-
Dian Rachmawati and
Jum Azizah are now friends
-
Jum Azizah wrote a new post
Review jurnal " Produktivitas Primer Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau"Review jurnal ” Produktivitas Primer Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau” Kelompok 5 Kelas 3B Feni Tria Trianti (2224220054) Chyntia Widyastuti (2224220057) Jum Azizah (22…
3 Comments-
Assalamualaikum wr.wb
Kami dari kelompok 6 yang beranggotakan
– Rahma Hayati (2224220019)
– Fitriyanti Luthfiyyah (2224220020)
– Siti Hujatilah (2224220049)
– Nadya Apriliyani (2224220099)
Izin menyampaikan tanggapan dan kritikan terhadap jurnal yang direview oleh kelompok 5 (Produktivitas Primer Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang,Kepulauan Riau)
Berdasarkan hasil review jurnal tersebut, menurut kelompok kami terdapat beberapa hal kurang dijelaskan terutama terkait:
1. Metode Winkler yang digunakan untuk pengukuran produktivitas primer perairan
2. Di latar belakang itu disebutin salah tujuan penelitiannya itu mengetahui parameter fisika-kimia tetapi di bagian pembahasan tidak menjelaskan terkait parameter fisika-kimia yang di dapatkan dari penelitian
3. Dalam hasil review tidak dipaparkan teori analisis data yang digunakan dalam penelitian
4. Pada hasil review tidak disebutkan kelimpahan fitoplankton apa saja yang terdapat di stasiun 1 dan 2 yang terdapat di kolong penambangan bauksit Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau-
Baik izi menjawab :
1. Untuk metode winkler didalam artikel ilmiah yang kami analisis tidak dijelaskan secara rinci hanya saja metode winkler ini dalam artikel yang kami analisis digunakan untuk pengukuran produktivitas primer perairan. Namun dari sumber lain menjelaskan bahwa Prinsip metode Winkler adalah oksigen didalam sampel akan mengoksidasi MnSO4 yang ditambahkan ke dalam larutan pada keadaan alkalis,
sehingga terjadi endapan MnO2. Penambahan asam sulfat dan kalium iodida menyebabkan dibebaskannya iodin yang ekuivalen dengan oksigen terlarut. Iodin yang dibebaskan tersebut
kemudian dianalisis dengan metode titrasi iodometri dengan larutan standard tiosulfat dan
indikator kanji. Kelebihan metode Winkler dalam menganalisis oksigen terlarut (DO) adalah lebih
mudah karena hanya dilakukan cara titrasi, lebih teliti dan akurat apabila dibandingkan dengan cara alat DO-meter ( Septiawan et al., 2014).
2. hasil Hasil pengukuran terhadap beberapa parameter fisika dan kimia perairan di bekas galian bauksit pada lokasi studi memberikan indikasi bahwa secara umum parameter fisika dan kimia perairan masih memenuhi baku mutu untuk peruntukan kegiatan budidaya air tawar . Namun demikian, nilai pH di perairan kolong bauksit ini tergolong asam, pH sangat rendah serta nilai amonia (NH3-) sedikit melebihi ambang batas baku mutu yang dipersyaratkan.
3. Teori analisis data yang digunakan
a. Produktivitas Primer Perairan
Berdasarkan metode botol gelap terang, maka akan diperoleh konsentrasi oksigen pada botol inisial (I), botol gelap (D), serta botol terang (L). Produktivitas primer perairan dihitung dengan rumus Wetzel dan Likens.
b. Kelimpahan fitoplankton
Fitoplankton diamati menggunakan metode sensus dengan bantuan mikroskop dan sedgewick rafter counting chamber (SRC). Identifikasi fitoplankton menggunakan buku identifikasi plankton Illustrations of the Freshwater Plankton of Japan (Mizuno, 1979) dan The Marine and Fresh-water Plankton (Davis, 1955).
c. Indeks Keanekaragaman (𝑯), Indeks keanekaragaman dihitung menggunakan rumus Indeks Shannon-Wiener.
d. Indeks Keseragaman
Indeks keseragaman digunakan untuk melihat tingkat kemerataan jenis dalam suatu komunitas. Indeks keseragaman dihitung menggunakan rumus Indeks Evenness.
e. Indeks Dominansi dihitung menggunakan rumus Indeks Simpson.
4. jenis fitoplankton yang didapatkan pada stasiun 1 dan dua sama, hanya saja pada stasiun 2 kelimpahan fitoplanktonnya lebih tinggi.
a. Rhizosolenia sp
stasiun 1 : 41.07
stasiun 2 : 7,736.07
b. Navicula sp.
stasiun 1 : 19.15
stasiun 2 : 17.56
c. Nitzchia sp.
stasiun 1 : 41.71
stasiun 2 : 24.49
d. Istmia sp.
stasiun 1 : 188.24
stasiun 2 : 69,762.54
e. Mougeotia sp.
stasiun 1 : 9,082.06
stasiun 2 : 2,518,508.49
f. Penium sp.
stasiun 1 : 130.29
stasiun 2 : 111,042.40
g. Melosira sp.
stasiun 1 : 21.17
stasiun 2 : 27.32
h. Ochromonas sp.
stasiun 1 : 15.11
stasiun 2 : 10.340,99
total kelimpahan fitoplankton
stasiun 1 : 9,538.81
stasiun 2 : 2,717,459.87
-
-
Jum Azizah wrote a new post
telaah jurnal mengenai jaring makanan pada perairanPada jurnal Creating new littoral zones in a shallow lake to forward-restore an aquatic food web, membahas bagaimana cara menciptakan zona pesisir baru di danau dangkal untuk memulihkan jaring makanan. Hilangnya…
Media
Photos
Videos
Audios
Files
Sorry, no items found.
Friends
Dian Rachmawati
@dian-rachmawati

Assalamualaikum wr.wb
Kami dari kelompok 6 yang beranggotakan
– Rahma Hayati (2224220019)
– Fitriyanti Luthfiyyah (2224220020)
– Siti Hujatilah (2224220049)
– Nadya Apriliyani (2224220099)
Izin menyampaikan tanggapan dan kritikan terhadap jurnal yang direview oleh kelompok 5 (Produktivitas Primer Perairan Kolong Bekas Tambang Bauksit di Kota Tanjungpinang,Kepulauan Riau)
Berdasarkan hasil review jurnal tersebut, menurut kelompok kami terdapat beberapa hal kurang dijelaskan terutama terkait:
1. Metode Winkler yang digunakan untuk pengukuran produktivitas primer perairan
2. Di latar belakang disebutin salah tujuan penelitiannya yaitu mengetahui parameter fisika-kimia tetapi di bagian pembahasan tidak menjelaskan terkait parameter fisika-kimia yang di dapatkan dari penelitian
3. Dalam hasil review tidak dipaparkan teori analisis data yang digunakan dalam penelitian