Telaah Jurnal Mengenai Produktivitas Sekunder Pada Berbagai Jenis Ekosistem

Kelompok 2 Kelas 3A

Anggota: 

  1. Ati Roziqoh (2224220003)
  2. Nahdiyatunnisa (2224220009)
  3. Naila Fatimah Azzahra Benliani (2224220032)
  4. Nabila Vanza (2224220034)

 

IDENTITAS JURNAL

Nama jurnal                  : Jurnal Pengelolaan Perikanan Tropis

Volume jurnal               : 4

Nomor jurnal                : 1

Jumlah halaman            : 8-13

Tahun terbit                  : 2020

Judul jurnal                   : “Produktivitas Sekunder Famili Crambidae di Sungai Cigambreng, Desa Tapos, Bogor”

Nama penulis jurnal     : Arif Nurcahyanto, Ahyar Pulungan, Didit Abdillah, Muhammad Irfan Afif, Mursalin Ishak, Grin Tommy Panggabean, Rizky Regina Kawirian, Chichilia Q. A. Rahman, Majariana Krisanti.

 

ABSTRAK JURNAL

            Abstrak disajikan dalam format dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Di dalam abstrak sendiri penulis menjelaskan bahwa artikel ini dilakukan di bulan Oktober 2019 selama satu bulan. Penulis mengungkapkan bahwa Famili Crambidae yang ditemukan terdiri dari dua genus yaitu Petrophila sp. dan Elophila sp. Kelimpahan Famili Crambidae selama penelitian berkisar antara 100 ind/m2 hingga 422 ind/m2. Produktivitas sekunder famili Crambidae di Sungai Cigambreng, Desa Tapos, Bogor adalah 47,7915 g/m2 /bulan, biomassa yang terbentuk adalah 14,9669 g/m2 dan rasio P/B sebesar 3,1931.

 

PENDAHULUAN

             Di dalam pendahuluan jurnal, penulis menggambarkan bahwa produktivitas sekunder adalah pembentukan biomassa organisme heterotrof dalam satuan waktu tertentu. Sebagai contoh, produktivitas tahunan adalah jumlah seluruh biomassa yang diproduksi oleh sebuah populasi dalam satu tahun. Studi terhadap produktivitas memiliki peranan yang tinggi dalam memahami ekologi ekosistem, misalnya dinamika populasi suatu populasi tertentu, efek kegiatan antropogenik terhadap ekosistem, efek perubahan penggunaan catchment area, efek perubahan iklim pada ekosistem, aliran energi di ekosistem dan sebagainya. Pemahaman tentang produktivitas sekunder berkaitan dengan pemahaman hubungan antara produktivitas dan biomasa. Carlisle dan Clements (2003) menyatakan bahwa produksi sekunder merupakan fungsi pengukuran dinamika populasi, termasuk di dalamnya proses yang terjadi pada level individu, populasi maupun ekosistem.

 

METODE

Penelitian yang dilakukan oleh penulis jurnal, dilaksanakan pada 5 hingga 21 Oktober 2019 di Sungai Cigambreng, Desa Tapos, Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Sungai Cigambreng merupakan perairan sungai yang sudah terbuka, namun masih berbatu dan dangkal.

Metode penelitian yang dilakukan oleh penulis jurnal menggunakan tiga metode yaitu yang pertama pengambilan contoh, yang dilakukan setiap minggu selama empat minggu di empat stasiun pengambilan contoh di Sungai Cigambreng. Metode kedua menggunakan analisis contoh, penulis menjelaskan bahwa biomassa dihitung untuk setiap selang kelas sehingga didapatkan biomassa rata-rata per selang kelas. Penentuan biomassa diperoleh dari bobot dikalikan dengan jumlah individu. Dan metode ketiga menggunakan analisis data, dimana produktivitas sekunder dianalisis dengan pendekatan non-kohort dengan metode frekuensi ukuran (size-frequency method) atau metode SF. Metode ini menggunakan data panjang total untuk menyusun selang kelas ukuran. Data panjang total dikelompokkan dalam selang kelas. Analisis produktivitas sekunder dilakukan dengan menggunakan metode frekuensi-ukuran.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil

Pada saat pengamatan, tercatat lebar badan sungai berkisar antara 5,4 m sampai dengan 11,6 m dan lebar sungai berkisar antara 3,2 m sampai dengan 6,8 m. Kedalaman sungai berkisar antara 11 cm sampai dengan 31 cm. Arus di sungai Cigambreng berkisar antara 0,3 sampai dengan 1,1 m/s. Nilai DO pada perairan sungai berkisar antara 5,2 mg/L sampai dengan 8,5 mg/L. Suhu berkisar antara 22,3 – 23,5 oC. Nilai pH berkisar antara 7,4 – 7,74 dan BOD5 berkisar antara 1,1 mg/L sampai dengan 3,2 mg/L. Secara umum, tidak ada perbedaan kondisi fisika kimia perairan di Sungai Cigambreng selama waktu pengamatan. Kisaran nilai pH di perairan Sungai Cigambreng tercatat berkisar antara 7,4 – 7,74 dan tidak ada perubahan drastis antara waktu pengamatan. Produktivitas sekunder larva Famili Crambiadae dianalisis dengan menggunakan frekuensi-ukuran. Produktivitas selama satu bulan untuk larva Crambidae di Sungai Cigambreng adalah 47,7915 g/m2 /bulan. Biomassa dalam satu bulan untuk larva Crambidae di bulan Oktober adalah 14,9669 g/m2. P/B kohort selama satu bulan untuk larva Crambidae bernilai 3,1931.

 

Pembahasan

Jurnal ini memberikan gambaran kondisi Sungai Cigambreng dan komunitas makroavertebrata, khususnya Famili Crambidae. Dilaporkan bahwa kondisi fisika dan kimia perairan relatif stabil selama pengamatan. Keberadaan Famili Crambidae (Ordo Lepidoptera) di perairan sungai sangat dipengaruhi oleh kondisi fisik sungai. Ordo Lepidoptera paling tinggi pada pengamatan pertama kurang sebanyak 430 spesies dan keempat kurang lebih sebanyak 380 spesies, dimana bahan organik (BOD5) menunjukkan nilai yang lebih rendah sehingga diduga kelimpahannya tidak dipengaruhi oleh keberadaan bahan organik.

Analisis produktivitas sekunder larva Famili Crambidae menunjukkan nilai yang cukup tinggi, namun disoroti potensial overestimasi metode yang digunakan.  Produktivitas sekunder larva Famili Crambidae menunjukkan nilai 47,7915 g/m2 /bln dengan biomassa terbentuk sebesar 14,9669 g/m2. Rasio P/B yang dilaporkan sebesar 3,1931, menggambarkan aliran energi dalam populasi Famili Crambidae.

Pentingnya kondisi lingkungan seperti parameter fisik dan kimia, serta morfologi habitat, dalam memengaruhi penyebaran makroavertebrata dijelaskan dengan merujuk pada literatur. Korelasi antara bahan organik (BOD5) dan kelimpahan Famili Crambidae memunculkan pertanyaan yang memerlukan penelitian lebih lanjut.

Penulis mengakhiri dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang memengaruhi nilai P/B, termasuk masa hidup organisme. Kesimpulannya, journal ini memberikan informasi yang baik tentang kondisi Sungai Cigambreng dan komunitas Famili Crambidae, sambil menyoroti area penelitian potensial untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.

 

KESIMPULAN

Penelitian artikel ini menyatakan adanya kelimpahan Ordo Lepidoptera paling tinggi pada pengamatan pertama dan keempat, dimana bahan organik (BOD5) menunjukkan nilai yang lebih rendah sehingga diduga kelimpahannya tidak dipengaruhi oleh keberadaan bahan organik. Hal ini mendukung pernyataan dimana Ordo Lepidoptera adalah jenis grazers dimana ia memanfaatkan tanaman/perifiton sebagai sumber makanannya. Ordo Lepidoptera yang ditemukan di Sungai Cigambreng pada bulan Oktober 2019 terdiri dari Famili Crambidae dengan dua spesies yaitu Petrophila sp. dan Elophila sp. Produktivitas sekunder Famili Crambidae di perairan Sungai Cigambreng selama satu bulan sebesar 47,7915 g/ m 2 /bln, biomassa yang terbentuk sebesar 14,9669 g/m2 dan P/B ratio sebesar 3,1931.

