TELAAH JURNAL TENTANG JARING MAKANAN DI EKOSISTEM PERAIRAN

IDENTITAS JURNAL 1

Nama jurnal     : Jurnal Biosense

Volume            : 5

Nomor             : 2

Halaman           : 131-143

Judul jurnal      : Pemanfaatan Ekosistem Hutan Mangrove Sebagai Habitat Untuk Biota Laut

Nama Penulis   : Enni Halimatusa’diyah, Syahro Raihan Tika, Rizki Putri Ananda, Nur Afifah Suwanda, Aldi Suhendra, Ika Julpia , May Sarah Tanjung, City Qurnia Sari Pohan , Sarah Hulu, Putri Fatmaya, dan Pooja Hujaibah.

            Hutan mangrove merupakan salah satu hutan yang tumbuh di muara sungai atau pesisir pantai. Ekosistem mangrove merupakan salah satu habitat yang ditempati oleh organisme laut. Contoh dari organisme yang menempati ekosistem mangrove yaitu hewan kelompok mollusca dan crustacea. Di bawah air, akar mangrove ditumbuhi oleh epibion seperti tunicates, sponge, alga, dan bivalvia. Substrat lunak di mangrove membentuk habitat berbagai spesies infaunal dan epifaunal, sedangkan ruang antara akar menyediakan tempat berlindung dan makanan bagi fauna motil seperti udang, kepiting dan ikan. Serasah mangrove berubah menjadi detritus, yang sebagian mendukung jaring-jaring makanan mangrove. Selain itu, plankton, alga epifit, dan mikrofitobentos juga merupakan dasar penting bagi jaring-jaring makanan mangrove. Jaring-jaring makanan mangrove dimulai Ketika serasah mangrove dihancurkan oleh detritivore yang kemudian menghasilkan detritus. Detritus ini kemudian menjadi bahan makanan bagi biota yang tinggal di sekitar pohon mangarove seperti cacing, crustacea, mollusca dan hewan lainnya.

IDENTITAS JURNAL 2

Nama jurnal     : Journal Of Marine Research

Volume            : 2

Nomor             : 2

Halaman           : 85-93

Judul jurnal      : Komposisi Dan Kelimpahan Gastropoda Di Vegetasi Mangrove Di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang

Nama Penulis   : Seto Haryoardyantoro, Retno Hartati, dan Widianingsih.

            Penelitian dilakukan di hutan mangrove Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, dengan menggunakan metode deskriptif eksploratif. Berdasarkan jurnal, hutan mangrove merupakan ekosistem yang mempunyai produktivitas tinggi. Produktivitas ini berasal dari detritus organik yang merupakan bahan dasar penghasil unsur hara yang penting bagi kelangsungan jaring-jaring makanan bagi inverterbrata, salah satunya adalah gastropoda. Makrozoobentos merupakan salah satu kelompok penting dalam ekosistem mangrove. Biota ini sangat berperan dalam dekomposisi serasah mangrove. Makrozoobentos yang hidup di kawasan mangrove lebih didominasi oleh filum moluska yang terdiri dari beberapa spesies gastropoda yang umumnya hidup menempel pada akar dan batang mangrove serta pada permukaan sedimen. Gastropoda tersebut memegang peranan penting dalam ekosistem mangrove, yaitu dengan mengubah detritus organik menjadi biomassa yang pada akhirnya akan berperan dalam siklus makan dan energi. Spesies gastropoda yang ditemukan pada ekosistem mangrove yaitu terdiri dari 11 spesies dan 3 famili, yaitu Cerithidea cingulata, C. cingulata cingulata, Cerithidea sp.1, Cerithidea sp.2, C. quadrata, Telescopium telescopium, Terebralia palustris (Potamididae), Littorina articulata, L. carinifera, L. pallescense (Littorinidae), dan Sphaerassiminea miniata (Assiminidae). Pola sebaran gastropoda di lokasi penelitian mengelompok/clumped (87,5%) dan sisanya tersebar acak/random.

IDENTITAS JURNAL 3

Nama jurnal     : Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI)

Volume            : 19

Nomor             : 2

Halaman           : 91-97

Judul jurnal      : Produksi Serasah Mangrove di Pesisir, Tangerang, Banten.

Nama Penulis   : Gilang Rusrita Aida, Yusli Wardiatno , Achmad Fahrudin, Mohammad Mukhlis Kamal

Penelitian dilakukan di hutan mangrove di daerah pesisir Tangerang, dengan menggunakan metode transect line. Berdasarkan jurnal, Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki fungsi ekologis penting dalam menunjang sumber daya perikanan. Fungsi ekologi tersebut dikarenakan tingginya produksi serasah yang dihasilkan. Bahan organik yang berasal dari serasah mangrove ini merupakan mata rantai utama dalam jaring-jaring makanan di ekosistem tersebut. Ekosistem mangrove berperan penting dalam menyumbang bahan organik yang merupakan mata rantai utama dalam jaring-jaring makanan di ekosistem mangrove dari serasah yang dihasilkan. Komponen dasar rantai makanan di ekosistem mangrove bukanlah tumbuhan mangrove itu sendiri, tapi serasah yang berasal dari tumbuhan mangrove (daun, batang, buah, ranting, dan sebagainya). Serasah yang dihasilkan langsung tersebut dikonsumsi oleh mikroorganisme dan organisme pengurai sehingga memasuki sistem energi. Beberapa penelitian melaporkan potensi perikanan yang diperoleh dari serasah mangrove mencapai 548 780 kg/ha/tahun dan 1405,25 kg/ha/tahun.

KESIMPULAN:

            Hutan mangrove merupakan salah satu komponen utama pada ekosistem laut atau ekosistem mangrove. Ekosistem merupakan salah satu habitat bagi berbagai hewan seperti kelompok crustacea, gastropoda, sampai makrozobentos. Jaring-jaring makanan mangrove dimulai Ketika serasah mangrove dihancurkan oleh detritivore yang kemudian menghasilkan detritus. Detritus ini kemudian menjadi bahan makanan bagi biota yang tinggal di sekitar pohon mangarove seperti cacing, crustacea, mollusca dan hewan lainnya. Serasah mangrove ini merupakan rantai utama dalam jaring-jaring makanan di ekosistem mangrove. Detritus yang dihasilkan merupakan bahan organic yang merupakan bahan dasar penghasil unsur hara yang penting untuk kelangsungan jarring-jaring makanan.

DAFTAR PUSTAKA

Aida, G.R., Wardiatno, Y., Fahrudin, A., & Kamal, M.M.(2014). Produksi Serasah Mangrove di Pesisir,

Tangerang, Banten. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 19(2), 91-97.

Halimatusa’diyah, E., Tika, S.R., Ananda, R.P., Suwanda, N.A., Suhendra, A., Julpia , I., Tanjung, M.S.,

Pohan , C. Q. S., Hulu, S., Fatmaya, P., & Hujaibah, P.(2022). Pemanfaatan Ekosistem Hutan Mangrove Sebagai Habitat Untuk Biota Laut. Jurnal Biosense, 5(2), 131-143.

Haryoardyantoro, S., Hartati, R., & Widianingsih.(2013). Komposisi Dan Kelimpahan Gastropoda Di

Vegetasi Mangrove Di Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang. Journal Of Marine Research, 2(2), 85-93.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *