{"id":497,"date":"2023-12-02T00:53:18","date_gmt":"2023-12-01T17:53:18","guid":{"rendered":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/"},"modified":"2023-12-02T00:53:18","modified_gmt":"2023-12-01T17:53:18","slug":"telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/","title":{"rendered":"TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL"},"content":{"rendered":"<p>Nama: Nazwa Aulia Rahma<\/p>\n<p>NIM: 2224220095<\/p>\n<p>Kelas: 3-B<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\nKesimpulan dari jurnal berjudul \u201cBurung Hantu (Tyto alba) Sebagai Pengendali Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Desa Parakannyasag Kota Tasikmalaya\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Pada Pendahuluan berisi, Wilayah Jawa Barat khususnya di Kota Tasikmalaya belum menerapkan predator alami burung hantu sebagai program terpadu pembasmi hama tikus di sawah. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat KKN-PPM ini diharapkan menjadi program terpadu yang berkelanjutan dalam membasmi hama tikus di wilayah Kota Tasikmalaya dan di Jawa Barat.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Pada metode berisi, Program ini diarahkan kepada model pemberdayaan partisipatif dengan kelompok mahasiswa KKN dosen pendamping lapangan dan masyarakat Kelurahan Parakannyasag secara kolaboratif. Pelaksanaan program ini melibatkan beberapa pihak antara lain, masyarakat Kelurahan Parakannyasag, petani yang tergabung dalam kelompok tani, penyuluh pertanian, dan aparat desa.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Pada Hasil dan Diskusi berisi, Target luaran dari pemberdayaan bina kelembagaan adalah terbentuknya divis\/tim khusus pemelihara burung hantu sebagai pengendali hama tikus sawah, dikeluarkannya peraturan desa tentang program pemeliharaan burung hantu sebagai pengendali hama tikus sawah. Pembardayaan bina masyarakat (SDM) dilakukan melalui penanaman rasa kepedulian masyarakat terhadap permasalahan desa terutama di bidang pertanianMasyarakat diberikan pengetahuan dan motivasi akan pentingnya mendorong program-program tercapainya ketahanan pangan terutama komoditas padi sebagai makanan pokok. Beberapa upaya yang dilakukan dalam menanamkan kepedulian masyarakat tersebut diantaranya dengan melakukan sosialisasi program KKN-PPM, seminar tentang ketahanan pangan berbasis kearifan lokal, ekspo KKN produk pertanian, lokakarya mini, lomba menggambar sawah dan mewarnai burung hantu. Target luaran dari pemberdayaan bina Masyarakat (SDM) adalah meningkatnya rasa kepedulian masyarakat serta peran aktif masyarakat dalam mendukung program bidang pertanian di desa Parakannyasag. Pemeliharaan burung hantu diharapkan dapat meningkatkan populasi burung hantu saat ini yang sudah mulai berkurang baik dari segi jumlah dan jenisnya. Target luaran dari pemberdayaan bina lingkungan adalah meningkatnya populasi burung hantu dan berkurangnya petani yang menggunakan metode pengasapan (fogging) dalam pengendalian hama tikus sawah. Langkah pemberdayaan bina produksi meliputi program yang dilaksanakan secara teknis untuk meningkatkan produktifitas padi di Kelurahan Parakannyasag yang bebas dari hama tikus. Pemberdayaan bina masyarakat dalam hal ini ditekankan kepada pemahaman warga desa mengenai program pemanfaatan burung hantu sebagai predator alami dalam membasmi hama tikus. Langkah pemberdayaan bina lingkungan bertujuan untuk membentuk lingkungan Kelurahan Parakannyasag menjadi desa yang melaksanakan konservasi burung hantu secara terpadu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Kesimpulan, Kegiatan Pengabdian masyarakat ini menghasilkan peningkatan pemberdayaan masyarakat melalui aspek pemberdayaan produksi, aspek pemberdayaan bina kelembagaan, aspek pemberdayaan bina masyarakat\/ sumberdaya manusia, serta aspek pemberdayaan bina lingkungan sehingga kelurahan Parakannyasag menjadi desa yang melaksanakan konservasi burung hantu secara terpadu.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Kesimpulan dari jurnal berjudul \u201cPOLA HUBUNGAN FEEDIN GUILDS ANTARA TIPE HABITAT DAN KEANEKARAGAMAN SPECIES BURUNG DI LAHAN REKLAMASI DAN REVEGETASI PASCA TAMBANG BATU BARA\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Pendahuluan berisi, Untuk mencapai pulihnya fungsi lahan tersebut sebagai habitat flora fauna, khususnya habitat burung maka salah satu prinsip pentingnya adalah terkait dengan pemilihan spesies vegetasi yang ditanam di dalam lahan reklamasi dan revegetasi tersebut sebagai bagian dari proses restorasi ekologi (ecological restoration).<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Metode berisi, Areal studi merupakan lahan reklamasi dan revegetasi pasca tambang batu bara yang berumur 5 tahun dengan enam spesies tumbuhan pokok sebagai perwakilan tipe habitatnya yakni: Akasia (Acasia mangium), Plantan (Cerbera manghas), Karamunting (Melastoma malabatricum) Sengon (Paraserianthes falcataria), Trembesi (Samanea saman), rambutan (Nephelium lappaceum) dan Johar (Cassia siamea)Kombinasi dari keenam spesies tumbuhan pokok ini bersama-sama dengan tumbuhan bawahnya membentuk suatu setidaknya ada enam tipe habitat yang diketahui digunakan burung sebagai habitatnya. yaitu berupa tumbuhan pokok dan seresah Terkait dengan posisi produsen dalam pola hubungan rantai makanandimana tipe habitat yang terbentuk dari kombinasi tumbuhan pokok bersama-sama dengan.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Hasil dan pembahasan berisi, Berdasarkan hasil penelitian ini, spesies burung Merbah Mata Merah (Pycnonotus erythrophthalmos) ditemukan di habitat Kebun Karet bersamaan dengan Cinenen Kelabu (Orthotomus ruficeps) dan Cinenen Kepala Merah (Orthotomus sericeus), diduga memiliki relung yang sama dalam mencari pakan serangga, sependapat dengan Harrisson (1959). 1. , diketahui spesies burung Treron vernans dapat ditemukan di beberapa tipe habitat yakni Akasia- Karamunting, Sengon-Karamunting, Kebun- Karet, Kebun-Sawit dan Pakis-padi. Spesies burung Chalcophaps indica ditemukan di tipe habitat Sengon-karamunting, spesies Treron curvirostra ditemukan di kebun sawit, kebun jati, dan pakis padi.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Kesimpulan, Ditemukan ada 36 spesies burung yang menempati areal reklamasi dan revegetasi pasca tambang, dengan pola hubungan feeding guild dari masing-masing tipe habitat sebagai produsen dan burung sebagai konsumen yang menempati trophic level-nya. Keragaman tumbuhan memiliki kaitan erat dengan panjang-pendeknya rantai makanan, maka dapat dinyatakan bahwa keragaman tumbuhan bawah yang terbentuk di setiap tipe habitat akan menambah rantai makanan terestrial. Masing-masing penggolongan rantai makanan (trophic) berhubungan erat dengan karakteristik tumbuhan yang digunakan untuk fungsi habitat.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Kesimpulan dari jurnal berjudul \u201cKeanekaragaman Odonata pada Habitat Perairan dan Padang Rumput di Telaga Madirda\u201d<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Pendahuluan berisi, Ordo odonata dibedakan menjadi dua subordo yaitu Anisoptera (capung) dan Zygoptera (capung jarum). Kedua sub ordo tersebut dapat dibedakan dari bentuk tubuhnya, yaitu bentuk tubuh Anisoptera lebih besar dari pada Zygoptera. Terdapat tiga fase dalam siklus hidup capung yaitu fase telur, naiad dan capung dewasa. Telur yang menetas akan menjadi naiad dan akan hidup disekitar peraian yang bersih dengan memakan hewan-hewan kecil seperti ikan kecil, larva nyamuk dan lainnya. Kawasan wisata Telaga Madirda terbagi menjadi 2 habitat yakni habitat perairan (P) dan padang rumput (PR). Hasil penelitian ini dapat dijadikan indikator kondisi ekosistem dan lingkungan Telaga Madirda.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Metode, Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2018 di dua habitat Telaga Madirda, yaitu perairan (P) dan padang rumput (PR). Metode sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah penentuan titik sampling pada setiap habitat dengan diameter 20m. Analisis data Data jenis dan jumlah individu kemudian dianalisis dengan rumus-rumus sebagai berikut: Indeks keanekaragaman jenis Shannon- Wienner (H`) (H`) = -Epi Ln pi Keterangan: : Pi= ni :Jumlah individu setiap spesies N: jumlah total individu Indeks kemerataan jenis Evenness (E) H H\u2019maks Keterangan: E: indeks kemerataan H\u2019: indeks keanekaragaman shannon-winner H\u2019 maks: keragaman maksimum Terdapat satu speseis capung endemik Jawa pada habitat perairan yaitu Rhinocypha fenestrata.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Hasil dan Pembahasan, Subordo Zygoptera terdiri dari 4 famili dengan 7 spesies (Tabel 1) Habitat perairan (P) ditemukan 17 jenis capung yang terdiri dari 11 spesies dari subordo Anisoptera dan 6 spesies dari Zygoptera. Menurut Rahadi (2013), Agriocnemis femina dan Pseudagrion pruinosum adalah capung jarum yang mudah ditemukan di sekitar peraian, banyak bertengger di tanaman air dan dapat dijumpai sepanjang tahun. Capung dari famili Coenagrionidae ini adalah jenis capung yang umum dan mudah dijumpai pada berbagai habitat (Siregar 2011). Capung Pantala flavescens di telaga Madirda ditemukan pada habitat perairan dan padang rumput. Pantala flavescens mudah ditemukan pada habitat yang terbuka dan terbang secara mengelompok dengan jumlah ratusan bahkan ribuan (Setiyono et al. Capung ini mudah dijumpai pada perairan yang bersih dengan intensitas cahaya matahari sedang. Spesies yang mendominansi pada habitat padang rumput adalah Pantala flavescens dan Agriocnemis femina (Tabel 2). Pada penelitian ini ditemukan 1 famili dari Subordo Anisoptera yaitu Libellulidae. Hal ini sama dengan penelitian Dolny dan Pavel (2011) bahwa famili Libellulidae merupakan famili yang jumlah spesiesnya ditemukan paling banyak (yaitu 38 spesies) di hutan hujan tropis Kalimantan Timur.<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Kesimpulan, Jenis capung capung yang I ditemukan di Telaga Madirda 19 jenis capung, terdiri dari 12 spesies dari subordo Anisoptera dan 7 spesies dari subordo Zygoptera. Indeks keanekaragaman pada habitat perairan dalam. kategori sedang dan habitat padang rumput dalam kategori rendah<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Daftar Pustaka<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">Ardigurnita, F., Nurul, F., & Efrin, F. (2020). Burung Hantu (Tyto alba) Sebagai Pengendali Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Desa Parakannyasag Kota Tasikmalaya. <em>Jurnal Abdimas Kartika<\/em><em>Wijayakusuma<\/em>. 1(1):54-62<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Laily, Z., Rifqiyati, N., & Kurniawan, A. P. (2018). Keanekaragaman Odonata pada Habitat Perairan dan Padang Rumput di Telaga Madirda. Jurnal MIPA. 41(2):105-110<\/p>\n<p style=\"font-weight: 400\">\n<p style=\"font-weight: 400\">Soegiharto, S. (2020). POLA HUBUNGAN FEEDIN GUILDS ANTARA TIPE HABITAT DAN KEANEKARAGAMAN SPECIES BURUNG DI LAHAN REKLAMASI DAN REVEGETASI PASCA TAMBANG BATU BARA. Jurnal penelitian ekosistem dipterokarpa. 6(2):95-106<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama: Nazwa Aulia Rahma NIM: 2224220095 Kelas: 3-B Kesimpulan dari jurnal berjudul \u201cBurung Hantu (Tyto alba) Sebagai Pengendali Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Desa Parakannyasag Kota Tasikmalaya\u201d Pada Pendahuluan berisi, Wilayah Jawa Barat khususnya di Kota Tasikmalaya belum menerapkan predator alami burung hantu sebagai program terpadu pembasmi hama tikus di sawah. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat &hellip; <a href=\"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":135,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[43],"tags":[],"class_list":["post-497","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tugas-kuliah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL - Community<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL - Community\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nama: Nazwa Aulia Rahma NIM: 2224220095 Kelas: 3-B Kesimpulan dari jurnal berjudul \u201cBurung Hantu (Tyto alba) Sebagai Pengendali Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Desa Parakannyasag Kota Tasikmalaya\u201d Pada Pendahuluan berisi, Wilayah Jawa Barat khususnya di Kota Tasikmalaya belum menerapkan predator alami burung hantu sebagai program terpadu pembasmi hama tikus di sawah. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat &hellip; Continue reading &quot;TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL&quot;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Community\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/profile.php?id=100092701244024\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-01T17:53:18+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nazwa Aulia Rahma\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@upskills_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@upskills_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nazwa Aulia Rahma\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Nazwa Aulia Rahma\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4b10ced96643ec945690337367f109c8\"},\"headline\":\"TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL\",\"datePublished\":\"2023-12-01T17:53:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\\\/\"},\"wordCount\":1227,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Tugas Kuliah\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\\\/\",\"name\":\"TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL - Community\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-12-01T17:53:18+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/\",\"name\":\"Community\",\"description\":\"Upskills.id\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#organization\",\"name\":\"Upskills.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Upskills.id_.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Upskills.id_.jpg\",\"width\":250,\"height\":250,\"caption\":\"Upskills.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/profile.php?id=100092701244024\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/upskills_id\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/upskills-id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/4b10ced96643ec945690337367f109c8\",\"name\":\"Nazwa Aulia Rahma\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/plugins\\\/buddypress\\\/bp-core\\\/images\\\/mystery-man.jpg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/plugins\\\/buddypress\\\/bp-core\\\/images\\\/mystery-man.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/plugins\\\/buddypress\\\/bp-core\\\/images\\\/mystery-man.jpg\",\"caption\":\"Nazwa Aulia Rahma\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/members\\\/nazwaauliarahma\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL - Community","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL - Community","og_description":"Nama: Nazwa Aulia Rahma NIM: 2224220095 Kelas: 3-B Kesimpulan dari jurnal berjudul \u201cBurung Hantu (Tyto alba) Sebagai Pengendali Tikus Sawah (Rattus argentiventer) di Desa Parakannyasag Kota Tasikmalaya\u201d Pada Pendahuluan berisi, Wilayah Jawa Barat khususnya di Kota Tasikmalaya belum menerapkan predator alami burung hantu sebagai program terpadu pembasmi hama tikus di sawah. Dengan kegiatan pengabdian masyarakat &hellip; Continue reading \"TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL\"","og_url":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/","og_site_name":"Community","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/profile.php?id=100092701244024","article_published_time":"2023-12-01T17:53:18+00:00","author":"Nazwa Aulia Rahma","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@upskills_id","twitter_site":"@upskills_id","twitter_misc":{"Written by":"Nazwa Aulia Rahma","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/"},"author":{"name":"Nazwa Aulia Rahma","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#\/schema\/person\/4b10ced96643ec945690337367f109c8"},"headline":"TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL","datePublished":"2023-12-01T17:53:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/"},"wordCount":1227,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#organization"},"articleSection":["Tugas Kuliah"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/","name":"TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL - Community","isPartOf":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#website"},"datePublished":"2023-12-01T17:53:18+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-3-jurnal-tentang-jaring-makanan-di-ekosistem-terestrial-2\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/upskills.id\/community\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#website","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/","name":"Community","description":"Upskills.id","publisher":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/upskills.id\/community\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#organization","name":"Upskills.id","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Upskills.id_.jpg","contentUrl":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Upskills.id_.jpg","width":250,"height":250,"caption":"Upskills.id"},"image":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/profile.php?id=100092701244024","https:\/\/x.com\/upskills_id","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/upskills-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#\/schema\/person\/4b10ced96643ec945690337367f109c8","name":"Nazwa Aulia Rahma","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/plugins\/buddypress\/bp-core\/images\/mystery-man.jpg","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/plugins\/buddypress\/bp-core\/images\/mystery-man.jpg","contentUrl":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/plugins\/buddypress\/bp-core\/images\/mystery-man.jpg","caption":"Nazwa Aulia Rahma"},"url":"https:\/\/upskills.id\/community\/members\/nazwaauliarahma\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/users\/135"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/497\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}