Telaah jurnal tentang jaring makanan diekosistem perairan

nama : fadila fauziah

nim : 2224220039

kelas : 3A

Telaah jurnal KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN PESISIR HOLTEKAMP KOTA JAYAPURA

  1. Judul :

Judul yang terdapat dijurnal ini merupakan judul yang sangat jelas dan tidak ambigu. Melalui judul ini sudah diberikan bayangan mengenai pembahasan dan penelitian yang dilakukan dan dimana tempat penelitian ini dilakukan.

  1. Tujuan penelitian :

Pada jurnal ini, tujuan penelitian disampaikan secara tertulis didalam abstrak, yaitu untuk mengetahui kelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton di perairan pesisir holtekamp kota Jayapura.  Adapun sudah ada konsistensi antara judul, tujuan penelitian dan isi dari jurnal dengan tujuan penelitian yang tertulis.

  1. Pendahuluan :

Pendahuluan jurnal ini memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dilakukan, yaitu mengenai kelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton di perairan pesisir PLTU Holtekamp, Muara Tami, Jayapura, Papua. Jurnal ini memberikan latar belakang yang jelas mengenai pentingnya memahami komunitas fitoplankton dan kondisi lingkungan perairan pesisir untuk menjaga keseimbangan ekosistemnya. Penelitian ini juga menyoroti parameter lingkungan seperti salinitas, kecerahan air, suhu, kecepatan arus, kadar fosfat, dan kadar nitrat yang diukur dan dianalisis untuk mengevaluasi kualitas air dan kesuburan perairan pesisir.

Pendahuluan ini memberikan konteks yang relevan dan penting untuk penelitian, serta memberikan pemahaman yang baik tentang tujuan dan relevansi penelitian tersebut. Selain itu, pendahuluan juga memberikan gambaran tentang sumber referensi yang digunakan, menunjukkan bahwa penelitian ini didukung oleh literatur ilmiah yang relevan dan terkini dalam bidang ekologi, biologi laut, dan ilmu lingkungan. Dengan demikian, pendahuluan jurnal ini memberikan landasan yang kuat untuk penelitian yang dilakukan.

  1. Metode penilitian :

Metode pengambilan sampel fitoplankton dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di sekitar perairan PLTU Holtekamp, Kelurahan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Provinsi Papua, pada bulan Februari-Juni 2019. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan di perairan dangkal (< 20 meter) pada tiga stasiun dengan jarak tiap stasiun sekitar 200 m. Setiap stasiun dilakukan pengambilan sampel tiga kali pada waktu pagi, siang, dan sore hari. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan watersampler kapasitas 4,2 liter sebanyak 24 kali yang disaring dengan planktonet. Sampel air yang tersaring pada botol sampel sebanyak 100 ml untuk setiap ulangan per stasiun, total sampel untuk ketiga stasiun dengan tiga kali ulangan sebanyak 900 ml. Selain itu, pengukuran parameter lingkungan seperti suhu, kecerahan, pH, salinitas, DO, kecepatan arus, fosfat, dan nitrat juga dilakukan pada tiap stasiun sebanyak 3 kali pada saat pengambilan sampel fitoplankton pada pagi, siang, dan sore hari.

  1. Hasil dan pembahasan :

Hasil identifikasi fitoplankton menunjukkan adanya 17 genus yang terdiri dari 2 kelompok fitoplankton, yaitu Diatomae dengan 14 genus dan Dinoflagellata dengan 3 genus. Kelimpahan tertinggi ditemukan pada stasiun 3, sedangkan kelimpahan terendah terdapat pada stasiun 2 yang terletak dekat dengan PLTU Holtekamp. Hal ini konsisten dengan temuan Kamilah et al. (2014) yang menyatakan bahwa perairan di sekitar pelabuhan memiliki kualitas yang tidak begitu baik, sehingga hanya dihuni oleh yang toleran terhadap pencemaran. Pembahasan mengenai hasil identifikasi fitoplankton ini dapat dikaitkan dengan kondisi lingkungan perairan pesisir Holtekamp. Dengan demikian, hasil ini memberikan gambaran yang jelas mengenai kelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton di daerah tersebut, serta implikasinya terhadap kualitas perairan dan ekosistem laut setempat. Selain itu, hasil pengukuran parameter lingkungan seperti suhu, kecerahan, pH, salinitas, DO, kecepatan arus, fosfat, dan nitrat juga memberikan informasi penting mengenai kondisi perairan pesisir Holtekamp. Data ini dapat digunakan untuk mengevaluasi kualitas air dan kesuburan perairan pesisir, serta memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai faktor-faktor lingkungan yang memengaruhi kelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton. Dengan demikian, hasil identifikasi fitoplankton dan pengukuran parameter lingkungan ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemahaman mengenai kondisi ekosistem perairan pesisir Holtekamp, serta dapat menjadi dasar untuk pengelolaan dan perlindungan lingkungan di daerah tersebut.

  1. Kelebihan dan kekurangan dari hasil dan pembahasan

Kelebihan : 1. Penelitian yang Komprehensif: Jurnal ini menyajikan hasil penelitian yang komprehensif tentang kelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton di perairan pesisir Holtekamp, Jayapura, Papua, dengan menggunakan metode pengambilan sampel yang cermat dan analisis parameter lingkungan yang lengkap

  1. Relevansi Lingkungan: Jurnal ini memberikan informasi yang relevan tentang kondisi lingkungan perairan Holtekamp, termasuk salinitas, kecerahan air, suhu, kecepatan arus, kadar fosfat, dan kadar nitrat, yang dapat digunakan untuk evaluasi kualitas air dan kesuburan perairan pesisir.
  2. Implikasi Pengelolaan Lingkungan: Jurnal ini menyoroti pentingnya pengelolaan lingkungan perairan Holtekamp untuk menjaga keseimbangan ekosistemnya, terutama terkait dengan tingginya kadar fosfat dan nitrat yang dapat mengakibatkan pertumbuhan alga atau fitoplankton potensial berbahaya dan kekurangan oksigen dalam air.
  3. Kontribusi terhadap Penelitian Lingkungan: Jurnal ini memberikan kontribusi penting terhadap penelitian lingkungan, terutama dalam konteks kelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton serta kualitas perairan pesisir di wilayah tersebut.
  4. Sumber Referensi yang Relevan: Jurnal ini didukung oleh sumber referensi yang relevan, seperti artikel ilmiah dan buku-buku terkait ekologi, biologi laut, dan ilmu lingkungan, yang memperkuat landasan teoritis dan metodologis penelitian.

Kekurangan :

1. Kurangnya Pembahasan Mengenai Dampak Lingkungan: Jurnal ini kurang mendiskusikan secara detail mengenai potensi dampak lingkungan dari           tingginya kadar fosfat dan nitrat di perairan pesisir Holtekamp, Jayapura. Meskipun penelitian menyebutkan tingginya kadar zat tersebut, namun tidak mendiskusikan secara mendalam mengenai konsekuensi potensialnya terhadap ekosistem laut dan lingkungan sekitarnya.

  1. Diskusi Terbatas Mengenai Strategi Pengelolaan: Jurnal ini tidak mendiskusikan secara mendalam mengenai strategi pengelolaan atau rekomendasi khusus untuk mengatasi potensi masalah lingkungan yang diidentifikasi dalam penelitian. Akan lebih bermanfaat jika jurnal ini menyertakan diskusi yang lebih komprehensif mengenai pendekatan pengelolaan potensial untuk mengurangi dampak tingginya kadar nutrien terhadap ekosistem laut.

Keterbatasan ini dapat diatasi dalam penelitian mendatang untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implikasi lingkungan dan strategi pengelolaan potensial terkait dengan temuan penelitian

  1. Kesimpulan :

Isi kesimpulan dalam penelitian ini menjadi jawaban dari tujuan penelitian. Dapat dilihat juga kesimpulan yang dituliskan cukup jelas dan padat

Aisoji.E.A.(2019). KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN FITOPLANKTON DI PERAIRAN PESISIR HOLTEKAMP KOTA JAYAPURA. JURNAL BIOSILAMPARI: JURNAL BIOLOGI.2(1).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama : fadila fauziah

NIM : 2224220039

Kelas : 3A

Telaah jurnal KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI SUNGAI AIR TERJUN TUNAN, TALAWAAN, MINAHASA UTARA, SULAWESI UTARA

  1. Judul :

Judul yang terdapat dijurnal ini merupakan judul yang sangat jelas dan tidak ambigu. Melalui judul ini sudah diberikan bayangan mengenai pembahasan dan penelitian yang dilakukan dan dimana tempat penelitian ini dilakukan

  1. Tujuan penelitian : Pada jurnal ini, tujuan penelitian disampaikan secara tertulis didalam abstrak, yaitu untuk menganalisis keanekaragaman makrozoobentos yang terdapat di sungai air terjun Tunan, Desa Talawaan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Adapun sudah ada konsistensi antara judul, tujuan penelitian dan isi dari jurnal dengan tujuan penelitian yang tertulis.
  2. Pendahuluan

Pendahuluan jurnal ini membahas tentang pengaruh kondisi lingkungan terhadap kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos di sungai. Lingkungan perairan sungai memiliki peran penting dalam menentukan kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos yang hidup di dalamnya. Penelitian dilakukan di sungai kawasan air terjun Tunan, Desa Talawaaan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara dengan pengambilan sampel dilakukan pada tiga stasiun yang berbeda, yaitu di sekitar kawasan air terjun, di sungai kawasan pintu masuk wisata, dan di sungai yang berada di kawasan lahan perkebunan. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Januari – Februari 2018. Pada jurnal ini juga disebutkan bahwa faktor lingkungan sangat mempengaruhi penyebaran dan kelimpahan populasi suatu organisme. Jika kelimpahan suatu marga di suatu ekosistem sangat melimpah, maka menunjukkan faktor lingkungan di ekosistem itu menunjang kehidupan marga tersebut. Selain itu, terdapat informasi mengenai kemerataan makrozoobentos di Sungai Air Terjun Tunan, di mana indeks kemerataan pada tiga stasiun berbeda memiliki perbedaan. Dalam jurnal ini juga dijelaskan bahwa kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos sangat bergantung pada toleransi dan tingkat sensitivitas terhadap kondisi lingkungan. Makrozoobentos sendiri merupakan bagian dari rantai makanan yang bergantung pada populasi organisme yang tingkatannya lebih rendah. Sifat fisika, kimia, dan biologi perairan juga mempengaruhi kelimpahan dan keanekaragaman makrozoobentos.

  1. Bahan dan metode :

Pada jurnal ini, bahan dan metode penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel makrozoobentos menggunakan metode purposive random sampling. Pengambilan sampel dilakukan di sungai kawasan air terjun Tunan, Desa Talawaaan, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, pada tiga stasiun yang berbeda, yaitu di sekitar kawasan air terjun, di sungai kawasan pintu masuk wisata, dan di sungai yang berada di kawasan lahan perkebunan. Pengambilan sampel dilakukan dengan jaring surber yang dilengkapi dengan jaring penampung, kemudian sampel yang sudah diseleksi diamati di mikroskop dengan perbesaran 10×10 dan diidentifikasi menggunakan buku identifikasi Immature insect, Aquatic insect, dan buku pengenalan pelajaran serangga.

  1. Hasil dan pembahasan :

Hasil penelitian menunjukkan bahwa makrozoobentos yang ditemukan di sungai air terjun Tunan terdiri dari 3 filum, 3 kelas, 10 bangsa, 20 suku, dan 23 marga serta 379 individu. Marga makrozoobentos yang sering dijumpai adalah Hydropsyche, dan suku makrozoobentos yang paling sering dijumpai adalah suku Heptageniidae. Indeks keanekaragaman makrozoobentos tertinggi terdapat pada stasiun 1 (2,69), diikuti oleh stasiun 2 (2,31), dan terendah pada stasiun 3 (1,94).

Pada pembahasan, hasil tersebut menunjukkan bahwa keanekaragaman makrozoobentos di sungai air terjun Tunan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan di sekitarnya. Faktor-faktor seperti substrat dasar, kualitas perairan, dan keberadaan marga dan suku makrozoobentos mempengaruhi keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos di sungai tersebut. Hal ini sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa faktor lingkungan sangat mempengaruhi penyebaran dan kelimpahan populasi suatu organisme. Selain itu, hasil ini juga menunjukkan bahwa stasiun 1, yang berada di sekitar kawasan air terjun, memiliki keanekaragaman makrozoobentos yang lebih tinggi dibandingkan dengan stasiun 2 (pintu masuk wisata) dan stasiun 3 (perkebunan). Hal ini mungkin disebabkan oleh perbedaan kondisi lingkungan di setiap stasiun, seperti ketersediaan sumber daya dan kualitas perairan yang berbeda. Dengan demikian, hasil dan pembahasan jurnal ini menunjukkan bahwa kondisi lingkungan sungai air terjun Tunan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keanekaragaman dan kelimpahan makrozobentos.

  1. Kelebihan dan kekurangan :

Kelebihan : 1). jurnal ini memberikan informasi yang komprehensif mengenai keanekaragaman makrozoobentos di sungai air terjun Tunan, termasuk data mengenai filum, kelas, bangsa, suku, dan marga yang ditemukan. Hal ini memberikan pemahaman yang mendalam mengenai komposisi makrozoobentos di lingkungan sungai tersebut.

2). jurnal ini juga memberikan analisis terhadap pengaruh aktivitas manusia terhadap kelimpahan makrozoobentos, seperti perkebunan dan peternakan ayam. Hal ini memberikan pemahaman yang penting mengenai dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem sungai dan keanekaragaman makrozoobentos.

3)jurnal ini juga memberikan informasi mengenai indeks keanekaragaman dan kemerataan makrozoobentos di tiga stasiun yang berbeda. Hal ini memberikan pemahaman yang jelas mengenai perbedaan keanekaragaman dan kemerataan makrozoobentos di berbagai lokasi di sepanjang sungai.

4) jurnal ini juga mengaitkan makrozoobentos dengan penggunaannya sebagai bioindikator untuk menilai tingkat pencemaran di Muara Sungai Jeneberang. Hal ini menunjukkan relevansi penelitian ini dalam konteks perlindungan lingkungan dan konservasi sumber daya alam.

Dengan demikian, jurnal ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemahaman mengenai keanekaragaman makrozoobentos di sungai dan dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem sungai.

Kekurangan : 1) jurnal ini tidak memberikan informasi yang cukup mengenai metode pengambilan sampel makrozoobentos, seperti frekuensi pengambilan sampel dan teknik analisis yang digunakan. Informasi ini penting untuk memastikan validitas dan reliabilitas hasil penelitian.

2) jurnal ini tidak memberikan analisis yang mendalam mengenai faktor-faktor lingkungan yang secara spesifik mempengaruhi keanekaragaman dan kelimpahan makrozoobentos di sungai tersebut. Informasi mengenai faktor-faktor seperti kualitas air, substrat dasar, dan vegetasi sungai dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kondisi lingkungan yang memengaruhi makrozoobentos.

3) jurnal ini tidak memberikan informasi yang cukup mengenai hubungan antara keanekaragaman makrozoobentos dengan kondisi lingkungan yang tercemar. Informasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran makrozoobentos sebagai bioindikator dalam menilai tingkat pencemaran di sungai.

Dengan demikian, jurnal ini perlu memperhatikan kekurangan-kekurangan tersebut untuk meningkatkan kualitas dan relevansi hasil penelitian.

7) kesimpulan : Isi kesimpulan dalam penelitian ini menjadi jawaban dari tujuan penelitian. Dapat dilihat juga kesimpulan yang dituliskan cukup jelas dan padat

Pelealu.E.V.G.,koneri.R.,&Butarbutar.R.R.(2020). KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS DI SUNGAI AIR TERJUN TUNAN, TALAWAAN, MINAHASA UTARA, SULAWESI UTARA. Journal of Marine Research. 9(1).. 41-48

 

 

 

Nama : fadila fauziah

NIM : 2224220039

Kelas : 3A

Telaah jurnal Komposisi dan Kelimpahan Gastropoda pada Ekosistem Mangrove di Desa Tireman, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah

  1. Judul :

Judul yang terdapat dijurnal ini merupakan judul yang sangat jelas dan tidak ambigu. Melalui judul ini sudah diberikan bayangan mengenai pembahasan dan penelitian yang dilakukan dan dimana tempat penelitian ini dilakukan.

  1. Tujuan penelitian :

Pada jurnal ini, tujuan penelitian disampaikan secara tertulis didalam abstrak, yaitu untuk untuk mengetahui  struktur  komunitas  gastropoda  pada  ekosistem  mangrove Desa  Tireman Kecamatan Rembang,  Jawa  Tengah.  Adapun sudah ada konsistensi antara judul, tujuan penelitian dan isi dari jurnal dengan tujuan penelitian yang tertulis

  1. Pendahuluan :

Pendahuluan dalam jurnal ini membahas tentang struktur komunitas gastropoda di Ekosistem Mangrove Desa Tireman, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan metode Sasekumar (1974). Lokasi penelitian dipilih berdasarkan kerapatan mangrove yang berbeda untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan gastropoda pada lokasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Selain itu, pendahuluan juga membahas mengenai indeks dominansi spesies antar stasiun di area mangrove Desa Tireman, Rembang, Jawa Tengah. Dalam pendahuluan juga disebutkan bahwa kelimpahan gastropoda antar stasiun menunjukkan nilai yang bervariasi, dengan nilai rata-rata kelimpahan total gastropoda di lokasi penelitian jauh lebih rendah dibandingkan dengan penelitian sebelumnya. Selain itu, terdapat pembahasan mengenai indeks keanekaragaman dan indeks keseragaman gastropoda di lokasi penelitian.

 

  1. Materi dan metode :

Pada jurnal ini, materi yang ditelaah meliputi seluruh gastropoda dan sedimen di Ekosistem Mangrove Desa Tireman, Kec. Rembang, Kab. Rembang, Jawa Tengah. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Sasekumar (1974) dan lokasi penelitian dipilih berdasarkan kerapatan mangrove yang berbeda untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan gastropoda pada lokasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Selain itu, parameter lingkungan seperti salinitas, pH, suhu, dan DO juga diukur secara langsung (in situ).

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, dengan pengambilan sampel menggunakan plot 5mx5m dengan metode hand picking. Sampel gastropoda kemudian dimasukkan ke dalam botol sampel berisi larutan Formalin 4% untuk pengawetan, dan dilakukan identifikasi sampel gastropoda dengan mengacu pada buku identifikasi FAO Volume 1 (1998).

Selain itu, dalam jurnal ini juga disebutkan bahwa analisis sedimen dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan Fakultas Peternakan dan Pertanian serta Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Referensi: Materi dalam penelitian yaitu seluruh gastropoda dan sedimen. Pengambilang sedimen bertujuan untuk analisis kandungan bahan organik dan ukuran butir. Parameter lingkungan yang di ukur meliputi salinitas, pH, suhu dan DO yang dilakukan secara langsung (in situ). Analisis sedimen dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Pakan Fakultas Peternakan dan Pertanian dan Laboratorium Mekanika Tanah Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Penentuan lokasi penelitian dengan metode Purpossive sampling. Pemilihan lokasi penelitian ini berdasarkan kerapatan

  1. Hasil dan pembahasan :

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelimpahan gastropoda di lokasi penelitian menunjukkan nilai yang bervariasi antar stasiun. Stasiun TR I memiliki kelimpahan rata-rata tertinggi, diikuti oleh TR III, dan nilai kelimpahan terendah terdapat pada TR II. Nilai rata-rata kelimpahan total gastropoda di lokasi penelitian jauh lebih rendah dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, menunjukkan adanya perbedaan lingkungan dan pengaruh potensial terhadap kelimpahan gastropoda.

 

Pembahasan dalam jurnal ini juga menyoroti potensi dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem mangrove, seperti ekspansi tambak udang dan garam, penebangan pohon, erosi, dan limbah, yang dapat menyebabkan penurunan habitat alami dan keragaman gastropoda. Studi ini bertujuan untuk memahami komposisi dan kelimpahan gastropoda di ekosistem mangrove Desa Tireman, Rembang, Jawa Tengah, dan hasilnya memberikan wawasan berharga tentang potensi dampak aktivitas manusia terhadap keragaman dan kepadatan gastropoda.

 

Hasil dan pembahasan ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang komunitas gastropoda di ekosistem mangrove, menyoroti potensi dampak perbedaan lingkungan dan aktivitas manusia terhadap kelimpahan dan keragaman gastropoda.

Komposisi dan Kelimpahan Gastropoda (Y. Laraswati et al.) Secara umum, kelimpahan gastropoda antar stasiun menunjukkan nilai yang bervariasi. Kelimpahan rata-rata tertinggi terdapat pada stasiun TR I yaitu sebesar 15.72 Ind/m 2. Selanjutnya diikuti oleh TR III dengan kelimpahan rata-rata sebesar 8.48 Ind/m 2 dan nilai kelimpahan terendah pada TR II sebesar 6.28 Ind/m 2 (Gambar 2).

  1. Kelebihan dan kekurangan :

Kelebihan :

  1. Keanekaragaman Spesies: Jurnal ini memberikan informasi yang komprehensif tentang keanekaragaman spesies gastropoda di ekosistem mangrove Desa Tireman, Rembang. Dengan menemukan 9 spesies dari 3 famili, jurnal ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang komposisi spesies gastropoda di lokasi penelitian.
  2. Analisis Komunitas: Jurnal ini melakukan analisis yang mendalam terhadap komunitas gastropoda, termasuk kelimpahan, keanekaragaman, keseragaman, dominansi, pola sebaran, dan frekuensi kehadiran. Hal ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang struktur komunitas gastropoda di ekosistem mangrove.
  3. Dampak Aktivitas Manusia: Jurnal ini juga membahas dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem mangrove dan potensi efeknya terhadap keragaman dan kelimpahan gastropoda. Hal ini memberikan wawasan penting tentang konservasi dan perlindungan ekosistem mangrove.

Dengan demikian, jurnal ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami komunitas gastropoda di ekosistem mangrove dan faktor-faktor yang memengaruhinya, serta memberikan informasi yang relevan untuk konservasi dan perlindungan ekosistem mangrove secara keseluruhan.

Kekurangan :

  1. Metode Pengambilan Sampel: Jurnal ini tidak memberikan detail yang cukup tentang metode pengambilan sampel gastropoda. Informasi lebih lanjut tentang teknik pengambilan sampel dan ukuran sampel yang digunakan akan meningkatkan kepercayaan terhadap hasil penelitian.
  2. Analisis Faktor Lingkungan: Meskipun jurnal ini menyebutkan bahwa kondisi substrat berpengaruh terhadap perkembangan komunitas gastropoda, namun tidak ada analisis mendalam tentang faktor lingkungan lainnya seperti salinitas, pH, suhu, dan oksigen terlarut yang juga dapat memengaruhi kelimpahan dan keragaman gastropoda.
  3. Dampak Aktivitas Manusia: Meskipun jurnal ini membahas dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem mangrove, namun tidak ada analisis yang mendalam tentang dampak spesifik dari aktivitas manusia tersebut terhadap kelimpahan dan keragaman gastropoda.

 

Dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan ini, jurnal ini dapat memberikan kontribusi yang lebih kuat dalam pemahaman tentang komunitas gastropoda di ekosistem mangrove dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

  1. Kesimpulan:

Isi kesimpulan dalam penelitian ini menjadi jawaban dari tujuan penelitian. Dapat dilihat juga kesimpulan yang dituliskan cukup jelas dan padat

 

Laraswati.Y., Soenardjo.N.&Setyati.A.(2020). Komposisi dan Kelimpahan Gastropoda pada Ekosistem Mangrove di Desa Tireman, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Journal of Marine Research.(9)1.42-48.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *