Nama : Ijah Nurjannah
Nim : 2224220027
Kelas : 3C
Mata kuliah : Ekologi umum
JURNAL 1.
“Jaringan Makanan Terestrial Dan Perairan : Menghubungkan Jaring Makanan”
Jaring makanan mengandung dua jenis organisme utama: autotrof dan heterotrof. Autotrof adalah organisme yang menghasilkan lebih banyak energi biomassa, sedangkan heterotrof mengkonsumsi energi biomassa lebih banyak daripada yang dihasilkannya . Jaring makanan perairan didukung oleh sumber produksi primer yang mewakili kombinasi sumber asli dan alogenik. Produsen primer dalam jaring makanan perairan tidak memiliki organisasi struktural, lebih bergizi bagi heterotrof, tumbuh dengan laju pertumbuhan yang lebih cepat, dan menguntungkan karena ukurannya yang lebih kecil.
Sungai memberikan subsidi pangan bagi jaring makanan terestrial, dan terdapat juga bukti empiris bahwa produsen primer, sungai besar, badan air, dan sungai menyediakan sumber daya pangan penting bagi jaring makanan terestrial. Nutrisi yang berasal dari lingkungan perairan menyediakan energi dan nutrisi bagi konsumen darat di pantai dan perbatasan. Dalam skenario saat ini, banyak perubahan global yang terjadi.
Perubahan iklim dan penurunan hierarki trofik, serta masuknya spesies non-asli, telah meningkatkan minat untuk menyelidiki lebih lanjut perbedaan siklus nutrisi antar tipe ekosistem.Saat ini, pentingnya pemulungan terutama berasal dari penentuan perbedaan dinamika pemulungan antara ekosistem perairan dan darat. Dan penting juga untuk menyadari perlunya penelitian eksplisit yang berfokus pada peran konsumsi bangkai dalam pemeliharaan ekosistem.
Dalam jaring makanan, spesies trofik mewakili seluruh anggota spesies, dan perbedaan utama antara jaring makanan darat dan perairan terletak pada tingkat produktivitas primer karena perbedaan struktural antara kedua sistem. Terdapat perbedaan biogeokimia, kualitas nutrisi, laju pertumbuhan, dan ukuran autotrof.
Dampak bottom-up terjadi lebih cepat dalam jaring makanan perairan karena tingkat pertumbuhan yang berbeda. Pada ekosistem terestrial, dampak top-down terhadap konsumen lebih kecil karena dampak kelebihan sumber daya bertahan lebih lama pada ekosistem terestrial.Korelasi antara tingkat trofik dan ukuran tubuh sangat kuat pada konsumen di lingkungan laut, lemah pada konsumen air tawar, dan hampir tidak ada korelasi pada konsumen darat. Vertebrata menempati posisi trofik lebih tinggi dibandingkan invertebrata.
JURNAL 2.
“Pemodelan Jaring-Jaring Makanan Pemangsa Generalis Pada Dua Trofik”
Dari jurnal ini di dapatkan hasil dari penelitian yang dilakukan , model jaring makanan dua piala yang berisi predator generalis ditunjukkan pada Gambar 1 A. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 1A, transfer energi dari hanya terjadi pada dua piala. Hal ini disebabkan adanya perpindahan energi dari organisme yang hidup pada tingkat trofik kedua (herbivora) ke organisme yang hidup pada tingkat trofik ketiga (karnivora), atau dari organisme tingkat trofik ketiga (karnivora) ke tingkat trofik keempat (karnivora), dll. Contoh jaring makanan ditrofik dengan predator yang sama meliputi: (1) Harimau (Panthera tigris) memakan babi hutan, rusa, kancil, dan hewan ternak. (2) Elang-ular bido (Spilornis cheela) memakan berbagai jenis ular, kadal, burung,dan katak. (3) Berang-berang (Aonyx cinereus) memakan ikan, katak, siput, dan serangga. Contoh dari pemangsa spesialis adalah kucing lynx Kanada (Lynx canadensis) yang memangsa kelinci sepatu salju (Lepus americanus).
Berdasarkan hasil numerik, masing-masing jumlah populasi ketiga hewan tersebut menuju ke satu nilai. Hal ini menyimpulkan bahwa singa, kambing wildebeest, dan zebra di Taman Nasional Kruger dapat terus hidup berdampingan.
JURNAL 3.
“Meningkatkan Pengetahuan Struktur Dan Fungsi Hutan Melalui Model Field Trip Training (FTT) Eksplorasi Hutan Pada Mahasiswa Calon Guru Biologi”
Pada jurnal ini penelitian menggunakan Model FTT (Field Trip Training) yang mampu meningkatkan pengetahuan mahasiswa tentang ekosistem . Model FTT di mulai dari pengetahuan faktual dan prosedural dapat membentuk pengetahuan konseptual yang cukup baik dan menyakinkan. Mahasiswa mampu menghubungkan dari empat hal yang diteliti menjadi satu kesatuan yang saling berhubungan.
Dari hasil telaah pada jurnal 1 menghasilkan , Hasil laporan siswa mengenai rantai makanan dan jaring makanan menunjukkan kinerja yang baik, beberapa kelompok masih jauh dari harapan, dengan skor rata-rata 67. Sebaliknya, dari kelompok, interaksi makhluk hidup dan stratifikasi hutan mendapat penilaian cukup baik. Skor rata-rata adalah 83 dan 90 poin. Siswa juga berhasil menjelaskan hubungan antara faktor biotik dan abiotik, meskipun beberapa kelompok masih jauh dari harapan. Nilai rata-rata materi ini adalah 77.
Hasil yang dilaporkan sebagian besar siswa sangat baik. Siswa memahami bahwa sinar matahari mempunyai peranan yang sangat penting dalam ekosistem. Sinar matahari dapat membentuk komposisi dan struktur hutan. Siswa juga akan memahami peran matahari dalam rantai makanan dan jaring makanan: aliran energi dari matahari ke produsen (tumbuhan), konsumen, dan pengurai. Agar tumbuhan memperoleh sinar matahari untuk proses fotosintesisnya, terdapat interaksi berupa persaingan mendapatkan sinar matahari dan interaksi lainnya berupa simbiosis, mutualisme, simbiosis, dan parasitisme. Komposisi tanaman, serta sinar matahari, tinggi, dan struktur dapat mempengaruhi kelembapan dan suhu.
DAFTAR PUSTAKA
Ali, A,.& Brian, G. N. (2022). Jaringan Makanan Terestrial Dan Perairan : Menghubungkan Jaring Makanan. Jurnal Ekosistem Dan Ekologi. 12 (9);1-5.
Jabar, S.Y,. Mahdhivan, S., Aadrean. (2021). Pemodelan Jaring-Jaring Makanan Pemangsa Generalis Pada Dua Trofik. Jurnal Matematika UNAND. 10 (3); 321-328.
Suprapto, P.K.,& Bambang, S. (2013). Meningkatkan Pengetahuan Struktur Dan Fungsi Hutan Melalui Model Field Trip Training (FTT) Eksplorasi Hutan Pada Mahasiswa Calon Guru Biologi. Seminar Nasional & Pendidikan Biologi FKIP UNS.