TELAAH 3 JURNAL TENTANG JARINGAN MAKANAN DI EKOSISTEM TERESTRIAL

Nama : Siska Agustin Dewi

NIM : 2224220082

Kelas : 3.C

TUGAS REVIEW 3 JURNAL

Berikut adalah hasil review jurnal saya, jurnal mengenai jaring makanan di ekosistem terrestrial.

 

JURNAL I

Judul : Energy flux across multitrophic levels drives ecosystem multifunctionality: Evidence from nematode food webs.

Simpulan dari penelitian :

Studi ini menyimpulkan bahwa pemupukan organik mendukung aliran energi multitrofik yang lebih besar dan meningkatkan multifungsionalitas ekosistem dibandingkan dengan perlakuan pemupukan mineral. Pemupukan organik juga meningkatkan keanekaragaman nematoda tanah dan memfasilitasi aliran energi dalam jaring-jaring makanan nematoda. Hasil penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang dampak pemupukan terhadap fungsi ekosistem dan komunitas nematoda tanah, serta menunjukkan bahwa pengukuran aliran energi dalam jaring-jaring makanan dapat memberikan pemahaman baru tentang hubungan antara keanekaragaman hayati dan multifungsionalitas ekosistem.

JURNAL II

Judul : A bioenergetic framework for aboveground terrestrial food webs

Simpulan dari jurnal ini

Terdapat keterbatasan dalam pendekatan bioenergetik dalam memahami interaksi tanaman-daging di ekosistem darat, dan diperlukan kerangka kerja bioenergetik baru yang mempertimbangkan faktor-faktor seperti fitokimia, morfologi tanaman, dan strategi pertumbuhan tanaman. Dalam penelitian ini, istilah “tanaman-daging” merujuk pada interaksi antara tanaman dan hewan pemakan tumbuhan, di mana tanaman berperan sebagai sumber makanan bagi hewan-hewan tersebut. Interaksi ini melibatkan konsumsi jaringan tanaman oleh hewan herbivora dan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk struktur tanaman, ketersediaan nutrisi, dan respons tanaman terhadap herbivora. Model Jaringan Trofik Allometrik (ATN) diperkenalkan untuk memahami bioenergetika interaksi tanaman-hewan, dengan mempertimbangkan konstan allometrik spesifik untuk kategori metabolisme spesies dan efisiensi pakan potensial berdasarkan rasio ukuran tubuh. Penelitian ini menyoroti pentingnya memasukkan perilaku adaptif tanaman-daging ke dalam kerangka kerja bioenergetik untuk memahami dinamika jaringan makanan darat, serta menekankan pentingnya mempertimbangkan interaksi mutualisme, ontogeni, dan struktur jaringan darat dalam model bioenergetik. Terdapat permintaan untuk pendekatan bioenergetik yang lebih terfokus pada ekosistem darat untuk menjawab pertanyaan fundamental dan terapan dalam ekologi komunitas, dengan menekankan pentingnya integrasi bioenergetik spesifik untuk tanaman darat dan interaksi biotik mereka ke dalam model jaringan makanan tradisional. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam mengembangkan kerangka kerja bioenergetik baru untuk memahami interaksi tanaman-daging di ekosistem darat dan menyoroti pentingnya mempertimbangkan faktor-faktor tambahan dalam memprediksi struktur jaringan makanan dan stabilitas web makanan darat serta hubungan keanekaragaman hayati.

JURNAL III

Judul : Tropical land use alters functional diversity of soil food webs and leads to monopolization of the detrital energy channel

Simpulan dari penelitian :

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konversi hutan hujan menjadi perkebunan kelapa sawit dan karet di Sumatra, Indonesia, memiliki dampak signifikan pada struktur dan aliran energi dari jaring-jaring makanan tanah. Perubahan ini mengakibatkan pergeseran dalam nicha trofik hewan tanah, dengan sebagian besar taksa menunjukkan nilai Δ13C yang lebih rendah di perkebunan dibandingkan hutan hujan. Hal ini menunjukkan peralihan karbon tumbuhan yang baru di perkebunan dari jalur karbon detritus di hutan hujan. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa cacing tanah tetap tidak berubah dalam nicha trofiknya dan mendominasi jalur detritus di perkebunan. Metrik keanekaragaman fungsional dari jaring-jaring makanan tanah terkait dengan penurunan jumlah serasah, kerapatan pohon, dan kekayaan spesies di perkebunan. Kesimpulannya, konversi hutan hujan menjadi perkebunan mengakibatkan restrukturisasi kuat dari jaring-jaring makanan tanah, yang mengancam fungsi tanah dan stabilitas ekosistem dalam jangka panjang.

 

DAFTAR PUSTAKA

Bingbing Wan, Ting Liu, Xin Gong, Yu Zhang, Chongjun Li, Xiaoyun Chen, Feng Hu, Bryan S. Griffiths, Manqiang Liu. (2022). Energy flux across multitrophic levels drives ecosystem multifunctionality: Evidence from nematode food webs. Elsevier. 169,1-9.

Fernanda S. Valdovinos, Kayla R.S. Hale, Sabine Dritz, Paul R. Glaum, Kevin S. McCann, Sophia M. Simon, Elisa Thébault, William C. Wetzel, dan Kate L. Wootton. (2023). A bioenergetic framework for aboveground terrestrial food webs. Elsevier. 38(3), 301-3012.

Zheng Zhou, Valentyna Krashevska, Rahayu Widyastuti, Stefan Scheu, and Anton Potapov. (2022). Tropical land use alters functional diversity of soil food webs and leads to monopolization of the detrital energy channel. eLife. 11, 1-24.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *