Review Jurnal mengenai Hubungan Faktor Ekologi dengan Struktur Komunitas Tumbuhan Mangrove Teluk Pangpang Taman Nasional Alas Purwo

Review Jurnal
Judul : Hubungan Faktor Ekologi dengan Struktur Komunitas Tumbuhan Mangrove
Teluk Pangpang Taman Nasional Alas Purwo
Penulis : Rifan Acik dan Sudarmadji
Tahun : 2017
Nama Jurnal : Jurnal ilmu Dasar
Volume : 18
Nomor : 1
Halaman : 61-64

Nama Anggota :

Anisa Febriani (2224220014)

Fitriyani Dewi (2224220011)

Rusmiati (2224220096)

Chyntia Cahyuni Naibaho (2224220100)

Pendahuluan

Dibagian pembahasan penulis membahas hubungan faktor ekologi dengan struktur komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang Taman Nasional Alas Purwo. Penelitian ini dilakukan karena meskipun banyak penelitian yang telah dilakukan di Teluk Pangpang, namun sampai saat ini hubungan faktor ekologi dengan struktur komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang belum banyak diteliti. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor ekologi yang mempengaruhi struktur komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang dan untuk memperoleh informasi indeks keanekaragaman dan dominasi tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang. Penulis melakukan penelitian dengan mengumpulkan sampel di empat stasiun penelitian dan mengukur faktor ekologi seperti suhu air, suhu tanah, pH, salinitas, pasang surut, dan kandungan bahan organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat penting antara faktor ekologi dengan struktur komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang.

Metode

Penelitian yang dilakukan oleh penulis menggunakan metode sampling vegetasi dengan menggunakan metode kombinasi yaitu transek dan plot. Metode ini dilakukan dengan membagi Areal lokasi penelitian menjadi 4 stasiun, dimana disetiap stasiunnya terdiri dari 3 transek jumlah plot 15 buah, sehingga dari 4 stasiun akan diperoleh 60 plot. Metode Transek ini dilakukan dengan cara transek ditarik tegak lurus garis pantai yang memotong komunitas mangrove, dimulai dari formasi mangrove terdepan (dari arah pantai) sampai formasi paling belakang (arah darat) dengan membuat 3 plot pengamatan yaitu plot pertama berukuran 10 m x 10 m untuk tingkat pohon (memiliki diameter > l0 cm dengan tinggi lebih dari 1,5 m), plot kedua yaitu 5 m x 5 m untuk tingkat pancang (dengan diameter <10 cm dengan tinggi kurang dari 1,5 m); dan plot ketiga 2 m x 2 m untuk tingkat semai. Setelah itu, peneliti melakukan identifikasi spesimen di Laboratorium Biologi Dasar FMIPA dan melakukan analisis tanah dilakukan di Laboratorium Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jember. Dalam melakukan penelitian ini juga membutuhkan alat yang digunakan pada penelitian ini antara lain peta topografi, kompas, GPS Garmin CSX-60, tiang pancang, rool meter, tali rafia, lup perbesaran 10x, termometer batang, termometer tanah, kantung plastik 5 kg, ember plastik 5 kg bekas cat tembok tertutup, gunting ranting merk swann, kertas koran, alat press herbarium, blangko pengumpul data, dan buku identifikasi mangrove.
Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan beberapa metode, antara lain:
1. Indeks keanekaragaman (H’): digunakan untuk mengukur keanekaragaman spesies pada suatu komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang.
2. Indeks dominansi (C): digunakan untuk mengukur dominansi spesies pada suatu komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang.
3. Indeks Nilai Penting (INP): digunakan untuk mengukur pentingnya suatu spesies dalam suatu komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang.
4. Principal Component Analysis (PCA): digunakan untuk mengelompokkan faktor-faktor ekologi yang saling berkaitan dalam suatu komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang.
5. Uji normalitas: digunakan untuk menguji apakah data yang diperoleh dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis terdapat hubungan yang sangat signifikan antara faktor ekologi dengan struktur komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang. Faktor ekologi yang diukur dalam penelitian ini meliputi suhu air, suhu tanah, pH, salinitas, pasang air laut, dan substrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor ekologi ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang. Hasil analisis data yang telah dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa Rhizophora apiculata memiliki INP tertinggi sebesar 96,44, sedangkan Sonneratia alba memiliki INP terendah sebesar 35,47. Indeks keanekaragaman pancang tumbuhan mangrove menunjukkan nilai yang rendah dengan Shanon Weiner (H’) <0,32. Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa faktor-faktor ekologi yang saling berkaitan dalam suatu komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang adalah suhu air, suhu tanah, pH, dan salinitas. Selain itu, hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data yang diperoleh dalam penelitian ini berdistribusi normal.

Hasil dan Pembahasan

Jurnal ini membahasa tentang tentang struktur komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang Taman Nasional Alas Purwo. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor ekologi dengan struktur komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis tumbuhan mangrove yang ditemukan di Teluk Pangpang, yaitu Xylocarpus moluccensis, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops tagal, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Sonneratia alba. Dari keenam jenis tersebut, Rhizophora apiculata memiliki INP tertinggi dan Sonneratia alba memiliki INP terendah. Selain itu, indeks keanekaragaman pancang tumbuhan mangrove menunjukkan nilai yang rendah. Faktor ekologi yang diukur dalam penelitian ini meliputi suhu air, suhu tanah, pH, salinitas, pasang air laut, dan substrat. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor ekologi ini memiliki pengaruh yang signifikan terhadap struktur komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang. Faktor-faktor ekologi yang saling berkaitan dalam suatu komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang adalah suhu air, suhu tanah, pH, dan salinitas.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa struktur komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu air, suhu tanah, pH, salinitas, pasang air laut, dan substrat. Selain itu, Rhizophora apiculata memiliki peran penting sebagai penyangga komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang.
Jenis-jenis tumbuhan mangrove yang ditemukan di Teluk Pangpang Taman Nasional Alas Purwo antara lain:
1. Xylocarpus moluccensis (Lamk) Roem
2. Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lam.
3. Ceriops tagal (Perr.) C.B. Rob.
4. Rhizophora apiculata Blume
5. Rhizophora mucronata Lam
6. Sonneratia alba J. Sm.
Jenis-jenis tumbuhan mangrove tersebut merupakan bagian dari komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang Taman Nasional Alas Purwo.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa struktur komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu air, suhu tanah, pH, salinitas, pasang air laut, dan substrat. Selain itu, Rhizophora apiculata memiliki peran penting sebagai penyangga komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang. Xylocarpus moluccensis (Lamk) Roem, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops tagal (Perr.) C.B. Rob., Rhizophora apiculata Blume, Rhizophora mucronata Lam dan Sonneratia alba J. Sm. Merupakan komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang Tanaman Nasional Alas Purwo.

1 thought on “Review Jurnal mengenai Hubungan Faktor Ekologi dengan Struktur Komunitas Tumbuhan Mangrove Teluk Pangpang Taman Nasional Alas Purwo

  1. KRITIKUS
    Kelompok : 2
    Anggota :
    1. Nirmala Ayu Ramadhan (2224220048)
    2. Diana Yustika (2224220055)
    3. Ibnu Facri Al Hanif (2224220056)
    4. Syifa Fitriannisa (2224220064)

    • Pada pernyataan kelompok 1 disebutkan bahwa “Struktur komunitas tumbuhan mangrove di Teluk Pangpang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekologi seperti suhu air, suhu tanah, pH, salinitas, pasang air laut, dan substrat” Tetapi kelompok 1 tidak mencantumkan suhu tanah, air, ph salinitas, pasang air dan substrat pada rata-rata angka berapa dimana di jurnal tersebut di cantumkan “Berdasarkan tabel diatas rata-rata suhu air adalah 28,45ºC, suhu tanah 28,74ºC yang berarti masih medekati suhu ruang, pH rata-rata 5,67 yang berarti asam, salinitas 20,88 yang berarti cukup tinggi, rata-rata pasang air yaitu 86,77 cm, C organik 3,91% yang berarti tidak banyak C yang terlarut, untuk tekstur substrat yang dominan adalah debu yaitu 50,19% diantara pasir dan liat.”

    • Kelompok 1 juga tidak mencantumkan hasil INP yang merupakan perhitungan INP juga mempengaruhi hasil dari data yang di peroleh, dimana dalam jurnal telah di tuliskan “Hasil yang diperoleh dari pengujian faktor abiotik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan, yaitu r bernilai 0,897, artinya hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara faktor ekologi dengan struktur komunitas untuk INP Pohon mangrove terbukti.”
    Tetapi kelompok 1 hanya menuliskan INP dari setiap pohon yang ditemukan

    • Berdasarkan hasil review jurnal dari kelompok 1, mereka menyebutkan bahwa Rhizopora apiculata memiliki INP yang paling tinggi akan tetapi tidak dijelaskan mengapa hal itu terjadi. padahal di dalam jurnalnya disebutkan alasan mengapa Rhizopora apiculata dapat memiliki nilai INP yang tinggi karena Rhizopora apiculata ini sudah dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan mangrove Jati Papak sehingga peranan jenis ini sangat tinggi dan stabil serta mempunyai kemampuan regenerasi yang sangat tinggi untuk menyesuaikan dengan habitat setempat dalam mendukung keanekaragaman tumbuhan mangrove di lokasi teluk Pangpang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *