TELAAH JURNAL EKOLOGI BERTEMA JARING MAKANAN DI EKOSISTEM AQUATIK

Jurnal 1 :

Diversitas Perifiton pada Daun Lamun Enhalus acoroides di Perairan Karangsewu, Teluk Gilimanuk, Taman Nasional Bali Barat.

Current Trends in Aquatic Science II (2), 25-32 (2019).

Arliza Cynthia Razalia, Ni Luh Watiniasiha , Ayu Putu Wiweka Krisna Dewi.

Lamun merupakan ekosistem yang sangat penting, baik secara fisik maupun biologis. Selain itu, lamun juga berperan sebagai sumber utama dalam jaring-jaring makanan, menjadi tempat perlindungan, mencari makan dan berkembangbiak bagi berbagai jenis biota, salah satunya adalah perifiton. Perifiton adalah kumpulan jasad renik hewan dan tumbuh-tumbuhan (kumpulan ganggang cyanobacteria dan mikroinvertebrata) yang hidup menetap di sekitar epifiton di dalam air.

Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2018 – Januari 2019 di Perairan Karangsewu, Teluk Gilimanuk, Taman Nasional Bali Barat. Identifikasi dan analisis perifiton dilaksanakan di Laboratorium Perikanan Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Udayana. Pengamat memilih lokasi tersebut karena TNBB memiliki potensi wisata alam yang beragam dan daya tarik yang tinggi salah satunya yaitu di Pantai Karangsewu. Pantai Karangsewu memiliki tiga jenis ekosistem yaitu ekosistem lamun ekosistem terumbu karang dan ekosistem mangrove. Penelitian tentang keberadaan perifiton pada lamun di habitat yang dilindungi belum pernah dilakukan.

Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa ekosistem lamun memiliki keanekaragaman hayati dan produktivitas primer yang tinggi di daerah laut dangkal. Lamun merupakan ekosistem yang penting, baik secara fisik maupun biologis karena berfungsi sebagai pengendali sedimen dan penahan endapan. Selain itu, lamun juga berperan sebagai produsen utama dalam jaring-jaring makanan, menjadi tempat perlindungan, mencari makan dan berkembangbiak berbagai jenis biota, baik invetebrata maupun vertebrata. Enhalus acoroides memiliki daun yang panjang dan lebar, sehingga lebih disukai oleh mikroorganisme karena memiliki substrat yang lebih stabil. Perifiton mempunyai peranan penting dalam penyedia produktivitas perairan karena dapat melakukan proses fotosintesis yang dapat membentuk zat organik dari zat anorganik. Selain itu perifiton juga dapat dijadikan sebagai indikator biologi suatu perairan.

 

Daftar Pustaka :

Razali. A. C., Watiniasih. N. L., Dewi. A. P. W. K. (2019). Diversitas Perifiton pada Daun Lamun Enhalus acoroides di Perairan Karangsewu, Teluk Gilimanuk, Taman Nasional Bali Barat. Current Trends in Aquatic Science II (2), 25-32 (2019).

 

Jurnal 2 :

Produksi Serasah Mangrove di Pesisir Tangerang, Banten.

Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), Agustus 2014 Vol. 19 (2): 91-97.

Gilang Rusrita Aida, Yusli Wardiatno , Achmad Fahrudin, Mohammad Mukhlis Kamal.

Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki fungsi ekologis penting dalam menunjang sumber daya perikanan. Fungsi tersebut, yaitu sebagai nursery ground, feeding ground, dan spawning ground bagi beberapa ikan dewasa, juvenil dan larva ikan, kerang-kerangan, dan krustase. Ekosistem mangrove berperan penting dalam menyumbang bahan organik yang merupakan mata rantai utama dalam jaring-jaring makanan di ekosistem mangrove dari serasah yang dihasilkan.

Pengamatan terhadap produksi serasah mangrove di Pesisir Kabupaten Tangerang dilakukan pada 6 titik yang semuanya berada di Kecamatan Kronjo dan dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2014. Analisis vegetasi ekosistem mangrove dilakukan secara visual untuk mengetahui jenis dan spesies mangrove. Analisis komposisi mangrove dilakukan dengan menggunakan metode plot transek garis dari arah perairan ke arah darat (menggunakan roll meter) dengan panjang transek tergantung kepada ketebalan mangrove pada tiap-tiap stasiun.

Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa bahan organik yang berasal dari serasah mangrove ini merupakan mata rantai utama dalam jaring-jaring makanan di ekosistem tersebut. Komponen dasar rantai makanan di ekosistem mangrove bukanlah tumbuhan mangrove itu sendiri, tapi serasah yang berasal dari tumbuhan mangrove (daun, batang, buah, ranting, dan sebagainya). Serasah yang dihasilkan langsung tersebut dikonsumsi oleh mikroorganisme dan organisme pengurai sehingga memasuki sistem energi.

 

Daftar Pustaka :

Aida. G. R., Wardiatno. Y., Fahrudin. A., Kamal. M. M. (2014). Produksi Serasah Mangrove di Pesisir Tangerang, Banten. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI). Vol 19 (2) : 91-97.

 

Jurnal 3 :

Kelimpahan Dan Keanekaragaman Makrozoobentos Di Sungai Air Terjun Tunan, Talawaan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Jurnal Ilmiah Sains Vol. 18 No. 2, Oktober 2018.

Grasideo Vinda Ester Pelealu, Roni Koneri , Regina Rosita Butarbutar.

Makrozoobentos merupakan organisme akuatik yang hidup di dasar perairan dengan pergerakan relatif lambat yang sangat dipengaruhi oleh substrat dasar serta kualitas perairan. Makrozoobentos adalah organisme yang hidup pada dasar perairan, dan merupakan bagian dari rantai makanan yang keberadaannya bergantung pada populasi organisme yang tingkatnya lebih rendah. Kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos sangat bergantung pada toleransi dan tingkat sensitifnya terhadap kondisi lingkungannya. Kisaran toleransi dari makrozoobentos terhadap lingkungan berbeda-beda.

Penelitian dilakukan di sungai kawasan air terjun Tunan, Desa Talawaaan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Januari-Februari 2018. Pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan metode purposive random sampling. Jaring surber yang digunakan berukuran ukuran 25 cm x 40 cm yang dilengkapi dengan jaring penampung. Surber diletakan menghadap arah datangnya arus, kemudian sedimen yang ada di bagian luasan petak dikeruk dan digosok. Hal ini dilakukan agar makrozoobentos dan sedimen dapat tertampung dalam jaring surber.

Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan perairan sungai sangat menentukan kelimpahan dan kenekaragaman makrozoobentos yang hidup di dalamnya. Sebagai organisme yang hidup di perairan, hewan makrozoobentos sangat peka terhadap perubahan kondisi lingkungan tempat hidupnya, sehingga akan berpengaruh terhadap komposisi dan kelimpahannya. Indeks keanekaragaman makrozoobentos menunjukkan kondisi perairan sungai tersebut. Makrozoobentos juga dimanfaatkan sebagai bioindikator perairan, karena memiliki sifat yang sangat peka terhadap perubahan lingkungan perairan yang ditempatinya.

 

Daftar Pustaka :

Pelealu. G. V. E., Koneri. R., Butarbutar. R. R. (2018). Kelimpahan dan Keanekaragaman Makrozoobenthos di Sungai Air Terjun Tunan, Talawaan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Sains Vol. 18 No. 2, Oktober 2018.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *