REVIEW JURNAL EKOLOGI (KELOMPOK 3 KELAS A)

Produktivitas Primer Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau

Oseanologi Dan Limnologi Di Indonesia, Volume 4 No. 2 : 113-121, 2019.

Tri Apriadi, Risandi Dwirama Putra, dan Fadhliyah Idris

Permasalahan :

Proses penambangan bauksit di Pulau Bintan menyisakan genangan air (kolong) yang umumnya juga dijumpai pada daerah paska tambang timah dan pasir. Ekosistem perairan kolong yang baru terbentuk ini umumnya memiliki struktur komunitas fitoplankton yang masih belum stabil, dicirikan dengan kelimpahan fitoplankton yang rendah, indeks keanekaragaman rendah, keseragaman rendah-sedang dan dominasi sedang. Produktivitas yang rendah ini dipengaruhi oleh terbatasnya sediaan nutrient. Diketahui bahwa kolong bauksit di Pulau Bintan ini umumnya belum dimanfaatkan secara optimal, padahal diduga mempunyai potensi besar untuk dikembangkan, salah satunya dalam sektor perikanan.

Tujuan Penelitian :

Mengetahui produktivitas primer perairan, indeks ekologi fitoplankton, serta parameter fisika dan kimia perairan kolong bekas tambang bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Metode Penelitian :

Penelitian dilakukan dengan tiga kali pengamatan, lalu data yang diperoleh kemudian dihitung nilai rata-rata. Terdapat 2 stasiun sampling, dimana stasiun pertama terdiri atas 3 titik sampling dan stasiun kedua sebanyak 6 titik sampling. Titik sampling pada setiap stasiun ditentukan secara acak.

Hasil Penelitian :

Parameter fisika dan kimia perairan yang diukur pada bekas galian bauksit di Senggarang < Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau masih memenuhi baku mutu untuk kegiatan perikanan. Perairan bekas galian bauksit di Senggarang memiliki tiga divisi fitoplankton yang terdiri dari tiga kelas dan delapan genus. Mougeotia sp. merupakan jenis fitoplankton yang dominan. Perairan bekas galian bauksit di Senggarang tergolong labil dan komunitas fitoplankton dalam kondisi tertekan akibat adanya dominasi spesies. Bekas galian bauksit memiliki produktivitas primer yang rendah dengan tingkat kesuburan rendah (oligotrofik).

Kelebihan Penelitian :

Kelebihan hasil dari penelitian ini dapat menjadi dasar pengembangan potensi pemanfaatan kolong Bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

Kekurangan Penelitian :

Kekurangannya hasil dari penelitian masih berupa informasi dasar, karena belum ada informasi kajian yang serupa di Kolong Bauksit Pulau Bintan.

Tim Reviewer :

  • Amalia Maharani Naifah (2224220031)
  • Raden Rara Piyas Lejar Wangi (2224220047)
  • Citra Maida (2224220084)
  • Nolla Ramadhani (2224220089)

16 thoughts on “REVIEW JURNAL EKOLOGI (KELOMPOK 3 KELAS A)”

  1. saya dari kelompok 8 izin mengkritik hasil review jurnal kelompok 3, yang berjudul “Produktivitas Primer Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau” pada hasil review jurnal yang dilakukan kelompok 3 tidak tertera review pembahasan yang dimana pembahasan sangat penting dalam mereview jurnal karena pembahasan memberikan pemahaman mendalam tentang temuan penelitian.

  2. saya dari kelompok 8 izin mengkritik hasil review jurnal kelompok 3, yang berjudul “Produktivitas Primer Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau” pada hasil review jurnal yang dilakukan kelompok 3 lakukan tidak tertera review pembahasan yang dimana pembahasan sangat penting dalam mereview jurnal karena pembahasan memberikan pemahaman mendalam tentang temuan penelitian

    1. izin menjawab yah arsya, untuk hasil review jurnal kami pembahasan kami satukan dengan hasil penelitian yang dimana hasil penelitian sendiri pun membahas keseluruhan hasil dari penelitian yg dilakukan pada penulis. semoga menjawab terimakasih….

    2. Terimakasih kepada kelompok 8 atas kritikan nya, izin menjawab yah arsya, untuk hasil review jurnal, pembahasan kami satukan dengan hasil penelitian yg dimana hasil penelitian sendiri pun membahas keseluruhan hasil dari penelitian yg dilakukan pada penulis. semoga menjawab 🙂

    3. Terimakasih kepada kelompok 8 atas kritikan nya, izin menjawab yah arsya, untuk hasil review jurnal, pembahasan kami satukan dengan hasil penelitian yg dimana hasil penelitian sendiri pun membahas keseluruhan hasil dari penelitian yg dilakukan pada penulis. semoga menjawab 🙂

  3. Saya dari kelompok 8 izin melengkapi hasil review jurnal kelompok 3, yang berjudul “Produktivitas Primer Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau”. Berdasarkan hasil analisis kami, pernyataan pada bagian permasalahan, kalimat akhir. “Penelitian menunjukkan bahwa kolong bekas tambang bauksit di Pulau Bintan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk dalam sektor perikanan.“ Pernyataan tersebut kurang lengkap karena potensi besar untuk dikembangkan dalam sektor perikanan perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait dengan potensi pengembangan ekosistem perairan kolong bekas tambang bauksit dalam sektor perikanan untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan pengembangan tersebut.

  4. Saya dari kelompok 8 izin melengkapi hasil review jurnal kelompok 3, yang berjudul “Produktivitas Primer Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau”. Berdasarkan hasil analisis kami, pernyataan pada bagian permasalahan, kalimat akhir. “Penelitian menunjukkan bahwa kolong bekas tambang bauksit di Pulau Bintan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, termasuk dalam sektor perikanan.” Pernyataan tersebut kurang lengkap karena potensi besar untuk dikembangkan dalam sektor perikanan perlu dilakukan kajian lebih lanjut terkait dengan potensi pengembangan ekosistem perairan kolong bekas tambang bauksit dalam sektor perikanan untuk memastikan keberlanjutan dan keberhasilan pengembangan tersebut.

    1. izin menjawab ya untuk pernyataan Fadilah. pada bagian permasalahan khususnya kalimat akhir pada permasalahan. kami kelompok 3 memang mencatumkan “kolong bekas tambang bauksit di Pulau Bintan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya sektor perikanan” alasan kami mencantumkan pernyataan tersebut karena menurut kami itu adalah gagasan awal atau hipotesis dari peneliti yang beranggapan bahwa bekas tambang bauksit berpotensi untuk dikembangkan khususnya perikanan hal itu juga menjadi salah satu alasan peneliti melakukan penelitian di bekas tambang bauksit. namun dari hasil penelitiannya belum bisa menjawab secara keseluruhan tentang hipotesisnya karena belum ada penguat dari hasil penelitian yang lain. maka dari itu kita mencantumkan pernyataan tersebut dibagian permasalahan. kami juga mencantukan pada bagian kekurangan penelitian bahwasannya hasil penelitian masih menjadi informasi dasar

  5. izin menjawab ya untuk pernyataan Fadilah. pada bagian permasalahan khususnya kalimat akhir pada permasalahan. kami kelompok 3 memang mencatumkan “kolong bekas tambang bauksit di Pulau Bintan memiliki potensi besar untuk dikembangkan, khususnya sektor perikanan” alasan kami mencantumkan pernyataan tersebut karena menurut kami itu adalah gagasan awal atau hipotesis dari peneliti yang beranggapan bahwa bekas tambang bauksit berpotensi untuk dikembangkan khususnya perikanan hal itu juga menjadi salah satu alasan peneliti melakukan penelitian di bekas tambang bauksit. namun dari hasil penelitiannya belum bisa menjawab secara keseluruhan tentang hipotesisnya karena belum ada penguat dari hasil penelitian yang lain. maka dari itu kita mencantumkan pernyataan tersebut dibagian permasalahan. kami juga mencantukan pada bagian kekurangan penelitian bahwasannya hasil penelitian masih menjadi informasi dasar

  6. Izin menanggapi, Saya dari kelompok 8 ingin menyanggah terkait pernyataan yang kelompok 3 berikan pada point kekurangan yang berisi “Kekurangannya hasil dari penelitian masih berupa informasi dasar, karena belum ada informasi kajian yang serupa di Kolong Bauksit Pulau Bintan.” Menurut saya seharusnya jika suatu jurnal tidak memiliki kajian yang serupa, maka jurnal tersebut dapat dianggap sebagai jurnal yang unik dan orisinal. Hal tersebut seharusnya menjadi kelebihan jurnal tersebut bukan menjadi kekurangan.

  7. Saya dari kelompok 8 izin melengkapi hasil review jurnal kelompok 3, yang berjudul “Produktivitas Primer Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau”. Pada hasil review jurnal yang telah tim reviewer lakukan, pada bagian tujuan tidak di cantumkan salah satu tujuan yang terdapat pada jurnal tersebut, yang dimana tujuan itu adalah mengetahui nutrien N dan P yang terdapat pada Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pada hasil review hanya di cantumkan tujuan berupa mengetahui produktivitas primer perairan, indeks ekologi fitoplankton, serta parameter fisika dan kimia perairan kolong bekas tambang bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

  8. Saya dari kelompok 8 izin menanggapi hasil review jurnal kelompok 3, yang berjudul “Produktivitas Primer Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau”.

    Pada hasil review jurnal yang telah tim reviewer lakukan, pada bagian Tujuan belum di cantumkan salah satu tujuan yang terdapat pada jurnal tersebut, yang dimana tujuan itu adalah mengetahui nutrien N dan P yang terdapat pada Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pada hasil review hanya di cantumkan tujuan berupa mengetahui produktivitas primer perairan, indeks ekologi fitoplankton, serta parameter fisika dan kimia perairan kolong bekas tambang bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.

    Pada hasil review jurnal di bagian Metode, tim reviewer belum mencantumkan lokasi dan waktu pengambilan sampel seperti yang tertera di dalam jurnal, pada jurnal terdapat lokasi pengambilan sampel yaitu di perairan kolong tambang bauksit di Senggarang, Kota Tanjungpinang, Pulau Bintan, Provinsi Kepulauan Riau. Serta waktu pengambilan sampel yang terdapat dalam jurnal yaitu pada bulan April-Agustus 2018.

    1. Izin menanggapi yah untuk kaila, Baik terimakasih atas masukannya kaila, mohon maaf atas kekeliruan kelompok kami yang kurang menambahkan tujuan, lokasi dan waktu dalam review jurnal dan terimakasih sudah mengingatkan 🙏

  9. Izin meluruskan, Saya dari kelompok 8 ingin menyanggah terkait pernyataan yang kelompok 3 berikan pada point kekurangan yang berisi “Kekurangannya hasil dari penelitian masih berupa informasi dasar, karena belum ada informasi kajian yang serupa di Kolong Bauksit Pulau Bintan.” Menurut saya seharusnya jika suatu jurnal tidak memiliki kajian yang serupa, maka jurnal tersebut dapat dianggap sebagai jurnal yang unik dan orisinal. Hal tersebut seharusnya menjadi kelebihan jurnal tersebut bukan menjadi kekurangan.

    1. izin menjawab yaa nadia, setau saya jurnal yang tidak memiliki kajian yang serupa dapat menghadapi beberapa kekurangan. pertama, kurangnya kajian serupa dapat membatasi validitas temuan karena sulit untuk membandingkannya dengan penelitian sebelumnya. kedua, dapat mengurangi relevansi jurnal dalam komunitas ilmiah jika tidak ada hubungan dengan literatur yang sudah ada. ketiga, kurangnya perbandingan dengan kajian serupa dapat mempersulit pembaca atau peneliti lain untuk mengevaluasi keandalan metodologi dan hasil penelitian. oleh karena itu, penting untuk jurnal ilmiah mencakup literatur yang relevan dan memberikan kontribusi yang jelas terhadap pengetahuan yang sudah ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *