{"id":522,"date":"2023-12-02T16:57:39","date_gmt":"2023-12-02T09:57:39","guid":{"rendered":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/"},"modified":"2023-12-09T06:09:21","modified_gmt":"2023-12-08T23:09:21","slug":"telaah-jurnal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/","title":{"rendered":"TELAAH JURNAL"},"content":{"rendered":"<p><strong>Nama : Nur Azizah Haffaf Nugroho<\/strong><\/p>\n<p><strong>NIM : 2224220081<\/strong><\/p>\n<p><strong>Kelas : 3C<\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>RESUME JURNAL<\/strong><\/p>\n<p><strong>JURNAL PERTAMA : \u201cPADANG LAMUN SEBAGAI EKOSISTEM PENUNJANG KEHIDUPAN BIOTA LAUT DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, INDONESIA\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>LINK : <\/strong><a href=\"https:\/\/ejournal.upi.edu\/index.php\/gea\">https:\/\/ejournal.upi.edu\/index.php\/gea<\/a><\/p>\n<p>Salah satu sumber daya laut yang diakui dan memiliki peranan yang begitu penting bagi kehidupan laut beserta biota lautnya selain terumbu karang dan mangrove yaitu padang lamun. Padang lamun di Indonesia memiliki luas sekitar 30.000 km2. Padang lamun merupakan ekosistem perairan dangkal yang kompleks, memiliki produktivitas hayati yang tinggi. Oleh karena itu padang lamun merupakan sumberdaya laut yang penting baik secara ekologis maupun secara ekonomis (Rasheed et al., 1994).<\/p>\n<p>Metode dan Lokasi Penelitian yakni dengan pengamatan visual kondisi padang lamun di bagian timur Pulau Pramuka. Metode deskriptif analitik adalah suatu metode yang berfungsi untuk mendeskripsikan atau memberi gambaran terhadap objek yang diteliti melalui data atau sampel yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa melakukan analisis dan membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum (Sugiono, 2009:29).<\/p>\n<p>Di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Seribu terdapat 7 jenis Lamun yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea serrulata, Cymodocearotundata, Halophila ovalis, Syringodium isoetifolium,dan Halodule uninervis (BTNKpS 2008). Peran Lamun sebagai produsen primer habitat biota laut, stabilisator dasar perairan, penangkap sedimen, dan pendaur hara yang dapat menciptakan air dengan kualitas yang jernih di sekitar perairan tersebut.<\/p>\n<p>Fungsi Lamun dan Pengaruh pada Jaring Makanan (Food Web). Pada dasarnya banyak jenis ikan yang berasosiasi dengan lamun, keanekaragaman jenis (diversitas) bergantung kepada kehadiran ekosistem lain di sekitar padang lamun. Seperti ekosistem terumbu karang, mangrove, muara sungai, estuaria, dan lain-lain. Hubungan antar rantai makanan pada suatu ekosistem menghasilkan jaringan atau percabangan disebut jaring-jaring makanan. Lamun juga penting dalam mengendalikan iklim yaitu untuk menangkap karbon dan memproduksi oksigen ke udara, sumber makanan bagi seluruh organisme (dalam bentuk detritus). Nutrient pada sejumlah hewan invertebrata dan ikan, Hewan herbivora yang secara aktif mengkonsumsi lamun yakni penyu hijau (Chelonia mydas) dan duyung (Dugong dugon). hewan herbivora yang berukuran besar mengembalikan secara cepat nutrient lamun yang kaya melalui produksi pencernaan\/ kotorannya. Kotoran tersebut akan dikonsumsi oleh hewan detrivora lebih cepat bila dibandingkan dengan proses fisik secara normal pada proses dekomposisi.<\/p>\n<p>Perpindahan energi makanan dari sumber daya tumbuhan. Diawali oleh (Produsen = Lamun), konsumen tingkat pertama (tumbuhan herbivora = <em>Chelonia mydas<\/em> dan <em>Dugong dugon<\/em>\u00a0 &amp; carnivora= ikan baronang). Pada setiap tahap pemindahan energi, 80%-90% energi potensial hilang sebagai panas, karena itu langkah-langkah dalam rantai makanan terbatas 4-5 langkah saja. Dengan kata lain, semakin pendek rantai makanannya semakin besar pula energi yang tersedia. Konsumen tingkat pertama ini dimakan oleh para predator.<\/p>\n<p>Rantai makanan detritus : detritus-detrivora-predator. Pada rantai makanan detritus ini, guguran daun dari lamun yang telah dimakan oleh konsumen tingkat satu (epifit) sebagai nutrient yang diurai oleh bakteri, kemudian detritus itu dimakan oleh cacing, udang, dan kepiting yang sebagai konsumen pertama. Setelah itu hewan-hewan tersebut dimakan oleh ikan sedang sebagai konsumen tingkat dua. Konsumen tingkat dua pun dimakan oleh ikan besar, ikan hiu dan burung laut sebagai predator yang menduduki tingkatan trofik paling tinggi memakan konsumen tingkat dua dan ikan besar sebagai konsumen tingkat tiga. Saat predator tersebut mati, maka jasadnya akan diurai oleh bakteri sebagai detrivitor yang menguraikan materi dan bangkai predator tersebut, agar detrivitor itu dikonsumsi kembali oleh konsumen pertama dan begitulah seterusnya. Guguran daun tidak semuanya menjadi detritus, karena ada juga sebagian yang menjadi bahan organik dan bahan organik tersebut akan dimanfaatkan oleh fitoplankton yang sebagai produsen. Produsen tersebut akan dikonsumsi oleh zooplankton yang sebagai konsumen pertama. Setelah itu zooplankton tersebut akan dimakan oleh ikan kecil yang sebagai konsumen tingkat dua. Ikan kecil ini akan kembali dimakan oleh ikan-ikan sedang dan pada akhirnya mentransfer energi dan materi yang akan masuk ke dalam rantai makanan detritus.<\/p>\n<p><strong>JURNAL KEDUA : \u201c KOMPOSISI JENIS DAN TINGKAT TROFIK (TROPHIC LEVEL) HASIL TANGKAPAN BAGAN DI PERAIRAN DESA OHOILILIR, KABUPATEN MALUKU TENGGARA\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>LINK : <\/strong><a href=\"https:\/\/ejournalfpikunipa.ac.id\/index.php\/JSAI\/article\/download\/39\/20\">https:\/\/ejournalfpikunipa.ac.id\/index.php\/JSAI\/article\/download\/39\/20<\/a><\/p>\n<p>Lokasi dan Metode Penelitian. Penelitian ini dilakukan di perairan Desa Ohoililir, Kabupaten Maluku Tenggara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing, yaitu berupa operasi penangkapan ikan menggunakan alat tangkap bagan. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data primer.<\/p>\n<p>Tingkat trofik (TL) suatu spesies adalah ukuran posisinya dalam rantai makanan, yang mewakili tingkat pemanfaatan makanan atau energi. Tingkat trofik dikategorikan sebagai berikut: 2,1 \u2264 TL2 \u2264 2,9 = Omnivora yang cenderung pemakan tumbuhan.<\/p>\n<p>Konsep tingkat trofik sangat penting untuk memahami perpindahan energi dan material dari satu tingkat atau kelompok ke tingkat berikutnya, dimulai dari produsen primer, kemudian konsumen primer (herbivora), konsumen sekunder, konsumen tersier, dan predator puncak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Penelitian komposisi jenis dan tingkat trofik alat penangkapan ikan di perairan Desa Ohoililir Kabupaten Maluku Tenggara menemukan bahwa ikan yang ditangkap sebagian besar berada pada tingkat trofik 3 (TL 3), didominasi oleh jenis ikan omnivora yang cenderung pemakan hewan. Jenis ikan pemakan hewan (zoo plankton) antara lain ikan layang, lemuru, dan selar.<\/p>\n<p>Eksploitasi sumber daya perikanan dapat menyebabkan degradasi populasi dan penurunan produksi akibat penangkapan ikan yang berlebihan, sehingga dapat mengganggu transfer biomassa ke tingkat trofik yang lebih tinggi.<\/p>\n<p>Dalam konteks penangkapan ikan yang berlebihan pada tingkat trofik yang lebih rendah, produktivitas pada tingkat trofik yang tinggi mungkin tidak didukung, karena eksploitasi yang berlebihan mengurangi perpindahan biomassa ke tingkat trofik yang lebih tinggi.<\/p>\n<p><strong>JURNAL KETIGA : \u201dSTRUKTUR KOMUNITAS ZOOPLANKTON DI EKOSISTEM PERAIRAN LAMUN KELURAHAN TONGKAINA, KECAMATAN BUNAKEN DARAT, KOTA MANADO\u201d<\/strong><\/p>\n<p><strong>LINK : <\/strong><a href=\"https:\/\/ejournal.unsrat.ac.id\/index.php\/JPKT\/index\">https:\/\/ejournal.unsrat.ac.id\/index.php\/JPKT\/index<\/a><\/p>\n<p>Zooplankton memainkan peran penting dalam jaring makanan, berperan sebagai konsumen utama di lingkungan perairan dan memanfaatkan fitoplankton sebagai sumber makanannya. Mereka dikonsumsi oleh konsumen sekunder seperti ikan kecil dan hewan lainnya, sehingga membentuk rantai makanan. Hubungan ini membentuk dasar jaring makanan, dengan fitoplankton sebagai produsen utama dan zooplankton sebagai konsumen utama.<\/p>\n<p>Zooplankton dapat ditemukan di berbagai lingkungan perairan, mulai dari perairan pantai hingga muara bahkan perairan laut terbuka, mulai dari daerah tropis hingga kutub. Kelompok yang umum ditemukan antara lain <em>kopepoda<\/em>, <em>euphausiid<\/em>, <em>mysids<\/em>, <em>amphipoda<\/em>, dan <em>chaetognath<\/em>. 2 filum zooplankton (Arthropoda dan Mollusca) pada waktu pagi hari dan 3 filum (Arthropoda, Mollusca dan Chaetognatha) pada sore hari. Terdapat 14 genera zooplankton pada waktu pagi hari yakni: Microsetella, Euterpina, Paracalanus, Clausocalanus, Calanus, Candacia, Eucalanus, Hyperia, Euphausia, Antarctomysis, Evadne, Palinurus, Eurydice dan Limacina. Pada waktu sore hari terdapat 17 genera yakni: Temora, Metridia, Scolecithri, Pleuromamma, Paracalanus, Clausocalanus, Calanus, Candacia, Eucalanus, Hyperia, Euphausia, Antarctomysis, Evadne, Palinurus, Eurydice, Echinospira dan Eukrohnia. Crustacea dari filum Arthropoda merupakan kelas dengan jumlah genus yang paling banyak baik pada pagi maupun sore hari.<\/p>\n<p>Parameter lingkungan seperti suhu, salinitas, dan pH berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan zooplankton. Misalnya, kisaran suhu optimal untuk perkembangan plankton umumnya dianggap antara 20\u00b0C dan 30\u00b0C . Di lokasi penelitian spesifik, suhu berkisar antara 28,32\u00b0C hingga 29,49\u00b0C, menunjukkan lingkungan yang cocok dan stabil untuk zooplankton.<\/p>\n<p>Singkatnya, peran zooplankton dalam jaring makanan, keanekaragaman dan kemerataannya, distribusinya di berbagai lingkungan perairan, dan pengaruh parameter lingkungan terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhannya merupakan aspek penting dari signifikansi ekologisnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><strong>DAFTAR PUSTAKA<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Almohdar, E. &amp; F.N.J. Souisa. (2017). Komposisi Jenis Dan Tingkat Trofik (Trophic Level) Hasil Tangkapan Bagan Di Perairan Desa Ohoililir, Kabupaten Maluku Tenggara. Jurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. 1(2), 165-174.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Jalaluddin, M., Ika, N. O., Aufeeazzahra, N.P.P., Winny, O., Iqbal, A. (2020). Padang Lamun<\/p>\n<p>Sebagai Ekosistem Penunjang Kehidupan Biota Laut Di Pulau Pramuka, Kepulauan<\/p>\n<p>Seribu, Indonesia. 20 (1), 44-53.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Brenda, V.A., Lahiwu., Rose, O.S.E., Mantiri., Ferdinand, F, Tilaar., Laurentius, T.X.L., Ruddy,<\/p>\n<p>D., Moningkey., Billy, T.W. (2019). Struktur Komunitas Zooplankton Di Ekosistem<\/p>\n<p>Perairan Lamun Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken Darat, Kota Manado.<\/p>\n<p>Jurnal Perikanan Dan Kelautan Tropis. 10 (2), 78-85.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Nama : Nur Azizah Haffaf Nugroho NIM : 2224220081 Kelas : 3C &nbsp; RESUME JURNAL JURNAL PERTAMA : \u201cPADANG LAMUN SEBAGAI EKOSISTEM PENUNJANG KEHIDUPAN BIOTA LAUT DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, INDONESIA\u201d LINK : https:\/\/ejournal.upi.edu\/index.php\/gea Salah satu sumber daya laut yang diakui dan memiliki peranan yang begitu penting bagi kehidupan laut beserta biota lautnya selain &hellip; <a href=\"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/\" class=\"more-link\">Continue reading<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;TELAAH JURNAL&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":190,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[43],"tags":[],"class_list":["post-522","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-tugas-kuliah"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.2 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>TELAAH JURNAL - Community<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"TELAAH JURNAL - Community\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Nama : Nur Azizah Haffaf Nugroho NIM : 2224220081 Kelas : 3C &nbsp; RESUME JURNAL JURNAL PERTAMA : \u201cPADANG LAMUN SEBAGAI EKOSISTEM PENUNJANG KEHIDUPAN BIOTA LAUT DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, INDONESIA\u201d LINK : https:\/\/ejournal.upi.edu\/index.php\/gea Salah satu sumber daya laut yang diakui dan memiliki peranan yang begitu penting bagi kehidupan laut beserta biota lautnya selain &hellip; Continue reading &quot;TELAAH JURNAL&quot;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Community\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/web.facebook.com\/profile.php?id=100092701244024\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-12-02T09:57:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-12-08T23:09:21+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Nur Azizah Haffaf Nugroho\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@upskills_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@upskills_id\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Nur Azizah Haffaf Nugroho\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Nur Azizah Haffaf Nugroho\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/939e62982369723e67fb7c34c1496fdb\"},\"headline\":\"TELAAH JURNAL\",\"datePublished\":\"2023-12-02T09:57:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-08T23:09:21+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal\\\/\"},\"wordCount\":1217,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#organization\"},\"articleSection\":[\"Tugas Kuliah\"],\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal\\\/\",\"name\":\"TELAAH JURNAL - Community\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2023-12-02T09:57:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-12-08T23:09:21+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal\\\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/telaah-jurnal\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"TELAAH JURNAL\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/\",\"name\":\"Community\",\"description\":\"Upskills.id\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#organization\",\"name\":\"Upskills.id\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Upskills.id_.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/Upskills.id_.jpg\",\"width\":250,\"height\":250,\"caption\":\"Upskills.id\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/profile.php?id=100092701244024\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/upskills_id\",\"https:\\\/\\\/www.linkedin.com\\\/company\\\/upskills-id\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/939e62982369723e67fb7c34c1496fdb\",\"name\":\"Nur Azizah Haffaf Nugroho\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/plugins\\\/buddypress\\\/bp-core\\\/images\\\/mystery-man.jpg\",\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/plugins\\\/buddypress\\\/bp-core\\\/images\\\/mystery-man.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/wp-content\\\/plugins\\\/buddypress\\\/bp-core\\\/images\\\/mystery-man.jpg\",\"caption\":\"Nur Azizah Haffaf Nugroho\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/upskills.id\\\/community\\\/members\\\/nurazizahhaffafnugroho\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"TELAAH JURNAL - Community","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"TELAAH JURNAL - Community","og_description":"Nama : Nur Azizah Haffaf Nugroho NIM : 2224220081 Kelas : 3C &nbsp; RESUME JURNAL JURNAL PERTAMA : \u201cPADANG LAMUN SEBAGAI EKOSISTEM PENUNJANG KEHIDUPAN BIOTA LAUT DI PULAU PRAMUKA, KEPULAUAN SERIBU, INDONESIA\u201d LINK : https:\/\/ejournal.upi.edu\/index.php\/gea Salah satu sumber daya laut yang diakui dan memiliki peranan yang begitu penting bagi kehidupan laut beserta biota lautnya selain &hellip; Continue reading \"TELAAH JURNAL\"","og_url":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/","og_site_name":"Community","article_publisher":"https:\/\/web.facebook.com\/profile.php?id=100092701244024","article_published_time":"2023-12-02T09:57:39+00:00","article_modified_time":"2023-12-08T23:09:21+00:00","author":"Nur Azizah Haffaf Nugroho","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@upskills_id","twitter_site":"@upskills_id","twitter_misc":{"Written by":"Nur Azizah Haffaf Nugroho","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/"},"author":{"name":"Nur Azizah Haffaf Nugroho","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#\/schema\/person\/939e62982369723e67fb7c34c1496fdb"},"headline":"TELAAH JURNAL","datePublished":"2023-12-02T09:57:39+00:00","dateModified":"2023-12-08T23:09:21+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/"},"wordCount":1217,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#organization"},"articleSection":["Tugas Kuliah"],"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/","name":"TELAAH JURNAL - Community","isPartOf":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#website"},"datePublished":"2023-12-02T09:57:39+00:00","dateModified":"2023-12-08T23:09:21+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/telaah-jurnal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/upskills.id\/community\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"TELAAH JURNAL"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#website","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/","name":"Community","description":"Upskills.id","publisher":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/upskills.id\/community\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#organization","name":"Upskills.id","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Upskills.id_.jpg","contentUrl":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Upskills.id_.jpg","width":250,"height":250,"caption":"Upskills.id"},"image":{"@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/web.facebook.com\/profile.php?id=100092701244024","https:\/\/x.com\/upskills_id","https:\/\/www.linkedin.com\/company\/upskills-id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/#\/schema\/person\/939e62982369723e67fb7c34c1496fdb","name":"Nur Azizah Haffaf Nugroho","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/plugins\/buddypress\/bp-core\/images\/mystery-man.jpg","url":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/plugins\/buddypress\/bp-core\/images\/mystery-man.jpg","contentUrl":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-content\/plugins\/buddypress\/bp-core\/images\/mystery-man.jpg","caption":"Nur Azizah Haffaf Nugroho"},"url":"https:\/\/upskills.id\/community\/members\/nurazizahhaffafnugroho\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/522","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/users\/190"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=522"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/522\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":534,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/522\/revisions\/534"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=522"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=522"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/upskills.id\/community\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=522"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}