 

KELEBIHAN

Jurnal dengan judul “Produktivitas Sekunder Famili Crambidae di Sungai Cigambreng, Desa Tapos, Bogorl” memiliki beberapa yaitu menggunakan metode kuantitatif sehingga data yang didapat dapat dikatakan valid serta dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. selain itu penelitian ini menyajikan diagram sehingga pembaca dapat lebih mudah untuk melihat data yang tersedia dan referensi yang digunakan penulis bersumber dari jurnal internasional, sehingga sumber informasi nya dapat dipercaya.

 

KEKURANGAN

Jurnal dengan judul “Produktivitas Sekunder Famili Crambidae di Sungai Cigambreng, Desa Tapos, Bogorl” memiliki kekurangan yaitu terdapat beberapa kata yang mungkin sulit dipahami orang awam.

 

SARAN

Jurnal dengan judul “Produktivitas Sekunder Famili Crambidae di Sungai Cigambreng, Desa Tapos, Bogor” sudah cukup baik karena menyatakan data yang valid dan sumber referensi yang diberikan juga sudah merujuk pada jurnal nasional. saran untuk penelitian berikutnya yaitu lebih rapih lagi dalam menulis angka, bisa juga untuk dibuat tabel.

1 thought on “Telaah Jurnal Mengenai Produktivitas Sekunder Pada Berbagai Jenis Ekosistem

  1. Kelompok 7
    1. Khoironi Sifa (2224220035)
    2. Devita Juliasari (2224220087)
    3. Aida Khoirunnisa (2224220091)
    SANGGAHAN
    Pendahuluan
    Pada bagian pendahuluan, hanya mencantumkan definisi, dan cakupan pembahasan secara umum. Sedangkan yang kami temukan, dijurnal asal pada bagian pendahuluan dicantumkan pula secara detail, mengenai jenis ordo dan juga spesies yang berperan besar dalam ekosistem akuatik, tentu saja berpengaruh pada produktivitas sekunder suatu lingkungan disekitarnya. Pada jurnal asal pula disebutkan, deskripsi dan aktivitas warga sekitar yang dijadikan sebagai tolak ukur pengelolaan ekosistem perairan.

    Metode
    Dari ketiga metode yang dijelaskan, terdapat satu metode yang pada teknisnya menggunakan pendekatan. Analisis contoh menggunakan pendekatan biovolume yang bertujuan untuk mengukur panjang total dan lebar tubuh larva suatu spesies.

    Hasil dan Pembahasan
    Hasil
    Tidak disertakan jumlah kelimpahan terendah dan tertinggi pada keseluruhan pengamatan.

    Pembahasan
    Pada bagian ini, sebagian besar telah sesuai dengan jurnal asal. Tetapi ada beberapa hal, yang tidak dicantumkan. Pada keberadaan populasi diperairan sungai Cigambreng disebutkan satu famili yang memanfaatkan bahan makanan dari produsen primer (perifiton) juga pada bagian akhir variasi masa hidup suatu organisme dijelaskan dengan menggunakan angka sebagai bukti konkret.

    Kesimpulan
    Cukup

    Kelebihan
    Cukup

    Kekurangan
    Kekurangan jurnal terletak pada data valid yang didapatkan pada saat penelitian. Pada bagian pembahasan dijelaskan mengenai beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nilai produktivitas dan biomassa. Data yang disajikan pun didapatkan dari jurnal, dan ini menjadi kekurangannya. Seharusnya, disajikan suatu data valid yang benar benar terjadi pada saat penelitian dilakukan. Mengingat suatu ekosistem perairan memiliki produktivitas sekunder suatu lingkungan yang berbeda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *