konvensional untuk komposisi komunitas plankton terkait dengan pemantauan ekologi dan penilaian ekosistem perairan. Mereka menemukan bahwa pendekatan eDNA memberikan variasi komposisi spesies yang lebih luas, sementara identifikasi mikroskopis konvensional menggambarkan komunitas plankton yang lebih berbeda di suatu lokasi, menunjukkan bahwa pendekatan eDNA adalah alternatif yang berharga untuk pemantauan biologis dan penilaian keanekaragaman dalam ekosistem perairan.<\/p>\n<p>(Kim et. al). menilai distribusi spasial komunitas makroinvertebrata bentik yang merespons lingkungan mereka seperti penggunaan lahan dan kualitas air, dan menyimpulkan bahwa informasi seperti penggunaan lahan yang mudah tersedia mencirikan distribusi makroinvertebrata bentik secara efektif. Untuk mengevaluasi efek toksik di-2-ethylhexyl phthalate (DEHP) pada perlindungan seluler pada kepiting Macrophthalmus japonicus, Park et al. mengidentifikasi dua gen yang berhubungan dengan stres dan menyelidiki struktur genom, hubungan filogenetik dengan protein kejutan panas (HSP) homolog lainnya, dan respons transkripsi HSP di bawah tekanan DEHP. Hasilnya menunjukkan bahwa toksisitas DEHP dapat mengganggu perlindungan kekebalan seluler melalui perubahan transkripsional menjadi HSP pada organisme uji.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>Deskripsi jurnal 2<\/strong><\/p>\n<p>Judul : Terrestrial and Aquatic Food Webs: Interlinking the Food Webs<\/p>\n<p>Penulis : Asim Ali dan Brian Gagosh Nayyar<\/p>\n<p>Publikasi : Dipublikasikan oleh Journal of Ecosystem & Ecography<\/p>\n<p><strong>Hasil dan pembahasan<\/strong><\/p>\n<p>Jurnal ini mengambil contoh kelelawar dan berang-berang untuk keterkaitan jaring makanan darat dan air. Populasi kelelawar terus berkurang di sebagian besar wilayah karena hilangnya habitat perairan atau lahan basah. Berang-berang adalah agen alami yang menciptakan lahan basah. Aliran berang-berang menghasilkan jumlah invertebrata air yang lebih banyak. Populasi kelelawar menurun karena hilangnya habitat perairan atau lahan basah. Berang-berang adalah pemicu lahan basah. Aliran berang-berang menghasilkan lebih banyak invertebrata air. Kastor Kanada, Castor canadensis, mempengaruhi habitat organisme akuatik dengan menciptakan sambungan antara jaring makanan darat dan perairan dengan tumbangnya pepohonan dari hutan sungai ke badan air seperti kolam, kanal, dan sungai di danau. Habitat ini mendukung mangsa invertebrata dan melindungi ikan.<\/p>\n<p>Pepohonan tumbang di hutan sungai menjadi habitat organisme akuatik. Habitat ini mendukung mangsa invertebrata dan melindungi banyak ikan mangsa. Pembangunan dan badai berdampak negatif pada ikan dan mengubah habitat kayu kasar. Habitat berkayu kasar penting bagi ikan mangsa daripada substrat bentik untuk produksi invertebrata. Pengambilan organisme pemakan daging dapat mengurangi peran habitat berkayu kasar. Pembangunan permukiman di tepi danau berdampak pada ikan. Penebangan hutan dan pohon di tepi sungai berkurang, habitat kayu kasar bagi invertebrata dan ikan pemangsa juga berkurang. Dampak pembangunan pemukiman terhadap ikan pemangsa dapat dikurangi dengan pemanenan dari piscivora.<\/p>\n<p>Rantai trofik perairan lebih panjang dibanding rantai trofik coklat].Interaksi tingkat trofik dan habitat yang menular penting untuk pemeliharaan komunitas di lanskap ekologi namun masih kurang dipahami. Serangga air di aliran ekoton dan hutan gugur mencapai puncaknya pada musim semi, sementara biomassa invertebrata darat rendah. Biomassa invertebrata darat masukan ke sungai selama musim panas ketika biomassa perairan berkurang. Jenis mangsa ini saling berfluktuasi diperkenalkan di kolam. Dengan memasukkan berang-berang ke kolam, terdeteksi kelelawar Eptesicus nilssoni dan Myotis daubentoni lebih banyak menggunakan aliran berang-berang dibandingkan dengan kolam nonberang-berang. Kelelawar mencari makan dalam kelompok besar di atas kolam berang-berang. Habitat kelelawar ditingkatkan oleh aliran berang-berang karena serangga lebih banyak muncul di kolam berang-berang. Pengelolaan habitat menyukai berang-berang karena menciptakan kondisi yang cocok bagi banyak spesies lain, seperti kelelawar. Daerah yang tidak cocok untuk berang-berang, dengan kandang buatan, dapat meningkatkan produksi serangga. Fenomena penting bagi wilayah dengan lahan basah yang berkurang.<\/p>\n<p>Korelasi tingkat trofik dan ukuran tubuh kuat pada konsumen laut kuat, sedangkan pada konsumen air tawar dan darat lemah. Vertebrata memiliki posisi trofik tinggi dibandingkan dengan invertebrata. Rantai trofik hijau lebih panjang di perairan daripada rantai trofik coklat. Interaksi antara tingkat trofik dan habitat yang menular memiliki arti penting untuk pemeliharaan komunitas di lanskap ekologi, namun masih kurang dipahami. Serangga air di aliran ekoton dan hutan gugur mencapai puncaknya di musim semi, sementara biomassa invertebrata darat rendah. Biomassa invertebrata darat masukan ke sungai terjadi selama musim panas saat biomassa perairan sedang rendah. Jenis mangsa ini berfluktuasi antara jaring maknana darat dan perairan, menyediakan makanan untuk burung darat dan ikan.<\/p>\n<p>Dinamika keanekaragaman ekosistem dan produktivitasnya dipengaruhi oleh sumber daya. Ekosistem termasuk pulau, hutan, sungai, dan danau. Jaring makanan dan biogeokimia berbeda antara ekosistem perairan dan darat. Mereka merespons sumber daya dengan cara yang berbeda. Efek berbeda juga terjadi pada jaring makanan perairan dan darat. Sumber daya pulsa di darat lebih persisten daripada di perairan karena jaring makanan di darat memiliki sifat pulsa yang berumur lebih lama dan waktu generasi yang lebih panjang dibandingkan dengan jaringan air. Selain itu, ekosistem darat memiliki efek top-down yang lebih kecil terhadap konsumen dibandingkan dengan ekosistem perairan. Sungai adalah subsidi nutrisi bagi jaring makanan terestrial dengan nilai DHA dan LNA yang berbeda pada spesies yang berbeda. Ada juga bukti bahwa sungai besar, badan air, dan sungai memberikan sumber daya nutrisi besar bagi jaring makanan terestrial. Nutrisi air menyediakan energi dan nutrisi bagi konsumen darat di garis pantai dan perbatasan.<\/p>\n<p>Ada banyak perubahan global saat ini. Perubahan iklim, penurunan peringkat trofik, dan spesies invasif mendorong penelitian perbedaan siklus nutrisi antar ekosistem perairan dan darat. Pemulungan menjadi penting untuk memahami dinamika tersebut. Penting untuk mengetahui perlunya penelitian fokus peran konsumsi bangkai terhadap pemeliharaan ekosistem. Pemulungan berbeda di ekosistem air dan darat karena sifat fisik udara dan air. Sebagian besar organisme bergantung pada bahan membusuk untuk nutrisi dan bertahan hidup. Terutama fauna makro di ekosistem perairan. Hilangnya organisme puncak dari jaring makanan mempengaruhi keseluruhan jaring makanan. Studi jaringan adiposa menemukan komposisi asam lemak pada enam spesies mamalia karnivora. Ada beberapa spesies kucing liar Eropa seperti Marten, cerpelai Eropa, cerpelai Amerika, dan berang-berang Eropa yang memiliki perilaku mencari makan yang berbeda di darat dan perairan. Analisis komposisi asam lemak pada spesies ini menunjukkan perbedaan penting dalam pembentukan asam lemak polisaturasi. Penurunan rasio DHA\/LNA juga terlihat berkorelasi pada spesies karnivora.<\/p>\n<p><strong>Deskripsi jurnal 3<\/strong><\/p>\n<p>Judul : Foundation species enhance food web complexity through non-trophic facilitation<\/p>\n<p>Penulis : Annieke C. W. Borst, Wilco C. E. P. Verberk , Christine Angelini , Jildou Schotanus, Jan-Willem Wolters, Marjolijn J. A. Christianen, Els M. van der Zee, Marlous DerksenHooijberg, Tjisse van der Heide<\/p>\n<p>Publikasi : Dipublikasikan oleh Plos One<\/p>\n<p><strong>Hasil dan Pembahasan<\/strong><\/p>\n<p>Dalam penelitian ini, mereka menguji hipotesis bahwa spesies dasar memodifikasi jaring makanan dengan meningkatkan ukurannya dan kompleksitasnya melalui fasilitasi spesies, di semua tipe ekosistem. Mereka juga menguji apakah perubahan tersebut terjadi secara acak di seluruh jaring makanan atau ditargetkan pada spesies tertentu dalam tingkat trofik atau kelompok fungsional tertentu. Spesies dasar menjadi bagian jaring makanan & memfasilitasi komunitas dengan menciptakan habitat baru & mengurangi tekanan fisik Fasilitasi non-trofik ditemukan di berbagai ekosistem & kondisi. Di zona pesisir keras, karang, rumput laut, remis, tiram, lamun, bakau, dan tumbuhan rawa asin berperan dalam melemahkan arus dan gelombang, memberikan struktur perlindungan dan tempat bertempel bagi organisme, serta mengumpulkan nutrisi dan mengurangi tekanan pengeringan saat air surut. Dalam sistem yang lebih ramah, spesies dasar seperti pohon, semak, rumput, dan makrofita memainkan peran penting dalam penataan habitat. Mereka meningkatkan kompleksitas dan ketersediaan habitat, mempartisi dan meningkatkan ruang relung bagi spesies lain.<\/p>\n<p>Jurnal ini mengambil sampel spesies dari kawasan yang didominasi oleh spesies dasar dengan dampak terdokumentasi pada habitatnya (29 jaring makanan) dan kawasan gundul di dekatnya. Jurnal ini menggunakan survei literatur, analisis isotop stabil, dan model pencampuran untuk membuat jaring makanan dari spesies yang diambil dari setiap area sampel. Mereka membandingkan sifat makanan yang didominasi oleh spesies telanjang dan jaring dasar. Mereka memindahkan spesies secara acak dari jaring makanan yang didominasi oleh spesies pembangun ke dalam kawasan gundul di sekitarnya. Mereka membandingkan jaringan penghilangan acak ini dengan jaring makanan sebenarnya untuk menyelidiki apakah jaring makanan yang diamati dimodifikasi berdasarkan spesies dasar muncul dari fasilitasi trofik atau kelompok fungsional secara acak atau selektif di seluruh jaringan trofik.<\/p>\n<p>Meskipun terdapat perbedaan besar antara ketujuh ekosistem dalam hal kondisi lingkungan dan struktur jaringan trofik, kami menemukan bahwa ukuran dan kompleksitas jaring makanan, dinyatakan sebagai kekayaan spesies dan kepadatan tautan, secara konsisten meningkat di wilayah yang didominasi spesies dasar dibandingkan dengan jaring makanan di wilayah terbuka di dekatnya. Secara khusus, kekayaan spesies rata-rata 2,1 kali lebih tinggi, dan kepadatan hubungan meningkat 1,6kali dengan adanya spesies pondasi. Keterhubungan sebagian kecil dari semua kemungkinan yang terealisasi link menunjukkan respon sebaliknya dan menurun 0,75 kali. Dari 19 metrik jaring makanan diukur 13 berbeda secara signifikan kawasan gundul dan dasar yang didominasi spesies, menunjukkan adanya modifikasi luas pada jaring makanan misalnya, sifat distribusi trofik menunjukkan bahwa sebagian kecil dari spesies basal menurun sebesar 30%, fraksi spesies perantara meningkat sebesar 40%, dan Lebih jauh lagi, rata-rata panjang rantai terpendek pada spesies basal meningkat sebesar 30%, sedangkan rata-ratanya tingkat trofik dan panjang jalur rata-rata antar spesies (ukuran efisiensi transfer energi berbeda secara signifikan untuk spesies dasar dibandingkan dengan spesies lain, yang menunjukkan bahwa memang demikian tidak dikonsumsi lebih banyak atau lebih sedikit dibandingkan dengan spesies lain dalam jaringan. juga menemukan bahwa jumlah total hubungan trofik ke spesies dasar hampir setengah dibandingkan dengan jumlah rata- rata hubungan trofik per spesies di seluruh jaringan.<\/p>\n<p>Selain itu, efek ini tetap ada bahkan ketika hanya membandingkan jumlah keterkaitan spesies dasar dasar dengan spesies Penghapusan spesies secara acak dari jaring makanan yang didominasi spesies hingga jumlah spesies sesuai dengan jumlah yang ditemukan di daerah gundul, menyederhanakan jaringan trofik, dan mengubah sebagian besar sifat jaring makanan sehingga mirip dengan area terbuka yang kami sampel dan Gambar. Terlebih lagi, ketika kami menggabungkan metrik jaring makanan dari yayasan jaring makanan yang didominasi spesies, gundul, dan dihilangkan secara acak dalam Komponen Prinsip Analisis (PCA), kami menemukan bahwa sebagian besar variasi (96,6%) dalam metrik dapat diringkas menjadi satu sumbu PC1 dengan jelas membedakan makanan yang asli dan makanan yang terstruktur dari spesies dasar.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Hasil PCA didukung oleh analisis komparatif yang lebih mendalam terhadap masing-masing metrik. Sedangkan 13 dari 19 metrik yang disertakan dalam analisis kami berbeda secara signifikan antar makanan jaring dari area yang didominasi fondasi dan area gundul, hanya 4 dari 19 metrik yang menyimpang secara signifikan ketika membandingkan jaring makanan yang telanjang dan yang dihilangkan secara acak. Analisis kami menunjukkan bahwa pemindahan spesies secara acak dari spesies dasar mendominasi Namun, terlepas dari kesamaannya, empat metrik\u2014fraksi spesies dasar, fraksi karnivora, rata-rata panjang rantai, dan rata-rata tingkat trofik\u2014menyimpang, menunjukkan bahwa fasilitasi acak non-trofik dapat menjelaskan hal tersebut Dalam jaring makanan yang didominasi spesies dasar, jumlah spesies dasar relatif lebih rendah, sedangkan jumlah karnivora lebih tinggi dari perkiraan berdasarkan fasilitasi acak. untuk ruang dengan spesies sesil yang lebih besar yang hidup di dasar jaring makanan, mungkin dapat menjelaskan hal ini representasi spesies basal yang relatif berkurang dalam makanan yang didominasi spesies dasar oleh spesies dasar, mengakibatkan keterwakilan mereka yang berlebihan dalam jaring makanan yang didominasi spesies dasar.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Akibat jumlah karnivora yang relatif lebih tinggi yang terdapat di tingkat trofik yang lebih tinggi, rata-rata panjang rantai dan rata-rata tingkat trofik cenderung cenderung sama lebih tinggi dari yang diharapkan dari fasilitasi acak dalam kondisi ini. Salah satu penjelasan penting mengapa spesies dasar memfasilitasi spesies lain yang terdapat di seluruh jaring makanan adalah bahwa mereka menyediakan struktur tiga dimensi, sehingga meningkatkan ketersediaan dan kompleksitas relung (misalnya melalui penciptaan epi-bentik di sebelah endo- komunitas bentik). Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemusnahan spesies secara acak memiliki dampak yang lebih rendah terhadap struktur jaring makanan dibandingkan dengan pemusnahan spesies atau kelompok trofik tertentu. semuanya menemukan bahwa pemusnahan spesies secara acak menyebabkan lebih sedikit kepunahan sekunder dan ketahanan jaring makanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemusnahan spesies yang lebih ditargetkan. Oleh karena itu, berdasarkan penelitian sebelumnya, temuan ini menunjukkan bahwa spesies dasar, dengan memfasilitasi spesies di seluruh tingkat trofik, mempertahankan jaring makanan yang lebih kuat dibandingkan dengan yang akan dihasilkan jika spesies tersebut memfasilitasi tingkat trofik tertentu, serikat makan atau rantai makanan fungsional.<\/p>\n<p>Meskipun spesies dasar pada prinsipnya dapat menstabilkan dan meningkatkan ukuran jaring makanan melalui penciptaan relung, hal ini tidak berarti bahwa jaring makanan yang didukung oleh spesies dasar lebih tahan terhadap gangguan di dunia nyata. Dalam jaring makanan yang didukung spesies dasar yang kami analisis, lebih dari 50% spesies tampak secara langsung atau tidak langsung bergantung pada fasilitasi non-trofik oleh spesies dasar . ini berarti bahwa jaring makanan yang berasosiasi dengan spesies dasar kemungkinan besar sangat sensitif terhadap gangguan yang mempengaruhi kesehatan dan fungsi spesies dasar. Saat ini, banyak ekosistem di seluruh dunia yang disusun berdasarkan spesies dasar termasuk padang lamun, rawa asin, terumbu karang, lahan gambut, dan hutan hujan menurun pada tingkat yang mengkhawatirkan akibat gangguan antropogenik . Temuan yangditemukan menunjukkan bahwa untuk melestarikan jaring makanan yang kompleks namun stabil di seluruh ekosistem, sangat penting untuk memprioritaskan konservasi dan restorasi spesies dasar yang mendukungnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p>Daftar Pustaka:<\/p>\n<p>Annieke C. W. Borst, Wilco C. E. P. Verberk , Christine Angelini , Jildou Schotanus, Jan-\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Willem Wolters, Marjolijn J. A. Christianen, Els M. van der Zee, Marlous DerksenHooijberg, Tjisse van der Heide (2018). Foundation species enhance food web \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 complexity through non-trophic facilitation. <em>Plos One<\/em>. 1-15.<\/p>\n<p>Asim Ali dan Brian Gagosh Nayyar. (2022). Terrestrial and Aquatic Food Webs: Interlinking the \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Food Webs. <em>Journal of Ecosystem & Ecography.<\/em> 12(9). 1-5.<\/p>\n<p>Ihn-Sil Kwak dan Young-Seuk Park. (2020). Food Chains and Food Webs in Aquatic \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Ecosystems. <em>Journal Applied Sciences<\/em>. 1-5.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>NAMA : MITAHUL PUTRI MULIANI NIM : 2224220037 KELAS : 3A \u00a0 Deskripsi jurnal 1 Judul : Food Chains and Food Webs in Aquatic Ecosystems Penulis : Ihn-Sil Kwak dan Young-Seuk Park Publikasi : Dipublikasikan oleh Journal Applied Sciences Hasil dan Pembahasan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Rantai makanan dan jaring makanan adalah struktur komunitas dan aliran energi di &hellip; <a href=\"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":261,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[43],"tags":[],"class_list":["post-461","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tugas-kuliah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan - Community<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan - Community\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"NAMA : MITAHUL PUTRI MULIANI NIM : 2224220037 KELAS : 3A \u00a0 Deskripsi jurnal 1 Judul : Food Chains and Food Webs in Aquatic Ecosystems Penulis : Ihn-Sil Kwak dan Young-Seuk Park Publikasi : Dipublikasikan oleh Journal Applied Sciences Hasil dan Pembahasan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Rantai makanan dan jaring makanan adalah struktur komunitas dan aliran energi di &hellip; Continue reading &quot;Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan&quot;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Community\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/profile.php?id=100092701244024\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-01T14:04:45+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Mitahul Putri Muliani\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@upskills_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@upskills_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Mitahul Putri Muliani\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"13 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Mitahul Putri Muliani\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9a8d5b18d03eb171c19638b2858d46bf\"},\"headline\":\"Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan\",\"datePublished\":\"2023-12-01T14:04:45+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\\\/\"},\"wordCount\":2538,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Tugas Kuliah\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\\\/\",\"name\":\"Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan - Community\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-12-01T14:04:45+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/\",\"name\":\"Community\",\"description\":\"Upskills.id\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#organization\",\"name\":\"Upskills.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Upskills.id_.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Upskills.id_.jpg\",\"width\":250,\"height\":250,\"caption\":\"Upskills.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/profile.php?id=100092701244024\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/upskills_id\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/upskills-id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/9a8d5b18d03eb171c19638b2858d46bf\",\"name\":\"Mitahul Putri Muliani\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/plugins\\\/buddypress\\\/bp-core\\\/images\\\/mystery-man.jpg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/plugins\\\/buddypress\\\/bp-core\\\/images\\\/mystery-man.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/plugins\\\/buddypress\\\/bp-core\\\/images\\\/mystery-man.jpg\",\"caption\":\"Mitahul Putri Muliani\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/members\\\/mitamuliani30\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan - Community","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan - Community","og_description":"NAMA : MITAHUL PUTRI MULIANI NIM : 2224220037 KELAS : 3A \u00a0 Deskripsi jurnal 1 Judul : Food Chains and Food Webs in Aquatic Ecosystems Penulis : Ihn-Sil Kwak dan Young-Seuk Park Publikasi : Dipublikasikan oleh Journal Applied Sciences Hasil dan Pembahasan \u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 Rantai makanan dan jaring makanan adalah struktur komunitas dan aliran energi di &hellip; Continue reading \"Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan\"","og_url":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/","og_site_name":"Community","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/profile.php?id=100092701244024","article_published_time":"2023-12-01T14:04:45+00:00","author":"Mitahul Putri Muliani","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@upskills_id","twitter_site":"@upskills_id","twitter_misc":{"Written by":"Mitahul Putri Muliani","Est. reading time":"13 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/"},"author":{"name":"Mitahul Putri Muliani","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#\/schema\/person\/9a8d5b18d03eb171c19638b2858d46bf"},"headline":"Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan","datePublished":"2023-12-01T14:04:45+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/"},"wordCount":2538,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#organization"},"articleSection":["Tugas Kuliah"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/","name":"Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan - Community","isPartOf":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#website"},"datePublished":"2023-12-01T14:04:45+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal-jaring-jaring-makanan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/upskills.id\/community\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Telaah Jurnal Jaring-Jaring Makanan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#website","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/","name":"Community","description":"Upskills.id","publisher":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/upskills.id\/community\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#organization","name":"Upskills.id","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Upskills.id_.jpg","contentUrl":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Upskills.id_.jpg","width":250,"height":250,"caption":"Upskills.id"},"image":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/profile.php?id=100092701244024","https:\/\/x.com\/upskills_id","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/upskills-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#\/schema\/person\/9a8d5b18d03eb171c19638b2858d46bf","name":"Mitahul Putri Muliani","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/plugins\/buddypress\/bp-core\/images\/mystery-man.jpg","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/plugins\/buddypress\/bp-core\/images\/mystery-man.jpg","contentUrl":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/plugins\/buddypress\/bp-core\/images\/mystery-man.jpg","caption":"Mitahul Putri Muliani"},"url":"https:\/\/upskills.id\/community\/members\/mitamuliani30\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/461","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/users\/261"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=461"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/461\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=461"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=461"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=461"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}