REVIEW JURNAL
“EKOLOGI UMUM”
- Judul : Struktur Dan Komposisi Jenis Vegetasi Di Hutan Sekunder: Studi Kasus KHDTK Labanan Provinsi Kalimantan Timur
- Nama Jurnal : Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
- Volume : 17
- Isu : 2
- Halaman : 69 – 85
- Tahun : 2020
- Penulis : Karmilasanti dan M. Fajri
- Reviewer : Yanandra Apriliani Putri, Yusraini Batubara, dan Khairunisa Tiara Sabrina
- Tanggal : 13 November 2023
Subjek dan Objek Penelitian
Subjek penelitian dalam jurnal ini adalah “Struktur dan Komposisi Jenis Vegetasi di Hutan Sekunder”, sedangkan objek penelitiannya adalah “KHDTK Labanan Provinsi Kalimantan Timur”.
Latar Belakang
Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi hutan sekunder bekas tebangan di KHDTK Labanan yang saat ini mengalami degradasi akibat aktivitas manusia seperti penebangan liar, perambahan lahan, dan kebakaran. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih baik tentang struktur vegetasi, keanekaragaman hayati, serta kondisi tegakan dan permudaan hutan sebagai dasar untuk upaya rehabilitasi.
Tujuan Penelitian
Jurnal yang berjudul “Struktur Dan Komposisi Jenis Vegetasi Di Hutan Sekunder: Studi Kasus KHDTK Labanan Provinsi Kalimantan Timur” bertujuan untuk memahami struktur serta perubahan yang terjadi dalam struktur tegakan pada hutan sekunder. Data yang terkumpul diharapkan dapat memberikan informasi penting yang dapat digunakan sebagai dasar rekomendasi terkait jenis-jenis tanaman komersial yang diperlukan dalam usaha pengayaan atau rehabilitasi hutan sekunder. Terutama diarahkan untuk hutan sekunder bekas tebangan yang tidak produktif atau hutan sekunder tua yang memiliki potensi rendah, terutama di lokasi yang serupa dalam tipe agroklimat yang sama.
Metode Penelitian
Pada tahun 2017, penelitian dilakukan di wilayah hutan sekunder di KHDTK Labanan, tepatnya di Desa Labanan Makmur, Teluk Bayur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Data-data dalam penelitian ini diperoleh melalui penerapan prosedur umum analisis vegetasi. Proses pengumpulan data dimulai dengan pembuatan plot dan diakhiri dengan pengambilan data. Metode yang digunakan untuk membuat plot adalah teknik purposive sampling, di mana plot yang dibentuk memiliki bentuk bujur sangkar dengan ukuran 100 m × 100 m (1 ha). Selama proses ini, data yang terkumpul meliputi identifikasi jenis tumbuhan pada tingkat pohon serta tumbuhan yang lebih muda (seperti tingkat tiang, pancang, dan semai). Kemudian, data yang telah dikumpulkan dianalisis untuk mengetahui komposisi jenis dan struktur tegakannya dengan cara menghitung Kerapatan (K), Kerapatan Relatif (KR), Frekuensi (F), Frekuensi Relatif (FR), Dominansi (D), Dominansi Relatif (DR), Indeks Nilai Penting (INP), dan Indeks Keanekaragaman Jenis ShannonWiener.
Hasil Penelitian
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hutan sekunder di KHDTK Labanan menunjukkan pola struktur tegakan yang secara eksponensial menyerupai bentuk huruf “J” terbalik, dimana semakin kecil ukuran pohonnya, semakin tinggi jumlah jenis tumbuhan per hektar. Pola struktur tegakan yang terlihat pada hutan sekunder bekas tebangan dengan potensi rendah ini serupa dengan beberapa kondisi yang ditemukan dalam hutan alami. Di antara jenis-jenis pohon dengan diameter 20 cm ke atas, kelompok jenis dipterokarpa didominasi oleh genus Shorea, dengan jenis S. parvifolia menjadi yang paling dominan. Sedangkan pada kelompok jenis non dipterokarpa, dominasi tertuju pada dua famili, yaitu Euphorbiaceae dan Sapotaceae. Untuk tumbuhan yang lebih muda, jenis-jenis dipterokarpa yang mendominasi pada tingkat tiang adalah S. parvifolia, pada tingkat pancang adalah S. agami, dan pada tingkat semai adalah S. atrinervosa. Sementara itu, jenis-jenis non dipterokarpa yang paling mendominasi pada tingkat tiang adalah M. malaccensis, sementara pada tingkat pancang dan semai Koilodepas sp. menjadi yang paling dominan. Meskipun demikian, indeks keanekaragaman jenis vegetasi pada hutan sekunder bekas tebangan yang memiliki potensi rendah (tidak produktif) masih tergolong tinggi hingga sedang. Dengan kondisi ini, hutan sekunder KHDTK Labanan tidak memerlukan pengayaan karena sudah memenuhi kriteria jumlah vegetasi yang cukup baik pada tingkat pohon dan tumbuhan muda.
Kelebihan Jurnal atau Penelitian
Kelebihan dari penelitian ini penyajian hasil penelitian dari setiap plot disajikan dalam bentuk tabel. Sehingga kita para review dapat dengan mudah mengetahui hasil dari setiap plot seberapa banyak jenis-jenis, KR, FR, DR, dan INP dari pohon, tiang, pancang, dan semai, yang didapatkan dalam setiap hasil plot. Pengambilan data yang diamati sangat banya yaitu ada 25 sub plot sehingga keragaman jenis vegetasi yang didapatkan semakin beragam. Metode yang digunakan sangat cocok untuk mempermudah penelitian serta mempercepat pengambilan data. Rujukan penelitian yang digunakan banyak dan tahun terbitnya masih 10 tahun belakang dari tahun terbit jurnal ini.
Kekurangan Jurnal atau Penelitian
Kekurangan dari penelitian ini data yang diambil dari penelitian ini cakupanya masih sangat kecil yang terfokus hanya pada nama jenis dan tinggi untuk tingkat pohon, tiang, pancang, dan semai. Dokumentasi dari hasil penelitian tidak diikut sertakan kedalam hasil penelitian/jurnal.
Kesimpulan
Hutan sekunder di KHDTK Labanan memiliki struktur tegakan yang menunjukkan peningkatan jumlah jenis per hektar. Jenis dari Shorea parvifolia mendominasi dalam kelompok dipterokarpa. Sementara pada kelompok non-dipterokarpa didominasi oleh Euphorbiaceae dan Sapotaceae. Karena keanekaragaman jenis vegetasi yang tergolong sedang hingga tinggi, hutan tersebut tidak memerlukam pengayaan karena sudah dianggap memenuhi kriteria dalam kecukupan pada tingkat pohon dan tiang.
Saran Penelitian Lanjutan
Diharapkan pada penelitian selanjutnya untuk menyertakan dokumentasi dari hasil vegetasi yang telah ditemukan. Serta sebaiknya untuk melakukan pemetaan serta pemeliharaan lebih lanjut mengenai hutan sekunder tua yang memiliki potensi rendah. Hal ini dilakukan agar ada peningkatan jenis dari kelompok dipterokarpa dan non-dipterokarpa tanpa pengayaan.
Nama Anggota Kelompok 6 :
1. Ummu Azizathul Khotifah (2224220004)
2. Solehat (2224220006)
3. Wiwit Purwanti (2224220008)
4. Adinda Herliyanti (2224220033)
Sanggahan Untuk Kelompok 1 :
1. Yanandra Apriliani Putri
2. Yusraini Batubara
3. Khairunisa Tiara Sabrina
Judul Jurnal : Struktur Dan Komposisi Jenis Vegetasi Di Hutan Sekunder: Studi Kasus KHDTK Labanan Provinsi Kalimantan Timur.
Nama Jurnal : Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
Sanggahan :
1. LATAR BELAKANG
Pada Hasil Review yang disampaikan, untuk bagian latar belakang tidak dijelaskan mengenai Vegetasi Hutan Sekunder, melainkan hanya menekankan pada tujuan penelitian yang akan disampaikan. Sedangkan di dalam Jurnal yang dibahas, terdapat beberapa penjelasan mengenai Hutan Sekunder, Keanekaragamannya maupun komposisi vegetasi.
2. METODE PENELITIAN
Dalam metode penelitian tidak dijelaskan mengenai pembuatan plot secara rinci tetapi hanya dijelaskan bentuk-bentuk nya saja. Sedangkan di dalam jurnal tertera mengenai pembagian plot pengamatan untuk vegetasi tanaman seperti : tingkat Tiang (10mx10m), tingkat pancang (5mx5m), tingkat semai (2mx2m).
3. HASIL PEMBAHASAN
Dalam kolom hasil dan pembahasan dari review jurnal ini adalah kurangnya grafik dan tabel dari hasil vegetasi yang ditemukan. Selain itu, review hasil penelitian hanya mencakup data yang cakupannya masih sangat kecil, terfokus hanya pada nama jenis dan tinggi untuk tingkat pohon, tiang, pancang, dan semai.
Terima kasih
Sanggahan Kelompok 6 :
Ummu Azizathul Khotifah(2224220004)
Solehat(2224220006)
Wiwit Purwanti(2224220008)
Adinda Herliyanti(2224220033)
Sanggahan Untuk Kelompok 1
Judul Jurnal : Struktur Dan Komposisi Jenis Vegetasi Di Hutan Sekunder: Studi Kasus KHDTK Labanan Provinsi Kalimantan Timur
Nama Jurnal : Jurnal Penelitian Hutan Tanaman
Sanggahan :
1. LATAR BELAKANG
Pada Hasil Review yang disampaikan, untuk bagian latar belakang tidak dijelaskan mengenai Vegetasi Hutan Sekunder, melainkan hanya menekankan pada tujuan penelitian yang akan disampaikan. Sedangkan di dalam Jurnal yang dibahas, terdapat beberapa penjelasan mengenai Hutan Sekunder, Keanekaragamannya maupun komposisi vegetasi.
2. METODE PENELITIAN
Dalam metode penelitian tidak dijelaskan mengenai pembuatan plot secara rinci tetapi hanya dijelaskan bentuk-bentuk nya saja. Sedangkan di dalam jurnal tertera mengenai pembagian plot pengamatan untuk vegetasi tanaman seperti : tingkat Tiang (10mx10m), tingkat pancang (5mx5m), tingkat semai (2mx2m).
3. HASIL PEMBAHASAN
Dalam kolom hasil dan pembahasan dari review jurnal ini adalah kurangnya grafik dan tabel dari hasil vegetasi yang ditemukan. Selain itu, review hasil penelitian hanya mencakup data yang cakupannya masih sangat kecil, terfokus hanya pada nama jenis dan tinggi untuk tingkat pohon, tiang, pancang, dan semai.