Tugas Ekologi Umum Analisis Jurnal dengan Tema Jaring Makanan di Ekosistem Terestrial

Nama : Mar’atul Adabiah

NIM   : 2224220059

Kelas : 3B

PERAN NEMATODA HIDUP BEBAS DI DALAM TANAH

Jurnal tersebut membahas tentang kondisi jaring makanan tanah yang dibagi ke dalam empat kuadran berdasarkan tingkat gangguan dan pengayaan. Kuadran A dan B dicirikan oleh gangguan tinggi hingga rendah-moderat akibat aktivitas manusia, sementara Kuadran C mencerminkan keberhasilan suksesi dengan kondisi jaring makanan yang terstruktur dan stabil. Di sisi lain, Kuadran D merupakan jaring makanan dengan kondisi yang paling buruk dan membutuhkan perbaikan untuk kembali ke kondisi yang lebih baik.

Jurnal tersebut juga membahas mengenai Nematoda yang memainkan peran penting dalam ekosistem tanah melalui aktivitas makannya. Mereka berkontribusi dalam meningkatkan aktivitas dan populasi mikroba sehingga meningkatkan laju dekomposisi di dalam tanah.  Nematoda berperan penting dalam siklus nutrisi yang secara langsung melaui proses makannya, ia mendaur ulang mineral dan nutrisi lainnya dari bakteri, fungi, dan substrat lainnya kembali ke tanah untuk dapat diakses oleh akar tanaman. Selain itu, nematoda menjadi bioindikator yang unggul, dan mampu menjadi biokontrol yang efektif terhadap nematoda parasit tanaman.

 

INVENTARISASI KOMUNITAS ARTHROPODA DI TAMAN KEHATI KAKI DIAN, MINAHASA UTARA

Taman Kehati Kaki Dian di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, memiliki keragaman arthropoda yang tinggi, dengan total 99 spesies teridentifikasi, termasuk 23 spesies dari 10 famili di kelas Arachnida dan 77 spesies dari 50 famili di kelas Insecta. Distribusi spesies arthropoda bervariasi berdasarkan ketersediaan makanan dan perilaku habitat, dengan kelimpahan yang lebih tinggi di hutan sekunder dan primer, serta perkebunan dan kelompok bambu, dan penyebaran yang lebih rendah di daerah perkotaan. Hal ini menunjukkan adanya potensi untuk terbentuknya jaring makanan kompleks di berbagai habitat tersebut, dengan arthropoda sebagai bagian penting dari rantai makanan di ekosistem Taman Kehati Kaki Dian.

Jurnal ini juga membahas mengenai pentingnya arachnida secara ekologis, terutama laba-laba, sebagai pengendali populasi predator dalam rantai makanan yang lebih rendah. Keanekaragaman arachnida yang tinggi, diperkirakan lebih dari 170.000 spesies secara global, berkontribusi pada peran penting mereka dalam ekosistem. Selain itu, penelitian ini menekankan keanekaragaman hayati dan mobilitas Lepidoptera, yang mudah diamati pada malam hari karena perilaku nokturnal mereka. Blattodea, yang terdiri dari rayap dan kecoak, ditemukan di berbagai habitat, termasuk daerah perkotaan, dan berperan sebagai omnivora dan detritivora. Studi ini menggarisbawahi perlunya konservasi keanekaragaman hayati di Taman Keanekaragaman Hayati Kaki Dian, yang merupakan rumah bagi berbagai spesies yang dilindungi.

 

POLA HUBUNGAN FEEDIN GUILDS ANTARA TIPE HABITAT DAN KEANEKARAGAMAN SPECIES BURUNG DI LAHAN REKLAMASI DAN REVEGETASI PASCA TAMBANG BATU BARA

Jurnal ini menggambarkan hubungan antara tipe habitat dan keberadaan keragaman spesies tumbuhan bawah dengan burung.  Masing-masing burung berperan dalam rantai makanan mulai dari pemakan nektar, pemakan biji, pemakan buah, pemakan serangga, hingga pemakan mamalia kecil, herpetofauna, dan ikan. Dalam analisis tersebut, ditemukan bahwa keragaman tumbuhan bawah yang terbentuk di setiap tipe habitat akan menambah rantai makanan di atas tanah (terestrial). Hasil analisis juga menunjukkan bahwa habitat Akasia-Karamunting, Sengon-Karamunting, dan Sengon-Rambutan merupakan bentuk ekosistem yang dapat menyediakan fungsi ekologis yang lebih beragam, sedangkan habitat tambak relatif lebih rendah. Selain itu, ditemukan bahwa tumbuhan penyusun berperan sebagai produsen dalam rantai makanan, yang dapat menjadi sumber makanan bagi serangga, terdekomposisi oleh makrofauna, dan dimanfaatkan oleh spesies fauna lainnya.

Jurnal ini mengidentifikasi delapan tipe produsen yang dapat dibedakan dalam cluster data, termasuk produsen tumbuhan yang dapat dimakan oleh fauna. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa tingkat rantai makanan dipengaruhi oleh tipe habitat dan keragaman spesies tumbuhan bawah, serta memiliki kaitan erat dengan fungsi ekosistem dan keragaman spesies.

Dari ketiga jurnal tersebut dapat disimpulkan bahwa jaring makanan memiliki dampak besar dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem, dengan memastikan distribusi energi dan nutrisi yang efisien serta menjaga keberlanjutan aktivitas biologis dalam suatu  lingkungan.

 

DAFTAR PUSTAKA

Natanela, J., Gerald Y. P., Sella R., Emmy M. L. (2022). Inventarisasi Komunitas Arthropoda di Taman Kehati Kaki Dian, Minahasa Utara. Silvarum, 3(1) : 24-31.

Soegiharto, S. (2020). Pola Hubungan Feedin Guilds antara Tipe Habitat dan Keanekaragaman Species Burung di Lahan Reklamasi dan Revegetasi  Pasca Tambang Baru. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan.

Yogaswara, D. A., (2020). Peran Nematoda Hidup Bebas di Dalam Tanah. Prosiding Seminar Nasional Biologi di Era Pandemi COVID-19, 6(1) : 232-238.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *